13/10/2021
Sudah saatnya petani mencoba pupuk organik dari pertanian organik dalam pertanian
Pupuk merupakan bahan yang mengandung satu atau lebih unsur hara atau nutrisi bagi tanaman untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Unsur hara yang dibutuhkan tanaman adalah C, H, O (melimpah di alam), N, P, K, Ca, Mg, S (unsur hara makro) dan Fe, Mn, Cu, Zn, Cl, Mo, B (unsur hara). mikro). Menurut proses pembuatannya, pupuk dibedakan menjadi pupuk alami dan pupuk buatan. Pupuk alam adalah pupuk yang diperoleh langsung dari alam, misalnya fosfat alam, pupuk kandang, pupuk hijau dan kompos. Jenis pupuk lain yang dihasilkan oleh proses pembuatan umumnya disebut pupuk buatan. Kadar hara, jenis hara dan komposisi hara dalam pupuk buatan ditentukan oleh produsen (Balitanah, 2015).
pupuk anorganik atau pupuk buatan pabrik pertama kali diperkenalkan kepada petani Indonesia pada tahun 1970-an, dengan tujuan untuk meningkatkan produksi pertanian. Pada awalnya, tidak banyak petani yang percaya bahwa pupuk buatan dapat meningkatkan produksi pertanian, namun berkat bimbingan dan saran yang terus menerus dan sistematis yang diberikan oleh penyuluh pertanian bersama dengan para pemangku kepentingan, petani dapat yakin akan manfaat penggunaan pupuk buatan. Hasilnya ternyata sangat berbeda dengan yang dilakukan petani selama ini. Dan dalam waktu yang tidak lama lagi, aplikasi pupuk buatan pada lahan pertanian sudah sangat digemari oleh para petani Indonesia.
Akhir-akhir ini muncul permasalahan, ternyata penggunaan pupuk buatan dalam waktu yang lama dapat merusak fisik, kimia dan biologi tanah, sehingga menurunkan kemampuan tanah untuk mendukung ketersediaan air, unsur hara dan kehidupan mikroorganisme. Akibatnya, produksi pertanian juga menurun.
Seiring dengan peningkatan pengetahuan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, kebutuhan untuk mengkonsumsi produk pertanian yang berwawasan lingkungan dan bebas dari pengaruh obat-obatan juga meningkat. Penggunaan pupuk organik diyakini dapat menghasilkan produk pertanian yang sehat, berkualitas dan ramah lingkungan.
Pertanian organik merupakan salah satu pupuk organik yang saat ini banyak digunakan oleh petani untuk meningkatkan produksi kegiatan pertaniannya. Berdasarkan pengamatan di lapangan, terlihat bahwa penggunaan pupuk organik dari pertanian organik dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik sebesar 25-50%.
Hasil demo sampling pemanenan tanah menggunakan pupuk organik dari pertanian organik di kelompok Batu Nyariang Nagari Koto Gadang Guguak pada 17 November 2020, menunjukkan peningkatan produksi dari 5,2 ton menjadi 6,1 ton per hektar. Peningkatan produksi yang signifikan! Hasil serupa juga terlihat pada demplot yang dilakukan di kelompok Permata Nagari Cupak pada Maret 2020, dari 5, ton per hektar menjadi 6,5 ton per hektar.
Telah terjadi peningkatan produksi pertanian yang signifikan melalui penggunaan pupuk organik dari pertanian organik, diduga karena pertanian organik adalah pupuk organik super aktif atau bergizi yang sudah mengandung nutrisi lengkap sesuai kebutuhan tanaman, yang dilengkapi dengan bakteri. yang menjadi biokatalisator dalam proses perbaikan sifat fisik, biologi, dan kimia tanaman dalam rangka mengembalikan kesuburan (ecoracingofficial.com).
Berdasarkan hasil diagram demonstrasi penggunaan pupuk organik dari pertanian organik yang dilakukan di Batu Nyariang Nagari Koto Gadang dan Permata Nagari Cupak Poktan, penulis berpendapat bahwa sudah saatnya bagi petani di Kecamatan Gunuang Talang khususnya, Solok pada umumnya mencoba menggunakan pupuk organik dari pertanian organik dalam pertanian karena:
1. Dapat meningkatkan produksi pertanian
2. Dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik 25 - 50%
3. Ramah lingkungan
4. Biji-bijian yang dihasilkan lebih ringkas dan timbangan lebih berat
5. Mengurangi biaya produksi.
Selamat mencoba, semoga petani Indonesia tetap jaya!
Daftar Pustaka
Balitanah.litbang.pertanian.go.id
Oleh : Ir. Yulinadi