Ampara'an Kuala Thorosan

Ampara'an Kuala Thorosan Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Ampara'an Kuala Thorosan, Business service, jurang mancengan, Palongan.

17/03/2018

Allahu akbar.

22/10/2016

KISAH SANTRI: AKIBAT DURHAKA KEPADA KIAI

Dikisahkan, belasan tahun lalu seorang santri yang mondok di Rubath Tarim yang saat itu diasuh Habib Abdullah bin Umar Assyathiri. Dia dikenal sebagai santri yang sangat alim hingga mampu menghafal kitab Tuhfatul Muhtaj 4 jilid. Siapa tak kenal dia?? Semua tau bahwa ia sangat alim, bahkan diprediksi kelak akan menjadi ulama besar.

Nah, Suatu hari di saat Habib Abdullah mengisi pengajian rutin di pondok, tiba tiba Sang Habib pengasuh pondok tersebut bertanya tentang santri yang sangat terkenal alim itu. "Kemana si Fulan?" Semua santri bingung tak bisa menjawab pertanyaan sang guru.

Ternyata santri yang alim tadi tidak ada di pondok. Ia keluar berniat mengisi pengajian di sebuah kota yang bernama Mukalla. Tapi ia keluar tanpa izin.

Akhirnya Habib Abdullah Asysyathiri yang kondang allamah dan kewaliannya itu berkata, "baiklah, orangnya boleh keluar tanpa izin, tapi ilmunya tetap di sini!!!".

Di kota Mukalla, santri yang alim tersebut sangat dinanti nantikan oleh para pecinta ilmu untuk mengisi pengajian di Masjid Omar Mukalla.

Singkat cerita, si santri ini pun maju kedepan dan mulai membuka ceramahnya dengan salam dan muqaddimah pendek.

Subhanallah, ternyata setelah membaca amma ba'du, si alim ini tak mampu berkata sama sekali, bahkan untuk menerangkan kitab paling tipis sekelas Safinah sedikit pun tak mampu ia ingat. Sontak dia tertunduk dan menangis. Para hadirin pun heran, "ada apa ini???" Akhirnya Salah satu ulama kota Mukalla menghapirinya dan bertanya; "Saudara mengapa begini? Apa yang saudara lakukan sebelumnya?"

Dia menjawab: "aku keluar tanpa izin guruku di pesantren." Dia terus menangis, dan beberapa orang menyarankan agar ia meminta maaf kepada Habib Abdullah Asysyathiri. Namun dengan sombongnya tidak mau meminta maaf.

Kesombongannya ini membuat semua orang menjauhinya, dan tidak ada satupun yang peduli padanya, bahkan hidupnya setelah itu sangat miskin dan terlunta lunta. Sehingga ia bisa bekerja apapun kecuali hanya dengan menjual daging ikan kering.

Dan di saat ia meninggal, dia mati dalam keadaan miskin bahkan kain kafannya pun tak mampu dibeli dan akhirnya diberi oleh seseorang.

***

"Santri yang ilmunya berkah bukanlah yang paling banyak hafalannya, yang paling bagus dalam membaca kitabnya, yang selalu juara kelas. Tapi santri yang berkah dan bermanfaat Yang Paling Hormat dan Taat Kepada Gurunya. Dan Menganggap Dirinya Bukan Siapa-Siapa di Hadapan Gurunya."

Menjelang peringatan Hari Santri ini, mudah-mudahan dapat mengingatkan kita kembali akan pentingnya mendapatkan ilmu yang berkah, bukan sekadar pintar.

baarokallohu lanaa
fii umuuriddunyaa wal aakhiroh.
آمين يارب العالمين.

04/10/2016

Imam Nawawi berumur lebih muda dari Imam Rafi’i, namun tidak lantas membuat pendapat (qaul) Imam Rafi’i lebih unggul (rajih) daripada pendapat Imam Nawawi yang lebih muda. Imam Ibnu Hajar al Haitamy berkata: “Jika terdapat pendapat yang berbeda antara Imam Nawawi dan Imam Rafi’i, maka pendapat yang dipegang (al ‘ibrah) adalah yang disahihkan Imam Nawawi".

