Mining Mineral dan Batubara

Mining Mineral dan Batubara study about mining Bijih besi

Besi merupakan logam kedua yang paling banyak di bumi ini.

Karakter dari endapan besi ini bisa berupa endapan logam yang berdiri sendiri namun seringkali ditemukan berasosiasi dengan mineral logam lainnya. Kadang besi terdapat sebagai kandungan logam tanah (residual), namun jarang yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Endapan besi yang ekonomis umumnya berupa Magnetite, Hematite, Limonite dan Siderite. Kadang kala dapat berupa mineral: Pyrite, Pyrhotite, Marcasite, dan Chamosite.

Tambang Quary adalah Tambang batuan Beku..Seiring meredupnya pertambangan mineral Batu Bara,, Saat ini pertambang Quary ...
21/05/2016

Tambang Quary adalah Tambang batuan Beku..
Seiring meredupnya pertambangan mineral Batu Bara,, Saat ini pertambang Quary seperti Emas atau Idola,, dmn saat ini pemerintah fokus pada pembangunan Infrakstruktur Jalan Tol dan Lainnya..

07/01/2015

Pertambangan yang Terkoyak.. Harga Batubara yang lbh rendah dibandingkan biaya Produksinya, Harga Minyak Bumi yang turun drastis, lalu harapan ada pada Tambang Mineral.. Tambang Mineral pun tidaklah semulus harapan, dikarenakan Perizinan yg Ribet,, dari A sampai Z.. *Kudu Piye hal..?

13/05/2013

Sudah siapkah SMELTER di Indonesia...???

23/04/2013
23/04/2013

SEDIKIT BELAJAR CARA PENGAMBILAN SAMPLE/ SAMPLING DI BAWAH CRUSHER

Bahan-bahan
1. Sekop
2. Karung ukuran 10 Kg
3. Sesndok Ukur

Teknik pengambilan Sampling Conto
1. Letakan karung ukuran 10 Kg dibawah setiap beltkonveyor Crushering plant
2. Pengambilan sampling Conto sebaiknya dilakukan setiap 1 Jam sekali.
3. Sampling conto diambil menggunakan sekop pada 1/3 tumpukan bijih besi dibawah crushering palnt, (pengambilan sampling conto diambil dari 3 titik memutari tumpukan ).

1 Shift sebaiknya satu karung sampling conto baik itu sampling conto ukuran fine atau Lump.

Reparasi Sampling
Hasil dari pemecahan bijih besi dari Crushing plant berupa 2 produk, yaitu Lump dan Fine.
Ukuran Lump > 10 Cm – 50 Cm
Ukuran Fine 0 – 10 Cm.

Reparasi untuk sampling Lump
1. Sampling Conto produk berupa Lump setiap karungnya yang diambil dijadikan ukuran fine 0 -10 Cm dulu dengan menggunakan mesin crusher kecil.
2. Setelah itu dilakukan blending/pencampuran (produk lump yang dijadikan fine di campur atau dijadikan 1), lalu dibagi 30 bagian.
3. Dari 30 bagian diambil merata setiap sendok.
4. Setelah itu, hasil conto dari blending di oven (suhu 150 0 c selama 2 jam) atau di keringkan dengan cara digoreng sangrai (digoreng tanpa minyak) selama 45 menit.
5. Setelah benar2 kering hasil conto tersebut di lembutkan menjadi ukuran tepung (Under size >1 cm)dengan menggunakan mesin crusher.
6. Hasil conto tersebut siap masuk Laboratorium.

Reparasi Untuk Produk Fine
1. Produk langsung dilakukan blending/pencampuran (produk fine di campur atau dijadikan 1), lalu dibagi 30 bagian.
2. Dari 30 bagian diambil acak 15 bagian.
3. Setelah itu, hasil conto dari blending di oven atau di keringkan.
4. Setelah benar2 kering hasil conto tersebut di lembutkan menjadi ukuran tepung dengan menggunakan mesin crusher.
5. Hasil conto tersebut siap masuk Laboratorium.

