26/05/2016
Pentingnya Dekomposer Bagi Tanah Dan Tanaman
Pentingnya Dekomposer Bagi Tanah Dan Tanaman
READY STOCK . Hubungi UD. Dua Saudara 085749413901 / 082240638153 Pin BB 5444ACA9. Kami siap mengirim ke Seluruh Indonesia. Kami adalah website terpercaya dimana kami sudah berpengalaman melayani konsumen dari seluruh Indonesia, produk utama kami ialah Pupuk Hayati, Probiotik (Ikan, Udang, Kelinci, Unggas, Ternak) Dekomposer, dan Starter Nata De Coco dengan harga murah namun kualitas tetap berkelas. Nah untuk pemesanan langsung saja hubungi kami di nomor yang tertera di website. Untuk Informasi dan Pemesanan, hubungi :
Dua Saudara
Jl.Brawijaya No. 137 – Mentikan – Kec. Prajurit Kulon. Dari Alun-Alun Mojokerto Ke Selatan, Sampai Perempatan Mojopahit Belok Kebarat 700 Meter, Kiri Jalan Pas di Perempatan Prajurit Kulon.
Tanah merupakan unsur terpenting dalam proses pertumbuhan dan perkembangbiakan tanaman karena merupakan media yang kaya akan unsur hara dan mineral yang dibutuhkan oleh tanaman. Selain itu tanah juga memegang peranan yang terpenting dalam proses perombakan materi organik kompleks menjadi materi organik yang lebih sederhana karena tanah menyediakan keanekaragaman mikroorganisme yang melimpah.
Beberapa materi organik kompleks yang dapat diubah menjadi materi organik yang lebih sederhana dapat diperoleh dari melimpahnya sumber limbah organik yang berasal dari aktivitas manusia. Di antaranya adalah limbah pertanian, limbah perkebunan, limbah domestik. Limbah pertanian dapat berupa hasil samping yang dihasilkan seperti batang, akar, daun yang tidak dimanfaatkan lagi. Sama halnya dengan limbah pertanian, limbah perkebunan pun juga sangat melimpah bila diperoleh dari hasil sampingnya. Selain hasil samping, adanya buah atau produk pertanian yang membusuk pada saat sebelum panen merupakan limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai materi organik kompleks untuk diuraikan menjadi materi organik sederhana oleh aktivitas mikroorganisme yang di dalam tanah.
Berbeda dengan limbah pertanian dan limbah perkebunan, limbah domestik jauh memiliki komponen materi organik yang sangat lengkap karena mengandung lebih banyak sumber limbah yang dapat dimanfaatkan. Limbah domestik dapat diartikan sebagai limbah yang bersumber dari aktivitas rumah tangga. Seperti limbah sayuran yang merupakan sumber selulosa, limbah nasi yang merupakan sumber amilum, limbah daging yang membusuk merupakan sumber protease, limbah….. semua komponen tersebut akan dapat diuraikan menjadi molekul organik yang lebih sederhana oleh aktivitas mikroorganisme tanah yang bermanfaat.
Tanah yang subur dapat dipastikan bahwa kandungan dan kelimpahan mikoroorganisme tanahnya sangat tinggi bila dibandingkan dengan tanah yang tidak subur. Hal tersebut tidak terlepas dari adanya peran mikroorganisme tanah seperti cacing tanah, insecta tanah, dan bebera fungi tanah lainnya. Selain mikroorganisme tersebut juga terdapat peran mikroba tanah yang memainkan perannya dalam merombak materi organik kompleks menjadi materi organik yang lebih sederhana. Peran tersebut dimainkan oleh mikroba pendegradasi bahan organik.
Dalam proses penguraian bahan organik, misalnya mikroba selulolitik mengeluarkan enzim selulase yang berperan dalam mempercepat prose hidrolisis selulosa dan polisakarida lain. Penguraian tersebut akan menghasilkan unsur hara yang terlepas seperti Nitrogen, Phospat, Kalium, dan Sulfur. Unsur hara tersebut akan dimanfaatkan untuk proses metabolisme mikroba selulolitik tersebut. Oleh karena itu, aktivitas mikroba selulolitik akan meningkat sehingga proses penguraian bahan organik menjadi semakin cepat.