Kenapa?
Karena Imam Nawawi memiliki qulb (hati) yang spiritualitasnya lebih tinggi dibanding Imam Rafi’i. Imam Nawawi menjadi wali quthb (pemimpin para wali) selama 3 tahun 4 bulan, jadi batin syariahnya lebih luar biasa. Sampai disini kita dapat melihat bahwa para ulama jaman dahulu memiliki pandangan yang jauh lebih dalam untuk menggolongkan mana yang qaul rajah, arjah, shahih, ashah, dan mu’tamad. Tidak hanya mengelompokkannya sesuai tingkat kealiman (karena para ulama alimnya sudah luar biasa), namun sampai pada mempertimbangkan tingkat spiritualnya.
(Asy Syeikh al Habib Muhammad Luthfi bin Yahya).

Jadi bertanya-tanya, kira-kira ulama sekarang yang alim dalam mengkafirkan sesama muslim tingkat keilmuannya sudah selevel mereka ya? Cukup dijawab dengan senyuman saja, karena senyummu menyimpan sejuta makna. :)

01/10/2016
21/10/2015

AKHLAKUL QARIMAH
1. “ Wa innaka la ‘alaa khuluqin ‘azhiim “ , “ Dan sesungguhnya engkau ( Muhammad ) mempunyai akhlak yang mulia. “ ( Al Qalam , 68 : 4 ) , “ Dan hamba-hamba yang baik dari Tuhan Yang Maha Penyayang itu ( ialah ) orang-orang yang berjalan diatas bumi dengan rendah hati ( tidak sombong ) dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka , mereka mengucapkan kata-kata ( yang mengandung ) keselamatan “ ( Al Forqan , 25 : 63 ) ( TAWADHU’ ) ,
“ Maka janganlah kamu mengatakan ( memuji) diri kamu suci (bersih) , Dialah yang lebih mengetahui orang yang bertaqwa. “ ( An Najm , 53 : 32 ) ( Terus menerus memperbaiki diri dan amalnya dan mensucikan hati)
2. “ Bahwasanya aku ( Muhammad ) diutus Allah untuk menyempurnakan keluhuran Akhlak ( Budi Pekerti ) “ ( H.R. Ahmad ) ( bagi hamba Allah yang beriman dan berusaha untuk terus bertaqwa dan mengembangkannya maka salah satu usahanya adalah terus memperbaiki dan mengembangkan kwalitas akhlaqnya untuk menuju kepada Akhlaq yang dimiliki Rasulullah saw. )
3. Ketika Siti Aisyah ra ditanya tentang Akhlak Rasulullah Saw , maka ia menjawab , “ Akhlak-nya adalah Al Qur’an “ ( Abu Dawud & Muslim )
4. “ Siapakah diantara mereka hamba-hamba Allah ini yang lebih dicintai oleh Allah ? “ Rasulullah menjawab, “ Yaitu orang yang paling baik akhlak-nya “ (HR.Tabrani )
5. “ Siapakah diantara orang mukmin yang paling sempurna imannya ? “ Rasulullah menjawab : “ yaitu orang yang paling baik akhlak - nya “ ( HR.Tabrani )
6. Apakah sesuatu yang lebih baik yang diberikan kepada manusia ? , Rasulullah menjawab , yaitu “ akhlak yang baik “ ( H.R. Ibnu Hibban )
7. Kemuliaan seorang mukmin itu adalah agamanya , harga dirinya itu adalah akalnya , dan perhitungannya ( nanti di hari kiamat ) itu adalah akhlak- nya . ( HR. Hakim )
8. Dari Abdullah bin Amir : Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda , “ Maukah kalian kuberitahu tentang orang yang paling kucintai dan paling dekat duduknya dengan aku nanti di hari kiamat ? “ Diulanginya perkataan itu dua kali tiga kali. Mereka menjawab : “ Baiklah ya Rasulullah , Beliau bersabda , “ Yaitu orang yang paling baik akhlak – nya” ( HR.Ahmad )
9. “ Tidak ada sesuatu yang paling berat timbangannya tentang orang mukmin nanti dihari kiamat , selain
akhlak yang baik. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang perbuatannya keji dan rendah , dan sesungguhnya orang yang berakhlak luhur itu akan sampai ke derajat orang yang puasa dan sholat “ (HR.Ahmad )
