Yuliana

Yuliana .

Petugas Damkar di Ketapang Malah Disiram Water Bombing Saat Istirahat, Seragam Oranye Diduga Dikira Titik ApiSejumlah pe...
30/08/2026

Petugas Damkar di Ketapang Malah Disiram Water Bombing Saat Istirahat, Seragam Oranye Diduga Dikira Titik Api

Sejumlah petugas pemadam kebakaran (Damkar) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, mengalami kejadian tak terduga saat sedang beristirahat di area penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dalam video yang beredar, para petugas terlihat tengah duduk dan melepas lelah di area terbuka dengan mengenakan seragam lapangan berwarna oranye. Tiba-tiba, helikopter water bombing yang sedang melakukan pemadaman dari udara menjatuhkan siraman air tepat ke arah mereka.

Para petugas pun langsung basah kuyup terkena guyuran air dalam jumlah besar. Momen tersebut justru disambut gelak tawa, bukan kemarahan. Diduga, dari udara seragam oranye yang mencolok di tengah kep**an asap membuat posisi para petugas terlihat menyerupai titik api atau bara.

Kejadian tak terduga itu menjadi hiburan singkat bagi para petugas di tengah perjuangan mereka menangani karhutla.

Sebuah momen unik dalam acara Maulid Nabi di Candipuro, Jawa Timur, menarik perhatian setelah videonya beredar di media ...
29/08/2026

Sebuah momen unik dalam acara Maulid Nabi di Candipuro, Jawa Timur, menarik perhatian setelah videonya beredar di media sosial.

Dalam video tersebut, para jamaah terlihat berdiri saat memasuki momen mahalul qiyam. Mereka bersama-sama melantunkan sholawat, sementara sebagian jamaah lainnya memainkan rebana untuk mengiringi suasana.

Di tengah lantunan sholawat, terlihat adanya pemberian uang dalam jumlah cukup banyak hingga tampak segepok. Momen tersebut pun langsung mencuri perhatian orang-orang yang hadir.

Video itu kemudian mengundang beragam reaksi dari netizen. Bahkan, sejumlah warganet langsung meminta “sharelok” dengan nada bercanda karena ingin ikut merasakan hal serupa.

Pasalnya, selain bisa mengikuti acara Maulid Nabi dan mendapatkan pahala, jamaah juga berkesempatan memperoleh uang. “Siapa sih yang nggak mau, dapat pahala sekaligus dapat uang,” begitu kira-kira reaksi netizen yang merasa acara tersebut menawarkan keuntungan tersendiri bagi yang hadir.

Seorang pemilik kolam ikan di Cindai Alus, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mengaku keberatan ...
28/08/2026

Seorang pemilik kolam ikan di Cindai Alus, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mengaku keberatan setelah air dari kolam miliknya diambil helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pemilik kolam, H Ahmad Jailani, mengatakan air kolam tersebut selama ini dipersiapkan untuk menjaga kondisi kolam yang sudah dikelolanya sejak sekitar tahun 2010. Bahkan, ia mengaku telah mengisi kolam dengan sekitar 2 ton ikan.

Peristiwa pengambilan air itu terjadi pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 12.00 WITA. Menurut Ahmad, helikopter BNPB mengambil air dari kolam miliknya hingga sekitar 14 kali.

“Kami tadi sekitar jam 12-an siang melihat helikopter mengambil air dari kolam. Kurang lebih sampai 14 kali. Pertama kali diambil sudah kami larang dan kami beri isyarat, tetapi tetap dilakukan,” ujar Ahmad Jailani.

Ia menjelaskan, kondisi sumber air di sekitar kolam saat ini mulai mengering. Untuk menjaga ketersediaan air, pihaknya bahkan harus mendatangkan air menggunakan kendaraan secara bertahap.

Karena itu, pengambilan air dalam jumlah besar membuat dirinya khawatir kondisi kolam terganggu, terlebih ikan-ikan di dalamnya membutuhkan ketersediaan air yang cukup.

Meski sempat berusaha memberikan isyarat agar pengambilan air dihentikan, Ahmad mengaku akhirnya hanya bisa pasrah melihat helikopter terus mengambil air dari kolamnya.

Peristiwa tersebut kemudian menjadi perhatian karena kolam milik warga yang sudah dipersiapkan untuk menampung ikan justru menjadi salah satu sumber air yang digunakan dalam upaya penanganan karhutla.

Aldi Taher kembali menjadi perhatian setelah kabar mengenai rumah miliknya yang tengah ditawarkan untuk dijual kembali r...
24/08/2026

Aldi Taher kembali menjadi perhatian setelah kabar mengenai rumah miliknya yang tengah ditawarkan untuk dijual kembali ramai diperbincangkan.

