18/09/2017
"Para teolog membahas Tuhan dan mengatakan ia begini dan begitu, seolah Tuhan itu seperti itu, padahal Tuhan sendiri bilang, dia tak seperti ini dan tak seperti itu.
Para filosof membicarakan Tuhan, padahal mereka sendiri yang bilang, bahwa Wujud tidak dapat didefinisikan (diifahami).
Para urafa mabuk mereka semua seolah-olah tau batasan dari TUHAN YANG TAK TERBATAS namun ada seseorang yang berjalan dengan kesendirian. Mencari cara agar dapat mengamit lengan si miskin dan si sakit sambil berbicara ditelinga mereka, bahwa "aku mencintai kalian".
Begitu banyak orang yang berbicara dan menyembah Tuhan, Tapi sedikit yang meniru pekerjaan Tuhan.
Seseorang mungkin saja dapat beribadah semalam suntuk, atau bertafakur berhari-hari. Tapi tidak semua mampu mempersembahkan hari-harinya untuk membantu sesama yang sedang dalam kesusahan.
Agama bukanlah hanya berada di mihrab-mihrab tempat pengasingan, atau diatas sajadah-sajadah harum, ada di even-even ritual dan majelis-majlis zikir. Ia ada bersama perut tetanggamu yang lapar, saudara ataupun temanmu yang sakit dan seorang diri. Pada mereka yang berhutang padamu dan tidak mampu lagi membayar.
Agama ada pada tangisan terasing anak-anak tanpa Ibu dan Bapak.
Engkau yang menyembah Tuhan berhari-hari, namun menatap wajah si susah dengan pandangan dingin tanpa belas kasihan. Kau tidak sedang menyembah Tuhan, kau sedang menyembah setan. Berbuat baiklah, karena ΞLLΞH menyenangi orang yang berbuat baik."
(syeikh Taqi Bahjat)
ππ³πΎπΉππ³πΎπ