( Mu’min - muslim yang benar sholat dan Puasanya tentunya baik dan benar juga akhlaqnya , insyaallah atau orang yang memiliki/pengamal akhlaq yang baik dia juga memiliki /pengamal sholat dan puasa yang benar , masyaalllah ! / jika bisa seperti ini , Allahu Akbar ! / pen. )
10. ” Sesungguhnya seorang mukmin dengan akhlak-nya yang baik akan dapat mencapai derajat orang yang berdiri ( sembahyang ) dimalam hari dan puasa di siang hari ( HR. Abu Daud )
11. Sesungguhnya manusia dengan
akhlaknya yang baik akan bisa mencapai derajat yang tinggi di akhirat dan tempat yang mulia , padahal ia lemah ibadahnya : Sesunggunya dia dengan Akhlak- nya yang jelek itu akan sampai kepada derajat yang paling rendah dineraka jahanam. ” ( HR. Tabrani )
12. Aku mendengar Rasulullah bersabda :“ Sesungguhnya seorang muslim yang terpimpin akan mencapai derajat orang yang ahli puasa yang menegakan ayat-ayat Allah , lantaran akhlak-nya yang baik & watak - nya yang mulia “ ( HR.Ahmad )
13. Sungguh beruntung orang yang mengikhlaskan hatinya kepada iman , menjadikan hatinya selamat , lidahnya benar , jiwanya tentram dan Akhlak - nya lurus.( HR. Ibnu Hibban)
14. “ Akhlak yang bai k dapat menghapus kesalahan , bagaikan air yang menghancur kan tanah yang keras. Dan akhlak yang jahat merusak amal , seperti cuka merusak manisnya madu. “ ( H.R. Baihaqi ) ,
15. Rasulullah bersabda : “ Sesungguhnya Akhlah yang baik melelehkan kesalahan sebagaimana matahari melelehkan es “ ( Al Hadits )
16. Kamu tidak bisa memperoleh simpati semua orang dengan harta-mu tetapi dengan wajah yang menarik ( simpati ) dan dengan akhlak yang baik .( HR. Abu Yu’la dan Al Baihaqi )
17. Seorang mu’min menjadi mulia karena agamanya, ( mempunyai ) kepribadian karena akalnya , dan ( menjadi terhormat ) karena akhlak - nya.” ( HR. Al Hakim )
18. Diantara akhlak seorang mukmin adalah berbicara dengan baik , bila mendengar -kan pembicaraan tekun , bila berjumpa dengan orang dia menyambut dengan wajah ceria dan bila berjanji ditepati. ( HR. Adailami )
19. “ Saya dapat menjamin satu rumah dibagian yang tinggi disurga bagi orang yang baik Akhlak / budi pekertinya. ” ( HR. Abu Dawud )
20. Orang yang paling tinggi kedudukan disisi Allah pada hari kiamat ialah yang paling banyak berkeliling dimuka bumi dengan bernasehat kepada manusia (makhluk Allah) ( HR. Athahawi )
21. Rasulullah bersabda , “ Baguskanlah Akhlak-mu ! “ , Sabda Rasulullah saw. , “ Kebaikan itu adalah kebiasaan “ ( Al Hadits ) ,Akhlak yang baik membawa kebaikan untuk kehidupan dunia dan akhirat. ( HR. Athabrani )
Beberapa Sikap Akhlaq Yang Baik.
1. Amanah.
2. Sidqu. ( benar/jujur )
3. Wafa’ . ( menepati janji )
4. Adil.
5. Ifafah. ( memelihara kesucian diri )
6. Haya’. ( malu )
7. Arief / Bijaksana.
8. Syajayah. ( berani karena benar)
9. Sehat dan Kuat (Al-Quwwah.)
10. Sabar , Lemah – lembut , Kasih-sayang.
11. Hemat.
12. Ikhlas.
13. Pemaaf.
14. Khusyuk.
15. Syakha’. ( murah hati )
16. Berilmu.
17. Tawaddu’. ( rendah hati )
18. Syukur Nikmat.
19. Tawakal Allah.
20.Zuhud. ( tidak diperbudak dunia / harta )
21. Dll
“ Dan hamba-hamba yang baik dari Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan diatas bumi dengan rendah hati (tidak sombong) dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka , mereka mengucapkan kata-kata ( yang mengandung ) keselamatan “ ( Al Forqan , 25 : 63-65 ) ,
