Shafa Finansial

Shafa Finansial Menuju Masyarakat INSAF (Indonesia Sadar Finansial), untuk membantu menemukan solusi atas permasala

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,Salam sejahtera bagi kita semua.​Teman-teman sekalian, izinkan saya sedikit ...
11/05/2026

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Salam sejahtera bagi kita semua.

​Teman-teman sekalian, izinkan saya sedikit berbagi refleksi mengenai perjalanan dalam menuntut ilmu. Seringkali kita terjebak pada pilihan untuk mengejar kompetensi profesional semata atau pemahaman spiritual secara terpisah. Namun, di Magister Ekonomi Syariah UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gusdur), saya menemukan titik temu yang luar biasa.

​Ada rasa syukur dan kebanggaan yang mendalam bisa diperjalankan untuk menimba ilmu di sini. Mengapa? Karena di kampus ini, kita tidak hanya diajak membedah teori ekonomi secara teknis, tetapi juga diberikan kesempatan istimewa untuk melihat ilmu pengetahuan umum melalui kacamata Islam yang jernih.

​Inilah yang saya rasakan sebagai prinsip "Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui." Ketika kita memperdalam ekonomi syariah, kita tidak hanya mengasah ketajaman logika bisnis dan finansial, tetapi juga memperkokoh fondasi nilai yang membawa berkah. Pemahaman kita menjadi lebih multidimensi—bahwa setiap angka dan kebijakan ekonomi memiliki tanggung jawab moral di baliknya. Hal ini sangat memengaruhi bagaimana kita membangun model bisnis yang lebih humanis, etis, dan kontekstual terhadap kebutuhan umat saat ini.

​Bagi rekan-rekan yang ingin mengakselerasi kompetensi sekaligus memperluas cakrawala berpikir dalam harmoni iman dan ilmu, saya mengajak teman-teman untuk bergabung di Penerimaan Mahasiswa Baru S2 Ekonomi Syariah UIN Gusdur Tahun Akademik 2025/2026.

​Mari kita bertumbuh bersama, mewujudkan masa depan yang tidak hanya gemilang secara materi, tapi juga berdaya saing global dengan integritas yang terjaga.

​Informasi Pendaftaran:

Hubungi Admin: 📞 0856-4284-1017

Pascasarjana UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

🔴 Untuk Anda yang punya usaha atau lagi merintis bisnis...Boleh jujur nggak?Mungkin anda tahu berapa omzet bulan ini.Tap...
04/05/2026

🔴 Untuk Anda yang punya usaha atau lagi merintis bisnis...

Boleh jujur nggak?
Mungkin anda tahu berapa omzet bulan ini.
Tapi... Apakah anda tahu bisnisnya sehat atau tidak?

Banyak pebisnis yang sibuk kejar angka
tapi nggak sadar, tujuan sebenarnya bukan di situ.
Lalu di mana?

Coba tanya ke diri sendiri
— "Apakah hidup yg berkecukupan hanya diukur dengan harta yg cukup?"
Jangan-jangan... harta yang cukup itu baru satu dari beberapa faktor.
Dan boleh jadi faktor-faktor lainnya justru yang selama ini kita lewatkan.
Itu yang akan dibongkar tuntas di sesi ini. 👇

🎯 LITERASI KEUANGAN BISNIS UNTUK STARTUP*:
*Menakar Kesehatan Bisnis UMKM

Bersama Baratadewa Sakti Perdana
Konsultan Keuangan UMKM | Praktisi Mengajar KEMENDIKTISAINTEK RI

Yang bikin sesi ini beda:
🔍 Kamu akan diajak membaca cerita di balik angka bisnismu, bukan teori, tapi langsung kena ke kondisi usahamu sendiri

📊 Ada 3 ukuran yang menentukan bisnis kamu efektif, efisien, dan produktif dan kebanyakan pebisnis UMKM belum pernah tahu ini

💸 Kenapa orang yang rajin sedekah, seringkali membuat bisnisnya lebih lancar? Ada penjelasan ilmiahnya dan akan diurai tuntas di sini

❤️ Sesi ini juga punya segmen khusus yang... berat banget dan sedang kelelahan berjuang untuk keluarga.

Datang dan rasakan sendiri.
Dan ada satu pertanyaan yang akan dijawab langsung di sesi ini :
*"Sebenarnya, berapa penghasilan yang cukup itu?"*
Jawabannya bukan angka sembarangan.
Ada cara mengukurnya. Dan anda akan pulang dengan angka anda sendiri.