Dalam proses penguraian tersebut akan dihasilkan karbon yang sebagian akan dilepas dalam bentuk gula sederhana, sementara sisa karbon yang lainnya akan dilepas ke udara dalam bentuk CO2. Oleh karena itu, kandungan C (karbon) dalam bahan organik menjadi berkurang, dan kondisi tersebut secara otomatis akan menurunkan rasio C/N. nilai rasio C/N dikatakan baik bagi proses pertanian apabila tidak melebihi angka 10%.
MANFAAT DEKOMPOSER SEBAGAI BIOAKTIVATOR DALAM PEMBUATAN KOMPOS
Kompos dapat diartikan sebagai salah satu pupuk organik yang dapat dibuat dari proses pembusukan limbah organik (limbah pertanian, perkebunan, dan domestik). Proses pengomposan ini dapat disebut juga dengan dekomposisi atau penguraian. Kompos sangat bermanfaat bagi tanah karena berperan dalam menjaga sifat fisik (struktur dan tekstur) tanah agar tetap subur. Selain itu, kompos juga bermanfaat bagi tanaman karena membantu mensuplai unsur hara dan mineral yang dibutuhkan oleh tanaman. Oleh karena itu, dalam pembuatan kompos alangkah lebih baiknya jika dibantu dengan menggunakan dekomposer yang merupakan suatu konsorsium mikroba pendegradasi bahan organik agar dapat mempercepat aktivitas pembusukan.
Berikut adalah metode pembuatan kompos dengan bantuan dekomposer sebagai bioaktivator:
Bahan:
Bahan-bahan organik (limbah pertanian, perkebunan dan domestik)
Decomposer
Pupuk kandang
Sekam padi
Air
Alat:
Bak air
Kain belacu
Kertas karton
Tong bekas cat/keranjang sayuran/liang tanah
Pisau
Botol sprayer
Berikut proses pembuatan kompos ;
Menyiapkan Decomposer di laboratorium
Menyiapkan bahan-bahan organik yang digunakan
Mengambil sekam dan membungkusnya dengan kain blacu
Merendam bahan organik sehingga menjadi basah selama beberapa menit
Melapisi permukaan dalam tong cat/tempat kompos dengan kertas karton
Meletakkan bungkusan sekam ke dalam bagian dasar tong cat
Memeras dedaunan yang direndam hingga tidak ada tetesan yang tertinggal dan meletakkanya di atas bungkusan sekam
Menyemprotkan Decomposer ke dalam tong cat dengan menggunakan botol sprayer supaya bakteri tersebar merata
Memberikan pupuk kandang di atasnya
Melakukan prosedur yang sama dengan prosedur sebelumnya
Mengambil sekam dan membungkusnya dengan kain blacu dan meletakkannya di atas tumpukan bahan organik serta menutup tong cat
Kompos yang dibuat di atas merupakan pembuatan kompos pada skala laboratorium yaitu dengan menggunakan limbah bekas tempat/tong cat berukuran 30 L. Terlebih dahulu permukaan dalam tempat/tong cat dilapisi dengan kertas karton. Kertas karton ini berfungsi sebagai sumber karbon bagi mikroba pendegradasi bahan organik dan pupuk kandang yang digunakan. Media pertama yang dimasukkan adalah sekam padi yang dibungkus dengan kain belacu berfungsi untuk menjaga kelembaban agar proses fermentasi berjalan secara efektif.
Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kompos adalah limbah organik (limbah pertanian, perkebunan, dedaunan dan domestik) yang digunakan harus dilakukan pemotongan atau pencacahan terlebih dahulu. Pemotongan atau pencacahan berfungsi untuk memperluas area/kontak antara mikroba pengurai (dalam hal ini adalah dekomposer dan pupuk kandang yang diberikan) dengan limbah organik sehingga mikroba pengurai efektif dan cepat dalam menguraikan limbah organik yang tersedia.
