Tahun 2011, setahun pasca Gempa Pariaman Sumatera Barat,setelah tugas sebagai relawan, yang mencari daerah yang tepat untuk di bantu, menyusun proposal, menggawangi Posko penggalangan dana, melakukan sosialisasi di lokasi, merekrut Kontraktor, hingga mengawasi langsung pekerjaan di berbagai Lokasi, lebih sering tidur di dalam mobil dari pada di tempat tidur, sampai Peresmian yang dihadiri tokoh Masyarakat Pariaman dan Tokoh Sumatera Barat di Kalimantan Barat.
Saya di ajak bergabung dengan sebuah Perusahaan Kecil sebagai Marketing Suport, “Saya mengistilahkan jabatannya sebagai Advisor “ semacam tukang kompor, untuk menjaga agar nyala api semangat di Perusahaan itu tetap terjaga bahkan semakin mengeluarkan suhu panas.
Tugas saya, hanya ngobrol, dengan marketing,staff dan management paling kurang 1 x seminggu..setiap hari sabtu.
Keliatannya terlalu remeh, seminggu sekali, hanya ngobrol doang..hehehe.
Ngobrol-ngobrol ini ternyata, tidak seremeh yang dibayangkan, begitu banyak hal yang menjadi bahan, mulai dari bagaimana cara untuk meningkatkan penjualan, apa lagi yang mesti dilakukan ketika tidak lagi memiliki ide untuk tumbuh, bagaimana agar semua orang di Perusahaan memiliki standar yang tinggi..bagaimana Perusahaan tumbuh dengan cepat.
Perusahaan ketika itu..hanya berjalan dengan insting jalan lurus..hehehe...maksudnya..berjalan di jalan-jalan aman, jika pun berpacu hanya jika jalan didepan kelihatan sepi, tak berani menantang diri mengambil resiko lebih, dan mencoba jalan lain yang lebih menantang.
Penjualan rata-rata lumayan, tetapi ,masih sangat jauh dari potensi yang semestinya, marketing hanya menjual apa yang bisa terjual, Tak ada Prosedur standar, tak ada target yang mesti di kejar, hanya mengalir sebagai mana mestinya.
Ketika obrolan kami sudah lebih mengerucut, semua orang menyadari Potensi dirinya, lalu saya mengajak semua orang di Perusahaan untuk membangun impian, “ Membuat Target penjualan yang tak pernah terbayangkan, “ Penjualan dalam 2 bulan, dijadikan target penjualan harian”..semua orang di dalam ruangan mengangguk..tapi saya yakin..anggukan itu lebih banyak hanya untuk menyenangkan hati saya...sekedar basa-basi, tak ada yang Protes karena semua barangkali berkata dalam hati..aah...ini kan hanya sebuah hasil meeting..tak perlu ada beban dengan target itu.
Mulailah kami menata manajemen, melakukan Rapat kerja..wuiiih...kereeen...Perusahaan kecil..yang lantai papannya kalau di injak , s**a berderit, beberapa bagian malah sudah sangat lapuk, pintunya kalau tidak di ganjal dengan besi tak bisa menutup, jika hujan, arsip-arsip mesti di letakkan di tempat lebih tinggi, karena sering kebanjiran. Gudangnya lebih parah, gelap ,sempit dan berbau apek..kami RAKER...hehehe. kereen juga..saya sengaja mengambil istilah yang keren walau tak sebanding dengan kondisi dan statusnya, karena perubahan di Perusahaan ini tak boleh di lakukan secara biasa...mesti luar biasa... , kami menyusun SOP, JOB Discription, Program kerja dll.
Intensitas Obrolan kami dari seminggu sekali menjadi 2 hingga 3 kali seminggu, sampai Perusahaan 2 tahun kemudian pindah kebangunan baru, yang lebih representatif.
Dan kehadiran sayapun tidak lagi sekali-sekali, tapi tiap hari..hehehe
Dan akhir tahun 2018 ketika kami melakukan evaluasi Pencapaian target, dalam Raker kami yang kesekian kali, ternyata, target impian sudah terlampaui. Tak lebih dari 7 Tahun. Luar biasa,
“Seperti memecah batu, jika hanya dilihat saja, takkan mungkin batu yang demikian keras bisa menjadi pasir, tetapi karena terus di pahat, dibelah, dipukul dengan palu dan ditumbuk, tak peduli tangan melepuh, keringat mengucur membasahi bumi, selalu mencari cara menemukan Urat batu agar lebih mudah menemukan titik lemahnya, memecah batu menjadi semakin mudah”
Perusahaan yang tadinya kecil, kini menjelma menjadi remaja muda yang sexi..menarik begitu banyak orang untuk bekerja sebagai karyawan, ataupun sekedar rekanan...kepercayaan tumbuh bukan hanya dari Karyawan tetapi juga Customer bahwa perusahaan ini akan terus berkembang, terus berlari dengan impian-impian baru.
Good Job..All Team...Kita susun mimpi baru dengan kepercayaan diri yang lebih baik, dibanding ketika tujuh tahun lalu saat kita bangun impian pertama. Kita buat target yang lebih tidak mungkin, agar saya tetap bisa menulis kisah tentang keberanian bermimpi sebelum Tamat.
“Salam Sukses”