22/03/2018
STIMULASI DINI TERHADAP ANAK
(Part 2)
Kemampuan dan tumbuh kembang anak perlu dirangsang oleh orang tua agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan sesuai umurnya. Stimulasi adalah perangsangan (penglihatan, bicara, pendengaran, perabaan) yang datang dari lingkungan anak. Anak yang mendapat stimulasi yang terarah akan lebih cepat berkembang dibandingkan anak yang kurang bahkan tidak mendapat stimulasi. Stimulasi juga dapat berfungsi sebagai penguat yang bermanfaat bagi perkembangan anak. Berbagai macam stimulasi seperti stimulasi visual (penglihatan), verbal (bicara), auditif (pendengaran), taktil (sentuhan) dll dapat mengoptimalkan perkembangan anak. Pemberian stimulasi akan lebih efektif apabila memperhatikan kebutuhan anak sesuai dengan tahap-tahap perkembangannya. Pada tahap perkembangan awal anak berada pada tahap sensori motorik. Pemberian stimulasi visual pada ranjang bayi akan meningkatkan perhatian anak terhadap lingkungannya, bayi akan gembira dengan tertawa-tawa dan menggerak-gerakkan seluruh tubuhnya. Tetapi bila rangsangan itu terlalu banyak, reaksi dapat sebaliknya yaitu perhatian anak akan berkurang dan anak akan menangis. Pada tahun-tahun pertama anak belajar mendengarkan. Stimulus verbal pada periode ini sangat penting untuk perkembangan bahasa anak pada tahun pertama kehidupannya. Kualitas dan kuantitas vokal seorang anak dapat bertambah dengan stimulasi verbal dan anak akan belajar menirukan kata-kata yang didengarnya. Tetapi bila simulasi auditif terlalu banyak (lingkungan ribut) anak akan mengalami kesukaran dalam membedakan berbagai macam suara. Stimulasi visual dan verbal pada permulaan perkembangan anak merupakan stimulasi awal yang penting, karena dapat menimbulkan sifat-sifat ekspresif misalnya mengangkat alis, membuka mulut dan mata seperti ekspresi keheranan, dll. Selain itu anak juga memerlukan stimulasi taktil, kurangnya stimulasi taktil dapat menimbulkan penyimpangan perilaku sosial, emosional dan motorik. Perhatian dan kasih sayang juga merupakan stimulasi yang diperlukan anak, misalnya dengan bercakap-cakap, membelai, mencium, bermain dll.. Stimulasi ini akan menimbulkan rasa aman dan rasa percaya diri pada anak, sehingga anak akan lebih responsif terhadap lingkungannya dan lebih berkembang. Pada anak yang lebih besar yang sudah mampu berjalan dan berbicara, akan senang melakukan eksplorasi dan manipulasi terhadap lingkungannya. Motif ini dapat diperkuat atau diperlemah oleh lingkungannya melalui sejumlah rekasi yang diberikan terhapap perilaku anak tersebut. Misalnya anak akan belajar untuk mengetahui perilaku mana yang membuat ibu senang/mendapat pujian dari ibu, dan perilaku mana yang mendapat marah dari ibu. Anak yang dibesarkan dalam lingkungan yang responsif akan memperlihatkan perilaku eksploratif yang tinggi. Stimulasi verbal juga dibutuhkan pada tahap perkembangan ini. Dengan penguasaan bahasa, anak akan 6 mengembangkan ide-idenya melalui pertanyaan-pertanyaan, yang selanjutnya akan mempengaruhi perkembangan kognitifnya (kecerdasan). Pada masa sekolah, perhatian anak mulai keluar dari lingkungan keluarganya, perhatian mulai teralih ke teman sebayanya. Akan sangat menguntungkan apabila anak mempunyai banyak kesempatan untuk bersosialisasi dengan lingkungannya. Melalui sosialisasi anak akan memperoleh lebih banyak stimulasi sosial yang bermanfaat bagi perkembangan sosial anak. Penggunaan APE (alat permainann edukatif) merupakan alat permainan yang dapat mengoptimalkan perkembangan anak disesuaikan dengan usianya dan tingkat perkembangannya, serta berguna untuk pengembangan aspek fisik (kegiatan-kegiatan yang menunjang atau merangsang pertumbuhan fisik anak), aspek bahasa (dengan melatih berbicara, menggunakan kalimat yang benar), aspek kecerdasan (dengan pengenalan suara, ukuran, bentuk, warna dll.), dan aspek sosial (khususnya dalam hubungannya dengan interaksi antara ibu dan anak, keluarga, dan masyarakat). Bermain, mengajak anak berbicara, dan kasih sayang adalah ’makanan’ yang penting untuk perkembangan anak, seperti halnya kebutuhan makan untuk pertumbuhan badan. Bermain bagi anak tidak sekedar mengisi waktu luang saja, tetapi melalui bermain anak belajar mengendalikan dan mengkoordinasikan otot-ototnya, melibatkan persaan, emosi, dan pikirannya. Sehingga dengan bermain anak mendapat berbagai pengalaman hidup, selain itu bila dikakukan bersama orang tuanya hubungan orang tua dan anak menjadi semakin akrab dan orang tua juga akan segera mengetahui kalau terdapat gangguan perkembangan anak secara dini. Buku bacaan anak juga penting karena akan menambah kemampuan berbahasa, berkomunikasi, serta menambah wawasan terhadap lingkungannya. Untuk perkembangan motorik serta pertumbuhan otot-otot tubuh diperlukan stimulasi yang terarah dengan bermain, latihan-latihan atau olah raga. Anak perlu diperkenalkan dengan olah raga sedini mungkin, misalnya melempar/menangkap bola, melompat, main tali, naik sepeda dll).
