Detektif Konsultan Majakerta Street

Detektif Konsultan Majakerta Street Menghadirkan informasi yang berbobot, membantu pnyelesaian kasus yang anda alami kepercayaan anda adalah tanggung jawab kami.

Mintalah apa saja yang anda harapkan untuk kami berikan dngan ijin Allah SWT kami akan mengusahakannya

09/07/2019

📢Share lineup terbaikmu dan dapatkan 20 Starhigh📢
Para saint terkasih~
Lineup event telah tiba, Starhigh gratis menunggumu!
✍[Peraturan]
1⃣ Post Screenshot line up terbaikmu di bagian komen post ini
2⃣ Berikan penjelasan strategi susunan lineup-mu
3⃣ Berikan info karakter:Nama karakter+ Server + Akun UID
4⃣ Share post ini untuk umum
📌Nama karakter dan info server dapat diperiksa pada laman setting/Akun UID dapat dilihat pada sudut kanan laman login (0060015_###### )
****N.B:Cari cara melihat UID dari pin di bawah~

🏆[Penilaian]Ikuti semua peraturan,40 pemain dengan penjelasan strategi paling bagus akan dipilih(Dibagi dalam 4 bahasa: Thai, Inggris, Mandarin dan Bahasa Indonesia, masing-masing bahasa 10 pemenang)
🎁[Reward] Diamondx 500 + Starhigh x 20
⏳[Waktu] 8/7/2019 s.d 14/7/2019
⌛[Pengumuman pemenang] 15/7/2019

【Perhatian】
📌Reward akan dibagikan dalam 2 hari kerja melalui e-mail, setelah event berakhir. Pastikan info karakter yang diberikan agar dapat menerima reward.
📌Hak milik penjelasan akan menjadi milik Tim Saint Seiya: Awakening .
****N.B:Tulislah dengan sungguh-sungguh, Reward menantimu!

04/07/2019
19/03/2014

coba pikirr...... knp akhir2 ini qt selalu mendapat teguran ???
teguran, cobaan, adzab
itu semua adalah cara tuhan berkomunikasi dengan kita.
apa bedanya tiga kata itu ?
teguran tuhan diberikan tuhan sebagai sapaan pada kita yamg mungkin lalai dari kewajiban kita padaNYa atau pada sesama kita
cobaan diberikan oleh tuhan karena kita adalah orang yg disayangiNYA
adzab diberikan saat kita tidak peduli lagi dengabn diri sendiri dan lingkungan nya

18/10/2013

tak ada hal yang lebih merepotkan selain orang bodoh yang memiliki sedikit ilmu

banyak hal yang mudah terkadang justru kita mempersulitnya sendiri.setiap masalah yang datang pada kita, selalu dan hamp...
11/09/2013

banyak hal yang mudah terkadang justru kita mempersulitnya sendiri.
setiap masalah yang datang pada kita, selalu dan hampir pasti kita pikir adalah bahwa masalah tersebut akan menyulitkan hidup kita.
merka kadang tak berpikir bahwa ALLAH selalu memberikan kita dua hal.......
1. sebab
2. akibat
kita hanya memikirkan akibat yg timbul bukan sebab kenapa masalah itu datang pada kita.
banyak yg mengatakan " ngomong mah gampang, nglakoni angel kang "
aku jawab ya tentu saja begitu dan akupun akan menjawab " bukankah penyesalan juga datang di akhir episode "
nah kawan mulailah berpikir mundur ( deduksi ). . . bukan membayangkan apa yg akan terjadi nanti, tapi pikirkanlah bagaimana caranya supaya sesuatu berakhir seperti yang kita rencanakan


admin
S.H

07/08/2013

Gilir gumanti padhang
tetrawangan ing wayah ratri. Kawulo ngturaken sugeng riaden sugeng karaharjan, rena
ing penggalih kawula
nyuwun agunging
samudra pangaksama
lahir trusing batos,
mugiya tansah winengku ing karahayon lan widada
ing sambikala mugi kita tansah winengku ing karahayon, gesang, lan mugi tansah pikantuk ridho saking Gusti Rinengga suminaringsurya dinten fitri
cinandra resik ing
wardaya, katur sugeng mangayubagya Idul Fitri
KELUARGA DETEKTIF KONSULTAN MAJAKERTA STREET

29/06/2013

Kisah Inspiratif Islami | Sebuah Kematian Yang Sangat Indah

Bismillahir-Rahmanir-Rahim ...

