Imas Sya'banah

Imas Sya'banah Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Imas Sya'banah, Business service, Pamarayan.

Pertama pakai deodorant nya oriflame yg warna abuIni nich yg sy rasain pake Deo Activelle nya oriflame.🌸 Pertama ga biki...
12/05/2019

Pertama pakai deodorant nya oriflame yg warna abu

Ini nich yg sy rasain pake Deo Activelle nya oriflame.
🌸 Pertama ga bikin burket ehhh maksudnya ga bikin lengket gituuu 😁
🌸 Kedua harum nya ga lebay, lembut banget wanginya & ada 5 varian yg bisa kamu pilih 😍
🌸 Ketiga tahan lama, sekali oles tubuh segar seharian 😘
🌸 Keempat mengurangi keringat berlebih 😰
🌸 Kelima AMAN, ga mengandung BHT dan Triclosan yg sudah di warning FDA, karena bahan2 tersebut mengandung unsur karsinogenik.

Oriflame bebas BHT & Triclosan d**g, alhamdulillah...

Nahhh masih ragu dengan deodorant dari oriflame?!!
Yuk di coba mumpung lagi banting harga !!
HANYA Rp 39.900 sajah

Let’s talk pH Balance! :)Ketika kulit kita terlalu asam, akan menyebabkan peradangan dan lebih rentan terhadap infeksi b...
11/05/2019

Let’s talk pH Balance! :)

Ketika kulit kita terlalu asam, akan menyebabkan peradangan dan lebih rentan terhadap infeksi bakteri alias problem jerawat. Ketika kulit kita terlalu basa, biasanya jadi sangat kering, rentan iritasi, eksim, dan kondisi aging lebih cepat.

Yuk pilih pembersih dengan pH Balance yang pas untuk menjaga kesehatan skin barrier (lapisan pelindung kulit) kita. Pembersih yang “pH Balance” berarti memiliki pH yang mirip dengan kulit yang sehat (4.5-5.5).

Secara umum, 5.5 adalah angka yang tidak mengganggu mikroflora kulit, kalo seperti sabun (biasa) alkali (lebih bersifat basa dimana pH-nya lebih dari 7).

Sabun "ringan" sekalipun dapat memiliki pH 9 hingga 11 yang artinya dapat merusak lapisan pelindung dari kulit .



21/02/2019

Keberkahaan lbih penting dr pada NOMINAl

15/02/2019

Your Words shape your children’s World!

“Andreeeeiii…. Tobat deh, tuh liat deh naliin sepatu aja dari tadi gak bisa bisa… Bener bener deh.. lama banget!. Teriak bu Anton pada anak laki lakinya yang berusia 6 tahun yang masih berkutat menalikan sepatunya.
Kehilangan kesabarannya, bu Anton menghampiri anaknya dan mengatakan :”Ngiket tali sepatu aja nggak bisa bisa Dri, bagaimana coba nanti masa depanmu?”
Andri memiringkan kepalanya dan menatap ibunya dengan pandangan heran tanpa kata kata lalu meneruskan mengikat tali sepatunya.
Mungkin dalam hatinya ia berkata :”Ya Allah mama.. ini kan urusan ngikat sepatu doang.. Masa depan masih jauh banget!”.

Tidak sengaja mungkin, tapi banyak sekali kalimat kalimat negatif terlontar dari mulut orang tua ketika menghadapi kenakalan, kelambatan atau tingkah laku yang tidak sesuai dengan harapan, baik bernada meremehkan, merendahkan atau menjatuhkan terhadap anaknya.
Padahal banyak orang percaya bahwa kata kata orang tua itu bak sebuah doa..
Saya teringat pengalaman saya berpuluh tahun yang lalu ketika saya dan teman teman pelatih dari Yayasan Kita dan Buah Hati menyelenggarakan pelatihan Bagaimana ngomong dengan anak di daerah kumuh belakang Mall Mangga Dua Jakarta Pusat. Mula mula pelatihan ini hanya diminati beberapa orang saja..Di hari kedua, ruangan kecil sebelah rumah pak RT itu tak sanggup menampung ibu ibu yang berminat untuk ikut serta. Selama pelatihan itu banyak sekali ibu ibu yang menyesal bahkan menangis dan bertanya bagaimana caranya agar mereka dan anak mereka bisa berubah. Pasalnya selama ini karena hidup mereka susah penuh tekanan, ibu ibu ini sering kehilangan kesabarannya dalam menghadapi anak anak mereka. Mereka bukan saja berkata kasar, mencubit, memukul tapi juga mengatai ngatai anak mereka menggunakan kata kata yang mereka sebut “kebun binatang”. Seorang ibu mengadu sambil berurai air mata pada saya: “Emang bener bu, makin lama kelakuan anak saya makin bandel dan keras banget aja bu!”. Bagaimana bu, bantuin saya ….

