01/09/2021
Di sosmed sangat mudah ghibah
# Bagi-bagi Pahala Gratis dan Bangkrut
Kebangkrutan Besar Akibat Buruknya Lisan di Sosial Media
Sosial media ada juga sisi negatifnya, yaitu setiap orang bebas berbicara negatif, mencaci dan mencela. Lebih bebas daripada di dunia nyata karena ia bisa sembunyi di balik akun sosial media yang ia punya, bisa lebih berani karena tersembunyi dan bisa lebih lari dari tanggung jawab.
Sebagai seorang mukmin, tentu sangat tidak layak
“Sesungguhnya orang mukmin itu orang yang tidak s**a melaknat, mencela, berkata keji/jorok, dan kotor” (HR. Ahmad)
Tulisan di sosmed kedudukannya sama dengan ucapan lisan. Sebagaimana kaidah:
الكتابة تنزل منزلة القول
“Tulisan (hukumnya) sebagaimana lisan”
Ketika lisan s**a mencaci, mencela, melaknat, ghibah dan berkata-kata kotor kepada orang lain, ini sama saja kita akan “bagi-bagi pahala gratis” kepada mereka kemudian kita akan bangkrut. Mengapa demikian? Karena dengan lisan dan tulisan kita, mereka yang kita cela dan caci-maki adalah pihak yang kita dzalimi. Jika kita tidak meminta maaf di dunia, maka urusan akan berlanjut di akhirat.
Kompensasinya adalah sebagai berikut:
Jika punya pahala kebaikan seperti pahala shalat dan puasa, maka akan dibagi-bagikan kepada mereka yang didzalimi di dunia dan belum selesai perkaranya artinya belum ada maaf dan memaafkan.
Jika yang mendzalimi (mencela dan memaki) sudah habis pahalanya, maka dosa orang yang didzalimi akan ditimpakan dam diberikan kepada orang yang mendzalimi
Inilah yang disebut dengan orang yang bangkrut atau “muflis” di hari kiamat berdasarkan hadits
BACA SELENGKAPNYA:
https://muslim.or.id/29950-kebangkrutan-besar-akibat-buruknya-lisan-di-sosial-media.html
Penyusun: Raehanul Bahraen
Follow juga: