Rumah Asuh Yatim Bina Ruhama

Rumah Asuh Yatim Bina Ruhama Rumah Asuh Yatim Bina Ruhama Metro

BismillahAssalamu’alaikum Disampaikan kepada Bapak Ibu Muslimin Muslimat bahwa Panitia Qurban Bina Ruhama siap menerima ...
18/04/2026

Bismillah
Assalamu’alaikum

Disampaikan kepada Bapak Ibu Muslimin Muslimat bahwa Panitia Qurban Bina Ruhama siap menerima pemotongan *Hewan Qurban* 1447/2026

Pilihan :
1. *Sapi : @ Rp. 2.500.000*
2. *Kambing : dari Rp. 1.300.000* - ke atas
3. *Hewan qurban membawa sendiri*

Pembayaran (titip) dana qurban datang langsung ke Bina Ruhama atau melalui rekening (BSI) no 7048026642 an. Mustoto. Konfirmasi transfer ke no HP 082186025205 (Sutrisno). Bagi yang membawa langsung hewan qurbannya bisa dibawa saat hari H pemotongan hewan qurban

Contak Person
,082186025205 (Sutrisno),

Trimakasih atas kepercayaan dan kerjasamanya, semoga ibadah qurban kita diterima Allah

Wassalamu’alaikum

Panitia Qurban BiRu
Ketua
Dewantri

Sekretaris
Bunda Lela

Ketua Yayasan Ponpes Bina Ruhama
*H. Mustoto*

# YAYASAN PONDOK PESANTREN BINA RUHAMA METRO

20/02/2026

Jika Bangga Memakan Yang Haram

05/02/2026

Ingatlah Wahai Orang Tua...

02/02/2026

Sebuah Intisari Untuk Memperingatkan Diri Ini

29/01/2026

Beban Berat Dari Hal Sepele

Ungkapan BJ Habibie soal akhirat yang bikin merinding 😱😱Saat kematian itu kian mendekat Kalau lah sempat? Renungan untuk...
22/01/2026

Ungkapan BJ Habibie soal akhirat yang bikin merinding 😱😱

Saat kematian itu kian mendekat
Kalau lah sempat? Renungan untuk kita semua !!!

(by BJ Habibie ketika berpidato di Kairo, beliau berpesan "saya diberikan kenikmatan oleh Allah ilmu teknologi sehingga saya bisa membuat pesawat terbang. Tapi sekarang saya tahu bahwa ilmu agama itu lebih bermanfaat untuk umat. Kalau saya disuruh memilih antara keduanya saya akan memilih ilmu agama")

Sepi penghuni....
Istri sudah meninggal...
Tangan menggigil karena lemah...
Penyakit menggerogoti sejak lama...
Duduk tak enak, berjalan pun tak nyaman...
Untunglah seorang kerabat jauh mau tinggal bersama menemani beserta seorang pembantu...

Tiga anak semuanya sukses...
Berpendidikan tinggi sampai keluar negeri...
"Ada yang sekarang berkarir diluar negeri"...
"Ada yang bekerja di perusahaan asing dengan posisi tinggi "...
"Dan ada p**a yang jadi pengusaha "...
Namun...
Saat tua seperti ini " dia merasa hampa "...ada "pilu mendesak"... disudut hatinya

Tidur tak nyaman...
Ia berjalan memandangi foto foto masa lalu nya... Ketika masih perkasa dan energik yang penuh kenangan...

Dirumah yang besar dia merasa kesepian...
Tiada suara anak, cucu, hanya detak jam dinding yang berbunyi teratur...

Punggungnya sakit, sesekali air liur keluar dari mulutnya ...
Dari sudut mata ada air mata yang menetes... Rindu dikunjungi anak-anak nya...

Tapi semua anaknya sibuk dan tinggal jauh dikota dan negara lain...
Ingin pergi ketempat ibadah namun badan tak mampu berjalan...

Sudah terlanjur melemah...
Begitu lama waktu bergerak, tatapannya hampa, jiwanya kosong, hanya gelisah yang menyerukan sepanjang waktu...

Orang tua renta itu...
Barangkali adalah saya...atau barangkali adalah Anda...yang membaca tulisan ini suatu saat nanti...
Hanya menunggu sesuatu yang tak pasti...
Yang pasti hanyalah kematian...
Rumah besar tak mampu lagi menyenangkan hatinya...
Anak sukses tak mampu lagi menyejukkan rumah mewahnya yang ber AC...
Cucu cucu yang hanya seperti orang asing yang datang...
Aset aset produktif yang terus menghasilkan..
Entah untuk siapa...

Kira kira jika malaikat datang menjemput...
Akan seperti apakah kematiannya nanti...

Siapa yang akan memandikannya?
Dimana akan dikuburkan??

Sempatkah anak kesayangan dan kebanggaan menjadi datang mengurus jenazah dan mengubur kan???
Amal apa yang akan di bawa ke akhirat nanti?
Rumah akan ditinggal...
Aset juga akan ditinggal p**a...
Anak anak entahlah akan ingat berdoa untuk kita atau tidak??
Sedang ibadah mereka sendiri aja belum tentu dikerjakan...
Apalagi kalau anak anak tak sempydi didik tuntunan agama ..
Ilmu agamanya hanya sebagai sisipan saja...

