Rumah Kreatif UKM

Rumah Kreatif UKM Layanan UKM Naik Kelas
Go Modern Go Digital Go Global

Selamat dan Sukses atas Pelantikan Bapak Fadly Amran dan Bapak Asrul sebagai Walikota dan Wakil Walikota Padang Panjang ...
11/10/2018

Selamat dan Sukses atas Pelantikan Bapak Fadly Amran dan Bapak Asrul sebagai Walikota dan Wakil Walikota Padang Panjang periode 2018 - 2023.
Semoga bisa membawa UKM Padang Panjang Go Modern, Go Digital dan Go Global.

TEMAN TAPI MUSUH: IRONI PERSAINGAN ERA DIGITALTeknologi Digital memang sudah menjungkirbalikkan segalanya. Market berges...
13/11/2017

TEMAN TAPI MUSUH: IRONI PERSAINGAN ERA DIGITAL

Teknologi Digital memang sudah menjungkirbalikkan segalanya. Market bergeser. Perilaku pelanggan berubah. Cara bersaing pun juga demikian. Tulisan kali ini membahas perubahan pola persaingan dari era analog ke era digital dan bagaimana bisnis Anda bisa menang ditengah perubahan tersebut.

Di era analog dulu, semuanya jauh lebih simpel. Kita bersaing di satu kolam yang sama. Kita tahu siapa kompetitor kita. Strategi persaingan pun paling berkutat hanya tentang siapa yang punya produk dengan fitur dan keunikan yang paling bagus, dan cepat-cepatan masuk ke pasar dengan strategi marketing yang paling tepat.

Sekarang tidak lagi.
Di era digital ini, persaingan terjadi antar kolam. Ini yang disebut dengan Asymetric competition. Hotel dulu bersaing dengan sesama hotel. Jelas banget. Sekarang hotel bersaing sama pemilik rumah dan apartemen pribadi, terima kasih kepada platform digital AirBnB.

Dulu yang namanya TV bersaing mencari pengiklan hanya dengan sesama stasiun TV, sekarang mereka bersaing juga dengan media sosial seperti Facebook, Instagram dan Twitter. Bank juga dulu hanya bersaing antar bank. Sekarang dengan lahirnya banyak startup Fintech (Financial Technology) dengan aplikasi seperti Go-Pay, T-Cash, Doku dan lainnya, bank sudah mulai kebakaran jenggot.

Kompetitor Anda seratus persen berbeda dengan Anda. Mereka seperti makhluk asing yang wujudnya, cara beroperasinya, serta startegi perangnya tidak pernah terbayangkan sebelumnya.
Pada awalnya para pebisnis incumbent menyepelekan kehadiran mereka di muka bumi ini. Mereka dianggap tidak relevan dan tidak mengancam bisnis mereka saat itu. Namun kini keberadaan mereka tidak lagi bisa diabaikan.

Bagaimana perusahaan incumbent itu merespon kehadiran mereka? Lawan! Kalau nggak bisa melawan dengan keunggulan produk, ya lawan pakai jalur politik jika perlu.

Maka pengusaha Telco yang terancam dengan kehadiran VOIP (Voice Over Internet Protocol) seperti Skype atau Whatsapp Calls, melobi pemerintah untuk melarang VOIP di Indonesia. Strategi yang sama juga dilakukan oleh Pengusaha Taksi yang bisnisnya mulai termakan oleh Uber, Grab dan Go-Car.
Hasilnya gagal total. Memang untuk sementara pemerintah sempat membela mereka dengan mengeluarkan aturan yang membatasi pemanfaatan teknologi digital. Tapi gelombang perubahan memang tidak bisa dibendung. Rakyat (baca: pelanggan) lah yang akhirnya menang.

Jadi bagaimana sebaiknya Anda merespon? Cuma dua. Buat lini bisnis digital sendiri atau bekerjasama dengan bisnis digital yang sudah ada. Jika Anda adalah Fashion Retailer, bisa jadi Anda buat online store sendiri. Atau pilihan lainnya adalah bekerjasama dengan online retailer atau marketplace.

