Lindungi Satwa Dari Kepunahan

Lindungi Satwa Dari Kepunahan Mari Lindungi Satwa baik yang mau punah maupun tidak, sayangi mereka sama dengan menyayangi barang anda yang lain

Disini ada jual Biji gaharu OK
03/12/2013

Disini ada jual Biji gaharu OK

Cara Mudah Menyemai Biji Gaharu, Menyiapkan Media tanam, Biji, dan peralatan yang diperlukan. Cukup Melihat Gambar Saya Kira Anda Paham.
Pesan Biji Gaharu Ke. +6285376244454

06/07/2013

O853-7624-4454 Kami pembudidaya Bibit Anggur dari Pekanbaru Riau,
Kami menjual bibit dalam bentuk stek batang, bibit dalam polybag, dan biji anggur : bibit anggur merah red prince, bibit anggur merah red globe, bibit anggur merah red australia,dll

Sail Komodo 2013 Mempertegas Kekuatan Wisata NTTSail Komodo berlangsung 28 Juli-9 September 2013. Pemerintah Provinsi Nu...
11/01/2013

Sail Komodo 2013

Mempertegas Kekuatan Wisata NTT

Sail Komodo berlangsung 28 Juli-9 September 2013. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan pemerintah pusat telah melakukan berbagai persiapan pembenahan sejumlah infrastruktur pendukung. Sail Komodo melalui dua jalur, yakni utara dan selatan Nusa Tenggara Timur.

Sail Komodo 2013 juga merupakan tahun kunjungan Flores, Sumba, Lembata, Timor, Rote, dan Alor (Flobamora). Tahun 2013 ditargetkan menjadi titik kebangkitan industry pariwisata Nusa Tenggara Timur (NTT). Total kunjungan satu juta wisatawan pada 2013 bakal tercapai.

Kepala Seksi Promosi dan Informasi DInas Kebudayaan dan Pariwisata NTT Bonefentura Rumat di Kupang, Minggu (23/9), mengatakan, pembenahan infrastruktur pendukung di setiap destinasi dan sumberdaya manusia melibatkan semua pihak, baik pemerintah daerah maupun swasta.

“Pemerintah dan masyarakat NTT bertekat membangun industri pariwisata sebagai kekuatan ekonomi-kreatif baru di daerah ini, sama seperti Nusa Tenggara Barat dan Bali yang sudah maju dibidang ini. Kekuatan nilai jual Komodo menjadi lokomotif industry wisata di daerah ini,” kata Rumat.

Persiapan Sail Komodo 2013 antara lain pembenahan dermaga di setiap titik singgah, air bersih, listrik, guide, penginapan, serta informasi yang tepat dan akurat. Selain itu, juga pusat-pusat cendera mata khas daerah, atraksi budaya masyarakat,dan persiapan masyarakat menyambut peserta Sail Komodo.

Ada dua jalur Sail Komodo NTT, yakni utara, mulai dari Kupang, Alor, Lembata, Flores Timur, Mamure, Ende, Riung, hingga Labuan Bajo, serta selatan, mulai dari Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, Waingapu, Sumba Barat Daya, Borong, hingga Labuan Bajo.

Provinsi ini memiliki objek wisata komplet. Jika NTB dan Bali menjual keindahan pantai yang kemudian dikemas dengan sejumlah budaya dan kreativitas masyarakat lokal, NTT justru lebih lengkap dengan komodo yang tidak ditemukan di dua provinsi itu.

Keterlambatan NTT membangun industri pariwisata disebabkan oleh kelemahan pengambil kebijakan sebelumnya. Mereka tidak melihat NTT secara utuh dan menyeluruh, tetapi selalu terkotak-kotak.

Kini, titik kekuatan industri pariwisata NTT adalah komodo di Labuan Bajo. Letaknya yang berdekatan dengan Lombok, NTB, berpotensi sebagai jembatan emas-poros wisata Bali, NTB, dan NTT atau sebaliknya. Melalui komodo, daya tarik dan kekuatan ekonomi obyek wisata lain di NTT lebih dipertegas.

“Kami memanfaatkan momen Sail Komodo untuk mendongkrak kunjungan ke obyek wisata lain di 21 kabupaten/kota di NTT. Semua pihak dilibatkan dalam kesempatan ini,” kata Bona.

Tidak berpengaruh

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) NTT I Dewa Made Adnya mengatakan, kegiatan Sail Komodo tidak berpengaruh langsung terhadap ekonomi suatu daerah. Peserta Sail Komodo lebih banyak dijamu pihak tuan rumah, yakni pemerintah dan masyarakat. Biaya yang dikeluarkan jauh lebih besar ketimbang pemasukan dari para turis yang datang.

“Kapal pesiar jauh lebih menguntungkan letimbang program Sail Komodo. Februari 2013 sebuah kapal pesiar dari Perancis bernama The Franc’s akan tiba di Kupang membawa sekitar 300-400 orang. Mereka melakukan tur wisata ke NTT, yakni Larantuka, Ende, Waingapu, Sumba Barat Daya, Pulau Rinca, dan Pulau Komodo,”kata Adnya.

Kegiatan Sail Komodo lebih berdampak politik ketimbang pariwisata itu sendiri. Sail Komodo bisa berpengaruh terhadap ekonomi masyarakat jika disajikan secara benar-benar serta menyenangkan peserta, termasuk menjamu peserta, persiapan infrastruktur, dan paket wisata yang disajikan.

