04/08/2016
Iman adalah menyakini dg hati, mengucapkan dengan lisan, dan mengerjakan dengan amal perbuatan.
Jadi KEIMANAN itu membutuhkan PEMBUKTIAN sehingga setiap mukmin tdk dapat dengan serta merta menyatakan diri tdk mampu/tidak bisa.
Firman Allah :
Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah. (Qs. An-Nisa : 28)
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (Qs. Al-Baqarah : 286)
Ayat2 tsb TIDAK dengan serta merta dijadikan sbg dasar utk membenarkan ketidak sungguh2an qt dlm beramal.
Allah berfirman :
Beramal-lah kalian, maka Allah & rasul-Nya serta orang beriman akan melihat amal kalian, & kalian akan dikembalikan kpd Allah yg mengetahui yg ghaib & yg nyata, lalu diberitakan kepada kalian apa yang telah kalian amalkan. (QS. at-Taubah: 105)
Ayat ini menjelaskan bhw amal shalih selalu menyertai keimanan & sebagai bukti kebenaran imannya. Iman & amal shaleh, keduanya merupakan penyebab datangnya kemenangan, kemantapan di muka bumi, serta kebahagiaan dan kenikmatan di akhirat.
Keringanan2 adl syari’at Allah & sunnah Rasul. Rasulullah SAW bersabda :
عن ابن عمر قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إن الله يحب أن تؤتى رخصه كما يكره أن تؤتى معصيته
Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah s**a jika rukhshah (keringanan)Nya diamanfaatkan sebagaimana Allah tidak s**a jika kemaksiatan dilaksanakan.” (HR Ahmad)
Harus kita pahami, Allah dan Rasul-Nya memberi keringanan bagi kita, ketika kita membutuhkan keringanan itu dan ketika adanya kesulitan dalam melaksanakannya BUKAN utk menyalahi syari’at.
Diingatkan kembali bhw segala nikmat yang diberikan pada hamba akan ditanyakan, apakah benar kita telah mensyukurinya, atau kita malah tertipu hingga menjadi kufur nikmat.
ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ
“Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu)” (QS. At Takatsur: 8).
Mengenai surat At Takatsur ayat 8, Ibnu ‘Abbas berkata,
“Yang namanya nikmat adalah badan, pendengaran dan penglihatan yang dalam keadaan sehat. Allah kelak akan menanyakan mengenai nikmat tersebut untuk apakah dimanfaatkan?” Allah yang pasti mengetahui hal itu. Karena Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُولاً
“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya” (QS. Al Isro’: 36).
Seseorang ketika dilahirkan ... seluruhnya dalam keadaan yang sama, belum memiliki ilmu dan tidak membawa harta, namun Allah memberikan modal yang luar biasa besarnya, manusia diberi tiga organ utama yang amat penting perannya bagi keberlangsungan hidup, organ tersebut adalah telinga untuk mendengar, mata untuk melihat dan hati. Dengan ketiga modal tersebut Allah menjadikan manusia sebagai khalifah fil ard
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (Qs. An-Nahl : 78)
Ibnu Hazm,
كل نعمة لا تقرب من الله عز وجل، فهي بلية.
“Setiap nikmat yang tidak digunakan untuk mendekatkan diri pada Allah, itu hanyalah musibah.” (Jaami’ul Ulum wal Hikam, 2: 82)
Dan Sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai. (QS. Al-A’rof : 179)
Bagaimana qt bersyukur ?
Abul ‘Abbas Ibnu Taimiyah mengatakan,
وَأَنَّ الشُّكْرَ يَكُونُ بِالْقَلْبِ وَاللِّسَانِ وَالْجَوَارِحِ
“Syukur haruslah dijalani dengan mengakui nikmat dalam hati, dalam lisan dan menggunakan nikmat tersebut dalam anggota badan” (Majmu’ Al Fatawa, 11: 135).
Memaknai hadits diatas ... bersyukur artinya menunjukkan ke-MAU-an kuat utk melaksanakan apa yg menjadi ketetapan Allah & rasul-Nya. Berbekal mau ... imsya Allah, Allah akan berikan KEMAMPUAN !!!
MALAS adl penyakit akut yg menghilangkan KEMAUAN, malas dapat membuka pintu kemaksiatan bahkan menghilangkan manisnya iman .... karena itu cermatilah hal2 yg dpt menyebabkan munculnya malas
Beberapa perkara yg mnyebabkan kita malas beramal :
1. Bersenang2 dalam dosa & maksiat
Dosa dan maksiat akan menghilangkan manisnya iman. Rasul SAW bersabda : jauhilah dosa2 kecil, karena jika ia bertumpuk2 pada seseorang, mk ia akan mencelakakan org tsb.
Para ulama mengingatkan :
Jadilah engkau seperti orang yang berjalan di atas jalan berduri yang sll hati2 & waspada, janganlah engkau meremehkan dosa kecil, karena sebuah gunung itu tersusun dari batu2 kecil.
2. Tidak memahami urgensi ibadah
Beriman dan beramal shaleh adalah sebab utama yang mendatangkan bantuan/pertolongan Allah.
Dan orang-orang yang berjihad/bersungguh2 untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (Qs. Al-Ankabut : 69)
3. Jarang mengingat mati
Orang yang melupakan kematian mk ia akan malas beribadah, mengingat mati adalah obat bagi mrk yg panjang angan2, keras hati & banyak dosa.
Sebagian ulama mengatakan :
Barang siapa banyak mengingat kematian maka ia akan dimuliakan dengan tiga perkara : (1) selalu bersegera bertaubat, (2) hati yang qona’ah/nerimo, dan (3) semangat dan rajin beribadah. Dan barang siapa yang melupakan kematian maka ia akan dihukum dengan tiga perkara : (1) menunda-nunda taubat, (2) tidak rido dengan pemberian Allah, dan (3) malas dalam beribadah
4. Berlebih2an dalam hal yang mubah
"Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)
Ibnu Qayyim :
Banyak makan adl sebuah penyakit yg akan menimbulkan keburukan, banyak makan dapat menjerumuskan anggota badan untuk melakukan maksiat & berat utk melakukan ketaatan
Sesungguhnya syaithan senantiasa berusaha menggelincirkan manusia dan menyesatkan dari jalan kebenaran dengan wasilah yang beraneka ragam. Di antara pintu-pintu kejelekan yang telah dibuka oleh syaithan untuk manusia adalah :”Mencari2 rukhsah (keringan) dan mengikuti kesalahan-kesalahan” sehingga hal-hal yang haram dilanggar, hal-hal yang wajib ditinggalkan, hal2 yg syubhat tdk diwaspadai dan menjadikan hawa nafsu sebagai hakim dalam menyelesaikan masalah (memilih pendapat yang paling mudah dan yang paling enak menurut hawa nafsu mereka tanpa bersandar kepada dalil syar’i).
Pada kesempatan kali ini ayo kita saling mengingatkan, mendo'akan & menguat kesungguhan dlm BERAMAL ... bangkitkan KEMAUAN ... insya Allah, Allah akan berikan KEMAMPUAN
Bismillah