Kalaulah sempat menyumbang yang cukup berarti di tempat ibadah, rumah yatim, panti asuhan, atau ketempat tempat di jalan Allah lainnya...

"Kalaulah sempat" dahulu membeli sayur dan melebihkan uang pada nenek tua yang selalu datang...

"Kalaulah sempat" memberikan sandal untuk disumbangkan ketempat ibadah agar dipakai oleh orang yang memerlukan...

"Kalaulah sempat" membelikan buah buat tetangga, kenalan, kerabat dan handai taulan...

Kalaulah kita tidak kikir terhadap sesama, mungkin itu semua akan menjadi amal penolong nya...

Kalaulah dahulu anak disiapkan menjadi orang yang saleh...
Dan ilmu agama yang lebih diutamakan..

Ibadah, sedekah dan di bimbing, diajarkan, diperhatikan,...maka mungkin senantiasa akan "terbangun malam" akan meneteskan air mata, mendoakan orang tuanya...

Kalaulah sempat membagi limu dengan ikhlas ...sehingga bermanfaat bagi sesama...

"KALAULAH SEMPAT"...

Mengapa kalau sempat...
Mengapa itu semua tidak jadi perhatian utama kita??
Sungguh kita tidak adil pada diri sendiri...
Mengapa kita tidak lebih serius...
Menyiapkan bekal untuk menghadap-Nya???
Dan mempertanggungjawabkan kepada-Nya...??

Jangan terbuai kepada kehidupan dunia yang melalaikan...

Kita boleh saja berusaha giat di dunia..
Tapi jadikan itu untuk bekal kita kepada perjalanan panjang dan kekal di akhir nanti...
Teruslah menjadi si Penabur kebajikan selama hayat masih dikandung badan meski hanya sepotong pesan

Semoga bermanfaat 🙏🙏

Prof. Dr. Ing. BJ HABIBIE

24/12/2025

24/12/2025

INGAT SUATU SAAT KITA AKAN PULANG

Ketulusan Seorang Anak di Tengah Bencana: Kisah Erik Andesra yang Merental Alat Berat Demi Jenazah Sang Bunda​Tragedi ta...
07/12/2025

Ketulusan Seorang Anak di Tengah Bencana: Kisah Erik Andesra yang Merental Alat Berat Demi Jenazah Sang Bunda

​Tragedi tanah longsor yang melanda Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menyisakan duka mendalam dan kisah pengorbanan yang menyayat hati. Inilah kisah Erik Andesra, seorang pria yang menolak menyerah pada keadaan demi menjemput jenazah ibunya.

​Setelah empat hari tertimbun reruntuhan dan material longsor, jasad sang ibunda belum juga terevakuasi secara merata oleh pihak berwenang. Di tengah penantian yang pahit dan evakuasi yang dirasa lamban, Erik mengambil tindakan dramatis.

​Dengan hati hancur namun tekad baja, ia memutuskan untuk merental alat berat sendiri menggunakan biaya pribadi. Alat berat tersebut kemudian ia gunakan di lokasi bencana untuk mencari dan menggali tubuh ibunya.

​Usaha dan pengorbanan Erik membuahkan hasil. Setelah penantian panjang, jenazah sang ibu akhirnya ditemukan. Pemandangan mengharukan pun menyambutnya: Sang ibunda ditemukan dalam kondisi masih mengenakan mukena, seolah baru saja usai beribadah saat musibah merenggut nyawanya.

​Kisah Erik Andesra ini bukan hanya tentang duka, tetapi juga menjadi sorotan tajam akan lambatnya respons dan evakuasi korban bencana dari pemerintah daerah, memicu pertanyaan tentang kesiapsiagaan dan keberpihakan negara terhadap warganya di masa krisis.

04/12/2025
*UNDANGAN PENGAJIAN*✍️📚📚📖📚📚✍🏻        jum'at barokahBismillahAssalamu'alaikum wr. wb.*Undangan menghadiri pengajian untuk...
19/11/2025

*UNDANGAN PENGAJIAN*
✍️📚📚📖📚📚✍🏻
jum'at barokah

Bismillah
Assalamu'alaikum wr. wb.

*Undangan menghadiri pengajian untuk kaum Muslimin Muslimat* pada :

🗓 HARI, TANGGAL
*Jum'at, 21 November 2025*

⏰ WAKTU
*Ba'da Ashar, 15.30 – selesai*

👳 PEMATERI
*Ust. H. Zulkarnain*

🏦 TEMPAT
Pesantren Qur’an
Rumah Asuh Yatim Bina Ruhama, Jl. Hasanudin 21c Yosomulyo Metro Pusat
📲 info 085783176240

*Alamat Google Maps* https:

goo.gl/maps/VnfQpM7mxyUUZ8G19

# Terbuka Untuk Umum

Wassalamu'ikum wr. wb.


Pengasuh

*Ust. H. Mustoto*
┅═✿📖✍✿═┅

& Menunjukkan Kebaikan (share pengajian)
Mendapat Pahala
Orang Yang Mengikuti, Melaksanakan

Address

Jalan Hasanuddin 21C Yosomulyo
Metro
34111

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Rumah Asuh Yatim Bina Ruhama posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share