15/08/2021
🥀🥀•••═══𖣔﷽𖣔════•••🥀🥀
ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABAROKATUH
╚•••═══••✵«𑁍»✵••═══••╝*
*AKHIR KEHIDUPAN*
(Tulisan *Diah Rima* yang Bikin Merinding Sebagai Muslim)
Saudaraku...
Sungguh tulisan Diah Rima di akun Facebooknya dengan nama Diah Rima pada 18 November 2019 pukul 21.23, sangat memotivasi kita untuk terus berusaha menjadi pribadi yang istiqamah hingga wafat dalam keadaan Husnul Khatimah.
Berikut kutipan tulisan yang mengunggah jiwa ini:
_Selama 15 tahun dalam pekerjaan saya di salah satu rumah sakit banyak sekali melihat langsung bagaimana akhir hidup seseorang._
_Berbagai macam "gaya" dan tingkah ketika kematian itu datang._
_Gaya dan tingkah laku kematianmu adalah apa yang biasa kamu lakukan di waktu terdekat kematianmu._
_Sungguh itu benar adanya._
_Pernah suatu saat mengantarkan kepergian salah seorang pasien, saya bergidik dan sedih hati ini. Karena kata terakhir yang diucapkannya adalah: "uang saya..! uang saya..!"_
_Beliau dengan paniknya melihat ke bawah tempat tidurnya mata nya panik ketakutan dan terus mengatakan: "selamatkan uang saya..!"_
_Menangis keluarga mendengarnya._
_Dibisikkan kalimat tauhid. Tetap saja dia bilang: "uang saya selamatkan..!!"_
_Tak lama kemudian meninggal._
_(Mungkin ada teman yang ingat kejadian ini, ingat sampai beberapa waktu kita tidak nafsu makan. Karena perasaan takut dan ngeri melihatnya)_
_Atau pernah mengantarkan kepergian seorang wanita, beberapa hari sebelum kematiannya. Dia hanya ingin mendengar kidung Sunda. Dia selalu bernyanyi. Disetel ayat Al-Qur'an, berontak, marah, suruh ganti lagu kidung Sunda, sambil bernyanyi, terkadang tangan nya melambai-lambai, ikut menari._
_Bergidik, karena kami tahu keadaannya sudah "endstate", dan seharusnya bukan lagu atau musik, tapi beliau hanya mau bernyanyi dan menari._
_Tak lama meninggal._
_(Mungkin ada yang ingat ? memori kita ke masa itu sebagai pelajaran)._
_Pernah juga seorang mantan PSK yang mempunyai susuk di beberapa titik dirinya._
_Tersiksa dia tidak bisa "pergi," lama sekali._
_Jika malam datang terkadang kami pun takut dengan dirinya._
_Karena ada pantulan cahaya di beberapa titik wajahnya dan aroma mistik kental sekali. Sampai- sampai kami tidak berani jika menanganinya sendirian._
_Walau akhirnya meninggal, tapi kasihan tersiksa._
_Semua lubang di dalam dirinya keluar kotorannya._
_Semoga dengan Allah timpakan itu di dunia sebelum kematiannya Allah mengampuni sebagian dosanya._
_Maka pesan saya, lepas semua kemusyrikan sekarang juga, yang punya jimat atau yang sedang berkompromi dengan dukun, orang pintar" atau orang bodoh. Cabut, lepas semua, mohon ampun._
_Ajal tidak tahu kapan datangnya. Jika masih ada kemusyrikan, dosanya besar, tidak akan diampuni sebelum taubatan nasuha._
_Yang paling mudah, pernah saya melihat pasien dengan 'down sindrom', sudah usia._
_Sudah direncanakan p**ang kerumah._
_Subhanallah..! karena memang tidak punya dosa, secepat itu wafatnya._
_Ketika itu ada bel, saya datang. Tanya ke pasien ada apa? Dia agak gelisah, tapi ditanya keluhan, tidak ada._
_Saya katakan, "nanti ya saya ambil tensi dulu", baru beranjak ke pintu, keluarganya teriak:_
_"Suster, adik saya..!"_
_Ketika dilihat sudah tidak respon, nadi sudah tidak ada, langsung dilakukan RJP oleh tim walau sia-sia.._
_Semudah itu beliau pergi._
_Keluarga terlihat sedih tapi bahagia. Bahagia bukan karena senang tidak mengurusnya lagi, tapi bahagia karena almarhum pergi dengan mudah._
_Mereka bilang, "adik saya tidak pernah merepotkan dalam hidupnya, bahkan ketika kematiannya pun dia tidak merepotkan._
_Ada juga yang ketika ajalnya sudah dekat, ada pasien yang minta dipakaikan jilbab dan pakaian menutup aurat lengkap. Dia melihat ada yang datang, dia bilang, "ada yang datang saya mau aurat saya tertutup," beberapa jam kemudian wafat._
_Dan masih banyak cerita tentang akhir hidup lainnya._
_Saya jadi berfikir, mau seperti apa akhir hidup saya.?_
_Semua pilihan ada pada diri saya. Mau selalu berdzikir atau melantunkan ayat Alquran atau ingin naudzubillah, nonton Drakor atau bernyanyi ? Atau menghitung untung rugi.?_
_Semua pilihan akhir hidup saya adalah keputusan saya sendiri untuk menjadi baik atau buruk._
_Ingin akhir yang baik ..?_
_Semua ingin juga kan, ya?_
_Tapi usaha kita apa..???_
********
Masya Allah..!
Sebuah nasehat indah buat kita.
Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
يُبْعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِ
_"Setiap hamba akan dibangkitkan berdasarkan keadaannya ketika meninggalnya.”_
(HR Muslim, no 2878)
Berkata Al-Munaawi,
أَيْ يَمُوْتُ عَلَى مَا عَاشَ عَلَيْهِ وَيُبْعَثُ عَلَى ذَلِكَ
_“Yaitu ia meninggal di atas kehidupan yang biasa ia jalani dan ia dibangkitkan di atas hal itu.”_
(Kitab _At-Taisiir bi Syarh Al-Jaami’ As-Shagiir,_ 2/859)
Mari persiapkan kematian dengan melakukan kebiasaan-kebiasaan yang baik.
Menolong orang berbuat kebaikan, berbakti kepada orang tua, berdakwah, shalat tepat waktu, membaca Al-Qur'an, tidur dalam keadaan berwudhu, bersilaturahim, dan amal kebaikan yang lain...
Wallahu a'lam bish-shawwab.
😔🙏❤💕
Copas *
Sahabatmu,
Agustin..