Perendaman berfungsi untuk memberikan kandungan air pada limbah organik. Setelah proses perendaman maka harus dilakukan pemerasan (penirisan), yang bertujuan agar limbah organik berada dalam kondisi lembab. Jika kondisi lembab terpenuhi maka limbah organik akan cepat mengalami penguraian oleh aktivitas mikroba pengurai karena pada dasarnya mikroba lebih cepat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang lembab.
Limbah organik yang dimasukkan dibedakan berdasarkan jenisnya. Maksutnya, setiap lapisan limbah organik yang dimasukkan sebaiknya hanya berisi satu jenis limbah organik dan pada lapisan berikutnya dimasukkan limbah organik dari jenis yang berbeda. Dan tidak lupa, untuk selalu memberikan mikroba pengurai di setiap lapisan limbah organik tersebut. Hal ini bertujuan agar aktivitas penguraian berlangsung secara merata. Dekomposer yang diberikan cukup disemprotkan pada permukaan limbah organik.
Adapun penambahan pupuk kandang dapat diperoleh dari kotoran hewan ternak seperti kambing, sapi dan kerbau. Akan tetapi, alangkah lebih baik jika kompos dibuat dengan tambahan kotoran kambing karena struktur dan teksturnya lebih efisien dalam membantu menguraikan limbah organik dibandingkan dengan kotoran hewan ternak lainnya. Setelah itu, tempat/tong cat ditutup kembali dengan menggunakan sekam padi yang telah dibungkus kain blacu dan tutupnya. Jangan lupa untuk mengaduknya setiap 3-4 hari sekali dan menyemprotkan atau menambahkan mikroba pengurai sesekali. Tunggu hingga kompos berhasil terbentuk.
DEFINISI DEKOMPOSER
“Campuran mikroorganisme hidup yang apabila diberikan pada berbagai jenis limbah organik dapat membantu menguraikan komponen-komponen yang kompleks menjadi komponen-komponen yang lebih sederhana dan materi-materi organik kompleks menjadi molekul-molekul yang lebih sederhana”
MANFAAT DAN KEUNGGULAN
Menyediakan bioaktivator yang berguna dalam mempercepat penguraian sampah/limbah organik
PETUNJUK PEMAKAIAN:
a. Untuk sampah/limbah organik (dari pertanian, perkebunan atau domestik)
Kocok larutan Dekomposer terlebih dahulu.
Larutkan Dekomposer ke dalam air dengan perbandingan (1 liter Dekomposer : 10 liter air/ 500 ml Dekomposer : 5 liter air).
Biarkan selama + 24 jam dan jangan terkena sinar matahari.
Semprotkanlah sampah/limbah organik dengan larutan Dekomposer hingga merata. Jika jenis sampah/limbah organik berbeda, penyemprotan dilakukan di setiap jenis sampah/limbah yang berbeda kemudian diaduk hinnga rata.
Penyemprotan dilakukan setiap 1 minggu sekali sambil diaduk.
b. Untuk campuran bahan kompos atau pupuk kandang
Kocok larutan Dekomposer terlebih dahulu.
Larutkan Dekomposer ke dalam air dengan perbandingan (1 liter Dekomposer : 10 liter air/500 ml Dekomposer : 5 liter air).
Biarkan selama + 24 jam dan jangan terkena sinar matahari.
Semprotkanlah kompos atau pupuk kandang dengan larutan Dekomposer hingga merata sebanyak 2 kali dalam seminggu.
Kompos atau pupuk kandang siap digunakan.
http://jualpupukorganik.co.id/2016/04/11/pentingnya-dekomposer-bagi-tanah-dan-tanaman-2/
READY STOCK . Hubungi UD. Dua Saudara 085749413901 / 082240638153 Pin BB 5444ACA9. Kami siap mengirim ke Seluruh Indonesia. Kami adalah website terpercaya dimana kami sudah berpengalaman melayani konsumen dari seluruh Indonesia, produk utama kami ialah Pupuk Hayati, Probiotik (Ikan, Udang, Kelinci,…