Tak luput p**a dari kenangan saya bagaimana ibu saya mengingat seorang ibu yang masih keluarga jauh kami agar menjaga dirinya supaya “mulutnya tidak terlalu tajam” pada anak lelakinya yang sudah remaja. “Nanti, kata ibu saya “Kalau hidup anakmu seperti kata katamu, kau juga yang akan menderita!” Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, dan bulan berganti tahun..kami semua menyaksikan bagaimana ibu itu menderita karena susahnya penghidupan anaknya itu . Dia datang menemui ibu saya menangisi nasib anaknya. Ibu saya menganjurkannya untuk minta ampun pada Allah.

Parenting is all about wiring, bagaimana ujung ujung sinaps kita terkoneksi oleh pengalaman pengalaman hidup kita, termasuk kata kata dan sikap serta perilaku yang kita terima. Tak ubah seperti lampu lampu yang banyak dalam sebuah ruangan.Dibelakang lampu lampu itu pasti banyak kabel kabel yang menghubungkan satu lampu dengan lampu lainnya. Ada warna biru, hijau, kuning, merah, putih dan dibalut selotip. Tekan satu tombol, semua lampu menyala.
Begitulah, kebiasaan kebiasaan yang terbentuk sengaja atau tidak selama pengasuhan baik dari orang tua dan orang sekitar, akan keluar otomatis ketika seseorang itu menjadi orang tua p**a nantinya, lepas dari tinggi rendahnya jenjang pendidikan dan kelas sosial.
Sebagai contoh adalah pengalaman yang sama yang saya peroleh dalam ruang praktek saya.
Seorang gadis remaja yang cantik dan lembut kelihatan sangat bingung, nyaris depresi duduk mematung didepan saya. Dari pembicaraan yang panjang ternyata dia tidak sanggup menggapai target yang diharapkan ibunya yang baginya terlalu tinggi. Dia lelah melompat dan melompat meraihnya ternyata tak pernah sampai, sehingga jiwanya terengah engah. Harapan ibu itu disampaikan dalam kalimat yang bagus dan nada rendah, tapi menekan dan nyelekitnya bukan main.. Semua upaya anak ini tak pernah berharga. Bak kata orang : “When the best is not enough!” Padahal kedua orang tuanya pasca sarjana lulusan Negara adidaya. Bahkan ketika suatu saat ibunya sangat kesal, ia sempat mengatakan pada anaknya :”Lihat tuh kamar anak gadis gak ada bedanya sama kandang ba**!”
Entah bagaimalah dulu nenek anak ini mengasuh ibunya.

Tidakkah dalam keseharian kita, kita menemukan hal serupa terjadi disekeliling kita? Dan kini,anak itu seperti ibu diatas telah menjadi orang tua atau pejabat publik,pimpinan dunia usaha atau lembaga. Tidakkah sesekali atau seringkali pengalaman lamanya otomatis muncrat dalam kesehariannya?. Kata kata kasar bahkan keji dan sikap sikap yang kurang terpuji?. Atau kita menemukan dan mengalami ada dilingkungan keluarga atau masyarakat seseorang yang sangat baik dan rendah hati, santun dan dermawan,atau bersikap terpuji bak negarawan? . Paling tidak kita mengetahui bagaimana "wiring" mereka.
Kalau anda bawahan orang yang kasar dan anda mau jadi mulia, maka maafkan sajalah. Yang sehat yang ngalah. Mau tak mau kita benarkan jualah pepatah lama: Buah Jatuh tak jauh dari pohonnya!"
Bagi kita yang penting adalah mewaspadai diri sendiri dalam berkata kata, karena kita tentu tak mau menderita dihari tua, ketika menyaksikan anak kita suatu hari nanti memarahi anaknya, cucu kita!.

Makna kata kata bagi anak.