Untungnya jika Anda buat sendiri adalah memiliki kontrol penuh terhadap proses dan desain toko, jadi Anda bisa menjaga brand positioning dan standar layanan Anda. Lakukan ini jika Anda sudah punya basis pelanggan yang besar dan kuat, serta memiliki dukungan finansial yang kuat p**a.

Kalau tidak punya syarat diatas. Lebih baik nebeng toko online atau online marketplace yang sudah besar saja. Atau pilihan lainnya. Lakukan kedua-duanya. Semakin banyak jalur menjangkau pelanggan, maka semain baik kan?
Lihat saja chain hotel besar dan maskapai penerbangan. Walaupun mereka punya channel online reservation sendiri, tetap saja masih bekerjasama dengan Booking.com, Traveloka, Agoda, dan lainnya.

Nah dalam hal ini ada yang menarik. Mungkin Anda sudah pernah mendengar istilah coopetition? Coopetition adalah sebuah kondisi dimana dua perusahaan yang bersaing secara bisnis melakukan kerjasama bisnis yang saling menguntungkan.
Misalnya perusahaan taksi Blue Bird yang bekerjasama dengan perusahaan pesaingnya yaitu penyedia jasa transportasi berbasis online, Go-Car. Walaupun mereka 'bermusuhan' namun terpaksa 'berteman' demi kelangsungan bisnis masing-masing. Blue bird mendapatkan akses ke semua pelanggan Go-Jek (Go-Car) dan Go-Car mendapatkan armada tambahan untuk bisa melayani permintaan pelanggannya dengan baik.

Karena sifatnya yang seperti itu maka Coopetiton ini seringkali disebut dengan istilah keren 'frienemies', yang merupakan gabungan dari dua kata, 'friend' dan 'enemy'. Maka kalau diindonesiakan kita terjemahkan menjadi 'teman tapi musuh'.
Di era digital ini, frienemies sudah jadi keniscayaan. Karena tidak ada lagi satu perusahaan yang bisa menguasai segalanya dari A sampai Z. Kalau perusahaan itu benar-benar ingin memuaskan pelanggan yang standar ekspektasinya semakin melangit saat ini, maka perusahaan itu tidak punya pilihan lain selain bekerjasama dengan rival-rivalnya.

Dunia maskapai penerbangan sudah melakukannya dalam beberapa tahun terakhir ini. Sebutlah Star Alliance, Oneworld dan Sky Team, sebagai tiga aliansi maskapai terbesar di dunia. Masing-masing anggota aliansi ini saling bersaing memperebutkan penumpang. Namun mereka sadar bahwa mereka tidak bisa melayani semua rute penerbangan yang dituntut oleh pelanggannya.

Maka daripada pelanggannya lari ke maspakai lain, mereka memilih untuk berbagi pelanggan dan berbagi rute dengan maskapai lainnya. Satu perjalanan pelanggan yang sama dari satu kota ke kota lain di dunia bisa dilayani oleh beberapa maskapai berbeda yang berada dalam satu aliansi.
Nah begitulah ironi persaingan di era digital ini.

Kalau mau tahu lebih lanjut bagaimana perusahaan Anda bisa memenangkan persaingan saat ini dengan memanfaatkan transformasi digital, maka saya sarankan Anda untuk bersama saya hadir di Asia Corporate Innovation Summit (ACIS) 2017 di Jakarta, 29 November 2017.

Disana Anda bisa belajar langsung dari para pembicara kelas dunia sekaligus praktisi strategi digital yang sudah terbukti berhasil membawa perusahaanya menang di era digital saat ini. Informasi dan pendaftaran ACIS 2017 silakan kunjungi www.acisummit.com

Indrawan Nugroho
Business Innovation Consultant
Corporate Innovation Asia
SILAKAN SHARE JIKA BERMANFAAT

ANTARA SI INEM, NYOYAH DAN PERCEIVED VALUEMudah2an bisa lebih memahami konsep Perceived Value...SI INEM DAN SI NYONYAH.....
08/11/2017

ANTARA SI INEM, NYOYAH DAN PERCEIVED VALUE

Mudah2an bisa lebih memahami konsep Perceived Value...
SI INEM DAN SI NYONYAH..

