Peluang Bisnis Rumahan

Peluang Bisnis Rumahan Bisnis dari rumah

Usaha yg baik adalah usaha yg diMULAI, terus diKERJAkan, bukan hanya diPIKIRkan :)Yuk mulai mengambil langkah u/ jalani ...
16/06/2014

Usaha yg baik adalah usaha yg diMULAI, terus diKERJAkan, bukan hanya diPIKIRkan :)

Yuk mulai mengambil langkah u/ jalani usaha :D

16/06/2014

Daripada Wara Wiri ga jelas, lebih baik berWira Usaha :D

C'mon Join With Us!!Bergabung dgn KTP + joining fee Rp. 49.900 dan dapatkan kesempatan memperoleh 2 tas Giordani Gold El...
16/06/2014

C'mon Join With Us!!

Bergabung dgn KTP + joining fee Rp. 49.900 dan dapatkan kesempatan memperoleh 2 tas Giordani Gold Elegant Lady senilai Rp. 747.000,-, hnya di bulan ini :)

Grab It Fast!!

13/06/2014

Impian atau cita-cita laksana baju.
Semakin besar impian, ibarat bajunya semakin besar.
Kalo ukuran tubuh kita belom pas, ya kedodoran.
Kalo tubuh kita bertumbuh, ya jadi pas.

Kadang kita terus tergoda mencari baju yang besar.
Dan lupa, bahwa agar bajunya pas dipakai, maka kita perlu "membesarkan tubuh" kita.

Apa maksud dari "membesarkan tubuh"?
Maksudnya yaitu, MEMANTASKAN DIRI alias BERTUMBUH --> BELAJAR.

Saya banyak ketemu orang-orang yang sebenarnya jauh lebih hebat dari saya.
Saya heran, mereka mau belajar apa lagi sih?
Ternyata saya baru sadar :
Orang-orang seperti itu
Terus Belajar, Terus Bertumbuh, Terus Memantaskan Diri.

Sementara di lain sisi, saya juga melihat banyak orang yang sebenarnya jauh lebih butuh belajar.
Malah enggan belajar, malas bertumbuh.
Tapi kepingin macem-macem.
Ya kedodoran lah!!

Inilah yang menjawab, mengapa
Orang Berhasil Semakin Berhasil
Orang Kaya Semakin Kaya.
Orang Gagal Semakin Gagal.
Orang Miskin Semakin miskin :(

=Arif RH=

12/03/2014

~ Sepenggal kisah dari Al-Azhar Cairo ~

Seorang Syekh yang alim lagi berjalan-jalan santai bersama
salah seorang di antara murid-muridnya di sebuah taman.
Di tengah-tengah asyik berjalan sambil bercerita, keduanya
melihat sepasang sepatu yang sudah usang lagi lusuh. Mereka berdua yakin kalau itu adalah sepatu milik pekerja kebun yang
bertugas di sana, yang sebentar lagi akan segera menyelesaikan pekerjaannya.
Sang murid melihat kepada syekhnya sambil berujar:
“Bagaimana kalau kita candai tukang kebun ini dengan menyembunyikan sepatunya, kemudian kita bersembunyi di
belakang pohon-pohon? Nanti ketika dia datang untuk memakai sepatunya kembali, ia akan kehilangannya. Kita lihat bagaimana dia kaget dan cemas!”

Syekh yang alim dan bijak itu menjawab:

“Ananda, tidak
pantas kita menghibur diri dengan mengorbankan orang
miskin. Kamu kan seorang yang kaya, dan kamu bisa saja
menambah kebahagiaan untuk dirinya. Sekarang kamu coba
memasukkan beberapa lembar uang kertas ke dalam sepatunya, kemudian kamu saksikan bagaimana respon dari tukang kebun miskin itu”.
Sang murid sangat takjub dengan usulan gurunya. Dia
langsung saja berjalan dan memasukkan beberapa lembar uang
ke dalam sepatu tukang kebun itu. Setelah itu ia bersembunyi
di balik semak-semak bersama gurunya sambil mengintip apa
yang akan terjadi dengan tukang kebun.
Tidak beberapa lama datanglah pekerja miskin itu sambil
mengibas-ngibaskan kotoran dari pakaiannya. Dia berjalan
menuju tempat sepatunya ia tinggalkan sebelum bekerja.
Ketika ia mulai memasukkan kakinya ke dalam sepatu, ia
menjadi terperanjat, karena ada sesuatu di dalamnya. Saat ia
keluarkan ternyata…....uang.
Dia memeriksa sepatu yang satunya lagi, ternyata juga berisi
uang.
Dia memandangi uang itu berulang-ulang, seolah-olah ia tidak
percaya dengan penglihatannya.
Setelah ia memutar pandangannya ke segala penjuru ia tidak
melihat seorangpun.
Selanjutnya ia memasukkan uang itu ke dalam sakunya, lalu ia berlutut sambil melihat ke langit dan menangis. Dia berteriak
dengan suara tinggi, seolah-olah ia bicara kepada Allah ar rozzaq :