“ Dan berilah peringatan kepada kerabat-mu , dan lemah – lembutlah terhadap orang-orang yang mengikuti-mu dari orang –orang mukmin “ ( Asysyu’araa’ , 26 : 215-223 ) ,
“ Dan bicaralah dengan dia ( fir’aun ) dengan lemah lembut (bijaksana) , mudah-mudahan dia sadar atau takut ( Thaahaa , 20 : 44 ) ( dengan fir’aun saja halus lemah-lembut apalagi kepada keluarga,saudara dll ) ,
“ Sesungguhnya Allah telah mewahyukan untuk bertawadhu’ hingga tidak ada seorangpun yang menyombongkan dirinya terhadap yang lainnya , dan tidak seorangpun yang menganiaya terhadap yang lainnya.” ( HR. Muslim ) ,
“ Sedekah itu bukannya mengurangi harta, dan malah Allah tidak akan menambah pemberian kepada seorang hamba karena berlaku pemaaf kecuali akan dimuliakan , dan tiada seorang yang tawadhu’ kepada Allah kecuali Allah akan meninggikan derajat-nya.” ( HR. Muslim )
Akhlak yang baik membawa kebaikan untuk kehidupan dunia dan akhirat. (HR.Athabrani ) , Ketahuilah bahwa keramahan itu terpuji . Keramah – tamahan itu merupakan buah dari akhlak yang baik . Kebalikan dari keramah tamahan adalah kata – kata kasar , kotor , kebengisan dan kekejaman. Rasulullah saw berkata kepada Siti ‘ Aisyah , “ Barang siapa yang diberikan kepada nya keramahan , maka telah diberikan baginya kebaikan dunia dan akhirat. Barang siapa yang diharamkan bagi-nya keramahan , maka telah diharamkan bagi-nya kebaikan dunia dan akhirat “ ( Al Hadits )
BERKASIH – SAYANG DAN LEMAH – LEMBUT ANTAR SESAMA , KHUSUSNYA ANTAR SAUDARA SEIMAN.
1.. “ BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM “ , “ Dengan menyebut nama ALLAH Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. ( Al Faatihah , 1 : 1 ) , “ Dan Allah sangat Penyayang kepada hamba-hamba-Nya.” ( Ali Imran , 3 : 30 ) , “ Sesungguhnya Allah sangat berbelas kasihan dan s**a kasih-sayang , lemah lembut dalam segala hal.” ( HR. Bukhari & Muslim ) , Walladziina aamanuu assyaddu hubban lillaah = “ Dan Orang – orang beriman itu sangat cinta kepada Allah . “ ( Al baqarah , 2 : 165 , dibuktikannya dengan mengikuti Rasululloh saw. baca Alii’imraan’ , 3 : 31 ! ! )
2. “ Allah adalah sebaik-baik penjaga dan DIA adalah Maha Penyayang diantara para penyayang .” ( Yusuuf , 12 : 64 )
3. “ Sesungguhnya telah datang kepada-mu seorang Rasul dari kaum-mu sendiri , berat terasa oleh-nya penderitaan-mu , sangat menginginkan ( keimanan dan keselamatan ) bagi-mu , amat belas-kasihan lagi penyayang bagi orang-orang mu’min.” ( At Taubah , 9 : 128 ) , “ Sesungguhnya Ibrahim adalah sangat lembut hatinya lagi penyantun.” ( At taubah , 9 : 114 ) ,
4. Kemudian termasuk golongan orang-orang yang beriman dan nasehat – menasehati ( supaya ) sabar dan nasehat - menasehati supaya berkasih sayang. ( Al Balad , 90 : 17 )
5. Katakanlah : “ Aku tidak meminta kepada-mu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih-sayang dalam kekeluargaan. “ ( Asy Syuura , 42 : 23 )
6. “ Sesungguhnya orang – orang yang beriman dan beramal soleh , Yang Maha Pengasih akan membuat kasih – sayang bagi mereka “ ( Maryam , 19 : 96 )
7. “ Dan Allah sangat Penyayang kepada hamba-hamba-Nya.” ( Ali Imran , 3 : 30 ) , “ Dan Orang yang beriman sangat cinta kepada Allah “ ( Al Baqarah , 2 : 165 ) , Katakanlah , “ Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah , ikutilah aku ( Muhammad ) , niscaya Allah mencintai-mu dan mengampuni dosa-dosa-mu .“ ( Aali ‘Imran , 3 : 31)