Menariknya, rumah tersebut disebut sebelumnya ditawarkan dengan harga Rp6,5 miliar. Namun, karena belum juga menemukan pembeli, Aldi justru menaikkan harga penawaran menjadi Rp7 miliar.

Keputusan tersebut tentu cukup menarik perhatian. Biasanya, ketika sebuah properti belum menemukan pembeli dalam waktu tertentu, pemilik akan mempertimbangkan untuk menurunkan harga atau memberikan penawaran khusus.

Namun, Aldi memilih cara yang berbeda.

Alih-alih menurunkan harga, ia justru menaikkan nilai rumah tersebut menjadi Rp7 miliar. Tidak berhenti di situ, pembelian rumah tersebut juga disebut akan mendapatkan bonus berupa mobil Mercedes-Benz atau Mercy.

Informasi mengenai rumah Aldi tersebut sebelumnya beredar melalui media sosial dan kemudian menjadi bahan pembicaraan warganet.

Rumah yang ditawarkan memiliki luas sekitar 200 meter persegi. Properti tersebut juga dilengkapi dengan sejumlah fasilitas yang menjadi daya tarik tersendiri bagi calon pembeli.

Salah satu fasilitas yang disebutkan adalah lima kamar tidur serta kolam renang.

Dengan harga baru Rp7 miliar, Aldi tampaknya ingin menawarkan rumah tersebut dengan konsep paket yang cukup menarik. Calon pembeli tidak hanya mendapatkan sebuah properti, tetapi juga bonus kendaraan.

Strategi tersebut kemudian membuat penawaran rumah Aldi terlihat berbeda dibandingkan penjualan properti pada umumnya.

Meski harga rumah disebut mengalami kenaikan dari Rp6,5 miliar menjadi Rp7 miliar, bonus mobil yang diberikan menjadi salah satu bagian yang paling menarik perhatian.

Keputusan Aldi menaikkan harga juga membuat warganet bertanya-tanya. Apakah kenaikan tersebut berkaitan dengan nilai properti, fasilitas yang tersedia, atau justru strategi pemasaran agar rumah tersebut semakin menarik perhatian?

Aldi sendiri memang dikenal cukup terbuka mengenai berbagai aktivitas dan kehidupannya melalui media sosial. Karena itu, kabar mengenai rumah yang sedang ditawarkan tersebut dengan cepat menjadi bahan pembicaraan.

Dari informasi yang beredar, rumah tersebut memiliki ukuran tanah sekitar 200 meter persegi dan dilengkapi sejumlah fasilitas untuk menunjang kenyamanan penghuni.

Lima kamar serta kolam renang menjadi beberapa fasilitas yang disebut sebagai bagian dari properti tersebut.

Sementara itu, bonus Mercy menjadi daya tarik tambahan dalam penawaran terbaru.

Jika dihitung secara keseluruhan, calon pembeli mendapatkan rumah dengan nilai penawaran Rp7 miliar sekaligus sebuah kendaraan sebagai bonus.

Namun, belum diketahui secara pasti tipe Mercedes-Benz yang akan diberikan sebagai bonus maupun detail mengenai skema pembelian rumah tersebut.

Penawaran ini pun membuat publik penasaran apakah rumah Aldi Taher akhirnya akan menemukan pembeli setelah harga dinaikkan.

Langkah Aldi tersebut menjadi contoh strategi pemasaran yang cukup unik. Ketika sebuah rumah belum kunjung mendapatkan pembeli, ia justru memilih menaikkan harga sekaligus memberikan bonus kendaraan.

Bagi calon pembeli, tentu tetap perlu mempertimbangkan kondisi properti, lokasi, luas tanah dan bangunan, fasilitas, serta harga pasar di kawasan tersebut sebelum mengambil keputusan.

Terlepas dari itu, kabar rumah Aldi Taher kembali ramai menunjukkan bahwa aktivitas jual beli properti milik selebritas selalu menarik perhatian publik.

Kini, rumah yang sebelumnya ditawarkan Rp6,5 miliar tersebut disebut telah berubah menjadi Rp7 miliar dengan tambahan bonus Mercy.

Menarik untuk melihat apakah strategi tersebut akhirnya membuat rumah Aldi Taher segera mendapatkan calon pembeli.

