10/09/2022
Kalau mau menolak BBM NAIK secara halus mogok pajak sampai ada sikap di berikan pemerintah. Pendapatan APBN negara paling besar adalah dari pajak.
Masyarakat yang bayar pajak ibaratnya adalah investor dan dimana-mana yang namanya orang investor pasti menginginkan keuntungan jadi apa salahnya kalau masyarakat umum ke atas juga menikmati SUBSIDI yang jelas-jelas mereka meberikan sumbasi jelas kepada negara.
"Jadi bantuan yang di berikan pemerintah dari Anggaran APBN itu adalah bantuan masyarakat ke masyarakat sendiri, Jadi bukan atas nama pemerintah saja pemerintah disini hanya sebagai pihak petiga yang menyalurkan dan mengelola kuangan"
Masyarakat yang sebagai investor bisa berpendapat mau di kemanakan DANA INI termasuk untuk di subsidikan ke BBM yang jelas-jelas membantu semua kalangan jadi sasaran dananya jelas.
LOGIKA UNTUK PEMERINTAH
MASYARAKAT UMUM KEATAS MEBERIKAN PAJAK ATAU INVESTASI =Rp. 5.000
MASYARAKAT KALANGAN BAWAH MEBERIKAN PAJAK ATAU INVESTASI=Rp. 1.000.
PERTANYAAN APAKAH KALANGAN UMUM KE ATAS TIDAK BISA MEMPEROLEH KEUNTUNGAN (SUBSIDI) YANG JELAS-JELAS MEBERIKAN SUMBASI YANG LEBIH BESAR..??
KALAU MASYARAKAT UMUM INI KEATAS MARAH DAN ENGAN MEMBAYAR PAJAK ATAU SUDAH TIDAK MAU INVESTASI, APA YANG MAU DI BERIKAN ATAU DI SUBSIDIKAN PEMERINTAH KE MASYARAKAT KALANGAN BAWAH. JADI HARUS ADIL PORSI INVESTASI YANG TINGGI PASTI KEUNTUNGAN JUGA LEBIH TINGGI JADI KALAU BBM SUBSIDI MEMANG BANYAK DI GUNAKAN MASYARAKAT KALANGAN UMUM KE ATAS KAYAKNYA WAJAR KARENA JAM TERBANGNYA BANYAK DAN JUGA DATA 2019-2021 TIDAK ADA JUGA TUNTUTAN DARI MASYARAKAT KALANGAN BAWAH TENTANG HAK YANG DI AMBIL.
"PEMERINTAH MAIN CANTIK MASYARAKAT HARUS MAIN LEBIH CANTIK
BAGAIMANA KANDA ADAKAH PANDANGAN..??
#