💰 Investasi:
Rp 200.000 → Rp 50.000 (Diskon 75%)
Segitu harga cilok + es teh.
Tapi isinya... bisa mengubah cara bermain Anda dalam bisnis.

📍 Kampus Batik Asti, Pesindon Gg. 3 No. 7, Pekalongan
🗓 Rabu, 6 Mei 2026 | ⏰ 08.30 – 11.30 WIB
📲 Daftar & Info: 08158864799

Rabu besok anda bisa pulang dengan cara pandang yang baru
atau tetap berjalan seperti biasa, tanpa tahu apa yang terlewat. 🙏

Kembali ke Almamater, Menitipkan Peta Jalan untuk Generasi Penerus. 🗺️✨Sebuah kehormatan dan kebahagiaan luar biasa bagi...
20/10/2025

Kembali ke Almamater, Menitipkan Peta Jalan untuk Generasi Penerus. 🗺️✨

Sebuah kehormatan dan kebahagiaan luar biasa bagi saya hari ini, bisa kembali ke almamater tercinta, SMAN 1 Pekalongan. Bukan sekadar bernostalgia, tapi untuk sebuah misi: menanam benih kewirausahaan bagi para calon pejuang ekonomi masa depan.

Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kepala Sekolah, Bapak Wachid Mucharom, S.Pd., M.Pd., yang telah menerima dengan hangat penyerahan tiga seri lengkap buku "Trilogi Tiga Langkah Penting Meraih Hidup Berkecukupan". Buku ini diserahkan untuk mendukung program kewirausahaan di SMANSA, almamater yang telah membentuk banyak dasar pemikiran saya.

Melihat logo sekolah yang familier di belakang kami, saya teringat bahwa fondasi terkuat memang harus dibangun sejak dini. Fondasi mindset, nilai, dan arah yang benar adalah bekal yang jauh lebih berharga daripada modal.

Buku ini sengaja dirancang sebagai sebuah "peta pendakian" yang bisa dibaca oleh siapa saja, di tahap mana pun perjalanannya:

🌱 Untuk Adik-Adik Siswa Siswi SMAN 1 Pekalongan:
Semoga buku ini bisa menjadi teman diskusi pertama kalian. Sebuah rangkuman peta jalan dari para pejuang bisnis nyata, untuk membantu mengubah "cita-cita jadi pengusaha" menjadi sebuah rencana yang lebih terstruktur dan siap dijalankan. Mulailah dari 'jiwa' bisnis yang kokoh, maka bangunan bisnis kalian akan menjulang tinggi dan kuat.

🚀 Untuk Rekan-Rekan Founder Startup:
Anda yang sedang berlari kencang, pastikan 'mesin' Anda sehat. Trilogi ini membantu Anda memastikan pertumbuhan yang cepat tidak rapuh di dalam. Saatnya membangun sistem yang skalabel dan berkelanjutan.

📈 Untuk Para Pejuang UMKM yang Merasa Stagnan:
Jika bisnis terasa 'gitu-gitu aja', buku ini adalah alat diagnosa. Panduan untuk menemukan 'kebocoran', menata ulang strategi, dan menerobos tembok stagnasi. Ini adalah Peta Jalan untuk NAIK KELAS.

Semoga Peta Jalan ini bisa menjadi teman bertumbuh yang bermanfaat, melahirkan lebih banyak lagi wirausahawan tangguh dan berintegritas dari rahim SMAN 1 Pekalongan.

Mari kita dukung bersama lahirnya generasi penerus yang akan memajukan ekonomi bangsa! 🔥🇮🇩

Sebuah pertanyaan tajam dari audiens cerdas kawan kawan insan BMT Bahtera Sabtu kemarin masih terngiang di benak saya. S...
22/09/2025

Sebuah pertanyaan tajam dari audiens cerdas kawan kawan insan BMT Bahtera Sabtu kemarin masih terngiang di benak saya. Sebuah pertanyaan yang begitu dalam, namun sangat relevan bagi kita semua. 💡