Tatkala masih di bangku sekolah, aku hidup bersama kedua orangtuaku dalam lingkungan yang baik. Aku selalu mendengar do’a ibuku saat p**ang dari keluyuran dan begadang malam. Demikian p**a ayahku, ia selalu dalam Shalatnya yang panjang. Aku heran, mengapa ayah shalat begitu lama, apalagi jika saat musim dingin yang menyengat tulang.

Aku sungguh heran. Bahkan hingga aku berkata kepada diri sendiri: “Alangkah sabarnya mereka…setiap hari begitu…benar-benar mengherankan!”......

Aku belum tahu bahwa di situlah kebahagiaan orang mukmin, dan itulah shalat orang-orang pilihan…Mereka bangkit dari tempat tidumya untuk bermunajat kepada Allah.

Setelah menjalani pendidikan militer, aku tumbuh sebagai pemuda yang matang. Tetapi diriku semakin jauh dari Allah. Padahal berbagai nasihat selalu kuterima dan kudengar dari waktu ke waktu.

Setelah tamat dari pendidikan, aku ditugaskan ke kota yang jauh dari kotaku. Perkenalanku dengan teman-teman sekerja membuatku agak ringan menanggung beban sebagai orang terasing.

Di sana, aku tak mendengar lagi suara bacaan Al-Qur’an. Tak ada lagi suara ibu yang membangunkan dan menyuruhku shalat. Aku benar-benar hidup sendirian, jauh dari lingkungan keluarga yang dulu kami nikmati.

Aku ditugaskan mengatur lalu lintas di sebuah jalan tol. Di samping menjaga keamanan jalan, tugasku membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan.

Pekerjaan baruku sungguh menyenangkan Aku lakukan tugas-tugasku dengan semangat dan dedikasi tinggi.

Tetapi, hidupku bagai selalu diombang-ambingkan ombak. Aku bingung dan sering melamun sendirian…banyak waktu luang…pengetahuanku terbatas.

Aku mulai jenuh…tak ada yang menuntunku di bidang agama. Aku’sebatang kara. Hampir tiap hari yang kusaksikan hanya kecelakaan dan orang-orang yang mengadu kecopetan atau bentuk-bentuk penganiayaan lain. Aku bosan dengan rutinitas. Sampai suatu hari terjadilah suatu peristiwa yang hingga kini tak pernah kulupakan.

Ketika kami dengan seorang kawan sedang bertugas di sebuah pos jalan. Kami asyik ngobrol…tiba-tiba kami dikagetkan oleh suara benturan yang amat keras. Kami mengalihkan pandangan. Teryata, sebuah mobil bertabrakan dengan mobil lain yang meluncur dari arah berlawanan. Kami segera berlari menuju tempat kejadian untuk menolong Korban.

Kejadian yang sungguh tragis. Kami lihat dua awak salah satu mobil daIam kondisi sangat kritis keduanya segera kami keluarkan dari mobil lalu kami bujurkan di tanah.

Kami cepat-cepat menuju mobil satunya. Ternyata pengemudinya telah tewas dengan amat mengerikan. Kami kembali lagi kepada dua orang yang berada dalam kondisi koma. Temanku menuntun mereka mengucapkan kalimat syahadat. : Ucapkanlah “Laailaaha Illallaah…Laailaaha Illallaah…” perintah temanku.

Tetapi sungguh mengherankan, dari mulutnya malah meluncur lagu-lagu. Keadaan itu membuatku merinding.

Temanku tampaknya sudah biasa menghadapi orang-orang yang sekarat…Kembali ia menuntun korban itu membaca syahadat.

Aku diam membisu. Aku tak berkutik dengan pandangan nanar. Seumur hidupku, aku belum pernah menyaksikan orang yang sedang sekarat, apalagi dengan kondisi seperti ini. Temanku terus menuntun keduanya mengulang-ulang bacaan syahadat. Tetapi… keduanya tetap terus saja melantunkan lagu.

Tak ada gunanya…Suara lagunya semakin melemah…lemah dan lemah sekali. Orang pertama diam, tak bersuara lagi, disusul orang kedua. Tak ada gerak… keduanya telah meninggal dunia.