8. “ DAN SEDERHANAKANLAH DALAM BERJALAN DAN LUNAKKAN SUARAMU SESUNGGUHNYA SEBURUK – BURUK SUARA ADALAH SUARA KELEDAI.” (Lukman , 31 : 19 )
9. “ Maka karena rahmat dari Allah , engkau bersikap lemah lembut terhadap mereka , sekiranya engkau berlaku keras dan berhati kasar , tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitar-mu. Maka maafkanlah mereka dan mohonkan ampun bagi mereka , dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam suatu urusan. Maka apabila kamu telah membulatkan tekad bertawakallah kepada Allah. Sesung -guhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal.”( Aali ‘Imraan , 3 : 159 )
10. “ Dan berilah peringatan kepada kerabat-mu, dan lemah lembutlah terhadap orang-orang yang mengikuti-mu dari orang-orang mukmin.” ( Asy Syu’araa’ , 26 : 214 – 217 )
11. Amal perbuatan yang paling dis**ai Allah sesudah yang fardhu (wajib) ialah , memasukkan kesenangan kedalam hati seorang muslim. ( Athabrani )
12. Bukanlah dari golongan kami orang yang tidak mengasihi dan menyayangi yang lebih muda , dan tidak menghormati orang yang lebih tua , dan tidak beramar makruf dan nahi- munkar.( HR. Attimidzi )
13. “ Barang siapa tidak mengasihi dan menyayangi manusia maka dia tidak dikasihi dan tidak disayangi Allah “ ( HR. Al Bukhari )
14. Seorang pemuda yang menghormati orang tua karena memandang usianya yang lanjut maka Allah mentakdirkan baginya pada usia lanjut orang akan meng - hormati-nya. ( HR. Attirmidzi )
15. Diriwayatkan dari Abu Hamzah, Anas Bin Malik r.a. Sabda Nabi Muhammad SAW : “ Tiada sempurna Iman salah seorang dari kalian sehingga ia mencintai saudaranya seperti cinta nya kepada dirinya sendiri. “ ( HR Bukhari & Muslim )
16. “ Sungguh berbahagialah orang yang mampu bergaul dengan orang-orang baik dan berilmu , serta memberikan kasih-sayang kepada orang-orang yang hina dan miskin “ HR.Bukhari )
17. Berjama’ah Menjaga dan memelihara Dunia / Alam ( keseimbangannya ) dan memanfaatkannya secara benar , Allah SWT. telah ciptakan dengan baik dan sempurna Alam Dunia ini , dan wajjib dijaga dan dipelihara sebaik – mungkin , dijaga dari pengrusakan. Dll. ( Bekasih sayang dengan Alam )
18. DLL.
WALLAHU TA'ALA A'LAM BISH SHAWAB.
mas iman
Catatan :
Akhlakul Karimah dan Pengertiannya
Pengertian Akhlak
Dalam Kamus Besar bahasa Indonesia, akhlak diartikan sebagai budi
pekerti atau kelakuan. Dalam Bahasa Arab kata akhlak (akhlaq) di­
artikan sebagai tabiat, perangai, kebiasaan, bahkan agama. Meskipun
kata akhlak berasal dari Bahasa Arab, tetapi kata akhlak tidak
terdapat di dalam Al Qur'an. Kebanyakan kata akhlak dijumpai dalam
hadis. Satu-satunya kata yang ditemukan semakna akhlak dalam al
Qur'an adalah bentuk tunggal, yaitu khuluq, tercantum dalam surat al
Qalam ayat 4: Wa innaka la'ala khuluqin 'adzim, yang artinya:
Sesungguhnya engkau (Muhammad) berada di atas budi pekerti yang
agung. Sedangkan hadis yang sangat populer menyebut akhlak adalah
hadis riwayat Malik, Innama bu'itstu liutammima makarima al akhlagi,
yang artinya: Bahwasanya aku (Muhammad) diutus menjadi Rasul tak lain
adalah untuk menyempurnakan akhlak mulia.
Perjalanan keilmuan selanjutnya kemudian mengenal istilah-istilah
adab (tatakrama), etika, moral, karakter disamping kata akhlak itu
sendiri, dan masing-masing mempunyai definisi yang berbeda.