“Sebuah Sail Komo berpengaruh bila semua kenangan indah itu disosialisasikan, diteruskan, dan diceritakan oleh peserta Sail Komodo ke negera lain atau sesama wisatawan. Jika tidak, hal itu sama sekali tidak berguna,” ujar Adnya.

Ia mengatakan, sejak Sail Komodo diselenggarakan di Indonesia (2006), para turis asing selalu singgah di NTT, yakni Teluk Kupang, sebagai titik awal masuk Indonesia. Ratusan turis asing dari puluhan negera singgah di sejumlah Kabupaten di NTT, tetapi mereka tetap tidur di kapal dan dijamu pemerintah daerah setempat serta menyaksikan atraksi budaya lokal secara gratis.

“Kalau Sail Komodo sekedar menambah jumlah kunjungan wisatawan asing, silakan. Namun, meningkatkan ekonomi masyarakat secara langsung, sulit. Kita bicara dari pengalaman selama beberapa tahun Sail Komodo di sejumlah kabupaten di NTT,” kata Adnya.

Ia pun menyesalkan, pihak pemerintah daerah dan penyelenggara Sail Komodo 2013 sampai hari ini tidak pernah membicarakan persiapan acara tersebut bersama Asita. Padahal, peran Asita NTT cukup signifikan dalam meningkatkan kehadiran turis asing ke wilayah itu.

Asita menyelenggarakan direct promotion pariwisata NTT di Bali yang diikuti sejumlah perusahaan perjalanan pariwisata dari NTT dan perusahaan perjalanan pariwisata dari Bali. Empat perusahaan perjalanan pariwisata NTT yang selalu aktif adalah Oceania, Floresa Wisata, Trans Nusa, dan Komodo Adventure.

“Dalam pertemuan itu terungkap bahwa perusahaan perjalanan pariwisata di Bali ingin membangun kerja sama dengan perusahaan perjalanan pariwisata NTT asal pihak NTT benar-benar memperlakukan tamu mereka seperti yang diperlakukan di Bali. Jika tamu yang dikirim ke NTT itu diperlakukan kurang memuaskan, hal tersebut juga berdampak buruk terhadap perusahaan pariwisata di Bali,” kata Adnya. (KORNELIS KEWA AMA)

(Sumber : Kompas, 30 Nopember 2012)

Kolaborasi aksi bersama lintas organisasi yang menamakan sebagai kelompok Peduli Satwa Merapi terdiri dari Animal Friend...
15/06/2012

Kolaborasi aksi bersama lintas organisasi yang menamakan sebagai kelompok Peduli Satwa Merapi terdiri dari Animal Friends Jogja–AFJ, Jakarta Animal Aid Network–JAAN, dan Centre for Orangutan Protection–COP yang saat ini masih berjuang dalam penyelamatan satwa di kawasan merapi yang terkena bencana.

"Kegiatan Aksi bersama untuk satwa di Merapi ini diawali dengan persiapan tanggap bencana yang telah dilakukan pada tanggal 24 Oktober 2010, ketika statusnya siaga, dengan cara menyebarkan informasi melalui salah satu situs jejaring sosial untuk menggalang dukungan agar siap apabila terjadi bencana,” ungkap Daniek Hendarto, selaku koordinator kelompok Peduli Satwa Merapi.

Daniek menambahkan, “Kami beruntung ketika terjadi letusan pertama kami dapat langsung siap membantu, karena proses-proses koordinasi sudah dijalankan, tim pun dapat langsung terjun ke lokasi yang di pandu oleh Dinas Perternakan Kabupaten Sleman, melalui koordinasi Pos Kesehatan Hewan setempat di Pager Jurang dan pendataan satwa akibat bencana dapat dilakukan pada 28-29 Oktober 2010 untuk wilayah Kali Adem dan Kinahrejo yang terkena dampak paling parah ketika letusan pertama gunung Merapi dengan pendokumentasian dan pencatatan”.

Bantuanpun sudah didistribusikan berupa hijauan pakan ternak ke beberapa lokasi dengan menyediakan 3 (tiga) kendaraan pick up perhari, hal ini menjadi bagian yang penting dikarenakan satwa butuh makanan. Sumber-sumber pakan hijau juga didatangkan dari Kulon Progo dan beberapa lokasi lainnya. Selain menyediakan pakan, kelompok Peduli Satwa Merapi juga melakukan kegiatan Pencarian dan Penyelamatan satwa (Search and Rescue Animals) baik itu hewan domestik berupa anjing, kucing, burung-burung dan satwa liar serta pengobatan satwa dalam rangka untuk mempertahankan kesejahteraan satwa.

Di antara 22 orang sukarelawan yang tergabung di kelompok Peduli Satwa Merapi, Bandizt yang merupakan bassis dari band Shaggydog asal Jogja yang dikenal peduli satwa di Indonesia pun bergabung menunjukan kepeduliannya sebagai masyarakat Yogyakarta. “Merapi merupakan bagian dari kehidupan masyarakat dan satwa-satwanya harus segera mendapatkan pertolongan dan sebagai warga Jogja ayo kita bersama-sama untuk membatu masyarakat Merapi dan satwa-satwanya,“ ujar Bandizt.

Address

Pekanbar
Pekanbaru
28000

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Lindungi Satwa Dari Kepunahan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share