Kami segera membawa mereka ke dalam mobil. Temanku menunduk, ia tak berbicara sepatah pun. Selama pejalanan hanya ada kebisuan, hening. Kesunyian pecah ketika temanku memulai bicara. Ia berbicara tentang hakikat kematian dan su’ul khatimah (kesudahan yang buruk). Ia berkata: “Manusia akan mengakhiri hidupnya dengan baik atau buruk. Kesudahan hidup itu biasanya pertanda dari apa yang dilakukan olehnya selama di dunia”. Ia bercerita panjang lebar padaku tentang berbagai kisah yang diriwayatkan dalam buku-buku Islam. Ia juga berbicara bagaimana seseorang akan mengakhiri hidupnya sesuai dengan masa lalunya secara lahir batin.

Perjalanan ke rumah sakit terasa singkat oleh pembicaraan kami tentang kematian. Pembicaraan itu makin sempurna gambarannya tatkala ingat bahwa kami sedang membawa mayat.

Tiba-tiba aku menjadi takut mati. Peristiwa ini benar-benar memberi pelajaran berharga bagiku. Hari itu, aku shalat kusyu’ sekali.Tetapi perlahan-lahan aku mulai melupakan peristiwa itu.

Aku kembali pada kebiasaanku semula…Aku seperti tak pernah menyaksikan apa yang menimpa dua orang yang tak kukenal beberapa waktu lalu. Tetapi sejak saat itu, aku memang benar-benar menjadi benci kepada yang namanya lagu-lagu. Aku tak mau tenggelam menikmatinya seperti sedia kala. Mungkin itu ada kaitannya dengan lagu yang pernah kudengar dari dua orang yang sedang sekarat dahulu.

Kejadian Yang Menakjubkan…

Selang enam bulan dari peristiwa mengerikan itu…sebuah kejadian menakjubkan kembali terjadi di depan mataku. Seseorang mengendarai mobilnya dengan pelan, tetapi tiba-tiba mobilnya mogok di sebuah terowongan menuju kota.

Ia turun dari mobilnya untuk mengganti ban yang kempes. Ketika ia berdiri di belakang mobil untuk menurunkan ban serep, tiba-tiba sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabraknya dari arah belakang. Lelaki itu pun langsung tersungkur seketika.

Aku dengan seorang kawan, bukan yang menemani-ku pada peristiwa yang pertama- cepat-cepat menuju tempat kejadian. Dia kami bawa dengan mobil dan segera p**a kami menghubungi rumah sakit agar langsung mendapat penanganan. Dia masih muda, dari tampangnya, ia kelihatan seorang yang ta’at menjalankan perintah agama.

Ketika mengangkatnya ke mobil, kami berdua cukup panik, sehingga tak sempat memperhatikan kalau ia menggumamkan sesuatu. Ketika kami membujurkannya di dalam mobil, kami baru bisa membedakan suara yang keluar dari mulutnya.Ia melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an…dengan suara amat lemah “Subhanallah! ” dalam kondisi kritis seperti , ia masih sempat melantunkan ayat-ayat suci Al-quran? Darah mengguyur seluruh pakaiannya; tulang-tulangnya patah, bahkan, ia hampir mati.

Dalam kondisi seperti itu, ia terus melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan suaranya yang merdu. Selama hidup aku tak pernah mendengar suara bacaan Al-quran seindah itu. Dalam batin aku bergumam sendirian: “Aku akan menuntun membaca syahadat sebagaimana yang dilakukan oleh temanku terdahulu… apalagi aku Sudah punya pengalaman” aku Meyakinkan diriku sendiri.

Aku dan kawanku seperti kena hipnotis mendengarkan suara bacaan Al-Quran yang merdu itu. Sekonyong-konyong tubuhku merinding menjalar dan menyelusup ke setiap rongga. tiba-tiba suara itu berhenti. Aku menoleh ke belakang. Kusaksikan dia mengacungkan jari telunjuknya lalu bersyahadat. Kepalanya terkulai, aku melompat ke belakang. Kupegang tangannya, detak jantungnya nafasnya, tidak ada yang terasa. Dia telah meninggal dunia.

