APPS Journal

APPS Journal Layanan asistensi publikasi jurnal nasional dan internasional

Yuk gunakan Google Trends untuk menemukan ide penelitian.Google Trends (https://trends.google.co.id/trends/) adalah alat...
23/03/2024

Yuk gunakan Google Trends untuk menemukan ide penelitian.

Google Trends (https://trends.google.co.id/trends/) adalah alat dari Google untuk mencari data yang sedang tren. Google Trends dapat diakses secara gratis dan bebas untuk menelusuri data penggunaan internet. Ini tentunya dapat memberikan wawasan mendalam tentang perilaku populasi. Sejak tahun 2009 ketika Ginsberg dkk menerbitkan artikel di Nature tentang pentingnya pencarian Google untuk mendeteksi penyakit, Google Trends banyak digunakan untuk penelitian epidemiologi.

Google Trends saat ini telah menjadi alat analisis penting bagi para peneliti di bidang kedokteran dan ilmu sosial yang ingin menggunakan data yang berasal dari penelusuran Google untuk menyelidiki perkembangan kesehatan atau sosial masyarakat modern.
Lalu apa saja keunggulan Google Trends?

1. Memberikan gambaran secara real-time tentang kepentingan publik. Google Trends menganalisis volume pencarian Google dapat mengungkapkan apa yang saat ini diminati masyarakat, sehingga, Anda dapat memantau perkembangan perhatian masyarakat terhadap berbagai topik dan memungkinkan Anda mengantisipasi perubahan perilaku atau opini masyarakat.

2. Menemukan tren yang sedang berkembang. Google Trends unggul dalam mengidentifikasi kata kunci yang sedang tren sebelum menjadi kata kunci umum. Hal ini khususnya bisa dimanfaatkan bagi Anda untuk menemukan ide penelitian. Dengan memeriksa penelusuran sebelumnya, Anda dapat mendeteksi pola dan tren yang muncul, sehingga memberi Anda keunggulan kompetitif di bidang yang akan Anda teliti

3. Analisis perbandingan. Google Trends dapat membandingkan hasil penelusuran untuk kueri yang berbeda, sehingga dapat dengan jelas menunjukkan bagaimana minat terhadap topik bervariasi dari waktu ke waktu dan antar wilayah. Analisis komparatif ini penting untuk memahami popularitas relatif atau relevansi subjek dalam bidang yang akan Anda teliti.

4. Wawasan geografis. Salah satu kekuatan utama Google Trends adalah kemampuannya mengelompokkan data pencarian berdasarkan wilayah. Anda dapat melihat ketenaran topik yang akan Anda teliti di berbagai belahan dunia.

5. Analisis tren musiman. Google Trends memberikan wawasan tentang bagaimana minat masyarakat terhadap topik tertentu berfluktuasi secara musiman. Memahami pola musiman ini dapat membantu mengembangkan ide penelitian. Dengan menganalisis tren penelusuran sebelumnya, Anda dapat memperkirakan kapan minat terhadap topik tertentu akan mencapai puncaknya, sehingga Anda dapat memanfaatkan tren ini secara efektif.

6. Analisis data historis. Google Trends bukan hanya tentang tren saat ini tetapi Google Trends juga dapat menyajikan data lampau dan luas. Perspektif historis ini sangat berharga untuk memahami tren jangka panjang dan perubahan kepentingan publik. Fitur ini dapat memungkinkan Anda untuk menelusuri evolusi tren dan kepentingan publik selama bertahun-tahun, sehingga memberikan konteks yang lebih luas untuk analisis Anda.
Tunggu apa lagi, yuk manfaatkan Google Trends untuk mencari dan menentukan ide penelitian 😉
Yuk tetap ikuti terus https://t.me/jagopublikasi
untuk update informasi tentang literasi dan kepenulisan ilmiah

APPS
Let’s write your future!