​Alhamdulillah, sesi "BAHTERA CAMPUS" bersama para Insan BMT Bahtera gusti Allah perjalankan dengan penuh khidmat. Suasananya begitu hidup, penuh diskusi dua arah yang natural namun tajam. Saya sadar, saya sedang berhadapan dengan audiens yang literasinya sudah tinggi. Wajar karena sesuai aktivitas keseharian para audiens, 😊

​Benar saja, di tengah diskusi, ada satu dari sekian banyak pertanyaan dari salah satu peserta yg keren, yakni:
​"Bagaimana kita menemukan 'sikap pertengahan'? Di satu sisi, kita bertemu 'orang tua' yang kaya pengalaman tapi seringkali lamban bertindak. Di sisi lain, ada 'anak muda' yang gerakannya sangat cepat, tapi seringkali tergesa-gesa dan gegabah."

​Saya terdiam sejenak. Saya coba ulangi pertanyaannya pelan-pelan, bukan hanya agar semua mendengar, tapi sejujurnya untuk memberi ruang bagi benak saya merangkai jawaban yang pas. Lalu, sebuah ilustrasi terlintas di pikiran.

​🚗💨
​Bayangkan kita sedang menyetir dari Pekalongan menuju Dieng. Jalurnya menantang dan berkelok. Sang 'orang tua' yang berpengalaman, ia akan sangat patuh pada rambu-rambu. Ketika ada rambu "Turunan Tajam, Gunakan Gigi Rendah", ia akan melakukannya tanpa ragu. Mungkin lambat, tapi ia dan penumpangnya selamat.

​Di sisi lain, si 'anak muda' dengan semangatnya, mungkin abai pada rambu itu dan tetap 'nge-gas'. Ia lebih berani mengambil risiko, tapi tanpa sadar, risiko itu bisa sangat fatal.

​Analogi ini adalah jembatan untuk kita memahami bahwa 'sikap pertengahan' bukanlah tentang menjadi lambat, melainkan tentang memiliki KEBERANIAN YANG TERUKUR.

​Di sinilah alat bantu seperti Filter 5P+U (salah satu model yg tersaji di Trilogi Tiga Langkah Penting Meraih Hidup Berkecukupan) berperan. Ia bukanlah rem yang menghentikan laju kita, melainkan 'rambu-rambu objektif' di dalam diri. Sebelum 'nge-gas' dalam sebuah keputusan, kita berhenti sejenak untuk memeriksa setiap pilarnya.

​Jika kita memutuskan untuk tetap melaju cepat, kita melakukannya dengan kesadaran penuh akan ris

Kawan-kawan seperjuangan,Ada tanda tanya besar di kebijakan pemerintah: Uang negara Rp 200 Triliun yang digelontorkan ol...
16/09/2025

Kawan-kawan seperjuangan,

Ada tanda tanya besar di kebijakan pemerintah: Uang negara Rp 200 Triliun yang digelontorkan oleh Menkeu Purbaya ke bank-bank HIMBARA ini sejatinya untuk siapa? Apakah untuk memperkuat ekonomi rakyat, atau lagi-lagi hanya akan memperkaya segelintir elite dan konglomerasi? Jangan sampai ini menjadi ajang "pindah parkir" yang melanggengkan ketimpangan!

Kita perlu gagasan tandingan yang berpihak pada rakyat!

Ijinkan saya ingin membagikan sebuah tulisan yang menawarkan solusi konkret untuk memastikan dana publik ini benar-benar untuk kemakmuran bersama. Konsepnya adalah mengubah model KREDIT yang menjerat menjadi model KEPEMILIKAN yang memberdayakan.

Artikel ini mengusulkan pembentukan Holding Pangan Inklusif yang menjadikan KOPERASI sebagai mitra utamanya. Ini bukan lagi soal rakyat jadi penonton, tapi rakyat ikut memiliki saham, ikut menikmati hasil, dan menjadi subjek utama pembangunan. Ini adalah wujud nyata Ekonomi Pancasila!

Mari kita simak, diskusikan, dan dorong bersama gagasan pro-rakyat ini! Baca selengkapnya di sini: 👇

🔗 https://www.antaranews.com/berita/5111497/holding-pangan-warisan-ekonomi-untuk-generasi-emas

Kawal terus uang rakyat! 🔥✊

Halo Sahabat inspiratif! ✨​Di tengah riuhnya informasi, tak jarang kita perlu jeda dan mencari secercah cahaya positif. ...
14/08/2025

Halo Sahabat inspiratif! ✨
​Di tengah riuhnya informasi, tak jarang kita perlu jeda dan mencari secercah cahaya positif. Hari ini, cahaya itu datang dari senyum tulus seorang ibu hebat di Pekalongan, ibu sebagai satu dari sekian banyak pahlawan keluarga nya. Beliau yg juga peserta pelatihan yang baru saja saya dampingi.