Aku lalu memandanginya lekat-lekat, air mataku menetes, kusembunyikan tangisku, takut diketahui kawanku. Kukabarkan kepada kawanku kalau pemuda itu telah wafat. Kawanku tak kuasa menahan tangisnya. Demikian p**a halnya dengan diriku. Aku terus menangis, air mataku deras mengalir. Suasana dalam mobil betul-betul sangat mengharukan.

Sampai di rumah sakit…Kepada orang-orang di sana kami mengabarkan perihal kematian pemuda itu dan peristiwa menjelang kematiannya yang menakjubkan. Banyak orang yang terpengaruh dengan kisah kami, sehingga tak sedikit yang meneteskan air mata. Salah seorang dari mereka, demi mendengar kisahnya, segera menghampiri jenazah dan mencium keningnya.

Semua orang yang hadir memutuskan untuk tidak beranjak sebelum mengetahui secara pasti kapan jenazah akan dishalatkan. Mereka ingin memberi penghormatan terakhir kepada jenazah, semua ingin ikut menyalatinya. salah seorang petugas rumah sakit menghubungi rumah almarhum.

Kami ikut mengantarkan jenazah hingga ke rumah keluarganya. Salah seorang saudaranya mengisahkan ketika kecelakaan sebetulnya almarhum hendak menjenguk neneknya di desa. Pekerjaan itu rutin ia lakukan setiap hari Senin.

Di sana almarhum juga menyantuni para janda, anak yatim dan orang-orang miskin. Ketika tejadi kecelakaan, mobilnya penuh dengan beras, gula, buah-buahan dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Ia juga tak lupa membawa buku-buku agama dan kaset-kaset pengajian. Semua itu untuk dibagi-bagikan kepada orang-orang yang ia santuni. Bahkan ia juga membawa permen untuk dibagi-bagikan kepada anak-anak kecil.

Bila ada yang mengeluhkan-padanya tentang kejenuhan dalam pejalanan, ia menjawab dengan halus. “Justru saya memanfaatkan waktu pejalananku dengan menghafal dan mengulang-ulang bacaan Al-Qur’an, juga dengan mendengarkan kaset-kaset pengajian, aku mengharap ridha Allah pada setiap langkah kaki yang aku ayunkan,” kata almarhum. Aku ikut menyalati jenazah dan mengantamya sampai ke kuburan.

Dalam liang lahat yang sempit, almarhum dikebumikan. Wajahnya dihadapkan ke kiblat. “Dengan nama Allah dan atas ngama Rasulullah”. pelan-pelan, kami menimbuninya dengan tanah…Mintalah kepada Allah keteguhan hati saudaramu, sesungguhnya dia akan ditanya… Almarhum menghadapi hari pertamanya dari hari-hari akhirat…

Dan aku… sungguh seakan-akan sedang menghadapi hari pertamaku di dunia.Aku benar-benar bertaubat dari kebiasaan burukku. Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosaku di masa lalu dan meneguhkanku untuk tetap mentaatinya, memberiku kesudahan hidup yang baik (khusnul khatimah) serta menjadikan kuburanku dan kuburan kaum muslimin sebagai taman-taman Surga. Aamiin ....

Krisis itu masih melanda Madinah. Korban sudah banyak berjatuhan. Jumlah orang-orang miskin terus bertambah. Khalifah Um...
03/06/2013

Krisis itu masih melanda Madinah. Korban sudah banyak berjatuhan. Jumlah orang-orang miskin terus bertambah. Khalifah Umar Bin Khatab yang merasa paling bertanggung jawab terhadap musibah itu, memerintahkan menyembelih hewan ternak untuk dibagi-bagikan pada penduduk.

Ketika tiba waktu makan, para petugas memilihkan untuk Umar bagian yang menjadi kegemarannya: punuk dan hati unta. Ini merupakan kegemaran Umar sebelum masuk islam. “Dari mana ini?” Tanya Umar.

“Dari hewan yang baru disembelih hari ini,” jawab mereka.

“Tidak! Tidak!” kata Umar seraya menjauhkan hidangan lezat itu dari hadapannya. “Saya akan menjadi pemimpin paling buruk seandainya saya memakan daging lezat ini dan meninggalkan tulang-tulangnya untuk rakyat.”