Ini cerita antara si Inem dan Nyonyaahh

Ceritanya ..Si Inem ini adalah seorang business woman yg kaya rayaa..rajin keliling dunia, dan kemana-mana dianterin supir dengan Mercy hitam nya.. Dan si Nyonyaahh adalah pelayannya si Inem yang datang dari desa..
Ehh...
Kebolak Gaes..
Si Inem dimana-mana ya pelayannya..Okay lah biar tidak merusak pola Saya kembalikan ke pola yang umum.
Inem adalah pelayan si Nyonyah..
Si Nyonyahh yg minggu lalu p**ang dari Paris tiba-tiba manggil Inem..
'Neeemmm...Sini Neeem..'
'Iya Nyaahhh'
'Sini Saya mau kasih hadiah sama kamu'
'Wahh hadiah apa Nyahhh'
'Ini aq kan beli tas kebanyakan pas liburan di Paris kemarin..ini aq beliin tas cantik buat kamu.. Tas Lui Vuitong.. Keren nih nem. mumpung lagi diskonan..'
'Apa Nyahhh.. Tahu Lontong? Sejak kapan Mang Dadang yg jualan Tahu Lontong jualan tas'
'Bukaaan Nem... El-vi ini el-vi Nem.. Luui Vuiitong..pokoknya tas mahal itu..50 jutaan...tak kasiin sama kamu..punyaku udah banyakk..karena kamunya rajin banget..Saya s**a sama kerja kamu'
'Wahh bagus banget ya Nyaahh..lebih bagus dari yang Inem liat di Tanah Abang..'
'Ya iya laahhh Nem..ini kan Ori...asli...kalo di tanah abang itu Ka-We..tiruannya..'
'KW apaan Nyahh..Kangen Water? Kaya yg Inem ditawarin tetangga sebelah air-air seger gitu..'
'Bukaann Nemm..Wess udah kamu bawa sanaa buat mejeng dikampung pas p**ang...'
'Alhamdulillaaah...siap nyahhh..'
'Betewe Inem juga baru kemarin baru buat tas Nyahh.. Iseng2...pake benang rajuttt..nyontek model-model tas artis di internet..memang sengaja inem rajut buat Nyonyah..Tunggu bentar Nyahh Inem ambilin di kamarr..'.. 2 hari kemudian...yaelaahh lama banget..ambil tas doang..
2 menit kemudian..
'Ini Nyahhh tas rajutan nya buat Nyonyahhh'
'Wahhh kereen banget ini Nem..bagus banget ini tas nyaaahh..Aq ndak nyangka kamu bisa bikin tas bagus kaya gini. Ini serius buat aku Nem?'
'Iya Nyah.. itu buat Nyonyah..'
'Makasih ya Nem..coba deh aq sesekali pake tast hand made...apalagi kamu yg buat..'
Menjelang lebaran..
Akhirnya p**anglah juga si Inem ke kampungnya
Karena saking senengnya plus sedikit 'show off'.. Tas itu dipakelah sama Inem kemana-mana..
Rapat Ibu-Ibu PKK dipake.. Ke pasar dipake.. Ke sawah juga dibawa diisi nasi bungkus dan gorengan buat Bapaknya..
Ketemu Juminten sohib lamanya Si Inem tergoda untuk sedikit pamerr..
'Jum-jum ndak liat nih Jum...tas mahaal niih..Kata majikan Saya mereknya Upil Si Itong.. Oleh-oleh dari luar negeri..habis dari jalan-jalan ke Eropa..'
'Halaahh Biasa aja Nemm.. Di pasar malem kemarin juga nemu yang mirip begituan..'
'Lohh beda Jum...ini lima puluh juta-an loh kata Nyonyah ku.'.
'Halaahhh... Dibohongi kamu sama nyonyahmu..itu paling 50 rebu...gak bedalah sama kaya yg dipasar malam..wong motif-motifnya juga mirip.. cuman memang lembut punya mu sih..ya paling punya mu ini 55 rebu lah Nem..'
'Yoo wis kalo ndak percaya Jum..huhhh'
Inem melengos sewot
Di tempat dan suasana yang lain tas si inem dibawa beneran sama si Nyonyaahh bergaul.
Datenglah dia arisan sama Ibu-Ibu sosialita lainnya yg super elit
Turunlah ia dari mercedes e-class yg item kinyis2 bikin laler yang nempel kepreset..
'Ciee..ciee.. yang baru p**ang dari Paris..'
Temen-temen sosialitanya ngeledekin...