Mahasiswa hilang 1bulan Tanpa kabbar terrnyata jadi pel....Lihat selengkapnya ‎ ‎ ‎ ‎ ‎
21/08/2026

Mahasiswa hilang 1bulan Tanpa kabbar terrnyata jadi pel....Lihat selengkapnya ‎ ‎ ‎ ‎ ‎

Innalillahi..7 Anggota Paskibra Ini Mendadak Dijemput Ajal, Ada yang.....selengkapnya ‎ ‎ ‎
21/08/2026

Innalillahi..7 Anggota Paskibra Ini Mendadak Dijemput Ajal, Ada yang.....selengkapnya ‎ ‎ ‎

Tas yang dikenakan Iriana Jokowi saat menghadiri upacara 17 Agustus menjadi sorotan warganet setelah disebut memiliki ke...
21/08/2026

Tas yang dikenakan Iriana Jokowi saat menghadiri upacara 17 Agustus menjadi sorotan warganet setelah disebut memiliki kemiripan dengan tas Chanel langka yang tengah diburu seorang personal shopper.

Personal shopper Athena Thalia sebelumnya membagikan kisah perburuan tas Chanel yang disebut hanya tersisa satu di dunia. Tas tersebut bahkan disebut sebagai collector’s piece dan pencariannya dilakukan hingga lintas negara.

Menariknya, setelah seorang warganet menyinggung tas yang dikenakan Iriana Jokowi, Athena ikut melempar pertanyaan: “Apakah plot twist-nya clientku itu Ibu Iriana?”

Soal harganya, seorang warganet mencoba menghitung estimasi jika tas tersebut dibanderol sekitar US$25.000 atau Rp450 juta. Dengan perkiraan biaya kirim Rp1,5 juta dan asuransi Rp2,25 juta, nilai kepabeanannya menjadi sekitar Rp453,75 juta.

Perhitungan tersebut kemudian memperkirakan bea masuk 15% sekitar Rp68,06 juta dan PPN 11% sekitar Rp57,4 juta. Dengan demikian, perkiraan pajak dan pungutan yang dihitung mencapai sekitar Rp125,46 juta, di luar harga tas dan biaya lainnya.

Namun, angka tersebut merupakan perkiraan warganet, bukan konfirmasi harga resmi maupun besaran pajak yang benar-benar dibayarkan untuk tas tersebut.

Hingga kini juga belum ada konfirmasi bahwa tas langka yang diceritakan Athena merupakan tas milik Iriana Jokowi. Kemiripan tas dan komentar Athena inilah yang membuat perbincangan semakin ramai.

yang dikenakan Iriana Jokowi saat menghadiri upacara 17 Agustus menjadi sorotan warganet setelah disebut memiliki kemiripan dengan tas Chanel langka yang tengah diburu seorang personal shopper.

Personal shopper Athena Thalia sebelumnya membagikan kisah perburuan tas Chanel yang disebut hanya tersisa satu di dunia. Tas tersebut bahkan disebut sebagai collector’s piece dan pencariannya dilakukan hingga lintas negara.

Menariknya, setelah seorang warganet menyinggung tas yang dikenakan Iriana Jokowi, Athena ikut melempar pertanyaan: “Apakah plot twist-nya clientku itu Ibu Iriana?”

Soal harganya, seorang warganet mencoba menghitung estimasi jika tas tersebut dibanderol sekitar US$25.000 atau Rp450 juta. Dengan perkiraan biaya kirim Rp1,5 juta dan asuransi Rp2,25 juta, nilai kepabeanannya menjadi sekitar Rp453,75 juta.

Perhitungan tersebut kemudian memperkirakan bea masuk 15% sekitar Rp68,06 juta dan PPN 11% sekitar Rp57,4 juta. Dengan demikian, perkiraan pajak dan pungutan yang dihitung mencapai sekitar Rp125,46 juta, di luar harga tas dan biaya lainnya.

Namun, angka tersebut merupakan perkiraan warganet, bukan konfirmasi harga resmi maupun besaran pajak yang benar-benar dibayarkan untuk tas tersebut.

Hingga kini juga belum ada konfirmasi bahwa tas langka yang diceritakan Athena merupakan tas milik Iriana Jokowi. Kemiripan tas dan komentar Athena inilah yang membuat perbincangan semakin ramai.

Innalillahi Wainnailaihi Rojiun.. Berita Duka Datang Dari Desa Seloto Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat.. Pada ...
19/08/2026

Innalillahi Wainnailaihi Rojiun..
Berita Duka Datang Dari Desa Seloto Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat..

Pada Tanggal 17 Agustus 2026 Kehilangan salah satu putra terbaik Sumbawa Barat yang telah menunaikan tugasnya dengan penuh tanggung jawab sebagai petugas pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tugas telah ditunaikan, bakti telah diberikan, dan Merah Putih telah dikibarkan dengan penuh kehormatan. Selamat jalan, pahlawan muda. Terima kasih atas pengabdianmu untuk Merah Putih. Engkau pergi setelah memberikan pengabdian terbaik untuk bangsa.

