Kabar Berita Indonesia

Kabar Berita Indonesia Utamakan Layanan

Jispro – Kita ini hidup di zaman yang sungguh ajaib. Di satu sisi, kita bisa nge-tweet pakai AI, investasi crypto, atau ...
21/07/2026

Jispro – Kita ini hidup di zaman yang sungguh ajaib. Di satu sisi, kita bisa nge-tweet pakai AI, investasi crypto, atau berdebat soal teori konspirasi dunia di TikTok. Tapi di sisi lain, kita masih sering deg-degan kalau tidak sengaja duduk di atas bantal atau mendadak parno, saat mendengar suara siulan di malam hari.

Memang harus diakui, sehebat apa pun digitalisasi merasuki sendi-sendi kehidupan, kepercayaan terhadap hal-hal kasat mata di tanah Jawa ini, tidak ada matinya. Orang tua kita dulu punya segudang nasihat yang kalau dipikir pakai logika saringan kopi ya tidak masuk akal. Namun, kalau kita mau membedah cara berpikir para pendahulu kita yang super sederhana, larangan-larangan mistis ini sebenarnya adalah life hacks jenius yang sengaja dibungkus horor biar kita nurut.

Mari kita bedah 13 mitos Jawa legendaris beserta logika rahasia yang tersembunyi di dalamnya.

1. Perempuan Jomblo Dilarang Duduk di Depan Pintu

Mitosnya: Katanya, kalau anak gadis hobi nongkrong di depan atau di tengah pintu, jodohnya bakal seret dan terancam jadi perawan tua.

Logikanya: Nasihat ini sebenarnya baik demi kenyamanan bersama. Bayangkan kalau sampean mau mondar-mandir bawa cucian atau belanjaan, tapi pintu rumah malah diblokade oleh anak gadis yang sedang melamun.

Menghalangi jalan orang itu jelas mengganggu aktivitas. Karena orang tua zaman dulu malas menjelaskan konsep sirkulasi lalu lintas rumah tangga yang estetik, mereka memakai ancaman “jomblo abadi” sebagai jalan pintas yang paling ampuh buat menakuti anaknya.

2. Pantang Makan Pakai Tutup Wadah

Jispro - Kita ini hidup di zaman yang sungguh ajaib. Di satu sisi, kita bisa nge-tweet pakai AI, investasi crypto, atau berdebat soal teori konspirasi

Jispro – Kalau ngomongin soal pahlawan super yang hancur berkeping-keping tapi bisa utuh lagi, anak zaman now pasti lang...
21/07/2026

Jispro – Kalau ngomongin soal pahlawan super yang hancur berkeping-keping tapi bisa utuh lagi, anak zaman now pasti langsung kepikiran Deadpool atau Wolverine. Padahal, jauh sebelum Marvel atau DC laku keras di bioskop, kearifan lokal Jawa sudah punya konsep regenerasi sel tingkat dewa semacam itu. Namanya: Ilmu Rawarontek.

Bagi sampean yang masa kecilnya sering nonton sinetron laga mistik di televisi yang CGI-nya kadang bikin senyum-senyum sendiri itu, pasti nggak asing dengan ajian ini. Tokoh-tokoh sakti, baik protagonis maupun antagonis berwajah garang, digambarkan punya kesaktian di luar nalar. Namun, apa sebenarnya Rawarontek itu di luar layar kaca?

Meledak, Hancur, lalu Utuh Kembali

Secara etimologi, Rawarontek gabungan dari dua kata bahasa Jawa. Rawa artinya meletus atau pecah, dan rontek berarti menyatu kembali. Kalau digabung, maknanya jadi lumayan hardcore: meledak dan menyatu kembali.

Dalam kasta ilmu kebal dan kanuragan, Rawarontek sering dianggap sebagai top tier alias puncaknya. Ilmu kebal biasa mentok-mentok cuma bikin kulit nggak mempan dibacok golok atau ditembus peluru. Tapi Rawarontek? Beda level, Bos. Mitosnya, sang empunya ilmu nggak akan bisa mati secara normal. Biarpun tubuhnya dipenggal, hancur, atau tercerai-berai berantakan, seketika daging dan tulangnya bakal merapat lagi kaya sedia kala.

Syaratnya cuma satu, tapi sangat mutlak: tubuhnya harus menyentuh tanah.

