19/01/2025
(berikut cerita diary yang ditelantarkan seseorang)
01/03/2020 maret hari minggu
di rumah tante jl tpong perum griya SP 2) entah siang atau sore saya kembali berantem dengan ibu saya, riaj sih ikut membela saya tapi yaa... tunggu dulu... saya berantem sama ibu karna saya masih belum juga dapat kerja soalnya sudah 3 perusahaan tolak lamaran saya. saya sih tetap akan berusaha dan berdo'a kepada ALLAH swt, juga bersabar, tapi ibu tidak mau bersabar yang dilakukannya hanya menyalahi atas gaya hidup saya... padahal saya cuma dikamar. kalau saya tidur ya wajar dari dulu saya sudah mengidap penyakit namun saya terpaksa tutupi dan jaga lagi kesehatan supaya keluarga tidak terlalu khawatir dan mencemooh serta saya bisa mencari uang... karna saya terus disalahkan makanya saya pergi dari rumah (kabur) namun tante mencegat saya pergi... padahal saya cuma ingin damai biarlah saya pergi setidaknya ibu saya tidak marah-marah lagi, biarlah saya... walaupun saya jadi gembel sementara tapi setidaknya saya tidak mau menyerah sampai mendapat kerja.
(keterangan: beberapa kata diganti dari yang asli namun tetap maknanya sama)
malamnya
ibu, tante, niro, devan, riaj tidur kecuali paman sony, dia di ruang tamu, sedang bincang, paman bilang hes... pergilah keluar dan cari kawan namun saya tidak bisa karna yaa saya masih takut untuk bergaul karna gak semua orang baik jadi masih pilih-pilih (pernah kejadian dikhianati dan dimanfaatin hingga trauma juga diumbar-umbar tanpa belas kasih dan mikir ulang para pelakunya) lagian saya tidak mau terlalu dikenal yang bisa jadi mereka selalu menjauhiku dengan berbagai alasan, tak ada manusia yang memahami saya kecuali ALLAH swt.
Tak lama berbincang dengan om sony saya dibilang putus asa!!! what??? paman... hesi gak mau terus-terusan menumpang, hesi capek karna itu hesi tidak pernah menyerah sampai sekarang dan seterusnya yaa... mungkin paman salah paham ya wajar saya menumpang tempat dia yang harus tahu diri.. dan setelah beberapa menit kerja ibu datang memahari saya lagi oh ayolah ibu mau berdosa m### dan b### berapa kalipun hesi gak peduli suka-suka ibu... ni hesi cuma duduk dan merenung diri (dibilangnya menung/mengkhayal seperti orang bodoh) saya diamin saja langsung diambilnya hp saya yang riaj mainkan di samping saya langsung ngamuk si riaj (wajar masih labil) berantem kami lagi riaj membela saya namun saya bilang dah diam saja dann.... riaj reflek dipukulnya kaki betis paha ibu ya ALLAH... padahal melawan ortu saja dosa apalagi memukul langsung, sontak ibu tendang riaj sekuat-kuatnya ber### dan tidak lupa dihantam memakai sapu lidi susah payah saya coba lerai padahal masalah kecil, kalau saya ditolak perusahaan inilah itulah, ya cari teruslah saya sampai dapat, dibilangnya itu karma karna melawan orang tua lalu disumpahinya saya tidak akan pernah dapat kerja sebelum minta maaf.
sebanyak itu sumpah kenapa cuman itu.... dah lah saya cuma mau hidup damai dan bebas tidak ada yang negatif,, padahal saya sudah dewasa dan saya tahu mana yang baik dan mana yang buruk... saya menjaga pergaulan, tidak merokok, shalat, dan masih tetap berusaha cari kerja tapi itu tidak pernah cukup... fuan wajarlah dia gak numpang tempat keluarga terus mau apa minta langgsung dikasih sampai rela keluar 50 jt untuk melamar keluar kota. beda dengan saya yang segala sesuatu harus usaha sendiri... (dah jelas kota ini susah mencari kerja), harus numpang sana sini sampai kapanpun saya tidak akan membencimu ibu saya akan sayang kepadamu tapi...
SAYA HANYA INGIN DIMENGERTI
TENTANG APA SAJA YANG SAYA INGINKAN ASAL TIDAK MELANGGAR SYARI'AT AGAMA
YA SAYA LEMAH LEMBUT TAPI SAYA TIDAK PENGECUT TIDAK PECUNDANG...YA SAYA SERING DI RUMAH NAMUN BUKAN BERARTI SAYA TIDAK PUNYA PERGAULAN... GAK SELALU SAHABAT MENJADI SAHABAT SELAMANYA, GAK SELALU PASANGAN HIDUP MENJADI PASANGAN HIDUP SELAMANYA DLL... NAMUN TUHAN ALLAH LAH YANG KEKAL... TIDAK ADA YANG KEKAL KECUALI DIA DAN SAYA PERCAYA KEPADANYA...
tak lama riaj mulai lagi dengan ngomong ke ibu mau bunuh mau bunuh langsung saya nasihati "riaj tidak boleh begitu... dosa". semelawan-melawannya saya saya tidak akan pernah bilang mau membunuh ibu saya atau siapapun walaupun manusia derajatnya serendah apapun saya tetap menghargainyadan walaupun sejelek-jeleknya tingkah laku ibu saya akan tetap menyayanginya... karna itulah saya selalu menghindar karna saya tidak mau suatu saat melawan orang tua saya. sayapun saya hilangkan semua kebencian saya. apapun kepada orang2 yang jahat kepada saya walaupun dari orang2 yang pernah membully saya bahkan kalau dia membunuh saya, saya ikhlas dan saya maafkan semua hanya karnamu ya Allah. Karna saya mencintaimu ya ALLAH, satu2nya yang bisa mengerti hamba yaa wajar kalau saya iri terkadang sama orang2 yang jauh lebih rajin beribadah kepada Allah ketimbang saya. saya akan terus berusaha.