Bila kata kata yang keluar dari ayah ibu, kakek nenek, paman bibi, guru dan orang penting lain sekitar anak, penuh kasih dan sayang, penerimaan, penghargaan dan pujian, maka jiwa anak menjadi sangat padat, kokoh dan bahagia. Keadaan ini yang membuat mereka merasa berharga dan percaya diri. Tapi bila sebaliknya, konsep diri tidak terbentuk dengan baik, hampa dan berongga. Dari mana anak bisa merasa berharga hatta didepan orang tuanya sendiri? Apalagi PeDe!.
Anak anak seperti ini akan tumbuh jadi pribadi yang sulit diajak kerjasama, melawan dan menyimpan berjuta emosi negatif dari sedih yang dalam , kecewa, bingung, takut, ingin menjauh dari orang tua, benci bahkan sampai dendam!
Bagaimanalah hubungan anak dan orang tua tersebut?. Jarak antara keduanya tak bisa dihitung dengan kilometer. Apa yang ditanam itulah yang dipetik dihari tua. Hanya anak dan orang tua itu saja yang faham bagaimana sesungguhnya makna dari hubungan mereka.Karena umumnya hal ini susah diungkapkan dengan kata kata, hanya hati yang merasa.

Perbaiki kata dalam bicara dan lempar anakmu kemasa depan secara emosional…

Otak kita, seperti juga tubuh kita berkembang dan berfungsi secara bertahap, pakai proses. Tentu saja perlu waktu. Tapi banyak orang tua lupa akan hal ini dan ingin semuanya berlangsung cepat. Jadi sering kali mereka bicara dengan anaknya seolah anak itu sudah besar dan mengerti apa yang dia katakan dan harapkan.
Saya tak hentinya bersyukur dianugrahi Allah orang tua yang bijak dan menjalankan aturan agama. Berkata dengan baik baik, memanggil dengan panggillan yang baik, penuh kasih dan perhatian.
Waktu kecil, saya sangat kurus, kulit sawo matang agak gelap dan asmatis p**a, bayangkanlah!.
Apa yang diajarkan ayah dan ibu saya selalu bertahap dan dengan ajakan dan harapan tentang masa depan yang saya jangankan bisa membayangkannya, mengerti saja tidak.

Suatu hari ibu saya berkata pada saya:”Mau nggak Elly, mama ajarkan bagimana caranya masak dengan cepat?”. Lalu ibu saya bercerita tentang mengapa itu perlu, memberikan contoh dikeluarga kami ada ibu ibu yang sudah punya anak tapi tak mampu melakukan tugas dapur dan tata laksana rumah tangganya dengan baik. Lalu ibu saya melemparkan saya secara emosional kedepan dengan berkata seperti ini:”Nanti, insha Allah Elly akan punya suami yang hebat,pejabat p**a. Sebagai perempuan kita ini nak harus bisa “diajak ketengah”(masuk dalam pergaulan menengah), tapi rumah dan dapur harus selesai!”. Saya tidak bisa membayangkannya.

Puluhan tahun kemudian, seperti orang lain juga, kami merangkak dari bawah dan sampai pada suatu titik, dimana sebagai staf dari pejabat tinggi Negara kami kebagian tugas untuk menerima tamu yang juga merupakan pejabat tinggi atau utusan Negara lain pada saat “open house” lebaran dirumah beliau.
Saya datang dan mencium lutut ibu saya, berterima kasih atas kata kata beliau dulu dan doanya. Saya tidak bisa datang dihari pertama lebaran karena saya mendampigi suami saya bertugas.Seperti yang dulu beliau sering ucapkan kepada saya, benar adanya:suami saya “membawa saya ketengah!”. Ibu saya membelai belai kepala saya dan menciumnya.

Mungkin bagi orang lain ini hal sederhana dan biasa saja, tidak begitu buat seorang Elly yang dulu kurus, hitam, dan asmatis p**a. Lagi p**a, kami berasal dari sebuah kampung di ujung Sumatra, yang namanya tak akan anda temukan di peta!. apa yang saya alami buat saya dan keluarga saya sesuatu yang luar biasa, tak terbayangan sebelumnya.