[ APPS_TIPS : Cara mengatasi penolakan artikel ]Ditolak adalah langkah awal menuju kesuksesan akademik! Setiap penolakan...
12/10/2023

[ APPS_TIPS : Cara mengatasi penolakan artikel ]
Ditolak adalah langkah awal menuju kesuksesan akademik!
Setiap penolakan adalah peluang untuk belajar dan tumbuh. Ingat, bahkan ilmuwan terkemuka pun pernah merasakannya. Berikut tips untuk melewati perjalanan hingga artikelmu di accepted:
Kelola emosimu
Penolakan adalah bagian dari proses penerbitan akademik. Wajar merasa kecewa atau frustrasi, tetapi cobalah untuk tidak menganggapnya secara pribadi.
Pertahankan sikap positif
Jangan biarkan penolakan menghalangi mu untuk mengejar tujuan penelitian. Tetap berkomitmen, positif, dan teruslah bekerja untuk meningkatkan karier akademikmu.
Pahami komentar hasil review
Baca dengan cermat komentar hasil review yang diberikan oleh editor dan reviewer. Cobalah untuk memahami alasan mereka menolak artikelmu. Karena komentar mereka dapat membantumu untuk meningkatkan kualitas tulisan ke depannya.
Pilih jurnal yang tepat
Terkadang, penolakan terjadi karena artikel tidak sesuai dengan lingkup atau pembaca jurnal tersebut. Pertimbangkan untuk mengirimkannya ke jurnal yang lebih sesuai jika diperlukan.
Revisi dan kirim ulang
Jika editor dan reviewer memberikan komentar yang menunjukkan bahwa artikelmu bisa diperbaiki, pertimbangkan untuk merevisi manuskrip berdasarkan komentar mereka. Pastikan untuk menjawab setiap poin yang dibahas dengan cara yang komprehensif dan jelas.
Minta saran dari rekan sejawat
Sebelum mengirim ulang, mintalah saran dan masukkan dari kolega, mentor, atau teman sejawat yang sebidang. Mereka dapat memberikan wawasan berharga dan saran untuk meningkatkan kualitas manuskripmu.
Ingat, penolakan adalah tiketmu menuju kesuksesan akademik. Jangan pernah menyerah!
APPS - Let's write the future!
=================================================
Anda sedang ingin publikasi di jurnal internasional yang bereputasi namun masih bingung dan tidak ada pengalaman sebelumnya?
Bisa konsultasi gratis melalui WA di: https://wa.me/+6282382606477
Agar pengetahuan dan wawasan publikasi ilmiah Anda terus bertambah, yukk ikuti terus sosial media APPS 👇
- Facebook : APPS journal
- Twitter : journal_apps
- Telegram : https://t.me/jagopublikasi

[ APPS_INFO : 38% peneliti menghadapi tantangan terhadap kesehatan mental ]Tahukah Anda, sebuah studi baru-baru ini mene...
02/10/2023

[ APPS_INFO : 38% peneliti menghadapi tantangan terhadap kesehatan mental ]
Tahukah Anda, sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa 38% dari 13.000 peneliti mengalami tingkat kecemasan dan depresi yang tinggi?
Mengutip Hall (2023), 'Mereka sering merasa kewalahan dengan situasi di tempat kerja mereka atau cukup sering selama berbulan-bulan'.
Tapi jangan khawatir, kami punya solusi. Ini dia beberapa tips untuk menjaga kesehatan mental Anda selama perjalanan penelitian Anda.
Pertama, atur jadwal kerja Anda dengan bijak. Berikan waktu untuk istirahat dan pemulihan. Kedua, jangan ragu untuk berbagi dan berdiskusi dengan rekan penelitian. Itu bisa mengurangi stres secara signifikan. Ketiga, cari aktivitas di luar lingkungan akademik yang memberikan kegembiraan dan relaksasi. Selalu perhatikan tanda-tanda kelelahan mental, dan jangan ragu mencari dukungan profesional jika diperlukan. Dan terakhir, terapkan teknik manajemen stres yang efektif untuk meningkatkan fokus dan produktivitas.
Ingatlah, penelitian yang sukses dimulai dengan kesehatan mental yang baik. Jadi, jaga diri Anda dengan baik. Itu bukan hanya kunci untuk penelitian yang sukses, tetapi juga untuk kesejahteraan Anda.
Sumber: Hall, S. (2023). A mental-health crisis is gripping science — toxic research culture is to blame. Nature 617, 666-668. https://doi.org/10.1038/d41586-023-01708-4
APPS - Let's write the future!
=================================================
Anda sedang ingin publikasi di jurnal internasional yang bereputasi namun masih bingung dan tidak ada pengalaman sebelumnya?
Bisa konsultasi gratis melalui WA di: https://wa.me/+6282382606477
Agar pengetahuan dan wawasan publikasi ilmiah Anda terus bertambah, yukk ikuti terus sosial media APPS 👇
- Instagram : apps_journal
- Facebook : APPS journal
- Twitter : journal_apps
- Telegram : https://t.me/jagopublikasi

