25/12/2018
JIKA KITA SEPAKAT BAHWA "NKRI HARGA MATI" MAKA JANGAN SERAHKAN EKONOMI DIGITAL INDONESIA KE PIHAK ASING KARENA ITU SAMA SAJA MENGUNDANG KOLONIALISME ZAMAN NOW
Prediksi saya bahwa 5 tahun yg akan datang 50% rakyat Indonesia akan jadi komunitas Cashless Society bukanlah ramalan, krn prediksi durasi dan persentasenya mendekati hasil peneletian Temasek dan Google. 😄👇
Dikutip dari berita Tirto bahwa berdasarkan penelitian "The Opertunity Of Indonesia" yg digagas Temasek dan Google, diperkirakan pada tahun 2025 yad, akan ada 119 juta penduduk Indonesia yg beralih menjadi pembeli online seiring tingginya pengguna internet. Maka tak heran jika Indonesia menjadi serbuan e-commerce raksasa asing, seperti Temasek, Google, Tenchent, Alibaba, dll.
Namun, rakyat Indonesia perlu tahu bahwa melalui Ustadz Yusuf Mansur, Indonesia juga memiliki e-commerce PT. Veritra Sentosa Internasional (VSI) yg tak kalah kerennya, istimewanya krn 💯% karya dan asli milik bangsa Indonesia tanpa investor asing.
VSI yg didirikan UYM memiliki belanjaQu sebagai Marketplace Komunitas Pertama di Indonesia untuk urusan belanja online.
Ada PayTren sebagai Bank Digital Pertama di Indonesia untuk urusan Transfer Dana dan layanan Payment Point Online Banking (PPOB).
Ada Kopindo sebagai koperasi Berjamaah Pertama di Indonesia untuk urusan simpan pinjam.
Ada PayTren Aset Manajemen sebagai sarana investasi untuk urusan reksa dana.
Selain itu, masih ada beberapa jenis usaha komunitas yang digagas UYM, dan istimewanya semuanya dibentuk secara legal hukum negara dan sesuai syariah.
Jika bangsa besar ini memiliki produk yg 💯% karya dan asli milik bangsa Indonesia, kenapa harus menggunakan produk asing atau produk lokal bersaham asing? Itu sama sj bangsa ini ikut memakmurkan para investor asing yg keuntungannya bukan utk membangun Indonesia tapi untuk membangun megara asal para investornya.
Saatnya kita sadar betul akan pentingnya cinta produk Indonesia melalui implementasi tindakan, bukan kiasan di bibir saja.
Saatnya kita hijrah ke komunitas positif PayTren, dan menjadi bagian dari kekuatan membangun ekonomi digital bangsa Indonesia.
PayTren adalah masa depan ekonomi digital bangsa Indonesia yg menjadi kompetitor derasnya serbuan e-commerce raksasa di dunia ke Indonesia.
Kemampuan PayTren bersaing dengan kompetitor asing, tergantung dari kesadaran rakyat Indonesia untuk mencintai dan memakai PayTren sebagai aset nasional bangsa Indonesia.
Alibaba (Alipay milik Jack Ma) memperoleh platform dengan basis konsumen yang besar dan terus tumbuh di luar China.
Pasar e-commerce Asia Tenggara dinilai mempunyai pertumbuhan business to customer (B2C) yang sangat cepat. Menurut penelitian “The Oportunity of Indonesia” yang digagas Temasek dan Google, pertumbuhan e-commerce di Indonesia meningkat seiring dengan tingginya pengguna internet.
Diperkirakan pada 2025 mendatang, akan ada 119 juta orang yang beralih menjadi pembeli online di Indonesia. Maka dari itu, tak heran banyak sekali raksasa e-commerce di dunia yang tertarik pasar Asia Tenggara.
t.me/InfoPayTren517
Mitra Paytren Moutong
+6285271120597