18/02/2020
Udah beberapa hari ini temen saya dipenuhi masalah MLM. Tepatnya masalah hukum MLM yang katanya HARAM.
Benarkah HARAM?
Saya setuju sama tulisan sahabat saya di bawah ini. Suami beliau adalah ustadz yang kompeten dalam bidang FIQIH, dan pernah mengambil ilmu tentang FIQIH MUAMALAH (tingkat Magister).
Intinya, yang namanya FIQIH pasti akan ada perbedaan seperti halnya adanya 4 Mazhab dalam Islam. Lalu apakah fiqihnya imam yang satu lebih benar dari fiqihnya imam yang lain?
Mereka aja yang ilmunya banyak saling menghormati, masa kita yang ilmunya secetek merasa benar sendiri dan gak mau menghargai perbedaan.
Mudah-mudahan masalah MLM ini clear yaa 🙏🙏🙏
***
MLM Haraaam??
Heem.. Jangan buru-buru mengharamkan sesuatu yang tidak diharamkan oleh Allah..
MLM adalah sebuah terobosan baru dalam dunia jual beli.. Yang di zaman nabi dulu, belum adaa..
Jadi, perlu adanya ijtihad dari para ahlinyaa, yaitu ulama. Gak sembarang orang bisa melakukan ijtihad..
Daan, ulama pun, gak cuma satu yaaa. Ada banyak ulama, dan masing2 melihat dari sisi yang berbeda..
Daan, Alloh maha baiik. Dalam ijtihad ini, yang BENAR dapat 2, yang SALAH dapat 1..
Jadi, kenapa masih bertarung sengit, Merasa pendapatnya paling benar.
Yang sering dipermasalahkan dalam MLM adalah, Upline mendapatkan bonus dari penjualan Downline. Upline memeras keringat downline..
Upline ongkang-ongkang kaki, dapat bonus besaar.
Padahaal kenyataannya tidak begitu..
Upline bisa sampai pada titik tersebut, setelah bekerja lebih keras, bekerja lebih banyaak, menjual lebih banyaak pastinyaa..
Dan yang perlu diingat.. Yang memberi bonus adalah Perusahaan. Yang sudah ada hitungannya dari ahli mereka..
Upline TIDAK MEMAKAN BAGIAN dari downline..
Karena semua sudah ada bagiannyaa.
Kalau di dunia marketing konvensional.. Kita mengenal ada salesman, ada supervisor..
Mereka adalah team..
Dan mana yang lebih besar gajinya?
Supervisor atau salesman?
Padahal, yang berpanas-panas ria di jalan siapa?
Lalu, haramkah gaji dari supervisor tersebut?
Di dunia Pabrik, ada operator, ada leader, ada supervisor..
Siapa yang kerja keras keringatan?
Operator kaan..
Tapi kenapa, supervisor lebih besar gajinya?
Dzalimkah sang supervisor? Memakan hasil kerja para operator pabrik..
Kalau orang hanya boleh makan hasil dari keringatnya sendiri..
Dzalimkah bunda Khadijah?
Beliau punya modal, punya barang..
Nabi Muhammad yang bersusah payah, menjualkan barang bunda khodijah..
Siapa yang kerja keras??
Siapa yang berkeringat??
Bunda khadijah diam di rumah, tapi jadi usahawan sukses..
Salahkah??
Dzalimkah??
Dan ada lagi yang sering disoroti..
MLM itu Gharar.. Tidak ada kepastian..
Apakah kita bisa menjual dan merekrut..
Dimana-mana, namanya jualan juga tidak pasti..
Orang buka toko di pasar, dari pagi sampai malam. Apa pasti, ada pelanggan yang datang??
Apa pasti, hari itu mereka dapat keuntungan?
Apa lantas hal itu jadi haram, buka toko di pasar.
Udah bayar sewa kontraknya mahaal..
Belum tentu ada yang beli..
Gharar kah??
Banyaak lagii hal yang jadi alasan pengharaman MLM yang sebenarnya jauuh dari kenyataan yang sebenarnya..
Tapi biarlah..
Mereka punya alasan sendiri..
Dalil sendiri..
Saling menghargai perbedaan pendapaat. Itu jauuh lebih menyejukkan.
Daripada harus saling adu otot urat leher..
Saya punya dalil.
Anda punya dalil..
Benar dapat 2.
Salah dapat 1.
Okee.
Smoga Bisnis kita, bisa semakin mendekatkan kita pada Alloh. Dan menebar manfaat sebanyak-banyaaknya untuk kebaikan..