Apa yang terkadang menghalangi publikasi ilmiah di jurnal bereputasi? Bahasa yang kurang tepat. Sekarang tidak perlu kha...
04/09/2023

Apa yang terkadang menghalangi publikasi ilmiah di jurnal bereputasi? Bahasa yang kurang tepat.

Sekarang tidak perlu khawatir, Tim APPS yang terdiri dari para ahli di bidangnya hadir untuk membantu Anda untuk mengedit kata-kata Anda menjadi kata-kata yang profesional berstandar jurnal internasional bereputasi.

Dan yang lebih menarik lagi, tim APPS memberikan layanan cek plagiasi gratis untuk setiap tulisan. Tunggu apalagi daftar sekarang dan temukan kekuatan dalam kata-kata artikel ilmiah Anda!

Informasi lebih lanjut hubungi https://wa.me/+6282382606477

APPS
Let’s write the future!

Ingat kebanyakan dari pembaca jurnal ilmiah, adalah mereka yang tidak memiliki banyak waktu, mereka yang menyukai hal “t...
10/03/2023

Ingat kebanyakan dari pembaca jurnal ilmiah, adalah mereka yang tidak memiliki banyak waktu, mereka yang menyukai hal “to the point”, dan mereka tidak menyukai hal yang rumit. Jadi buatlah artikel ilmiah sesedarhana dan sefokus mungkin!
Salah satu cara untuk membuat artikel ilmiah yang simpel dan fokus adalah hindari membuat kalimat yang panjang.

Diskusi lebih lanjut bergabung di t.me/jagopublikasi sekarang.

[ APPS_INFO : Hindari jebakan menyesatkan dari jurnal predator ]Jurnal predator saat ini telah menggunakan berbagai lang...
03/02/2023

[ APPS_INFO : Hindari jebakan menyesatkan dari jurnal predator ]

Jurnal predator saat ini telah menggunakan berbagai langkah untuk menyesatkan para akademisi dan peneliti agar terlibat masuk ke dalamnya. Misalnya saja menampilkan tata letak artikel dan website yang profesional sehingga nampak meyakinkan. Tak hanya itu, jurnal predator juga masuk kedalam database indeks jurnal yang kredibel. Lalu bagaimana cara menghindari jurnal predator?
Jurnal predator adalah jurnal yang berfokus pada profit dari pada integrasi dan pengembangan ilmu pengetahuan, tak heran jika jurnal predator tidak memiliki sistem review yang baik. Jurnal predator memberikan janji untuk menerbitkan artikel dengan cepat namun meminta penulis untuk membayar mahal.
Menurut laporan Marina & Sterligov (2021), jurnal terindeks SCOPUS berpotensi masuk kedalam katagori jurnal predator. Tidak hanya itu, ironisnya jurnal predator juga ditemukan pada database literasi ilmiah yang terpercaya seperti PubMed, PubMed Central, MEDLINE, dan Web of Science (Duc dkk., 2020).
Langkah sederhana untuk menghindarinya, yaitu mulailah dari sekarang untuk mencari sumber referenesi dan artikel yang bukan dari jurnal predator sebagai bahan bacaan Anda. Biasakan dari sekarang untuk membangun literasi tanpa jurnal predator. Pintar-pintarlah Anda untuk memilah dan memilih artikel yang berkualitas dan memberikan wawasan yang kompleks. Ingat bahwa jurnal predator tidak memiliki sistem peer review sehingga artikel yang diterbitkan memiliki kualitas buruk dan data yang tidak terpercaya.
Sumber :
Duc, N. M., Hiep, D. V., Thong, P. M., Zunic, L., Zildzic, M., Donev, D., Jankovic, S. M., Hozo, I., & Masic, I. (2020). Predatory Open Access Journals are Indexed in Reputable Databases: a Revisiting Issue or an Unsolved Problem. Medical archives (Sarajevo, Bosnia and Herzegovina), 74(4), 318–322. https://doi.org/10.5455/medarh.2020.74.318-322
Marina, T., & Sterligov, I. (2021). Prevalence of potentially predatory publishing in Scopus on the country level. Scientometrics 126, 5019–5077. https://doi.org/10.1007/s11192-021-03899-x
APPS - Let's write the future!
=================================================
Anda sedang ingin publikasi di jurnal internasional yang bereputasi namun masih bingung dan tidak ada pengalaman sebelumnya?
Bisa konsultasi gratis melalui WA di: https://wa.me/+6282382606477
Agar pengetahuan dan wawasan publikasi ilmiah Anda terus bertambah, yukk ikuti terus sosial media APPS 👇
- Instagram : apps_journal
- Facebook : APPS journal
- Twitter : journal_apps
- Telegram : https://t.me/jagopublikasi