Kemudian Umar menuruh salah seorang sahabatnya,” Angkatlah makanan ini, dan ambilkan saya roti dan minyak biasa!” Beberapa saat kemudian, Umar menyantap yang dimintanya.

Kisah yang dipaparkan Khalid Muhammad Khalid dalam bukunya ar-Rijal Haular Rasul itu menggambarkan betapa besar perhatian Umar terhadap rakyatnya. Peristiwa seperti itu bukan hanya terjadi sekali saja. Kisah tentang pertemuan Umar dengan seorang ibu bersama anaknya yang sedang menangis kelaparan, begitu akrab di telinga kita. Ditengah nyenyaknya orang tidur. Ia berkeliling dan masuk sudut-sudut kota Madinah. Ketika bertemu seorang ibu dan anaknya yang sedang kelaparan, Umar sendiri yang pergi mengambil makanan. Ia sendiri juga yang memanggulnya, mengaduknya, memasaknya dan menghidangkannya untuk anak-anak itu.

Keltika kelaparan mencapai puncaknya Umar pernah disuguhi remukan roti yang dicampur samin. Umar memanggil seorang badui dan mengajaknya makan bersama. Umar tidak menyuapkan makanan ke mulutnya sebelum badui itu melakukannya terlebih dahulu. Orang badui sepertinya sangat menikmati makanan itu. “Agaknya Anda tidak pernah merasakan lemak?” Tanya Umar.

“Benar,” kata badui itu. “Saya tidak pernah makan dengan samin atau minyak zaitun. Saya juga sudah lama tidak menyaksikan orang-orang memakannya sampai sekarang,” tambahnya.

Mendengar kata-kata sang badui, Umar bersumpah tidak akan makan lemak sampai semua orang hidup seperti biasa. Ucapannya benar-benar dibuktikan. Kata-katanya diabadikan sampai saat itu, “Kalau rakyatku kelaparan, aku ingin orang pertama yang merasakannya. Kalau rakyatku kekenayangan, aku ingin orang terakhir yang menikmatinya.”

Padahal saat itu Umar bisa saja menggunakan fasilitas Negara. Kekayaan Irak dan Syam sudah berada ditangan kaum Muslimin. Tapi tidak. Umar lebih memilih makan bersama rakyatnya.

Pada kesempatan lain, Umar menerima hadiah makanan lezat dari Gubernur Azerbeijan, Utbah bin Farqad. Namun begitu mengetahui makanan itu biasanya disajikan untuk kalangan elit, Umar segera mengembalikannya. Kepada utusan yang mengantarkannya Umar berpesan, “Kenyangkanlah lebih dulu rakyat dengan makanan yang biasa Anda makan.”

Sikap seperti itu tak hanya dimiliki Umar bin Khattab. Ketika mendengar dari Aisyah bahwa Madinah tengah dilanda kelaparan. Abdurrahman bin Auf yang baru p**ang dari berniaga segera membagikan hartanya pada masyarakat yang sedang menderita. Semua hartanya dibagikan.

Ironisnya, sikap ini justru amat jauh dari para pejabat sekarang. Penderitaan demi penderitaan yang terus melanda bangsa ini, tak meyadarkan mereka. Naiknya harga kebutuhan pokok sebelum harga BBM naik dan meningkatnya jumlah orang-orang miskin, tak menggugah hati mereka. Bahkan, perilaku boros mereka kian marak.

Anggota Dewan yang ditunjuk rakyat sebagai wakil, justru banyak yang berleha-leha. Santai dan mencari aman. Pada saat yang sama, para pejabat yang juga dipilih langsung, tak pernah memikirkan rakyat. Yang ada dalam benak mereka , bagaimana bisa aman selama lima tahun ke depan.

Mereka yang dulu vocal mengkritik para pejabat korup dan zalim, justru kini diam. Ia takut kalau kursi yang saat ini didudukinya lepas. Sungguh jauh beda dengan Abu Dzar al-Ghifari, seorang sahabat Rasulullah saw. Ketika suatu saat dia cukup pedas mengkritik para pejabat di Madinah, Ustman bn Affan memindahkannya ke Syam agar tak muncul konflik. Namun, ditempat inipun ia melakukan kritik tajam pada Muawiyah bin Abu Sufyan agar menyantuni fakir miskin.