14/10/2012

TEKNIS PERTAMBANGAN YANG BAIK
Pada prinsipnya, Teknis Pertambangan yang baik dapat dilakukan apabila didalam aktifitas pertambangan tersebut dilakukan hal-hal sebagai berikut :
• Eksplorasi harus dilaksanakan secara baik, benar dan memadai.
• Perhitungan cadangan layak tambang harus ditetapkan dengan baik (tingkat akurasi tinggi).
• Studi Geohidrologi, Geoteknik dan Metalurgi harus dilakukan secara baik dan benar.
• Studi Kelayakan (Feasibility Study) yang komprehensif dengan didukung data yang cukup, perlu disusun dengan baik, termasuk studi lingkungannya (AMDAL atau UKL/UPL).
• Teknik dan sistim tambang serta proses pengolahan/pemurnian harus direncanakan dan dilaksanakan secara baik (sistim tambang pada material lepas dan padu sangat berbeda, demikian p**a proses pengolahannya)
• Penerapan prinsip dan nilai lindung lingkungan.
• Kepedulian terhadap K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) terutama bagi pekerjanya.
• Teknis konstruksi dan Pemilihan peralatan harus tepat guna.
• Sistim pengangkutan bahan tambang harus terencana baik, termasuk pemilihan alat angkut dan alat berat lainnya.
• Program pasca tambang harus terencana dengan baik sebelum seluruh aktifitas dihentikan.
Teknis penambangan yang baik adalah suatu upaya yang dilakukan baik secara teknis maupun non teknis agar kegiatan pertambangan tersebut tidak menimbulkan permasalahan, baik terhadap kegiatan pertambangan itu sendiri maupun terhadap lingkungan.
Jika Teknis Pertambangan tidak dilakukan dengan baik dan benar, maka akan beakibat pada:
• Kesulitan dalam pelaksanaan kegiatan.
• Hasil tambang tidak akan efisien dan ekonomis.
• Produksi akan tersendat / tidak lancar.
• Kemungkinan terjadinya kecelakaan tambang akan tinggi.
• Pengrusakan dan gangguan terhadap lingkungan akan timbul.
• Terjadinya “pemborosan” bahan galian.
• Pasca tambang akan mengalami kesulitan dan sulit penanganannya.
• Semua pihak akan mendapat rugi (Pemerintah, perusahaan dan masyarakat).
• Kegiatan pertambangan akan “dituding” sebagai suatu kegiatan yang merusak lingkungan.
Mari Menambang yang BAIK.. "GOOD MINING PRACTICE"

24/07/2012

Solidaritas Pekerja Tambang Nasional (SPARTAN) menilai terbitnya Permen ESDM No. 07 & revisinya No. 11 Tahun 2012 beserta Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Bea Eskpor 20% yang secara tiba-tiba memutuskan untuk melarang perusahaan tambang melakukan ekspor bahan mentah mineral dimulai efektif per 1 Mei tahun 2012 ini ternyata bukan lagi menjadi “teror” hisapan jempol belaka, ketiga peraturan ini sampai hari ini telah nyata-nyata membuat Jutaan pekerja tambang harus menghadapi PHK massal....
Dari data yang dihimpun Spartan juga memperlihatkan bahwa banyak sektor yang mengalami kerugian berantai akibat kebijakan pemerintah tersebut, antara lain yang pertama, dari 499 perusahaan yang kami himpun di 6 propinsi setidaknya mengalami kerugian investasi yang bernilai total mencapai Rp. 47.590.000.000.000,- (4,7 Triliun lebih).
"" WOOWWWW"""""

17/12/2011

Informasi Join Operation untuk Nikel Ore
NAMA PERUSAHAAN. :PT.KREATIVE JAYA.
PROPINSI : SULAWESI TENGGARA.
LUAS LAHAN :1,250 HEKTAR
ESTEMASI DEPOSIT : 37,200,000 MT ( AsumsiZhonaSaprolit.
Thickness Average 8 Mtrdengan Ni 1,5 % SampaiDengan 2,25 % )
Info lebih lanjut send by Email
[email protected]

17/12/2011

Di Jual Lahan IRON ORE. sudah IUP PRODUKSI

LUAS LAHAN : 2.900 Ha
LOKASI LAHAN : SULAWESI TENGAH.
ESTEMASI DEPOSIT : 19,000,000 WMT.
SPESIFICATION IRON ORE : > Fe3 O2 : 74,63% - Up
> FeO : 20%

> MgO : 0,36%
> P : 0.01% max
> S : 0.02 % max
> Moisture : 16 % max (Kadar Air)
> Total Fe : 68,17 %
JARAK HAOULING KE JETTY : 4 Km.

TAKE OVER

HARGA TAKE OVER : Rp 65,000,000,000.- ( Enam puluh Lima Milyar Rupiah )

Address

Padang

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Mining Mineral dan Batubara posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category