Ricky Valdy Syairuddin

Ricky Valdy Syairuddin Pendaftaran Bisnis Paytren dan Bimbingan Paytren Indonesia
Ayo Buku Peluang Rezeki Anda!! Jangan Lew

Pemikir | Filsuf Indonesia | Motivator | Vocalist of Dimensi Band | Video Editor | Song-Writer | Musician | Flaxside Academy

14/02/2019
06/05/2017

Siapa sebenarnya yang intoleran dan antikebinekaan? Apakah pihak yang memrotes pen*staan terhadap pihak lain karena mengganggu kerukunan, dan menggugat ketidakadilan ekonomi dan hukum. Atau justeru pihak yang mendukung pengganggu kerukunan dan antikebinekaan dengan memasuki wilayah keyakinan orang lain.

A great da'i in the futureعسى الله يحفظكم        Taken by :
05/04/2017

A great da'i in the future
عسى الله يحفظكم





Taken by :

23/03/2017
09/03/2017

Baru tersadar dan berpikir panjang, bahwa, kemana hati nurani pemimpin negara disaat masyarakat ciamis, yang mengikuti aksi bela Islam, berjalan kaki ratusan kilometer hingga ke jakarta? Kemana hati nurani pak Kapolri?
Mereka adalah rakyat.
Mereka adalah janji dan sumpahmu diatas Kitab Suci.
Kenapa kalian diam?

12/01/2017

Oleh Budi Handrianto.
Berbicara soal ideologi terbuka, apalagi menyoal agama, ada yg perlu dipahamkan dan diluruskan.

Klaim kebenaran agama/ideologi (truth claim) ada 3 macam:
1. Eksklusivisme, yaitu paham yg mengklaim bahwa kebenaran hanya satu.
- Agama Yahudi punya doktrin "the chosen people".
- Agama Katholik punya doktrin "extra ecclesiam nulla salus" (di luar gereja tidak ada keselamatan).
- Agama Kristen Protestan punya doktrin "no salvation outside Chrialstianity".
- Agama Islam dlm Al Quran dikatakan "inna ad-ina inda Allah al-Islam" (Agama yg diterima di sisi Allah hanyalah islam).
Demikian p**a agama2 non-semitic spt Hindu, Budha, dll.

2. Inklusivisme, yaitu paham yg mengklaim bahwa agamanya benar, tapi bukan satu2nya yg benar, ada peluang agama2 lain juga benar.
- Dlm agama Katholik setelah Konsili Vatikan II menyebut pada agama lain ada kemungkinan terdapat kebenaran di sana dengan berkat rahmat Yesus.
- Dlm agama Protestan ada istilah anonymous Christians yg digagas Karl Rahner atau unknown Christ of Hinduism oleh Raymundo Panilkar.
- Di kalangan umat Islam pun ada bbrp cendekiawan muslim yg berpendapat demikian (mengakui kebenaran agama lain).

3. Pluralisme, mengakui semua kebenaran ada pada semua agama. Semua agama menuju kebenaran dan keselamatan.

Beragama secara inklusivisme maupun pluralisme diharamkan dalam Islam. Bahkan MUI sdh mengeluarkan fatwa ttg haramnya Pluralisme Agama (PA) thn 2005.

Menurut MUI, PA adalah suatu paham yg mengajarkan semua agama sama dan karenanya setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim hanya agamanya saja yg benar. PA juga mengajarkan semua pemeluk agama akan masuk dan hidup berdampingan di surga.

Agar tidak salah paham, MUI juga menjelaskan ttg pengertian Pluralitas Agama, yaitu suatu kenyataan bahwa di negara atau daerah tertentu terdapat berbagai pemeluk agama yg hidup secara berdampingan.

Dalam fatwa MUI tersebut Pluralisme Agama dikatakan bertentangan dg ajaran Islam dan hukumnya haram. Dalam masalah aqidah dan ibadah, umat Islam wajib bersifat eksklusif. Sedangkan Pluralitas Agama adalah suatu kemestian (sunatullah) yg hukumnya boleh (mubah).

Mari kita beragama secara eksklusif, sama seperti pemeluk2 agama lain. Bagi kita seorang muslim harus yakin agama Islam adalah agama yg benar dan kebenarannya merahmati alam semesta (rahmatan lil alamin). Lalu hormati pluralitas dalam masyarakat. Insya Allah dunia akan tenang dan damai.

02/01/2017

Kata Muhammad Abduh begini...
"Aku melihat kaum muslimin di Timur, tanpa kehadiran Islam
Aku melihat Islam di Barat, tanpa kehadiran kaum Muslimin".
Saya ingin me-logikakannya menjadi
"Aku melihat Duo Srigala, tanpa kehadiran Islam. Aku melihat Islamnya Mark Zuckerberg, tanpa kehadiran Duo Srigala".
Ouh mungkin sampel yg diambil yang gak benernya. Atau mungkin (mungkin nih ya) si Mark Zuckerberg lebih sederhana, rapi, gak neko-neko dll dan itu menjadi standar Islamnya gtu?. Atau mungkin juga, saya nya yg berpikir gak sampai seperti M.Abduh. hehe
Jadi, kalo Islam yang dilihat di Barat itu karena majunya ekonomi, budaya, kebersihan, pendidikan, politik, hukum, dokter, arsitek, bangunan-bangunannya dll (capek nyebutin atu atu),
Saya rasa kita butuh KOPI ARABICA dan butuh baca kembali bagaimana Khilafah Bani Umayyah, Bani Abbasiyah, Turkey Utsmani memberikan contoh Islamnya sebagai tata kehidupan.
Hehe... Piye ? Ayo bareng bareng benerin akal kita.
Ushikum wa iyya yaa.