Semoga segala pengabdian dan kebaikanmu menjadi amal yang diterima Tuhan yang Maha Esa, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan aamiin🤲🥺




Presiden Prabowo Subianto secara resmi memperkenalkan Susanah, seorang warga dari Kabupaten Bogor, dalam Sidang Tahunan ...
15/08/2026

Presiden Prabowo Subianto secara resmi memperkenalkan Susanah, seorang warga dari Kabupaten Bogor, dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI yang diselenggarakan di Jakarta pada hari Jumat, tanggal 14 Agustus 2026. Dalam kesempatan tersebut, Susanah diperkenalkan sebagai buruh harian pengupas bawang dengan kompensasi sebesar Rp700 ribu per kilogram hasil kerjanya.

Dalam pidato yang disampaikannya, Prabowo menekankan bahwa Susanah merupakan salah satu penerima manfaat dari Program Keluarga Harapan (PKH) serta Program Sembako. Program-program tersebut, menurut Prabowo, berperan signifikan dalam mendukung pendidikan anak-anaknya, sehingga mereka dapat mengakses pendidikan yang lebih baik.

Pernyataan mengenai upah Rp700 ribu per kilogram ini kemudian menjadi sorotan dan perhatian publik di media sosial. Penting untuk dipahami bahwa angka tersebut menggambarkan upah berdasarkan jumlah kilogram bawang yang berhasil dikupas oleh Susanah, dan bukan berarti Susanah menerima Rp700 ribu setiap hari atau memiliki penghasilan tetap sebesar itu tanpa memperhitungkan hasil kerjanya.

Sorotan terhadap kisah Susanah ini kembali mengingatkan masyarakat bahwa di balik angka-angka pertumbuhan ekonomi yang sering kita dengar, masih terdapat pekerja harian yang menggantungkan hidupnya pada pekerjaan dengan sistem upah yang berbasis hasil kerja. Ini menjadi pengingat bahwa pemerataan kesejahteraan ekonomi masih perlu terus diupayakan agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk para pekerja harian seperti Susanah.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi fokus diskusi publik pada saat ini. Salsa Erwina, seorang aktivis med...
14/08/2026

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi fokus diskusi publik pada saat ini. Salsa Erwina, seorang aktivis media sosial, mengajukan usulan agar makanan yang disajikan dalam berbagai acara resmi yang melibatkan pejabat dan pegawai pemerintah juga menggunakan menu MBG. Usulan ini mencakup penerapan menu MBG dalam berbagai agenda resmi, mulai dari pertemuan di DPR, perayaan Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus, hingga acara resmi lainnya. Hal yang menarik perhatian adalah keinginan agar menu yang disajikan kepada pejabat setara dengan menu yang diterima oleh para siswa di sekolah.
Salsa mengaitkan gagasan ini dengan prinsip keadilan sosial. Apabila MBG memang dirancang sebagai program untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat dan pemerintah percaya dengan kualitas serta keamanannya, maka tidak ada alasan bagi pejabat untuk tidak menikmati makanan yang sama. Usulan ini juga membawa pesan penting mengenai efisiensi anggaran. Daripada menyediakan konsumsi khusus dalam berbagai acara, anggaran dapat dialokasikan dengan menggunakan standar menu yang sama, sehingga tidak menimbulkan kesan adanya perlakuan yang berbeda antara masyarakat penerima MBG dan mereka yang menjalankan pemerintahan.
Dalam unggahan media sosialnya, Salsa bahkan mengusulkan batas biaya konsumsi sekitar Rp15 ribu per orang per hari untuk berbagai kegiatan tersebut. Gagasannya sederhana tetapi mendalam: jika makanan tersebut dianggap bergizi, aman, dan layak untuk anak-anak Indonesia, mengapa makanan yang sama tidak disajikan p**a kepada pembuat dan pelaksana kebijakan?
Perdebatan mengenai MBG kini tidak hanya berfokus pada komposisi nutrisi dalam piring, tetapi juga pada penerapan prinsip kesetaraan, transparansi, kualitas makanan, dan pengelolaan anggaran publik dalam praktik sehari-hari. Bagaimana pendapat Anda mengenai hal ini? Apakah usulan ini dapat mendorong perubahan positif dalam penggunaan anggaran dan prinsip kesetaraan di pemerintahan

Address

Pekanbaru

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yuliana posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share