17/07/2022
Amsal 17:1-28
Ayat 1, Penulis Amsal mengingatkan kita bahwa lebih baik sekerat roti yang kering disertai dengan ketenteraman daripada makanan daging serumah disertai dengan perbantahan.
Maksud dari ayat ini adalah, meskipun rela hidup dalam kesederhanaan dengan keluarga dan hanya bisa makan roti, tanpa ada makanan yang enak, tapi bisa dinikmati karena ada ketentraman, esensinya bisa dapat yaitu hidup tentram bersama dengan orang-orang yang dikasihi. Dan “daripada makanan daging serumah disertai dengan perbantahan,” artinya: hidup mewah kesannya nyaman dengan menikmati makanan enak setiap hari; tapi di dalam keluarga ada perselisihan, selalu ribut dan saling mencela satu dengan yang lainnya, maka seenak apapun makanan tentunya tidak bisa dinikmati. Bukanlah soal hidup mewah dan makanan yang enak di atas meja yang menjadi utama, tapi yang paling utama adalah hidup tenteram satu dengan yang lainnya di dalam sebuah keluarga. Jadi penulis amsal mengajarkan bahwa ketenteraman di dalam keluarga jauh lebih penting dibandingkan dengan kecukupan harta tetapi penuh dengan perbantahan (1).
Setiap anggota keluarga memiliki peranan dan kedudukan yang penting dalam menjaga nama baik keluarga (2-3). Tidak ada seorang pun yang lebih penting daripada yang lainnya. . Orang tua dan anak yang mau saling merendahkan dirinya, tidak selau merasa diri benar, dan selalu ingin mendengar daripada didengar, melayani daripada dilayani. Akhirnya, tentulah kedamaian dan ketenangan senantiasa menjadi bagian hidup mereka. Bagi orang-orang tua, kehidupan anak cucu bisa menjadi kebanggaan. Ibarat mahkota yang dengan bangga akan dikenakan dan diceritakan kepada banyak orang. Kita mungkin pernah mendengar seseorang menceritakan anak cucunya dengan mata berbinar. Jangan heran, karena itulah hal yang membanggakan bagi mereka. Sebaliknya, bagi anak-anak, kehidupan generasi pendahulu mereka juga dapat menjadi kehormatan yang luar biasa. Apakah kita tidak merasa terhormat sekaligus bangga ketika ada gen