Keterikatan dengan tanah inilah yang menjadi inti kekuatan (pancer). Dalam filosofi Jawa, tanah (Ibu Pertiwi) adalah pusat kehidupan. Kalau hukum alam bilang “manusia berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah”, Rawarontek memelintir siklus itu jadi “kembali ke tanah untuk hidup lagi”.

Menelusuri mitos Ilmu Rawarontek, ajian kebal legendaris dari Jawa. Benarkah bikin penganutnya susah mati selama masih menginjak bumi?

Jispro – Kalau sampean anak gunung yang hobi memamerkan dengkul kuat di media sosial, Gunung Argopuro di Jawa Timur past...
21/07/2026

Jispro – Kalau sampean anak gunung yang hobi memamerkan dengkul kuat di media sosial, Gunung Argopuro di Jawa Timur pasti ada di daftar bucket list-sampean. Predikatnya mentereng: jalur pendakian terpanjang di Pulau Jawa. Butuh waktu sekitar lima sampai enam hari buat menaklukkan rute sepanjang lebih dari 40 kilometer ini.

Tapi, kawan, Argopuro itu nggak cuma perkara menguji seberapa kuat betis menahan linu atau seberapa sabar teman kelompokmu saat logistik mulai menipis. Gunung yang membentang di Kabupaten Probolinggo, Situbondo, Lumajang, Jember, dan Bondowoso ini, adalah museum alam terbuka. Ia menyimpan tumpukan sejarah, legenda, dan tentu saja, bumbu-bumbu mistis yang bikin bulu kuduk standing ovation.

Salah satu yang paling legendaris dan bikin penasaran adalah kisah Dewi Rengganis, sang penghuni puncak, dan jejak-jejak masa lalu di padang sabana Cikasur. Mari kita bedah pelan-pelan, sambil menyeduh kopi, biar nggak kalah chill sama hawa dingin Argopuro.

Dewi Rengganis: Tuan Putri, Selir, atau Sang Pertapa Suci?

Ngomongin Argopuro tanpa menyebut Dewi Rengganis itu ibarat makan soto tanpa koya: kurang nendang. Namanya diabadikan menjadi salah satu puncak di gunung ini, Puncak Rengganis (sementara puncak tertingginya disebut Puncak Primer atau Puncak Argopuro). Konon, sang dewi dulunya menetap di sana, membangun keraton dari batu, dan sampai sekarang dipercaya masih s**a nongkrong santai di sekitar Danau Taman Hidup bareng dayang-dayangnya.

Gunung Argopuro bukan cuma pendakian terpanjang di Jawa. Ada mitos Dewi Rengganis,, hingga sejarah ambisius Belanda di Cikasur

Jispro – Bagi sebagian orang, merawat tanaman hias di halaman rumah adalah hobi penawar penat. Namun, bagi sekte lainnya...
21/07/2026

Jispro – Bagi sebagian orang, merawat tanaman hias di halaman rumah adalah hobi penawar penat. Namun, bagi sekte lainnya, hobi ini diam-diam menjelma jadi ajang investasi spiritual untuk mendongkrak saldo ATM. Kita pasti pernah, setidaknya sekali seumur hidup, mendengar bisik-bisik tetangga atau petuah forward-an grup WhatsApp yang bunyinya begini: “Pelihara Pachira (Pohon Uang), agar rezekinya ngalir terus!”

Kepercayaan kalau flora bisa mendatangkan kekayaan, sebenarnya bukan barang baru. Warisan lintas generasi yang telanjur mengakar kuat dalam berbagai kebudayaan dunia. Namun, seberapa valid sebenarnya klaim “jalur langit” berkedok klorofil ini? Mari kita bedah perkaranya pelan-pelan tanpa perlu uring-uringan, terutama bagi kalian yang sudah telanjur merogoh kocek dalam-dalam demi selembar daun.

1. Era Filosofi Kuno: Logika Chi dan Feng Shui

Kalau dirunut dari sejarahnya, akar paling kuat dari kepercayaan ini bermuara dari filosofi kuno, terutama ilmu Feng Shui asal Tiongkok. Harap dicatat, Feng Shui itu bukan sekadar ilmu geser-menggeser meja tamu, melainkan tata ruang untuk menciptakan harmoni dan keseimbangan energi (Chi) di rumah.