Muawiyah pernah mengujinya dengan mengirimkan uang. Namun ketika esok harinya uang itu ingin diambilnya kembali, ternyata Abu Dzar telah membagikannya pada fakir miskin.

Sesungguhnya, negeri kita ini tidak miskin. Negari kita kaya. Bahkan teramat kaya. Tapi karena tidak dikelola dengan baik, kita menjadi miskin. Negeri kita kaya, tapi karena kekayaan itu hanya berada pada orang-orang tertentu saja, rakyat menjadi miskin. Kekayaan dimonopoli oleh para pejabat, anggota parlemen dan para pengusaha tamak.

Di tengah suara rintihan para pengemis dan orang-orang terlantar, kita menyaksikan para pejabat dan orang-orang berduit dengan ayik melancong ke berbagai negari. Mereka seolah tanpa dosa menghambur-hamburkan uang dengan membeli barang serba mewah.

Ditengah gubuk-gubuk reot penuh tambalan kardus bekas, kita menyaksikan gedung-gedung menjulang langit. Diantara maraknya tengadah tangan-tangan pengemis, mobil-mobil mewah dengan santainya berseleweran. Pemandangan kontras yang selalu memenuhi hari-hari kita.

Dimasa Umar bin Abdul azis, umat islam pernah mengalami kejayaan. Kala itu sulit mencari mustahiq (penerima) zakat. Mereka merasa sudah mampu, bahkan harus mengeluarkan zakat. Mereka tidak terlalu kaya. Tapi, kekayaan dimasa itu tidak berkumpul pada orang-orang tertentu saja.

Disinilah peran zakat, infak dan shadaqah. Tak hanya untuk ‘membersihkan’ harta si kaya, tapi juga menuntaskan kemiskinan.

Jika ini tidak kita lakukan, kita belum menjadi mukmin sejati. Sebab, seorang Mukmin tentu takkan membiarkan tetanggana kelaparan. Rasulullah saw bersabda, “Tidak beriman seseorang yang dirinya kenyang, sementara tetangganya kelaparan.” (HR. Muslim)

(Majalah Sabili no 7 Th XIII Judul Asli : "Prihatin pada Rakyat Miskin")
diambil dari http://myquran.org/forum/index.php/topic,54692.msg1660153.html

Prihatin rakyat miskin Update Diskusi dan Informasi

21/05/2013

Surat yang lucu
Sum, seorang TKW
Indonesia
bermaksud
memutuskan
hubungan dengan
kekasihnya
seorang bule dari
Amerika bernama
Robbie akan tetapi
dia tak sanggup
untuk bertemu
muka dengan
kekasihnya. Sum
menulis surat
dengan berbekal
pengetahuan
bahasa Inggris
waktu di training
centre & kamus
tebal.
Hi Robbie, with
this letter I
want to give
know you (hai
Robbie,
bersama surat
ini saya ingin
memberitahu
kamu)
I WANT TO CUT
CONNECTION
US [Saya ingin
memutuskan
hubungan kita]
I have think
this very cook
cook (saya
telah
memikirkan hal
ini masak
masak)
I know my love
only clap half
hand (saya
tahu cinta
saya hanya
bertepuk
sebelah
tangan)
Correctly, I
have see you
go with a
woman
entertainment
at town with
my eyes and
head myself
(sebenarnya,
saya telah
melihat kamu
pergi bersama
seorang
wanita
penghibur dI
kota dengan
Mata kepala
saya sendiri)
You always
ask apology
back back
times (kamu
selalu minta
maaf berulang
ulang kali)
You eyes drop
tears
crocodile
(matamu
mencucurkan
airmata buaya)
You correct
correct a man
crocodile land
(kamu benar-
benar seorang
lelaki buaya
darat)
My Friend
speak you play
fire (teman
saya bilang
kamu bermain
api)
Now I know
you correct
correct play
fire (sekarang
saya tahu
kamu benar
benar bermain
api)
So, I break
connection
and pull body
from love
triangle this
(jadi, saya
putuskan
hubungan dan
menarik diri
dari cinta
segitiga ini)
I know result I
pick this very
correct,
because you
love she very
big from me
(saya tahu
keputusan
yang saya
ambil ini benar,
karena kamu
mencintai dia
lebih besar
dari saya)
But I still will
not go far far
from here
(namun saya
tetap tidak
akan pergi
jauh-jauh dari
sini)
I don't want
you play play
with my liver
(saya tidak
ingin kamu
main-main
dengan hati
saya)
I have been
crying night
night until no
more eye
water thinking
about your
body (saya
menangis
bermalam-
malam sampai
tidak Ada lagi
airmata
Memikirkan
dirimu)
I don't want
to sick my
liver for two
times (saya
tidak mau
sakit hati
untuk kedua
kalinya)
Safe walk,
Robbie
(selamat jalan,
Robbie) Girl
friend of your
liver(kekasih
hatimu)
Note: This
river I forgive
you, next river
I kill you ! (kali
ini aku
maafkan kamu,
kali lain aku
bunuh kamu !)