Menurut Imam Gazali, akhlak adalah keadaan yang bersifat batin dimana
dari sana lahir perbuatan dengan mudah tanpa dipikir dan tanpa
dihitung resikonya (al khuluqu haiatun rasikhotun tashduru 'anha al
afal bi suhulatin wa yusrin min ghoiri hqjatin act_ fikrin wa
ruwiyyatin. Sedangkan ilmu akhlak adalah ilmu yang berbicara tentang
baik dan buruk dari suatu perbuatan. Dari definisi itu maka dapat
difahami bahwa istilah 17 •
akhlak adalah netral, artinya ada akhlak yang terpuji (al akhlaq al
mahmudah) dan ada akhlak yang tercela (al akhlaq al mazmumah). Ketika
berbicara tentang nilai baik buruk maka muncullah persoalan tentang
konsep baik buruk. Dari sinilah kemudian terjadi perbedaan konsep
antara akhlak dengan etika.
Etika (ethica) juga berbicara tentang baik buruk, tetapi konsep baik
buruk dalam ethika bersumber kepada kebudayaan, sementara konsep baik
buruk dalam ilmu akhlak bertumpu kepada konsep wahyu, meskipun akal
juga mempunyai kontribusi dalam menentukannya. Dari segi ini maka
dalam ethica dikenal ada ethica Barat, ethika Timur dan sebagainya,
sementara al akhlaq al karimah tidak mengenal konsep regional,
meskipun perbedaan pendapat juga tak dapat dihindarkan. Etika juga
sering diartikan sebagai norma-norma kepantasan (etiket), yakni apa
yang dalam bahasa Arab disebut adab atau tatakrama.
Sedangkan kata moral meski sering digunakan juga untuk menyebut
akhlak, atau etika tetapi tekanannya pada sikap seseorang terhadap
nilai, sehingga moral sering dihubungkan dengan kesusilaan atau
perilaku susila. Jika etika itu masih ada dalam tataran konsep maka
moral sudah ada pada tataran terapan.Melihat akhlak, etika atau moral
seseorang, harus dibedakan antara perbuatan yang bersifat tempe­
ramental dengan perbuatan yang bersumber dari karakter kepriba­
diannya. Temperamen merupakan corak reaksi seseorang terhadap
berbagai rangsang yang berasal dari lingkungan dan dari dalam diri
sendiri.
Temperamen berhubungan erat dengan kondisi biopsikologi
seseorang, oleh karena itu sulit untuk berubah. Sedangkan karakter
berkaitan erat dengan penilaian baik buruknya tingkahlaku seseorang
didasari oleh bermacam-macam tolok ukur yang dianut masyarakat.
Karakter seseorang terbentuk melalui perjalanan hidupnya, oleh karena
itu ia bisa berubah. dan pengendalinya adalah ber AKHALQUL KARIMAH karena ALLAH
PENTING NYA AKHLAKUL KARIMAH
Oleh Hannani, M. Ag
Mengamalkan akhlaqul karimah merupakan bagian dari ibadah kepada Allah secara horizontal kepada sesama manusia, lingkungan masyarakat, bangsa dan Negara ( Ibadah ghoiru mahdloh).
I. Pengertian Akhlaqul Karimah
Secara etimologis, kata akhlak berasal dari bahasa arab ( ﺃﺧﻼﻕ) dalam bentuk jama’, sedang mufradnya adalah khuluq ( ﺧﻠﻖ ), yang dalam Kamus Munjid berarti budi pekerti atau perangai atau tingkah laku. Akhlak bersinonim dengan etika dan moral. Etika dan moral berasal dari bahasa latin, yakni etos dan mores yang memiliki arti sama: kebiasaan. Sedang budi pekerti dalam bahasa Indonesia merupakan kata majemuk dari kata budi dan pekerti. Kata budi berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti yang sadar, pekerti berasal dari bahasa Indonesia sendiri yang berarti kelakuan (Djatnika, t.t.: 25). Secara terminologis, budi pekerti merupakan perilaku manusia yang didasari oleh kesadaran berbuat baik yang didorong keinginan hati dan selaras dengan pertimbangan akal.