“Aku bersyukur kepada-Mu wahai Robbku. Wahai Yang Maha
Tahu bahwa istriku lagi sakit dan anak-anakku lagi kelaparan.
Mereka belum mendapatkan makanan hari ini. Engkau telah
menyelamatkanku, anak-anak dan istriku dari celaka”.
Dia terus menangis dalam waktu cukup lama sambil memandangi
langit sebagai ungkapan rasa syukurnya atas karunia dari
Allah Yang Maha Pemurah. Sang murid sangat terharu dengan pemandangan yang ia lihat di balik persembunyiannya. Air matanya meleleh tanpa dapat ia bendung.
Ketika itu Syekh yang bijak tersebut memasukkan pelajaran
kepada muridnya :

“Bukankah sekarang kamu merasakan kebahagiaan yang lebih
dari pada kamu melakukan usulan pertama dengan
menyembunyikan sepatu tukang kebun miskin itu?”

Sang murid menjawab:

“Aku sudah mendapatkan pelajaran yang tidak akan mungkin aku lupakan seumur hidupku. Sekarang aku baru paham makna
kalimat yang dulu belum aku pahami sepanjang hidupku:

“Ketika kamu memberi kamu akan mendapatkan kebahagiaan
yang lebih banyak dari pada kamu mengambil”.

Sang guru melanjutkan pelajarannya.
Dan sekarang ketahuilah bahwa pemberian itu bermacam-macam :

• Memaafkan kesalahan orang di saat mampu melakukan balas
dendam adalah suatu pemberian.

• Mendo’akan temanmu di belakangnya (tanpa
sepengatahuannya) itu adalah suatu pemberian.

• Berusaha berbaik sangka dan menghilangkan prasangka
buruk darinya juga suatu pemberian.

• Menahan diri dari membicarakan aib saudaramu di
belakangnya adalah pemberian lagi.

Ini semua adalah pemberian, supaya kesempatan memberi
tidak dimonopoli oleh orang-orang kaya saja.
Jadikanlah semua ini pelajaran, wahai sahabat :)

Semoga bermanfa'at ..

Selamat pageee, siap menyambut hari u/ menjemput Rizqi dan Ridha Allah :)
11/03/2014

Selamat pageee, siap menyambut hari u/ menjemput Rizqi dan Ridha Allah :)

Sempat merasakan pekerjaan sebagai penjual donat, penjual bohlam, tukang minyak goreng.ELANG GUMILANG akhirnya kini mera...
11/03/2014

Sempat merasakan pekerjaan sebagai penjual donat, penjual bohlam, tukang minyak goreng.
ELANG GUMILANG akhirnya kini meraih sukses sebagai pengusaha di bidang properti, di usia 23 tahun.
Persentuhan pertamanya dengan dunia properti dimulai dengan menjadi marketing perumahan.
Setelah merasa bekal yang dimilikinya cukup, ia pun mencoba meraih peruntungan dengan mengikuti tender.
Kesuksesan pertamanya dimulai ketika ia memenangkan tender proyek pembangunan sekolah dasar sebesar Rp 162 juta.
Kesuksesan pertama mendorongnya untuk menggapai sukses berikutnya.
Ia pun membangun rumah sehat sangat sederhana untuk kalangan menengah bawah.
Karena itu ia membangun tipe rumah 22. Namun kesuksesan tak selalu digenggamnya.
Ada kalanya ia juga tersandung masalah permodalan.
Untuk menyiasatinya, ia pun berusaha untuk mencari penyandang dana.
Kini di usia 23 tahun, Elang Gumilang sudah mencapai sukses :)

image: pestawirausaha.com

MARET JEBREEET :)The One Collection New Recruit (1-31 Maret 2014)C'mon join with Us, feel free to chat anytimeSMS / WA :...
11/03/2014

MARET JEBREEET :)
The One Collection New Recruit (1-31 Maret 2014)

C'mon join with Us, feel free to chat anytime
SMS / WA : 0896 0853 9687
Pin BB : 76B6CE34



03/02/2014

Coming together is the beginning.
Keeping together is progress.
Working together is success.
*Henry Ford*

Semangat beraktivitas sobat.
Selamat menjemput Impian dlm Rizqi dan Ridha Allah.
Semoga semua dilimpahi Keberkahan...aamiin :)

Address

Pontianak

Telephone

+6289608539687

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Peluang Bisnis Rumahan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share