Didaerah kami itu, ada kebiasaan orang tua bila marah menyebut anaknya : “Bertuah!” yang artinya “Sakti, Keramat, Beruntung atau Selamat!”
Jadi kalau anaknya nakal sekali ayah atau ibunya akan berkata atau berteriak : “Ya Allah ini anaaaak, benar benar ‘bertuah’ engkau !”.
Seandainyalah kalau kita lagi marah sama anak kita, kita bisa mengucapkan kata yang serupa....
Belakangan saya membaca riwayat Imam Abdurrahman Sudais yang mungkin juga anda sudah tahu. Bagaimana ketika beliau kecil, juga s**a iseng atau mungkin nakal. Ibu beliau tengah menyiapkan jamuan makan dan sudah mengatur dengan rapih makanan yang akan disantap. Tak disangka Sudais kecil mengambil pasir dan menaburkannya diatas makanan tersebut. Tapi mulianya sang ibu yang sangat kecewa itu : Beliau “menyumpahi” anaknya dengan kata :” Ya Allah semoga anakku ini menjadi imam Haramain!” (Kedua mesjid :Al Haram dan Nabawi)

Di negeri kita ini banyak kisa serupa.Saya menamatkan membaca buku Athirah yang mengisahkan riwayat hidup ibunya bapak wakil presiden Jusuf Kalla, yang sekarang filmya sedang tayang di bioskop.
Alkisah ibu Athirah ini sedang berkendara dengan pak JK dan mereka melewati rumah Gubernur Sulawesi Selatan. Ibu Athirah berkata (kurang lebih) pada anak lelakinya yang sangat setia ini :”Saya sebenarnya mengharapkan engkau tinggal dirumah itu!”. Kenyataannya, pak Kalla dapat jabatan yang lebih tinggi dari Gubernur.

Walaupun sebagai orang tua kita telah berusaha melakukan yang sebaik yang kita bisa untuk anak anak kita, tapi kita tetap manusia yang bersifat silap, salah, tidak tahu atau lupa!.
Sayapun juga begitu, tak luput dari semua itu.Saya melakukan banyak kesalahan sebagai seorang ibu. Lalu begitu sadar, saya sujud, mohon keampunan Allah .

Marilah kita lihat masa lalu kita lewat kaca spion saja agar tidak lupa, tapi yuk kita fokus ke masa depan. Kita minta ampun pada Allah untuk semua keliru dan salah yang kita lakukan sengaja atau tidak sengaja. Kini dan kedepan mari berikan anak kita pondasi yang kokoh untuk mampu tegar di tengah persaingan yang semakin seram saja.
Percayalah, semua anak akan Allah beri masa depan dan itu bak dinding yang hampa. Biarkanlah anak itu melukisnya sendiri.
Marilah kita terus menerus belajar mengendalikan kata kata karena: Your words shape your children’s world !

Bekasi ,2 Oktober 2016
Risman

12/02/2019

Bismillah,,
pengingat diri

08/02/2019

Seorang mantan buruh pabrik, Sekarang Sukses mnjlanakan Bisnis Oriflame ,,,😍😍😍😍

Siapa sjaa yang mau dan YAKIN pasti BISA silukses disini..

16/12/2018

8 Kebiasaan Sepele yang Bikin Kulit Wajahmu Putih Bersinar, Nggak Perlu Krim atau Perawatan Mahal!

1.Biasakan membasuh wajah dengan air hangat tiga kali sehari, agar wajah senantiasa segar dan berseri
Biasakan membasuh wajah dengan air hangat tiga kali sehari, agar wajah senantiasa segar dan berseri

2.Biasakan membasuh wajah dengan air hangat tiga kali sehari, agar wajah senantiasa segar dan berseri

3,Jika kamu ingin kulit wajah yang putih bersinar, jadilah penikmat setia jus lemon yang diracik tanpa gula
kamu ingin kulit wajah yang putih bersinar, jadilah penikmat setia jus lemon yang diracik tanpa gula

4.Agar kulit wajahmu lebih putih dan ayu, pakailah masker susu yang dikombinasikan dengan air mawar dua kali seminggu
Masker wajah memang memiliki khasiat untuk memberikan perawatan ekstra pada wajah. Selain mengencangkan kulit, menyempitkan pori-pori, masker juga dapat mencerahkan wajah. Masker dapat mengurangi kulit kusam dan juga bintik hitam pada wajah yang sangat mengganggu.

5.Meski terdengar klise, banyak minum air putih nyatanya bisa membuat kulitmu jadi lebih bersih dan cerah, lho!
Jus lemon memang disarankan, tapi jangan sampai lupa mengkonsumsi air putih, ya!