30/12/2016

REALITA ZAMAN SEKARANG
Ada teman belajar biologi, hukum, pendidikan, komputer, sains, sosiologi, psikologi, dokter, kehutanan, peternakan, HI, politik, ekonomi, budaya, AGAMA dll lah (capek nyebutin atu atu).
Sama2 kuliah S1, S2 luar negeri, dan akan lanjut S3.
Di group mereka 'ngebanyol' masalah INDONESIA hari ini. Kebanyakan yg bahas masalah dari masing2 jurusan yang mereka ambil.
Giliran ane nimbrung sebagai orang yang belajar tentang AGAMA yang sama sama belajar di luar negri p**a, eh.... Malah disuruh diem. Katanya itu ranah privasi, SARA dan macem macem.
Lah aku kudu piye?

😂

30/12/2016

Mengutip kembali.
Menurut ajaran Hindu, non-Hindu disebut MAITRAH. Kami tidak pernah mempermasalahkan itu, karena itu adalah hak Umat Hindu.
Menurut ajaran Budha, non-Budha disebut ABRAHMACARIYAVASA. Kami tidak pernah mempermasalahkan itu, karena itu adalah hak Umat Budha.
Menurut ajaran Kristen dan Katholik, non-Kristen dan non-Katholik disebut DOMBA YANG TERSESAT. Sekali lagi, kami pun tidak pernah mempermasalahkan itu, karena itu adalah hak Umat Kristen dan Katholik
Menurut ajaran Islam, non-Muslim disebut?
Yak betul... KAFIR ( diambil dari kata bahasa Arab yaitu KaFaRa yang artinya mengingkari dengan maksud bahwa mengingkari atau tidak mengimani Allah).
Fair toh? Gimana? 😊
Damai gak kalo kita bisa saling mengetahui maksud dan istilah dari masing-masing Agama kita?
Toleransi itu mau menerima beban, beban yang mungkin tidak sepaham dan tidak seiman. Tapi, janganlah kita memaksa orang lain untuk mengikuti kita. 😊



18/12/2016

Sebuah refleksi pada malam ini yang akhirnya memberikan sebuah jawaban dari permasalahan mayoritas dan minoritas.
Kalau kalian tahu sejarahnya, penyebutan kata "mayoritas dan minoritas" adalah sejarah konsep barat yang mengacu kepada prinsip prinsip 'SEKULER DAN MATERIALISTIK' (bisa ditelaah dari sejarah Inkuisisi)
Sudah seharusnya Indonesia (Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu dan Konghucu) mengacu kepada ajaran kedamaian agama masing masing. Indonesia menolak keabsahan mutlak kekuasaan mutlak 'de facto' yang kerab dijadikansebagai prinsip politik modern (barat)
Ummat Islam yang berada dalam posisi mayoritas dalam suatu negeri (baca Indonesia) bukanlah the ruling majority karena otoritas mutlak hanyalah milik Allah semata. Maka, hubungan mereka dengan yang non-Muslim — sebagai kelompok minoritas — bukanlah hubungan yang didasarkan pada kekuasaan dan kekuatan. Hal yang sama seharusnya juga berlaku dalam hubungan antara ummat Islam yang berada dalam posisi minoritas dalam negeri-negeri non-Muslim.

Oleh karena itu, siapa pun yang masuk Islam — termasuk yang mengakui model Ummah — praktis menjadi bagian utuh dari masyarakat Muslim tanpa mempersoalkan ras, kebangsaan, kebudayaan yang dianutnya, dan seterusnya. Sejarah Islam telah membuktikan bahwa kaum non-Muslim diterima oleh kaum Muslimin dan diperlakukan secara adil dan terhormat sejak awal-awal datangnya Islam.
Sebagai contoh, “Perjanjian” yang dilakukan antara Umar Bin Khatab dan Komunitas Kristen Aelia, seperti telah dicatat oleh sejarawan At-Tabari dalam kitab Tarikh al-Rasul wa al-Muluuk (1879-1901), Vol I].

16/09/2016

INGIN MENTERJEMAHKAN TULISAN DARI INGGRIS - INDONESIA ATAU INDONESIA - INGGRIS?

Membuka jasa terjemahan text, textbook, international journal, referensi bahan kuliah dari bahasa Indonesia - English dan English - bahasa Inggris.
Tarif inggris - indonesia = Rp. 50.000/halaman
Tarif Indonesia - English = Rp. 60.000/halaman
estimasi pembuatan:
2-4 hari = 5-10 halaman
5 - 7 hari = 8 - 10 halaman
(Tergantung pada tingkat kesulitan kata)
Untuk pengiriman text bisa melalui email.
info lebih lanjut hubungi:
Ricky Valdy
Sms/ tlp/ line : 081348723908
email : [email protected]

'sharing' tentang bagaimana mendapatkan IELTS 7.0, bagaimana cara mendapatkan LoA dari Universitas Luar Negeri, bagaiman...
17/05/2016

'sharing' tentang bagaimana mendapatkan IELTS 7.0, bagaimana cara mendapatkan LoA dari Universitas Luar Negeri, bagaimana cara mendapatkan beasiswa LPDP. serta bagaimana kita mengerjakan mimpi-mimpi yang telah kita impikan.
- Penerima Beasiswa LPDP
- Penerima LoA 6 Universitas 'bergengsi' Luar Negeri (University of Birmingham, Imperial Kingdom, Leiden University, Groningen University, University of Edinburgh, University of Aberdeen), 3 negara (Belanda, London, Skotlandia).
-

Address

Pontianak

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ricky Valdy Syairuddin posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Ricky Valdy Syairuddin:

Share