[APPS_INFO : Apakah referensi Anda terdapat "artikel zombie"?]“Artikel zombie” adalah artikel yang ditarik oleh jurnal y...
15/11/2022

[APPS_INFO : Apakah referensi Anda terdapat "artikel zombie"?]

“Artikel zombie” adalah artikel yang ditarik oleh jurnal yang menerbitkannya karena dianggap tidak valid, namun artikel ini tetap terus disitasi oleh penulis karena dianggap masih masih valid dan benar.
Umumnya penarikan artikel yang telah diterbitkan adalah hal yang dianggap yang terpuji oleh para komunitas sains, karena memberikan informasi bahwa temuan artikel yang ditebitkan tersebut tidak valid baik data yang diperoleh atau kesimpulan yang tidak sinkron dengan data. Selain itu adanya penemuan kesalahan besar dalam penelitian, pelanggaran etika, pemalsuan, plagiarisme, dan peer review yang bermasalah telah menjadi salah satu alasan utama untuk pencabutan artikel.
Penarikan kembali artikel merupakan bentuk praktek “good research practice” menyebarluaskan ilmu dan wawasan yang jujur dan dapat dipertanggungjawabkan. Retraction watch (retractionwatch.com) merupakan database untuk melacak artikel-artikel yang dicabut yang dirancang oleh Center for Scientific Integrity. Penarikan kembali artikel merupakan pekerjaan yang tidak mudah dan panjang. Oleh karenanya diperlukan pengecekan yang ketat dan kerjasama publikasi ilmiah yang baik.
“Sangat penting dan mendesak bagi pereview artikel dan dewan redaksi untuk memeriksa daftar referensi manuskrip yang dikirimkan, untuk mencegah penyebaran artikel zombie.” (Bucci 2019)
Sumber :
Bucci, E.M. On zombie papers. Cell Death Dis 10, 189 (2019). https://doi.org/10.1038/s41419-019-1450-3
https://www.gmc-uk.org/-/media/documents/good-practice-in-research-and-consent-to-research_pdf-58834843.pdf
Berenbaum, M.R. On zombies, struldbrugs, and other horrors of the scientific literature. PNAS 118 (32) e2111924118 (202). https://doi.org/10.1073/pnas.2111924118
APPS - Let's write the future!
=================================================
Anda sedang ingin publikasi di jurnal internasional yang bereputasi namun masih bingung dan tidak ada pengalaman sebelumnya?
Bisa konsultasi gratis melalui WA di: https://wa.me/+6282382606477
Agar pengetahuan dan wawasan publikasi ilmiah Anda terus bertambah, yukk ikuti terus sosial media APPS 👇
- Instagram : appsjournalconsultant
- Facebook : APPSjournalservice
- Twitter : journal_apps
- Telegram : https://t.me/jagopublikasi

[APPS_INFO : Berapa banyak artikel yang dapat dipublikasi dari satu penelitian?]Terlalu banyak data yang disampaikan dal...
30/10/2022

[APPS_INFO : Berapa banyak artikel yang dapat dipublikasi dari satu penelitian?]
Terlalu banyak data yang disampaikan dalam satu artikel membuat artikel tidak fokus dan sulit untuk dipahami. Disisi lain, memotong hasil penelitian merupakan hal yang tidak etis dan parahnya dapat merusak reputasi peneliti atau akademisi.
Untuk menjawab pertanyaan tersebut Anda perlu menerapkan good practice research yang baik dan benar, diantaranya:
1. Keputusan tentang publikasi harus dibuat di awal proyek dan diperinci dalam protokol penelitian. Hal ini untuk memastikan dan menetapkan rencana publikasi secara prospektif dan selaras dengan hasil penelitian yang diinginkan.
2. Tentukan mana penelitian primer dan sekunder, serta pilih jurnal yang prospek untuk publikasi penelitian tersebut.
3. Fokus pada prioritas penelitian. Jika desain penelitian menggunakan studi survei untuk mengumpulkan data, ketika menggunakan perangkat instrumen yang berhubungan satu sama lain antara faktor yang diteliti, maka publikasi penelitian itu tidak dapat dipisah.
4. Transparansi kepada editor jurnal terkait publikasi yang pernah dilakukan mengenai penelitian terkait.
Sumber : https://onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1111/jan.12600
APPS - Let's write the future!
=================================================
Anda sedang ingin publikasi di jurnalainternasional yang bereputasi namun masih bingung dan tidak ada pengalaman sebelumnya?
Bisa konsultasi gratis melalui WA di: https://wa.me/+6282382606477
Agar pengetahuan dan wawasan publikasi ilmiah Anda terus bertambah, yukk ikuti terus sosial media APPS 👇
- Instagram : apps_journal
- Facebook : APPS journal
- Twitter : journal_apps
- Telegram : https://t.me/jagopublikasi

[ APPS_INFO : Cina mulai mendominasi 6.600 peneliti teratas yang dikutip di dunia ]The 'who's who' tahun 2021 mencantumk...
07/08/2022

[ APPS_INFO : Cina mulai mendominasi 6.600 peneliti teratas yang dikutip di dunia ]
The 'who's who' tahun 2021 mencantumkan jumlah peneliti berpengaruh dari 70 negara. 10 negara peringkat teratas merupakan negara dengan peneliti berpengaruh di dunia. Pada tahun-tahun sebelumnya, The Highly Cited Researchers’ list didominasi oleh negara Amerika dan Eropa.
Pada 2021, negara adidaya tersebut harus mulai waspada terhadap kredibilitas peneliti Cina yang kini menduduki peringkat kedua. Jumlah peneliti yang dikutip dari Cina mencapai 935 peneliti. Pangsa Cina dengan peneliti yang paling banyak dikutip naik 2 kali lipat pada 3 tahun terakhir dari 7,9% pada 2018 menjadi 14,2% tahun 2021.
Sumber : Myklebust and MacGregor. (2021). World’s 6,600 top cited researchers – China continues to grow.
Diakses dari : https://www.universityworldnews.com/post.php?story=20211216151247674
APPS - Let's Write The Future!
==================================================
Follow us on👇
- WA : +62 823 8260 6477
- Instagram : appsjournalconsultant
- Facebook : APPSjournalservice
- Twitter : journal_apps
- Telegram : https://t.me/jagopublikasi
- Website : http://journal-apps.com
- Email : [email protected]

[ APPS_INFO : Jurnal-jurnal  yang tidak lagi di DOAJ namun masih ada di SCImago ]Directory of Open Access Journals (DOAJ...
17/07/2022

[ APPS_INFO : Jurnal-jurnal yang tidak lagi di DOAJ namun masih ada di SCImago ]
Directory of Open Access Journals (DOAJ) merupakan pengindeks jurnal open access yang paling komprehensif dan berkualitas tinggi. DOAJ diluncurkan pada tahun 2003 di Unversitas Lund, Sweida. Saat ini, terdapat hampir 17.500 jurnal open access yang mencakup semua bidang sains, teknologi, kedokteran, ilmu sosial, seni, dan humaniora.
Pada tahun 2014, untuk meningkatkan kontrol kualitas dan evaluasi jurnal yang terindeks, DOAJ merevisi kriteria inklusi dan prosesnya. Akibatnya terdapat ribuan jurnal yang gagal untuk mendapatkan indeks DOAJ dan ribuan jurnal yang dihapus karena tidak lagi beroperasi, situs webnya tidak tersedia, tidak memiliki sistem operasional yang baik. Marchitelli dkk. (2017) melakukan penelitian terhadap jurnal yang dihapus oleh DOAJ. Hasilnya menunjukkan bahwa sebanyak 3.776 jurnal yang dihapus merupakan jurnal berkualitas rendah dan diterbitkan secara tidak profesional dan terdapat 158 jurnal masuk kedalam katagori jurnal predator menurut daftar jurnal predator Beall. Akan tetapi disisi lain, berdasarkan hasil penelitian Sun (2022) yang melakukan penelitian dengan 2842 jurnal yang dihapus oleh DOAJ dari tahun 2014 hingga 2017 terdapat 17% dari jurnal tersebut terindeks SCImago. Hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat jurnal open access yang tidak memiliki praktik operasional yang baik masih terdaftar di SCImago.
Lantas mengapa SCImago masih menjadi pengindeks jurnal yang terbaik? Pada pengindeks SCImago peringkat jurnal berdasarkan pada perhitungan kutipan yang tergantung dengan prestise jurnal yang mengutip, sementara kutipan sendiri jurnal tidak termasuk. Strategi pemeringkatan yang menggabungkan kualitas sumber kutipan ini memberikan nilai bagi jurnal yang diukur dan tersedia melalui SCImago.SCImago berisi catatan yang berasal dari database Scopus dan kualitasnya dikendalikan oleh Dewan Penasehat dan Pemilihan Konten independen. Memberi peringkat kualitas jurnal merupakan pekerjaan yang tidaklah mudah karena tidak memiliki standar yang pasti. Jurnal tidak dapat diberi peringkat dengan menggunakan tingkat kutipan saja, dan sampai batas tertentu, impact factor juga dapat memberikan masalah untuk pengukuran kualitas jurnal. Oleh karena itu, perhitungan SCImago masih dianggap sebagai salah satu yang terbaik.
Sumber :
Sun, L. (2018). Journals removed from DOAJ appearing within SCImago’s ranks: A study of excluded journals. Learned Publishing.doi:10.1002/leap.1216
https://doaj.org/about/
APPS - Let's Write The Future!
==================================================
Follow us on👇
- WA : +62 823 8260 6477
- Instagram : appsjournalconsultant
- Facebook : APPSjournalservice
- Twitter : journal_apps
- Telegram : https://t.me/jagopublikasi
- Website : http://journal-apps.com
- Email : [email protected]

[ APPS_INFO : Preprint dan percepatan komunikasi sains ]Komunikasi sains merupakan interaksi sosial yang bertujuan untuk...
03/07/2022