Air putih punya fungsi untuk membuang zat-zat yang nggak diperlukan tubuh, termasuk kotoran-kotoran yang bersarang di wajahmu. Selain itu, air putih juga akan membantu melancarkan penyebaran nutrisi bagi tubuh dan melancarkan sistem metabolisme tubuh. Semakin lancar metabolisme tubuh, maka akan semakin sehat dan bersih juga kulitmu

6.Selain lewat minuman, kamu juga disarankan untuk memasukkan sayuran ke dalam menu makanan harianmu

Sayuran mengandung nutrisi dan vitamin yang sangat baik untuk kesehatan kulitmu. Mulai perbanyak konsumsi sayuran segar setiap hari. Mengonsumsi sayuran yang segar nggak hanya bagus untuk kesehatan tubuh tapi juga bagus sekali untuk mencerahkan kulitmu. Sayuran yang masih segar akan menyuplai nutrisi dan vitamin yang penting bagi tubuh, sehingga kulit akan terjaga kesegarannya.

7.Kurangi begadang sampai tengah malam, cukupkan kebutuhan tidurmu minimal 7-8 jam sehari
kamu selalu mendapatkan jatah tidur yang cukup, minimal 7-8 jam dalam sehari. Pola tidur yang baik dapat berdampak baik bagi kesehatan kulitmu. Wajah akan senantiasa terlihat segar dan lebih bersih karena proses regenerasi kulit ketika tidur di malam hari nggak terganggu. Begadang atau tidur larut malam hanya akan membuat wajahmu tampak keriput, kusam dan menua.

8.usaha memutihkan kulit wajah nggak sia-sia, please rutin gunakan tabir surya atau pelembab saat ingin keluar rumah
Polusi mengandung berbagai macam zat beracun dan kotoran yang dapat mematikan sel kulit serta memicu timbulnya jerawat pada wajah. Sementara, sinar matahari dapat membakar dan merusak jaringan kulitmu.

Jaga dan lindungi dirimu dari paparan polusi dan sengatan sinar ultraviolet dengan selalu memberikan perlindungan sebagai bentuk pencegahan awal. Gunakan tabir surya, masker saat di jalan raya, serta kacamata atau topi agar wajah terlindung dari sengatan matahari.

Nah, dengan konsisten untuk menerapkan kebiasaan-kebiasaan sederhana di atas, kulit wajah yang bersih, putih, sehat bakal kamu dapatkan tanpa perawatan yang mahal

Sumber , Gogle.com

Sejak Januari 2017, Oriflame Launch produk Essentials Fairness baru, yang mengandung ekstrak pomelo.Untuk di ketahui, Es...
15/12/2018

Sejak Januari 2017, Oriflame Launch produk Essentials Fairness baru, yang mengandung ekstrak pomelo.

Untuk di ketahui, Essentials Fairness dari Oriflame adalah seri perawatan dasar untuk semua jenis kulit yang membantu mencerahkan kulit. Diformulasikan dengan Ekstak Pomelo alami.

Klaim produk ini : merawat kecerahan

Apa sih pomelo itu?

Pomelo adalah buah jeruk berukuran besar yang kalau di Indonesia lebih di kenal dengan
nama jeruk Bali (bahasa ilmiahnya citrus grandis , citrus maxima). Selain rasanya yang
enak dan segar, khasiat buah pomelo juga dapat mempercantik kulit,

Jeruk Bali ternyata punya segudang manfaat untuk merawat kulit dan kesehatan tubuh karena memiliki kandungan : Vitamin C kadar tinggi, asam amino, Kalium, Pektin, Likopen, Zat pembersih darah, pigmen bioflavanoid, Vit A, Vit B3, Vit B1, Vit B2 dan juga kandungan

saya coba googling manfaat pomelo untuk kesehatan kulit adalah sebagai berikut :
-Kandungan asam amino serta vitamin C yang tinggi dalam Pomelo, menjadikan banyak ahli kecantikan kulit memakai buah ini dalam ritual perawatan kulit untuk menghaluskan , melembabkan, serta melembutkan kulit dan membuat kulit jadi awet muda.Bisa mengurangi komedo di wajahKandungan likopen memberikan efek antibakteri dan antioksidan sehingga mampu mengatasi jerawat, noda hitam, dan penangkal radikal bebasPomelo kaya akan asam alfa hidroksi yang bisa mengencangkan kulitPomelo berkhasiat mencerahkan warna kulit secara merata

Lalu apa sih kelebihan dari produk Essentials Fairness ini?
"Kandungan bahan alami yaitu Ekstrak Pomelo Dilengkapi UV Filters yang membantu menjaga kulit tampil cerah alami. Cocok untuk semua jenis kulit.Wanginya pas banget yaitu keharuman citrus yang segar.Kemasannya elegan.
Bisa dibawa kemana-mana. Dan higienis.Harganya sangat terjangkau.