Ungkapannya yang sederhana, "baru kali ini coach ngajarin nancap dihati dan pikiran saya jadi terbuka," adalah hadiah tak ternilai dan pengingat akan kekuatan ilmu yang bermanfaat.

​Kebahagiaan ini adalah buah dari lautan ilmu para guru mulia yang saya syukuri dapat saya teruskan. Melihat semangat dan perubahan positif pada para peserta, saya semakin yakin bahwa setiap pertemuan dan kesempatan belajar adalah anugerah.

​Menjelang HUT ke-80 Republik Indonesia, mari kita jaga bara semangat dan terus menginspirasi. Imbangi hiruk pikuk dengan menebar kebaikan dan optimisme. Tujuan kita sederhana namun mulia: hidup yang berkecukupan, hati yang tenang, diri yang mandiri, dan hidup yang penuh berkah, memberikan kontribusi terbaik untuk keluarga dan bangsa tercinta menuju .

​Semoga kisah kecil ini bisa menjadi penguat bagi kita semua. Mari bergandengan tangan membangun masa depan yang lebih baik. 🙏😊

Alhamdulillah kali ini diperjalankan untuk membersamai Dinporapar Kab Pekalongan dalam kegiatan bertajuk Jong Entreprene...
02/08/2025

Alhamdulillah kali ini diperjalankan untuk membersamai Dinporapar Kab Pekalongan dalam kegiatan bertajuk Jong Entrepreneur School. Yakni sekolah bisnis bagi anak anak muda terpilih dari berbagai penjuru di Kab Pekalongan.
Meski sesi pertama dimulai pukul 13.30 WIB yang biasanya menjadi waktu yg nikmat untuk istirahat siang, apalagi di tempat sejuk di Bumi Perkemahan Linggoasri.
2 jam penuh mereka bisa dengan penuh energi dan antusias untuk belajar tentang Fundamental Bisnis.

Diawali dengan "why" / mengapa memilih bisnis? Apakah sekedar untuk dapat uang banyak atau justru punya alasan lain yg lebih powerfull?
Mengenali Peta Kekuatan Diri agar bidang yg dipilih tidak bikin burnout.
Bagaimana menjaga agar omzet lancar tapi tidak bokek.
Juga mengetahui bisnisnya sehat atau sakit, sukses atau gagal.
Hingga memahami hukum keseimbangan alam semesta, agar semakin yakin dan terus semangat sekiranya ikhtiar yg dijalani belum menghasilkan raihan yg sepadan. Supaya mengerti bahwa doa dan ikhtiar yg belum dikabulkan diibaratkan meminta sekuntum bunga namun belum diberikan langsung, karena bisa jadi Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta justru sedang siapkan hadiah lebih besar yaitu satu kebun penuh dengan bunga. Wallahu a'lam semoga ada manfaat yang bisa dipetik.

Ketika Para Miliarder Dunia Turun ke Sawah: Sinyal Keras untuk Kita SemuaBayangkan ini: Bill Gates, Jeff Bezos, Mark Zuc...
10/07/2025

Ketika Para Miliarder Dunia Turun ke Sawah: Sinyal Keras untuk Kita Semua

Bayangkan ini: Bill Gates, Jeff Bezos, Mark Zuckerberg, dan Jack Ma—empat nama yang identik dengan kecanggihan teknologi dan kejayaan digital—kini sibuk membeli lahan pertanian dalam jumlah fantastis. Gates bahkan telah menjadi pemilik lahan pertanian terbesar di Amerika Serikat. Sementara Bezos menguasai lebih dari 420 ribu hektare tanah. Pertanyaannya, mengapa mereka, yang hidup di puncak revolusi teknologi, memilih kembali ke tanah?

Jawabannya tak sederhana. Mereka bukan sekadar “bercocok tanam.” Mereka sedang mengamankan masa depan.

