04/10/2026
Kadang kita terlalu fokus mau anak cepat besar, cepat mandiri, cepat ngerti.
Padahal…
anak kita cuma jadi anak kecil sekali seumur hidupnya.
Hari ini dia berisik.
Hari ini dia berantakan.
Hari ini dia banyak maunya.
Hari ini dia sering manggil, “Ayah…” “Bunda…”
Tapi percaya deh…
suatu hari nanti, justru itu yang paling kita rindukan.
Yang nanti bikin hati sesak bukan rumah yang berantakan.
Bukan mainannya yang berserak.
Bukan cerewetnya.
Tapi suasana itu yang sudah tak ada lagi.
Makanya, selagi masih ada waktunya…
Marahnya dikurangi.
Peluknya dibanyakin.
Merepetnya dikurangi.
Lembutnya dibanyakin.
Jangan terlalu cepat minta anak mandiri.
Jangan terlalu sibuk cari masa depan, sampai lupa hadir di harinya hari ini.
Foto bukan cuma pas momen besarnya.
Foto juga saat dia makan, tidur, bermain, ketawa, ngambek, dan hal-hal kecil lainnya.
Karena nanti, justru hal sederhana itulah yang paling dirindukan.
Dan satu lagi…
mendampingi anak itu bukan cuma soal sayang.
Tapi juga soal paham cara terbaik memperlakukan dia sesuai potensi genetiknya.
Kalau Ayah/Bunda mau kenal cara terbaik mendampingi tumbuh kembang anak melalui Tes STIFIn Brainity, boleh komen atau DM dengan kata:
ANAK