[ APPS_INFO : Preprint dan percepatan komunikasi sains ]
Komunikasi sains merupakan interaksi sosial yang bertujuan untuk pengembangn ilmu pengetahuan dan teknologi baik dalam bentuk diskusi atau penjelasan fenomena yang terjadi dalam kajian ilmiah. Beberapa tahun terakhir ini, komunikasi sains menjadi bagian yang sangat penting, karena dapat meningkatkan inovasi dan memberikan wawasan kepada masyarakat untuk terlibat dalam penentuan keputusan yang demokratis.
Adanya sistem open access jurnal menjadi salah satu penyebab komunikasi sains menjadi berkembang semakin cepat dan meluas. Dalam publikasi ilmiahnya Frases menjelaskan bahwa pada kejadian pandemi COVID-19, preprint yang merupakan bagian dari open access menjadi media yang banyak (sekitar 40%) membagikan artikel ilmiah tentang COVID-19 di fase awal pandemi. Pandemi telah memberikan kesadaran akan manfaat preprint dibandingkan penerbitan jurnal ilmiah pada umumnya.
Preprint merupakan manuskrip ilmiah yang dapat diakses bebas oleh publik meskipun dilakukan proses review oleh peer review. Preprint telah digunakan dalam beberapa disiplin ilmu, seperti biomedis, biologi, fisika, untuk mengkomunikasikan hasil ilmiah selama lebih dari 30 tahun.
Frases dkk. juga mengungkapkan bahwa preprint COVID-19 banyak dibagikan dalam platform sosial media seperti Twitter dengan kecepatan lebih dari 7 kali lipat dari pracetak non-COVID-19. Preprint penting dalam mempercepat pemahaman mengenai COVID-19 sehingga dapat memberikan keputusan yang cepat dalam penanganan COVID-19. Kedapannya penggunaan preprint diharapkan menjadi budaya komunikasi ilmiah untuk menyebarkan ilmu pengetahuan baru.
Sumber:
Fraser N, Brierley L, Dey G, Polka JK, Pálfy M, et al. (2021) The evolving role of preprints in the dissemination of COVID-19 research and their impact on the science communication landscape. PLOS Biology 19(4): e3000959. https://doi.org/10.1371/journal.pbio.3000959
van Dam F, de Bakker L, (Utrecht University, The Netherlands), Anne M Dijkstra AM, Jensen EA. (2020)
World Scientific Series on Science Communication. March 2020. https://doi.org/10.1142/11541
https://phys.org/news/2021-04-preprints-science-pandemic.html
APPS - Let's Write The Future!
==================================================
Follow us on👇
- WA : +62 823 8260 6477
- Instagram : appsjournalconsultant
- Facebook : APPSjournalservice
- Twitter : journal_apps
- Telegram : https://t.me/jagopublikasi
- Website : http://journal-apps.com
- Email : [email protected]

[ APPS_INFO : Hati-hati sebelum submit artikel ]Sama halnya dengan jurnal predator, penerbit predator merupakan penerbit...
26/06/2022

[ APPS_INFO : Hati-hati sebelum submit artikel ]
Sama halnya dengan jurnal predator, penerbit predator merupakan penerbit yang membebankan biaya kepada penulis untuk menerbitkan karya ilmiahnya, namun tidak memberikan pelayanan editorial dan penerbitan (seperti proses review) yang baik bagi penulis. Umumnya,penerbit predator menipu target dengan memberikan klaim palsu tentang impact factor, pengindeksan, standar yang tinggi, dan sistem peer review.
Kebanyakan korban penerbit predator adalah mereka ingin segera untuk mendapatkan promosi masa jabatan akademik, dan memenuhi persyaratan akademik tertentu (misalnya kelulusan). Selain itu, akademisi yang belum mengenal sistem publikasi ilmiah, peneliti dan akademisi muda masih sering ditemukan juga menerbitkan artikelnya di penerbit predator.
Penerbit predator memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Tidak terdapat informasi kontak penerbit
2. Pengeditan artikel yang buruk
3. Menyembunyikan informasi tentang biaya pemrosesan
4. Kurangnya informasi tentang kebijakan jurnal, seperti peer review, lisensi dan hak cipta
5. Pernah menerbitkan artikel diluar cakupan dan/atau tidak masuk akal.
6. Klaim palsu diindeks di layanan utama seperti PubMed atau DOAJ
Sebagai akademisi atau peneliti yang ingin terus maju dan berkembang, pastikan Anda harus menghindari penerbit predator, karena penerbit predator memiliki pembaca yang sedikit sehingga mengurangi dampak kebermanfaatan artikel Anda. Selain itu, karya Anda bisa hilang jika penerbitnya gulung tikar. Penerbit predator dapat memberikan reputasi yang buruk bagi penulis, institusi, atau bahkan seluruh bidang atau disiplin.
Sumber: https://thinkchecksubmit.org/resources/about-predatory-publishing/
https://libguides.library.arizona.edu/predatory-publishers
APPS - Let's Write The Future!
==================================================
Follow us on👇
- WA : +62 823 8260 6477
- Instagram : appsjournalconsultant
- Facebook : APPSjournalservice
- Twitter : journal_apps
- Telegram : https://t.me/jagopublikasi
- Website : http://journal-apps.com
- Email : [email protected]

Address

Pekanbaru
28131

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when APPS Journal posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to APPS Journal:

Share