Para miliarder ini memiliki akses ke informasi terbaik di dunia. Dan langkah mereka menunjukkan satu hal: krisis global sedang mengintai, terutama dalam hal pangan. Di saat perang dan pandemi mengguncang dunia, lahan pertanian justru menjadi “safe haven” yang stabil dan terus bernilai. Indeks Lahan Pertanian di AS menunjukkan imbal hasil rata-rata lebih dari 10 persen per tahun sejak 1992—lebih stabil dibandingkan saham!

Lebih dari itu, mereka paham betul betapa rapuhnya rantai pasok global. Krisis pupuk di satu negara bisa membuat harga gandum melambung di negara lain. Maka, memiliki lahan dan memproduksi pangan sendiri adalah bentuk pertahanan. Ini bukan investasi biasa. Ini adalah strategi bertahan hidup.

Bagi kita di Indonesia, ini adalah panggilan untuk bertindak. Kita tak bisa hanya menonton para taipan membangun lumbung pangan pribadi mereka. Ini saatnya membangun lumbung pangan keluarga. Tak perlu hektaran sawah, cukup dinding balkon, halaman rumah, atau sudut dapur. Pertanian vertikal bisa jadi solusi. Tanam kangkung, selada, cabai atau bayam—bukan sekadar untuk konsumsi, tapi juga sebagai pendidikan dan ketahanan keluarga.

Langkah kecil ini, bila dilakukan berjamaah, bisa menjadi pondasi besar bagi kedaulatan pangan bangsa.
Kita tak butuh lagi retorika tentang “ketahanan pangan.” Yang kita butuhkan adalah kedaulatan pangan. Artinya, bangsa ini bisa memberi makan rakyatnya tanpa bergantung pada negara lain.

Alhamdulillah kali ini diperjalankan untuk membersamai Dinas Koperasi UKMNaker Kab Pekalongan dan DPRD Kab Pekalongan, u...
08/07/2025

Alhamdulillah kali ini diperjalankan untuk membersamai Dinas Koperasi UKMNaker Kab Pekalongan dan DPRD Kab Pekalongan, untuk belajar bersama tentang bagaimana menjadikan sebuah Ide menuju Bisnis yg Sehat bagi pelaku usaha MIKRO.

Mulai dari Cara Berpikir seorang PENGUSAHA yakni Pola Pikir sebagai orang kaya, Memahami Kekuatan Alami Diri, Mengerti apa yg ada di kepala calon konsumen, hingga mengelola hasil uang yg diterimanya, yg kemudian memantau apakah bisnisnya sehat atau sakit dan berhasil atau belum.

Wallahu a'lam, semoga ada kebaikan yg dapat menjadi manfaat untuk kawan kawan UMKM bisa makin sejahtera dan penuh berkah berkelimpahan, aamiin.

Alhamdulillah kali ini diperjalankan untuk berbagi dengan adik adik peserta lomba "ide bisnis" tingkat kabupaten Pekalon...
18/06/2025

Alhamdulillah kali ini diperjalankan untuk berbagi dengan adik adik peserta lomba "ide bisnis" tingkat kabupaten Pekalongan.

Ide bisnis yg baik adalah yg bisa hasilkan cuan yg banyak namun bisnis tetap harus sehat. Wallahu a'lam, semoga bisa membekali.


Alhamdulillah hari ini diperjalankan tuk berbagi cerita & strategi kepada calon calon siswa siswi magang di SMK Islamiya...
16/06/2025

Alhamdulillah hari ini diperjalankan tuk berbagi cerita & strategi kepada calon calon siswa siswi magang di SMK Islamiyah Sapugarut.

Supaya makin semangat, kita sajikan kisah nyata anak anak muda yg sukses, yg meraih jabatan manajer padahal ia lulusan SMK. Yg nglamar posisi staf biasa, eh belom selesai di wawancarai, ia dipersilahkan masuk ke ruang direktur dan akhirnya direkturnya sendiri yg minta dia jadi calon manajer keuangan berikutnya karena yg sekarang menjabat akan memasuki masa pensiun.

Bukti bahwa yg dinilai di dunia kerja tak hanya gelar, tapi juga kompetensi, kepercayaan dan tanggung jawab. Wallahu a'lam

Address

Jalan Binagriya Raya Blok B No. 15
Pekalongan

Opening Hours

Monday 09:00 - 16:00
Tuesday 09:00 - 16:00
Wednesday 09:00 - 16:00
Thursday 09:00 - 16:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Shafa Finansial posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share