Dari pengertian di atas timbul pertanyaan, siapakah objek akhlaqul karimah? Yang menjadi objek aklaqul karimah adalah seluruh lapisan masyarakat baik kelembagaan maupun peorangan, pejabat maupun masyarakat biasa, keluarga maupun bukan keluarga, kalangan muslim maupun non muslim, lingkungan, alam semesta dan semua yang berinteraksi sosial dengan kita.
Melakukan akhlaqul karimah tidak hanya mengikuti agama aturan agama, tapi juga menetapi aturan perundangan dan norma etika yang berlaku dalam masyarakat.
Substansi misi Rasulullah itu sendiri adalah untuk menyempurnakan akhlak seluruh umat manusia agar dapat mencapai akhlak yang mulia. Yang menjadi persoalan di sini adalah bagaimana substansi akhlak Rasulullah itu. Dalam hal ini, para sahabat pernah bertanya kepada isteri Rasulullah, yakni Aisyah r.a. yang dipandang lebih mengetahui akhlak rasul dalam kehidupan sehari-hari, maka Aisyah menjawab:
ﻓَﺈِﻥَّ ﺧُﻠُﻖَ ﺭَﺳُﻮْﻝِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥ
Artinya: “Akhlak Rasulullah itu adalah al-qur’an”
II. Tujuan
Tujuan akhlak adalah mencapai kebahagiaan hidup umat manusia dalam kehidupannya, baik di dunia maupun akhirat. Jika seseorang dapat menjaga kualitas mu’amalah ma’allah ( Hubungan dengan Allah) dan mu’amallah ma’annas ( Hubungan dengan sesame manusia) , insya Allah akan memperoleh rida-Nya. Orang yang mendapat rida Allah niscaya akan memperoleh jaminan kebahagiaan hidup baik duniawi maupun ukhrawi.
III. Akhlakul Karimah dalam kehidupan modern
Saat ini kita berada di tengah pusaran hegemoni media, revolusi iptek tidak hanya mampu menghadirkan sejumlah kemudahan dan kenyamanan hidup bagi manusia modern, melainkan juga mengundang serentetan permasalahan dan kekhawatiran. Teknologi multimedia misalnya, yang berubah begitu cepat sehingga mampu membuat informasi cepat didapat, kaya isi, tak terbatas ragamnya, serta lebih mudah dan enak untuk dinikmati. Namun, di balik semua itu, sangat potensial untuk mengubah cara hidup seseorang, bahkan dengan mudah dapat merambah ke bilik-bilik keluarga yang semula sarat dengan norma susila .
Urgensi akhlak semakin terasa jika dikaitkan dengan maraknya aksi perampokan, penjambretan, penodongan, korupsi, manipulasi, dan berbagai upaya untuk cepat kaya tanpa kerja keras. Untuk mengatasi semua kenyataan tersebut tidak cukup hanya dilakukan tindakan represif akan tetapi harus melalui penanaman akhlakul karimah. Tanpa upaya prefentif, segala bentuk upaya represif tidak akan mampu menyelesaikan masalah, karena semua pelaku kejahatan selalu patah tumbuh hilang berganti.
Di dalam menyongsong kemajuan zaman, bangsa Indonesia harus memiliki moral kualitas unggul. Bangsa yang unggul dalam perspektif Islam adalah bangsa yang berakhlakul karimah. Hal ini selaras dengan sabda Rasulullah:
ﺃَﻛْﻤَﻞُ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴْﻦَ ﺇِﻳْﻤَﺎﻧًﺎ ﺃَﺣْﺴَﻨُﻬُﻢْ ُﺧُﻠُﻘًﺎ
Artinya: “Sesungguhnya yang paling unggul di antara kamu adalah orang yang paling baik akhlaknya” (H.R. Bukhari).
IV. Akhlaqul Karimah Sebagai Ajaran Agama Islam.
