22/02/2020
Yakin itu Harus
Menariknya, keyakinan itu menular. Karena itulah, ada baiknya kita sering-sering bergaul dengan para mentor, orang-orang yang duluan sukses, dan orang-orang yang berpikir positif.
Keragu-raguan, sekecil apapun, harus dihindari.
Sekarang, coba Anda perhatikan ini. Banyak orang yang mengemudi lambat-lambat di jalan-raya. Selamatkah mereka? Kemungkinan besar, selamat.
Nah, banyak p**a orang yang mengemudi cepat-cepat di jalan raya. Ngebut. Selamatkah mereka? Yah, selamat juga. Kedua-duanya selamat. Terus, siapa yang celaka? Yang celaka adalah mereka yang ragu-ragu.
Banyak orang orang memutuskan untuk jadi karyawan. Sukseskah mereka? Mungkin saja. Nah, banyak p**a orang yang memutuskan berhenti jadi karyawan, terus jadi pengusaha.
Sukseskah mereka? Mungkin juga. Kedua-duanya selamat. Terus, siapa yang celaka? Yang celaka adalah karyawan yang coba-coba jadi pengusaha TAPI ragu-ragu. Ingat, ragu-ragu artinya yakin untuk gagal.
Satu lagi. Keyakinan jangan pernah disandarkan pada uang.
- Ada uang, yakin.
- Nggak ada uang, tetap .
- Sudah closing, yakin.
- Belum closing, tetap yakin.
- Selagi bersama Allah, kita harus yakin.
Apalagi di PayTren misalnya, kita dibersamai para mentor, orang-orang yang duluan sukses, dan orang-orang yang berpikir positif. Harusnya tambah yakin d**g!