Bermain merupakan ”sekolah” yang berharga bagi anak sehingga perkembangan intelektualnya optimal. Di bawah ini ada beberapa contoh alat permainan balita dan perkembangan yang distimuli: 1. Pertumbuhan fisisk/motorik kasar: Sepeda roda tiga/dua, bola, mainan yang ditarik atau didorong 2. Motorik halus: Gunting, pensil, bola, balok, lilin. 3. Kecerdasan/kognitif: Buku bergambar, buku cerita, puzzle, lego, boneka, pensil warna, radio. 4. Bahasa: Buku bergambar, buku cerita, majalah, radio tape, TV 5. Menolong diri sendiri: Gelas/piring plastik, sendok, baju, sepatu, kaos kaki 6. Tingkah laku sosial: Alat permainan yang dapat dipakai bersama, misalnya congklak, kotak pasir, bola, tali.
ALAT PERMAINAN EDUKATIF UNTUK STIMULASI ANAK DIBAWAH USIA 5 TAHUN
0 – 12 bulan
Tujuan: - Melatih refleks-refleks (untuk anak berumur 1 bulan), misalnya mengisapmenggenggam. - Melatih kerja sama mata dengan tangan - Melatih kerja sama mata dengan telinga - Melatih mencari obyek yang ada tetapi tidak kelihatan - Melatih mengenal sumber asal suara - Melatih kepekaan perabaan - Melatih keterampilan dengan gerakan berulang-ulang.
Alat permainan yang dianjurkan: - Benda-benda yang aman untuk dimasukkan mulut atau dipegang - Alat permainan yang berupa gambar atau bentuk muka - Alat permainan lunak berupa boneka orang atau binatang - Alat permainan yang dapat digoyangkan dan keluar suara - Alat permainan berupa selimut dan boneka - Giring-giring
12 – 24 bulan
Tujuan: - Mencari sumber suara/mengikuti sumber suara - Memperkenalkan sumber suara - Melatih anak melakukan gerakan mendorong dan menarik - Melatih imajinasinya - Melatih anak melakukan kegiatan sehari-hari semuanya dalam bentuk kegiatan yang menarik.
Alat permainan yang dianjurkan: - Genderang, bola denga giring-giring didalamnya - Alat permainan yang dapat didorong dan ditarik - Alat permainan yang terdiri dari: alat rumah tangga (cangkir, piring, sendok, botol plastik, ember dll.), balok-balok besar, kardus-kardus besar, buku bergambar, kertas-kertas untuk dicoret, krayon/pensil warna.
25 – 36 bulan
Tujuan: - Menyalurkan emosi/perasaan anak - Mengembangkan ketrampilan berbahasa - Melatih motorik halus dan kasar - Mengembangkan kecerdasan (memasangkan, menghitung, mengenal dan membedakan warna) - Melatih kerja sama mata dan tangan - Melatih daya imajinasi - Kemampuan membedakan permukaan dan warna benda.
Alat permainan yang dianjurkan: - Lilin yang dapat dibentuk - Alat-alat untuk menggambar - Puzzle sederhana - Manik-manik ukuran besar - Berbagai benda yang mempunyai permukaan dan warna berbeda - Bola
36 – 72 bulan
Tujuan: - Mengembangkan kemampuan menyamakan dan membedakan - Mengembangkan kemampuan berbahasa - Mengembangkan pengertian tentang berhitung, menambah, mengurangi - Merangsang daya imajinasi dengan berbagai cara bermain pura-pura (sandiwara) - Membedakan benda dengan perabaan - Menumbuhkan sportivitas - Mengembangkan kepercayaan diri - Mengembang kreativitas - Mengembangkan koordinasi motorik (melompat, memanjat, lari dll) - Mengembangkan kemampuan mengontrol emosi, motorik halus dan kasar - Mengembangkan sosialisasi atau bergaul dengan anak dan orang diluar rumahnya - Memperkenalkan pengertian yang bersifat ilmu pengetahuan, misalnya pengertian terapung dan tenggelam - Mengenalkan suasana kompetisi, gotong royong
Alat permainan yang dianjurkan: - Berbagai benda dari sekitar rumah, buku bergambar, majalah anak-anak, alat gambar & tulis, kertas untuk belajar melipat, gunting, air - Teman-teman bermain: anak sebaya, orang tua, orang lain di luar rumah.
Anak dan Abk semua punya bakat dan potensi yg unik.