Seiring dengan kemajuan zaman, khususnya terkait dengan globalisasi telah terjadi pergeseran nilai-nilai budi pekerti di masyarakat. Sesuatu sikap/perbuatan yang tadinya dipandang tabu seperti berpakaian seronok(sexy), karena dampak globalisasi telah menjadi sesuatu yang biasa, yang tadinya dipandang sebagai hal yang memalukan seperti kawin di luar nikah, karena iblis pandainya mengemas godaannya sekarang telah menjadi hal yang biasa, dll. Akan tetapi kita sebagai orang iman harus memahami bahwa akhlaqul karimah, bukanlah kultur yang bisa berubah karena kondisi, waktu dan tempat. Akhlaqul karimah harus dipandang dan difahami sebagai ibadah yang menjadi perintah Allah dan Rasulullah, saw. Firman Allah:
ﻭَﺇِﻧَّﻚَ ﻟَﻌَﻠﻰ ﺧُﻠُﻖٍ ﻋَﻈِﻴﻢٍ ( ٤ )
Terjemahnya:
“Sesungguhnya engkau (Muhammad) niscaya di atas budi pekerti yang agung /Akhlaqul karimah” (QS: Alqolam:4)
V. Penerapan Akhlaqul karimah pada Lingkungan Keluarga
Beberapa contoh akhlaqul karimah anak kepada kedua orang tua:
1. Bertutur kata dengan bahasa yang halus.
2. Mohon ijin ketika akan bepergian dan pamitan dengan mencium tangan sewrta memohon doa mereka.
3. Bila disuruh segera melaksanakan, selama tidak maksiat.
4. Bila dinasehati, anak mendengarkan dengan baik dan tidak memotong pembicaraan.
5. Bila berbicara supaya dengan nada yang rendah dari orang tua/ tidak membentak, atau mengeluarkan kalimat yang kasar.
6. Senang membantu pekerjaan orang tua di rumah
7. Mendahulukan kepentingan/ perintah orang tuanya dari pada kepentingan diri sendiri.
8. Apabila makan bersama orang tuanya / keluarga orang tua diutamakan/didahulukan atau orang tuanya diambilkan dulu dan tidak meninggalkan tempat sebelum orang tuanya selesai makan.
9. Jujur dan amanah, tidak bohong dan tidak berkhianat kepada orang tua.
10. Apabila berselisih pendapat dengan orang tuanya anak tetap menghargai pendapat orang tuanya.
11. Selalu mendoakan baik kepada orang tuanya.
12. Merawat orang tuanya ketika sedang sakit.
13. Meramut orang tuanya, utamanya ketika sudah tua.
14. Bila dipanggil segera memenuhi panggilannya sambil mendekat.
VI. Penerapan Akhlaqul karimah pada Lingkungan Masyarakat
Berikut beberapa contoh akhlaqul karimah dalam masyarakat:
1. Apabila bertemu dengan tetangga menyapanya.
2. Apabila melewati sekelompok masyarakat menyapa dengan sopan dan permisi.
3. Apabila naik kendaraan di dalam kampung dengan kecepatan rendah dan tidak menggeberkan gasnya atau melepas sarangan knalpotnya.
4. Melayar warga yang meninggal dan memberikan sumbangan.
5. Membantu dan menjenguk warga yang sakit.
6. Memberikan sumbangan untuk pembangunan/ perbaikan rumah ibadah, pos kamling, jalan, jembatan dll yang bersifat kepentingan umum.
7. Ikut serta dalam kegiatan gotong royong/ kerja bakti.
8. Membantu warga yang terkena musibah.
9. Mengikuti pertemua RT dan aktif memberikan ide-ide yang baik.
10. Menjaga keamanan lingkungan misalnya ronda.
11. Minta ijin apabila tidak dapat mendatangi undangan pada acara yang sudah rutin.
12. Berusaha menjadi penengah dalam masyarakat dan tidak memihak.
13. Apabila memiliki rezki yang lebih memberikan santunan kepada tetangga yang memerlukan.
14. Menyadari kekurangan kita dan mudah memaafkan orang lain.

07/10/2015

Alek palek bentanah

30/09/2015

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
اهلا وسهلا ومرحبا بحضوركم

ياايها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن الا وانتم مسلمون

Address

Jurang Mancengan
Palongan
24434

Telephone

0183779142

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ampara'an Kuala Thorosan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share