'Iihh..apaaan itu yang ditenteng..tas rajutan yaahh..Awwww... kereennn bingit
Paris punya ya...buat aq d**g Jeeeng...'
'Janganlah Jeng tas ini spesial banget buat Saya...'
'Wahh...aq ganti 100 juta mau loh Jeng..aq beli ya Jeng...'
'Jangan Jeng beneran ini gak dijual...gak enak Sy sama yang ngasih..Ini dibuat spesial untuk Saya katanya....
Eehh..150 boleh deh...'..
TAMAT
Hlahh..gitu doang ceritanya
Lhah ya Iyess..
Itu adalah cerita tentang PERCEIVED VALUE..
Nilai riil dari sebuah produk (REAL VALUE) bisa saja menaik atau malah makin menurun.
Meskipun nilai wajar dari sebuah barang itu tinggi..jika dibawakan oleh orang yang salah dan target market yang salah..maka nilainya bisa jadi dipersepsikan sangat menurun dibanding nilai riilnya.
Ini yg dinamakan UNDER PERCEIVED
Sebaliknya.. Jika ia dibawakan oleh orang yang tepat..dan dibawa pada target market yang tepat p**a..maka nilai barang itu bisa dipersepsikan jauh lebih tinggi daripada nilai riilnya.
Ini yang dinamakan OVER PERCEIVED..
Ndak heran kalo Brand Premium macam Hermes sangat perhatian dengan profile customer yang akan membeli barangnya. Jadi bukan asal punya duit bisa beli tas Hermes. Mungkin Hermes agak takut kalo tas birkin nya dibuat beli sayur ke pasar. Itu akan membuyarkan image premium yang seabad lebih dibangunnya.
Pebisnis yang serius memproteksi image Brand nya akan sangat berhati-hati tentang bagaimana mereka menjual dan mempromosikan Brand nya. Mereka ingin produk mereka dipersepsikan dengan VALUE yang tinggi, sehingga mereka tidak kesulitan menjual harganya di harga premium.
Mereka yang menjual produk di segmen premium tidak sembarangan memilih tenaga penjual. Salah memilih tenaga penjual akan berdampak rusaknya image sebuah Brand. Jadi tugas Anda sebagai pemilik Brand bukan hanya nyari reseller sebanyak-banyaknya.. tapi pastikan juga..apakah mereka menjual barang-barang Anda sesuai dengan cara yang Anda inginkan.
Oh iya..jika temen-temen ingin menambah sedikit pengayaan dan pembekalan pada tim sales temen-temen tentang 'RIGHT SALES MINDSET'...bisa invite Saya ke group WA temen-tem
Saya akan kasih 3 sesi materi tentang menanamkan MINDSET yg benar untuk menghadapi Sales Objection serta bagaimana mengelola pengalaman penolakan menjadi senjata yg menguatkan (SALES OBJECTIONS HANDLING).
Percaya atau tidak MINDSET dan OBJECTIONS Handling ini adalah 2 masalah teratas Sales Force yg bikin mereka gampang demotivasi
Berapa biaya untuk 3 x sesi pembekalan online ini... MAHAAL!
Saking mahalnya Saya sendiri tidak mampu menaksir nilai padanan bayarannya...sebuah DOA SAJA.
Yaa.. Teman-teman cukup bayar dengan DOA saja.
DOA adalah bayaran termahal yg pernah Sy minta dari klien karena nilainya beneran tak terhingga.
Minat??..WA disini aja ya gaes 08113400084
Btw...Thanks sudah nyimak gaes..mudah2an bermanfaat dan semoga temen-temen memiliki tim sales yg tangguh dan gak BAPERan. Semangat UKM Indonesia yang lebih berdaya

Salam,
Saiful Islam

Sumber : status Fb fb.me/sam.ipoel.56

06/11/2017

Mantapkan Diri Menjadi Pengusaha

Iklan Kreatif

Address

Jalan Soekarno Hatta No. 57
Padangpanjang
27115

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Rumah Kreatif UKM posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share