19/05/2013

Kisah rahasia di balik shalat lima waktu

Ali bin Abi Talib r.a. berkata,
“Sewaktu Rasullullah S.A.W
duduk bersama para
sahabat Muhajirin dan
Ansar, maka dengan tiba-
tiba datanglah satu
rombongan orang-orang
Yahudi lalu berkata, ‘Ya
Muhammad, kami hendak
bertanya kepada kamu
kalimat-kalimat yang telah
diberikan oleh Allah kepada
Nabi Musa a.s. yang tidak
diberikan kecuali kepada
para Nabi utusan Allah atau
malaikat muqarrab.’
Lalu Rasullullah S.A.W
bersabda, ‘Silakan
bertanya.’
Berkata orang Yahudi, ‘Coba
terangkan kepada kami
tentang 5 waktu yang
diwajibkan oleh Allah ke
atas umatmu.’
Sabda Rasullullah S.A.W ,
‘Shalat Zuhur jika tergelincir
matahari, maka bertasbihlah
segala sesuatu kepada
Tuhannya. Shalat Asar itu
ialah saat ketika Nabi Adam
a.s. memakan buah khuldi.
Shalat Maghrib itu adalah
saat Allah menerima taubat
Nabi Adam a.s. Maka setiap
mukmin yang bershalat
Maghrib dengan ikhlas dan
kemudian dia berdoa
meminta sesuatu pada Allah
maka pasti Allah akan
mengkabulkan
permintaannya. Shalat Isyak
itu ialah shalat yang
dikerjakan oleh para Rasul
sebelumku. Shalat Subuh
adalah sebelum terbit
matahari. Ini karena apabila
matahari terbit, terbitnya di
antara dua tanduk syaitan
dan di situ sujudnya setiap
orang kafir.’
Setelah orang Yahudi
mendengar penjelasan dari
Rasullullah S.A.W , lalu
mereka berkata, ‘Memang
benar apa yang kamu
katakana itu Muhammad.
Katakanlah kepada kami
apakah pahala yang akan
didapati oleh orang yang
shalat.’
Rasullullah S.A.W bersabda,
‘Jagalah waktu-waktu
shalat terutama shalat yang
pertengahan. Shalat Zuhur,
pada saat itu nyalanya
neraka Jahanam. Orang-
orang mukmin yang
mengerjakan shalat pada
ketika itu akan diharamkan
ke atasnya wap api neraka
Jahanam pada hari Kiamat.’
Sabda Rasullullah S.A.W lagi,
‘Manakala shalat Asar,
adalah saat di mana Nabi
Adam a.s. memakan buah
khuldi. Orang-orang mukmin
yang mengerjakan shalat
Asar akan diampunkan
dosanya seperti bayi yang
baru lahir.’
Selepas itu Rasullullah S.A.W
membaca ayat yang
bermaksud, ‘Jagalah waktu-
waktu shalat terutama
sekali shalat yang
pertengahan. Shalat Maghrib
itu adalah saat di mana
taubat Nabi Adam a.s.
diterima. Seorang mukmin
yang ikhlas mengerjakan
shalat Maghrib kemudian
meminta sesuatu daripada
Allah, maka Allah akan
perkenankan.’
Sabda Rasullullah S.A.W ,
‘Shalat Isyak (atamah).
Katakan kubur itu adalah
sangat gelap dan begitu
juga pada hari Kiamat, maka
seorang mukmin yang
berjalan dalam malam yang
gelap untuk pergi
menunaikan shalat Isyak
berjamaah, Allah SWT
haramkan dirinya daripada
terkena nyala api neraka
dan diberikan kepadanya
cahaya untuk menyeberangi
Titian Sirath.’
Sabda Rasullullah S.A.W
seterusnya, ‘Shalat Subuh
p**a, seseorang mukmin
yang mengerjakan shalat
Subuh selama 40 hari
secara berjamaah, diberikan
kepadanya oleh Allah SWT
dua kebebasan iaitu:
