Klinik UMKM

Klinik UMKM Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Klinik UMKM, Business consultant, Jalan Madang, Sekip, Indonesia, South Sumatra, Palembang.

Mereka yang sedang menjalani fase peralihan dari karyawan menjadi pengusaha seringkali berhadapan dengan badai di tengah...
22/12/2022

Mereka yang sedang menjalani fase peralihan dari karyawan menjadi pengusaha seringkali berhadapan dengan badai di tengah perjalanannya.
Bisa dipahami, mengingat ini dua dunia yang berbeda sama sekali.
Dunia yang satu seperti akuarium yang makan penghuninya dikasih.
Dunia satunya lagi seperti hidup di alam liar yang makan mesti cari sendiri. Belum tentu dapat, dan bisa-bisa malah jadi makanan yang lain.
Banyak yang melompat ke dunia baru ini dengan pengetahuan yang minim, tanpa keahlian, dan tanpa pembimbing.
Jadinya seperti menyelam di rawa nan gelap. Maju sambil terbentur di sana sini. Berdarah-darah, penuh peluh dan luka.
Tanpa keinginan yang kuat bisa-bisa balik arah dan lompat balik masuk akuarium lagi.
Asumsi bahwa jadi pengusaha itu mudah ternyata penuh dengan syarat dan ketentuan.
Mudah asal tahu ilmunya, mudah asal sudah dapat caranya, mudah asal paham, mudah asal ada pengalaman nya.
Masalahnya, namanya pemula ya belum ada semuanya. Andai pun ada yang kasih tahu, belum tentu juga ngerti. Seringkali harus dijalani sendiri baru bisa keluar AHA dan OHHH nya.
Banyak pemula yang tidak sabaran, maunya segera mulai, jadinya melewati banyak proses yang seharusnya dilakukan.
Harusnya direncanakan dulu, susun anggaran, eh dilewati, akhirnya kurang modal di tengah jalan. Harusnya riset pasar dulu, eh tapi main buka saja, akhirnya bisnis sepi. Dan hal-hal semacam ini, sangat sering terjadi.
Semua karena para pemula MENGANDALKAN ASUMSI dalam pikiran semata yang sialnya bisa jadi sangat berbeda dengan realita.
Pengusaha kuliner pemula misal, bisa terjebak pada asumsi "keberhasilan bisnis terletak pada jenis item di menu yang harus banyak". Akibatnya menimbun begitu banyak stok bahan baku yang tidak terpakai dan jadi rusak
Mereka lupa, banyak warung Bakso dan Sate yang ramai bukan main, padahal hanya single item Bakso dan Sate itu yang jadi jualannya.
Artinya jumlah item menu bukan jadi kunci juga. Buktinya dia yang banyak menunya malah gagal, yang sedikit malah sukses.
Orang-orang setia ke warung Bakso dan Sate bisa jadi karena hal yang "sepele", karena persistensi rasa. 5 tahun lalu dan hari ini rasanya masih sama persis, tidak berubah.
Nah, urusan menjaga konsistensi rasa saja para pemula banyak yang belum lulus. Resep dan metode belum di baku kan.
Rasa makanan buatan si A dan B masih berbeda. Mending bila sama sama enak, tapi bagaimana bila salah satu atau keduanya gak enak ? Rusak lah bisnis. Pelanggan akan kabur dan bisnis jadi makin sepi dari hari ke hari.
Tapi dasar pemula, bukannya melihat ke arah inkonsistensi rasa sebagai penyebab, pemula malah berpikir menambah varian sebagai solusi.
Ya, para pemula seringkali melihat ke arah yang salah untuk menemukan jawaban. Haihh...
Yang sabar-sabar sajalah kumpulkan ilmu dan pengalaman untuk para pemula. Jalan sukses memang panjang. Kalau pendek namanya kwetiau.

Mereka yang sedang menjalani fase peralihan dari karyawan menjadi pengusaha seringkali berhadapan dengan badai di tengah perjalanannya. Bisa dipahami, mengingat ini dua dunia yang berbeda sama sekali. Dunia yang satu…

Kali ini Mr. Ong p**a yang tanya di group Klinik UMKM : "Bisnis apa yang sedang "IN" di tahun ini dan tahun depan, pak W...
22/12/2022