Essential Fairness yang bisa dipakai oleh kita yang ingin memiliki kulit cerah dengan bahan dasar alami, yaitu :

●Essentials Fairness Softening Body Lotion UV Filter :

Pelembab tubuh yang dilengkapi dengan UV Filters untuk menjaga kulit dan merawat kulit agar tampak cerah alami.

●Essentials Fairness Protecting Face Cream SPF 10 :

Krim wajah yang melembabkan dan merawat kulit tampak segar dan cerah . Dengan SPF 10 yang bisa memberi pelindungan terhadap sinar matahari selama kurang lebih 150 menit untuk kulit Asia.

●Essentials Fairness Mild Soap Bar :

Sabun batang yang membersihkan, menutrisi, dan merawat kulit agar tampak cerah dengan keharuman citrus yang menyegarkan. Dapat digunakan untuk tubuh dan wajah.

●Essentials Fairness Multi Benefit Gel Wash for all skin types :
Gel pembersih wajah dengan aroma citrus yang segar.

●Essentials Fairness Exfoiating Scrub for all skin types :
Scrub deep-cleaning yang membantu menjaga kulit agar tetap bernafas. Gunakan 1 minggu sekali.

Banyak suami yang ramah pada klien di kantornya, namun menjadi sedemikian jutek di hadapan pasangan dan anaknya…Banyak s...
14/11/2018

Banyak suami yang ramah pada klien di kantornya, namun menjadi sedemikian jutek di hadapan pasangan dan anaknya…
Banyak suami yang betah untuk berlama-lama bersama sahabat-sahabatnya, namun tidak nyaman membersamai pasangan dan anaknya…
Banyak suami yang senang mendengarkan dan larut dengan isi hati orang di luar rumah, namun sering menghakimi isi hati orang di dalam rumah ketika anak istrinya curhat
Banyak suami yang cenderung toleran dengan ketidaksengajaan yang dilakukan rekan kerja, namun sangat sensitif dengan kesalahan kecil yang dilakukan anak dan pasangan di rumah
Padahal, jika kita simak satu hadis ini
"Orang yang imannya paling sempurna di antara kaum mukminin adalah orang yang paling bagus akhlaknya di antara mereka, dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik akhlaknya terhadap istri-istrinya" (HR Tirmidzi)
Kalau melihat hadis ini, maka apa sejatinya yang perlu dilakukan suami?
Jika bisa ramah sama klien di kantor, sejatinya sama istri dan anak sendiri, bisa jauuuuhh lebih ramah lagi, karena bukankah klien paling utama kita adalah keluarga kita?
Jika bisa betah berlama-lama bersama sahabat, sejatinya kita perlu bisa lebih lagi bisa membersamai pasangan dan anak kita, karena bukankah kita punya kewajiban lebih akan keluarga yang kita pimpin?
Jika bisa mendengarkan curhat orang di luar rumah, sejatinya kita perlu bisa lebih empati dan memahami isi pikiran dan perasaan anak dan pasangan kita. Karena kalau bukan kita, apa kita rela jika itu dilakukan oleh orang luar?
Jika kita bisa toleran dengan kesalahan kecil yang dilakukan rekan kerja, sejatinya kita perlu lebih bisa toleran lagi dengan kesalahan kecil yang dilakukan keluarga kita. Toleranlaah sesekali dengan masakan yang mungkin tidak sesempurna yang kita harapkan, dengan rumah yang sudah dirapihkan namun belum rapih-rapih amat. Karena sejatinya, keluarga kita pun sudah do the best sebisa mereka
Karena yang berada di dalam rumah, sejatinya lebih memiliki hak atas diri kita….
Kira-kira,
Di hari pengadilan kelak, pasangan dan anak-anak kita, akankah menjadi pendakwa atau pembela kita?
Originally created by

Address

Pamarayan

Telephone

+6281224417734

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Imas Sya'banah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Imas Sya'banah:

Share