1. Dibebaskan daripada api
neraka.
2. Dibebaskan dari nifaq.
Setelah orang Yahudi
mendengar penjelasan
daripada Rasullullah S.A.W ,
maka mereka berkata,
‘Memang benarlah apa yang
kamu katakan itu wahai
Muhammad (S.A.W ). Kini
katakan p**a kepada kami
semua, kenapakah Allah SWT
mewajibkan puasa 30 hari
ke atas umatmu ?
Sabda Rasullullah S.A.W ,
‘Ketika Nabi Adam memakan
buah pohon khuldi yang
dilarang, lalu makanan itu
tersangkut dalam perut
Nabi Adam a.s. selama 30
hari. Kemudian Allah SWT
mewajibkan ke atas
keturunan Adam a.s.
berlapar selama 30 hari.
Sementara diizin makan di
waktu malam itu adalah
sebagai kurnia Allah SWT
kepada makhluk-Nya.’
Kata orang Yahudi lagi,
‘Wahai Muhammad, memang
benarlah apa yang kamu
katakan itu. Kini terangkan
kepada kami mengenai
ganjaran pahala yang
diperolehi daripada
berpuasa itu.’
Sabda Rasullullah S.A.W ,
‘Seorang hamba yang
berpuasa dalam bulan
Ramadhan dengan ikhlas
kepada Allah SWT, dia akan
diberikan oleh Allah SWT 7
perkara:
1. Akan dicairkan daging
haram yang tumbuh dari
badannya (daging yang
tumbuh daripada makanan
yang haram).
2. Rahmat Allah sentiasa
dekat dengannya.
3. Diberi oleh Allah sebaik-
baik amal.
4. Dijauhkan daripada
merasa lapar dan dahaga.
5. Diringankan baginya siksa
kubur (siksa yang amat
mengerikan).
6. Diberikan cahaya oleh
Allah SWT pada hari Kiamat
untuk menyeberang Titian
Sirath.
7. Allah SWT akan
memberinya kemudian di
syurga.’
Kata orang Yahudi, ‘Benar
apa yang kamu katakan itu
Muhammad. Katakan kepada
kami kelebihanmu di antara
semua para nabi.’
Sabda Rasullullah S.A.W ,
‘Seorang nabi menggunakan
doa mustajabnya untuk
membinasakan umatnya,
tetapi saya tetap
menyimpankan doa saya
(untuk saya gunakan
memberi syafaat kepada
umat saya di hari kiamat).’
Kata orang Yahudi, ‘Benar
apa yang kamu katakan itu
Muhammad. Kini kami
mengakui dengan ucapan
Asyhadu Alla illaha illallah,
wa annaka Rasulullah (kami
percaya bahawa tiada
Tuhan melainkan Allah dan
engkau utusan Allah).’
Sedikit peringatan untuk
kita semua: “Dan
sesungguhnya akan Kami
berikan cubaan kepadamu,
dengan sedikit ketakutan,
kelaparan, kekurangan
harta, jiwa dan buah-
buahan. Dan berilah berita
gembira kepada orang-
orang yang sabar.” (Surah
Al-Baqarah: ayat 155)
“Allah tidak membebani
seseorang melainkan sesuai
dengan kesanggupannya. Ia
mendapat pahala (dari
kebajikan) yang
diusahakannya dan ia
mendapat siksa (dari
kejahatan) yang
dikerjakannya.” (Surah Al-
Baqarah: ayat 286)
Sumber: Hikayat Islami

16/05/2013

terima kasih untuk teman2 yang telah meng-like FP ini.....
semoga dengan yg anda lakukan adl sebagai ibadah krn scra tidak langsung akan menyebarkan isi dari FP ini

terima kasih

S.H.

Address

Pemalang
52357

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Detektif Konsultan Majakerta Street posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share