Tanaman tertentu diklaim memiliki vibrasi positif yang sanggup “memanggil” kekayaan, asalkan ditaruh di titik yang presisi. Secara logika, rumah yang asri oleh tanaman hijau pasti sirkulasi udaranya bersih. Kalau penghuninya menghirup udara segar, mereka tidak gampang stres. Otak yang waras bikin kerja lebih fokus. Dari fokus inilah lahir produktivitas, dan ujung-ujungnya tentu saja: cuan.

Jadi, korelasinya dengan rezeki memang ada, tapi prosesnya tetap harus lewat jalur “kerja keras bagai quda”, bukan sekonyong-konyong menemukan koper isi uang tunai di bawah pot teras.

2. Berkembangnya Cocoklogi Simbolisme: Daun Bulat = Koin Emas

tanaman hias bisa bawa hoki dan rezeki? Mari bedah mitos Feng Shui, Pachira, hingga Janda Bolong secara logis dan jenaka.

21/07/2026

JisproKota – Membeli atau memilih HP baru, tingkat kerumitannya hampir menyamai pencarian jodoh. Mau beli yang mahal, dompet lagi tipis akibat banyak undangan nikah. Mau beli yang murah, khawatir layarnya seburam masa depan mantan, atau kameranya bikin wajah kita kelihatan seperti buronan di televisi nasional.

Nah, memahami keresahan umat kelas menengah ke bawah ini, Xiaomi turun gunung pada Juni 2024 kemarin. Mereka resmi merilis Xiaomi Redmi 13 di Indonesia. Ponsel pintar yang dilahirkan bagi mereka yang butuh ponsel harga ramah, atau sampean jengah dengan HP lama yang memorinya bolak-balik penuh padahal isinya cuma grup WhatsApp.

Di kelas entry-level alias kelas pemula, persaingan memang lagi panas-panasnya. Semua merek berebut perhatian dengan janji-janji manis. Namun, kehadiran Redmi 13 ini patut diwaspadai oleh para kompetitor. Mengapa? Karena ponsel ini datang membawa spesifikasi yang sangat menjanjikan dengan harga yang siap merusak kestabilan pasar HP murah.

Mari kita bedah pelan-pelan kenapa HP yang satu ini bisa jadi penyelamat dompet sampean.

Desain Mewah tapi Licin-licin Sedap

Mari kita jujur, impresi pertama itu penting. Xiaomi tampaknya paham betul kalau pengguna HP murah juga pengin gaya. Makanya, backdoor atau bagian belakang Redmi 13 ini memakai material kaca. Di saat merek lain masih bangga dengan plastik bertekstur, Redmi 13 memberi sentuhan mewah ala HP mahal.

Sumber: https://jisprokota.com/redmi-13-hp-entry-level-kamera-108mp/
Penulis: Jispro

21/07/2026

Siklus hidup manusia urban zaman sekarang itu polanya monoton. Bangun tidur, raba-raba kasur nyari HP, scrolling TikTok sampai puyeng, lalu lanjut kerja untuk menyambung hidup. Masalahnya, tidak semua orang lahir dari rahim konglomerat atau punya limit kartu kredit yang tak terbatas untuk beli HP mahal.

Nah, di sinilah Samsung Galaxy A04s mencoba masuk ke celah-celah kesempitan dompet kita. Sebagai penghuni kasta harga Rp1 jutaan, HP ini ibarat warteg langganan di dekat kosan. Tampilannya tidak mewah, menunya itu-itu saja, tapi dijamin mengenyangkan dan yang paling penting: tidak bikin puasa senin-kamis di akhir bulan.

Layar Lebar yang Pas buat Mengintip Kehidupan Orang Lain

Mari kita jujur satu sama lain. Kita butuh HP dengan layar lebar itu sebenarnya bukan untuk urusan produktivitas yang mulia seperti edit dokumen kerjaan atau analisis saham. Kegunaan hakikinya cuma dua: nonton drama Korea sampai nangis sesenggukan, atau memantau Instagram Story mantan demi memastikan dia tidak lebih bahagia setelah putus dari kita.

Dengan layar berukuran 6,5 inci beresolusi HD+, Samsung Galaxy A04s ini sudah lebih dari cukup untuk menunaikan tugas-tugas “mulia” tersebut.

