12/05/2026
Experiental Learning vs Transformative Learning
Saya masih ingat satu kegiatan training yang saya fasilitasi di daerah yang dikenal sering hujan. Pagi itu udara cukup dingin, rumput masih basah, dan sekitar 60-an peserta berdiri membentuk lingkaran besar. Mereka berasal dari satu institusi yang sama walaupun latar belakang mereka berbeda tentunya.
Seperti biasa, ketika sesi outbound dimulai, peserta terlihat antusias. Ada yang tertawa keras, ada yang terlalu percaya diri, ada yang diam mengamati, dan ada juga yang sejak awal tampak tidak nyaman berada di luar zona nyamannya.
Saya memulai dengan sebuah simulasi sederhana tentang kerja sama tim.
Setiap kelompok diminta menyelesaikan tantangan memindahkan beberapa objek dalam waktu terbatas dengan aturan yang cukup rumit.
Awalnya suasana penuh semangat.
Mereka langsung bergerak cepat: ada yang memberi instruksi, ada yang mendominasi, ada yang sibuk menyalahkan, ada yang memilih diam, dan ada yang sebenarnya punya ide bagus tetapi tidak diberi ruang bicara.
Ketika permainan selesai, beberapa kelompok berhasil. Sebagian gagal total.
Ada yang kecewa. Ada yang merasa permainannya tidak adil. Ada juga yang mulai mencari kambing hitam.
Kalau berhenti sampai di sini, kegiatan itu hanya menjadi permainan biasa.
Seru, ramai, melelahkan, lalu selesai.
Tetapi inti sebenarnya dari experiential learning justru dimulai setelah permainan selesai: DEBRIEFING.
Saya meminta semua peserta duduk melingkar di atas rumput.
Suasana mulai tenang. Nafas mereka masih berat setelah berlari dan berdebat selama simulasi.
Lalu saya mulai bertanya pelan:
“Apa yang sebenarnya terjadi di dalam tim tadi?”
Awalnya jawaban mereka masih normatif.
“Kurang komunikasi, Pak.”
“Kami kurang kompak.”
“Kami terlalu terburu-buru.”
Namun saya terus menggali lebih dalam.
“Kenapa komunikasi bisa buruk?”
“Kenapa ada anggota yang memilih diam?”
“Kenapa ide tertentu tidak didengar?”
“Kenapa saat gagal kita lebih mudah menyalahkan orang lain dibanding mengevaluasi diri sendiri?”
Perlahan suasana berubah.
Next di komentar ...