29/02/2020
Renungan....
Assalamu'alaikum...
Salam bahagia sejahtera...
Sang Jembatan.
*Sebuah cerita yang berisi nasehat dari Ayahku*.
Anaku...kamu tahu jembatan? Jembatan itu sangat besar jasanya bagi kita. Kita bisa menyeberang dan sampai tujuan karena jasanya. Coba kalo tak ada jembatan...kita akan mengalami kesusahan untuk sampai ke tujuan, bahkan bisa" kita tak sampai ketujuan.
*Jembatan itu selalu merendah, apa adanya, diingat atau tak diingat tetap diam, tak memgharap perhatian dan sanjungan.
*Yang penting bagi si jembatan itu adalah melaksanakan tugas sesuai dengan kodratnya yaitu sebagai sarana membatu untuk mencapai tujuan.
*Jembatan itu lurus apa adanya, tidak miring kekanan atau kekiri. Jika kita berjalan diatasnya tak sesuai dengan jalur jembatan ( belok kanan atau kiri ) maka kita akan masuk jurang atau sungai. Maka ikuti jalur jembatan dengan benar dan jangan yang aneh".
*Namun juga banyak si pelintas jembatan itu setelah sampai tujuan, bukanya berterimakasih namun cuek saja, bahkan ada yang mengolok", melecehkan, merendahkan, nenghina, merusak, dsb. Namun si jembatan tetap diam saja dan tersenyum.
*Untuk itulah anaku...sudah menjadi keharusan bagi kita untuk berterimakasih dan menghargainya walaupun Sang Jembatan tidak butuh itu.
Dan sudah menjadi tugas kewajiban kita untuk merawat, menghargai, tidak melupakan, membuatnya semakin kokoh kuat, dsb.
*Renungkanlah anaku... suatu saat kamu akan mengerti dan memahami cerita ini.
kasih ayahku, atas cerita yang penuh makna dan nasehat ini. Semoga akan selalu kuingat.
Semoga Ayah mendapatkan kemuliaan kebahagiaan dihadapan Allah Swt. Aamiin.
teman"ku semua selalu dalam perlindungan-Nya dan sukses berkah selamat biidznillah. Aamiin.
Wassalamu'alaikum....