Memang sih, panel layarnya masih pakai PLS TFT—bukan AMOLED mentereng yang warnanya bisa bikin mata kamu silau. Tapi, visual yang dihasilkan tetap nyaman dipandang. Desain bodinya juga minimalis dan rapi. Kalau cuma ditaruh di meja kafe pas kamu lagi nongkrong tipis-tipis sambil memesan es kopi susu paling murah, tampilannya masih kelihatan “Samsung banget”—rapi, elegan, dan tidak neko-neko.

Dapur Pacu: Pelan-Pelan Asal Kelakon

Sumber: https://jisprokota.com/samsung-galaxy-a04s-review/
Penulis: Jispro

Bromo Today (PROBOLINGGO) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo, Jawa Timur, menggelar acara Media Gathering ...
26/04/2026

Bromo Today (PROBOLINGGO) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo, Jawa Timur, menggelar acara Media Gathering 2026 dengan tema "Sinergi MUI dan Insan Pers dalam Menangkal Hoaks serta Memperkuat Literasi Keagamaan dan Kebangsaan".

Acara yang berlangsung di D&C Cafe jalan Pahlawan, Kota Probolinggo, Sabtu, 25 April 2026 ini menjadi momentum penting dalam memperkenalkan jajaran komisi baru serta program-program inovatif MUI yang menyentuh langsung kebutuhan umat.

Ketua Komisi Kominfo MUI Kota Probolinggo, Ustaz Ihsan Mahmudi, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran media dalam menyosialisasikan program kerja MUI agar lebih dikenal luas oleh masyarakat.

"Sebenarnya kalau istilah MUI mungkin pinjam istilahnya Cak Nun Gathering itu kebersamaan antara MUI dengan wartawan Probolinggo. Tapi apapun namanya ini merupakan kebersamaan kita. Acara yang baru pertama kita gagas bersama. Karena memang sebelumnya di MUI belum ada komisi yang membidangi masalah Kominfo," ujar Ustaz Ihsan.

MUI Kota Probolinggo gelar Media Gathering 2026, luncurkan Biro Jodoh "Ta’aruf Asmara" & perkuat sinergi pers lawan hoaks demi literasi umat

Bromo Today - Sore berganti malam, dan di dalam kamar yang kini terlihat sedikit lebih kosong daripada biasanya, Azis si...
26/04/2026

Bromo Today - Sore berganti malam, dan di dalam kamar yang kini terlihat sedikit lebih kosong daripada biasanya, Azis sibuk membereskan apa yang akan ia bawa. Tangannya bergerak cekatan namun penuh perhitungan, memasukkan pakaian-pakaiannya ke dalam tas dan koper, memastikan tidak ada yang tertinggal yang penting baginya. Namun, yang paling berhati-hati ia perlakukan adalah barang-barang yang menjadi jembatan imajinasinya.

Ia mengangkat satu per satu buku-buku koleksinya yang telah menjadi teman setia dalam kesepian, menempatkannya dengan rapi di dalam kotak agar tidak lecet atau rusak. Buku-buku itu bagaikan harta karun yang tak ternilai, menyimpan ribuan pengetahuan dan inspirasi yang kelak akan ia tuangkan kembali dalam tulisannya.

Tak lupa ia memasukkan laptop kesayangannya, benda yang telah menjadi saksi bisu dari setiap goresan cerita, setiap tetes air mata batin, dan setiap harapan yang ia tuliskan di atas kanvas digital. Dengan membawa semua ini, ia merasa membawa seluruh dunianya sendiri, siap untuk memulai babak baru di tempat yang asing namun menjanjikan kebebasan.

Azis memutuskan pergi demi kedamaian, namun pertemuan tak terduga dengan Ayumi menyalakan getaran hati yang rumit di bawah langit malam

26/04/2026

Revitalisasi SMPN 3 Kunduran rampung! Sekolah jadi lebih nyaman & ekonomi warga meningkat berkat dukungan Presiden Prabowo. Cek infonya!

bromotoday dari- -hingga-senja-kenapa- - -adalah-kematian-yang-menyenangkan
15/03/2026

bromotoday dari- -hingga-senja-kenapa- - -adalah-kematian-yang-menyenangkan

Menelusuri sejarah kopi Indonesia dari era VOC yang bikin sesak napas sampai tren kopi susu gula aren penolong kaum mendang-mending. Simak!

Address

Jalan Raya Desa Pesisir
Probolinggo
67221

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kabar Berita Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share