03/03/2020
HANCURNYA MLM DI INDONESIA
MLM (Multi Level Marketing) adalah sebuah konsep revolusi di dunia marketing, yang seharusnya menjadi solusi bagi mereka yang ingin berbisnis tapi tidak banyak mempunyai modal. Namun kenyataannya MLM di Indonesia berubah menjadi HANTU yang menakutkan. Kenapa...?
Begini ceritanya...
Hampir semua MLM di indonesia berproduk TERSIER (bukan kebutuhan pokok bagi masyarakat), walaupun ada p**a yang berproduk PRIMER. Namun sekalipun jenis produknya sudah PRIMER tetapi harganya selangit, hingga akhirnya jadi TERSIER juga.
Ketika seseorang bergabung di MLM mendadak ia mempunyai KEBUTUHAN BARU yang sebelumnya nggak butuh produk produk itu dan nggak pernah mengkonsumsi produk produk itu. Mereka lupa bahwa KEBUTUHAN BARU mereka itu harus ditunjang dengan ANGGARAN BARU, yang sebelumnya nggak pernah ngeluarin duit buat beli produk produk itu sekarang jadi ngeluarin duit buat belanja produk produk itu.
Namun demi sebuah impian SUKSES mereka rela menerjang hukum hukum ekonomi yang berlaku, bahwa produk berjenis TERSIER itu mempunyai kesulitan lebih tinggi dalam memasarkannya dibanding dengan produk produk jenis PRIMER.
Para member berkewajiban melakukan belanja terhadap produk produk TERSIER tersebut, namun ironisnya sebagian dari mereka tidak sampai hati mengkonsumsinya sendiri, karena sebenarnya emang gak butuh produk produk mahal itu. "Gakpapa... kan produknya bisa DIJUAL..."(kata seorang leader saat memberi semangat kepada para membernya).
Akhirnya mereka berjualan dan menjadi pedagang produk produk MLM.
(Kalau mau dagang mending dagang produk primer aja yaitu produk produk yang menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat, pasti cepat laku, meski untungnya dikit yang penting cepet muter).
Hakikat MLM yang sebenarnya tidak membentuk membernya untuk menjadi pedagang, tetapi membentuk para membernya menjadi End user (konsumen akhir) dan Leader (pembangun jaringan), bukan Reseller (pedagang).
Bayangkan ketika dalam satu kampung semuanya sudah menjadi mem