19/02/2025
Fakta Unik Kota Payakumbuh yang Jarang Diketahui
Kota Payakumbuh bukan hanya terkenal dengan rendangnya yang mendunia atau pesona Lembah Harau yang memukau. Ada banyak hal unik yang mungkin belum banyak orang tahu tentang kota ini. Berikut adalah beberapa fakta menarik yang bisa menambah wawasan Anda tentang Payakumbuh.
1. Kota dengan Nama yang Mengandung Makna Filosofis
Nama "Payakumbuh" berasal dari dua kata dalam bahasa Minang, yaitu "payau" yang berarti rawa atau genangan air dan "kumbuh" yang berarti tumbuh atau berkembang. Filosofi di balik nama ini menggambarkan Payakumbuh sebagai daerah yang dulunya berawa-rawa tetapi berkembang menjadi kota yang subur dan makmur.
2. Tempat Lahirnya Randang yang Otentik
Meski rendang dikenal sebagai kuliner khas Minangkabau secara umum, banyak yang tidak tahu bahwa daerah Payakumbuh dan sekitarnya adalah salah satu tempat awal berkembangnya rendang. Bahkan, banyak usaha rendang skala rumahan hingga ekspor berasal dari kota ini.
Uniknya, masyarakat Payakumbuh memiliki teknik memasak rendang dengan proses yang sangat tradisional dan bisa memakan waktu lebih lama dibandingkan daerah lain.
3. Payakumbuh Pernah Menjadi Ibu Kota Darurat Sumatera Barat
Saat agresi militer Belanda II tahun 1948, Payakumbuh sempat menjadi ibu kota darurat Sumatera Barat menggantikan Bukittinggi yang saat itu diduduki oleh Belanda. Kota ini menjadi pusat perlawanan dan strategi perjuangan rakyat Minangkabau dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
4. Sumber Mata Air Ajaib Batang Tabik
Batang Tabik, salah satu sumber mata air utama di Payakumbuh, dikenal memiliki air yang sangat jernih dan rasanya lebih segar dibandingkan air kemasan biasa. Air ini dipercaya memiliki kandungan mineral alami yang sangat baik untuk kesehatan, bahkan sering disebut sebagai "air ajaib" oleh masyarakat setempat.
5. Kota dengan Sapi Terbanyak di Sumatera Barat
Payakumbuh memiliki jumlah populasi sapi potong dan sapi perah tertinggi di Sumatera Barat. Kota ini bahkan dijuluki sebagai "Kota Peternakan" karena berkontribusi besar dalam memasok daging sapi dan susu segar ke berbagai daerah, termasuk ke luar provinsi.
6. Memiliki Sistem Irigasi Kuno yang Masih Berfungsi
Salah satu warisan peradaban Minangkabau yang masih berfungsi hingga saat ini adalah sistem irigasi tradisional bernama Bandarejo. Sistem ini memungkinkan air dialirkan secara alami ke sawah-sawah tanpa menggunakan mesin atau p***a modern.
7. Kota dengan Pengaruh Islam yang Kuat
Selain dikenal sebagai kota perdagangan dan peternakan, Payakumbuh juga memiliki sejarah panjang dalam pendidikan Islam. Beberapa ulama besar Minangkabau berasal dari daerah ini, dan banyak pesantren serta lembaga pendidikan Islam yang berkembang pesat.
8. Jembatan Ratapan Ibu: Simbol Kesedihan di Masa Penjajahan
Jembatan Ratapan Ibu adalah salah satu situs bersejarah di Payakumbuh. Nama "Ratapan Ibu" berasal dari kisah pilu saat penjajahan Belanda, di mana banyak pemuda Payakumbuh yang ditangkap dan dieksekusi di dekat jembatan ini. Para ibu mereka hanya bisa menangis dan meratap menyaksikan peristiwa tragis tersebut.
9. Memiliki Jaringan Wi-Fi Gratis di Banyak Tempat
Sebagai kota yang terus berkembang, Payakumbuh memiliki banyak titik akses Wi-Fi gratis di area publik, termasuk taman kota dan pusat keramaian. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung digitalisasi dan konektivitas masyarakat.
10. Kota dengan Rasio UMKM Tertinggi di Sumatera Barat
Dibandingkan kota lain di Sumatera Barat, Payakumbuh memiliki rasio Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang sangat tinggi terhadap jumlah penduduknya. Banyak warga yang bergerak di sektor kuliner, kerajinan tangan, dan fashion berbasis budaya Minangkabau.