Kali ini Mr. Ong p**a yang tanya di group Klinik UMKM : "Bisnis apa yang sedang "IN" di tahun ini dan tahun depan, pak Wandi..?"
Bicara bisnis yang sedang “IN” , tak akan lepas dari bicara MOMENTUM
- Apa yang sedang terjadi
- Issue apa yang sedang ramai
- Perubahan apa yang sedang berlangsung
Momentum bisa saja terjadi secara lama dan panjang, bisa juga terjadi hanya singkat dan pendek.
Panjang / pendek momentum menentukan besaran nilai investasi yang layak ditanamkan.
Investasi bernilai besar seperti pembelian mesin, kendaraan, properti, baiknya di letakkan pada pasar dengan momentum yang panjang, soalnya jangan sampai modal belum balik tapi momentum sudah berakhir dan berganti.
Sementara pasar dengan momentum yang pendek lebih baik main hit and run saja dan tidak memasukkan investasi secara besar.
Berapa nilai persisnya besar dan kecil tentu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing orang. Bisa saja bagi si A nilai investasi sekian kecil, tapi segitu adalah besar untuk si B.
Bila mau tahu batas toleransi besar dan kecil, bayangkan gagal investasi pada nilai tertentu. Di nilai Anda mulai merasa sakit, di nilai itulah investasi disebut BESAR untuk Anda.
Lalu, bisnis yang sedang “IN” bagi pemain besar dan pemain kecil bisa sangat berbeda.
Bagi pemain besar, buat kendaraan listrik adalah bisnis yang sedang “IN”, bagi pemain kecil, rental sepeda listrik lah yang sedang “IN”.
Bagi pemain besar, Expor Batubara adalah bisnis yang sedang “IN”, bagi pemain kecil, bisnis angkutan batubara lah yang sedang “IN”.
Sehingga, bicara apa yang sedang “IN” harus dikaitkan dengan mau bermain di pasar dengan ukuran seperti apa.
Balik soal pertanyaan bisnis yang “IN” tahun ini dan tahun depan.
Kalo konteksnya bisnis musiman, setiap tahun pun ada agenda rutin yang “IN”, seperti : tahun ajaran baru, lebaran dan hari raya, akhir tahun dan Natalan, Imlek. Dekat tanggal itu bisnis yang “IN” adalah semua yang terkait agenda tahunan itu.
Kabar baiknya, untuk pelaku UMKM dengan modal kecil-kecilan sebetulnya tidak perlu peduli apa yang sedang “IN” atau tidak “IN” pun bisnis bisa jalan.
Apalagi bila hanya menarget penjualan lokal domestik dalam jumlah sedikit, seperti 20 - 200 order per hari. Selama produk layak di konsumsi dan ada yang mau beli, itu sudah cukup untuk di jalankan.
Dia yang tahu apa yang sedang “IN” tapi tidak dikerjakan TIDAK LEBIH BAIK daripada dia yang tidak tahu apapun tapi ada mengerjakan.
Soalnya duit selalu lari ke yang kerja, bukan ke yang tahu.

Kali ini Mr. Ong p**a yang tanya di group Klinik UMKM : “Bisnis apa yang sedang “IN” di tahun ini dan tahun depan, pak Wandi..?” Bicara bisnis yang sedang “IN”…

"Izin bergabung dan belajar dulu, saya belum punya pengalaman dagang ala UMKM" kata bu Henny di group Klinik UMKM yang s...
22/12/2022

"Izin bergabung dan belajar dulu, saya belum punya pengalaman dagang ala UMKM" kata bu Henny di group Klinik UMKM yang saya asuh.
Aman, Bu, UMKM itu tidak mesti jualan barang, jualan jasa juga bisa adalah UMKM. Saya ingat bila bu Henny adalah seorang Agen Properti.
Bidang Jasa ini menarik lho, layak di tengok untuk yang saat ini sedang mencari ide kerjaan. Soalnya modal minim dan resiko rendah.
Gak ada cerita harus punya modal sekian, atau harus punya stok berapa, atau harus jalan di properti yang megah. Main jasa, cukup modal kemampuan saja bisa mulai.
Yang hidupnya mengeluh tidak ada modal uang, coba pertimbangkan terjun ke jasa. Jasa apapun lah ya, gak harus jasa A atau B.
Bisa jasa jahit, pangkas rambut, perawatan kolam, pembersih akuarium, potong rumput, jasa pindahan, perawatan taman, montir mobil, servis elektronik, agen properti, sampai ahli pijat.
Gurih banget main di jasa. Tukang pijat di sebelah rumah, sekali pijat 100 ribu,, sehari bisa 5 pasien. Sebulan 15 juta. Bayangkan, pijat doank, pendapatannya ngalahin orang kantoran.
Sehingga, sebetulnya seringkali bukan soal gak punya duit untuk mulai, tapi punya niat kuat kah untuk berusaha ?
Gak sekolah tinggi ? Tenang, gak semua pekerjaan dan profesi menuntut sekolah tinggi.
Kayak jadi tukang pijat tadi, gak harus S2 untuk bisa pijat. Belum nemu orang yang gak mau dipijat kalo yang pijat gak S2.
Gak pake modal macam-macam kalo main jasa, seperti contoh tadi, modal skill pijat saja, dan ambil sertifikasi kalo mau yakinkan orang lebih mudah. Lalu bungkus dengan layanan yang baik,, jadi duit lah itu.
Biar jasa nya di cari orang terus dan tiap hari ada pengguna, komunikasi ke publik harus terus jalan. Buat akun sosmed, pasang iklan, cerita kemana-mana.
Lakukan berulang-ulang, hingga suatu hari rekening jadi penuh uang. Gak susah lagi. Kaya deh...

“Izin bergabung dan belajar dulu, saya belum punya pengalaman dagang ala UMKM” kata bu Henny di group Klinik UMKM yang saya asuh. Aman, Bu, UMKM itu tidak mesti jualan barang,…

Address

Jalan Madang, Sekip, Indonesia, South Sumatra
Palembang
30126

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Klinik UMKM posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Klinik UMKM:

Share