28/06/2018
SANDALMU HILANG DI MASJID?
Dalam video dialog Aa Gym dan ustadz Adi Hidayat di Daarut tauhid sebelum Ramadhan kemarin, ada beberapa poin menarik yang saya temukan. Di menit ke 76 ustadz Adi Hidayat menjelaskan tentang orang yang mau berubah lebih baik dalam hidupnya..
“Bagi orang yang mau berubah ALLAH akan berikan ketenangan dan kelapangan hati, dan Allah bakal ganti rejekinya dengan yang lebih berkah. Bisa pas ke masjid sandal anda hilang, ada saham keburukan disana, Allah ambil itu dan diganti yang lebih baik.. Karena rizki pencuri itu rezeki yang haram, maka diambil itu, anda akan diganti dengan rezeki yang lebih baik. Yang buruk diambil, jika sudah bersih maka yang baik-baik akan masuk.. bahasa kitanya itu bangkrut, atau jatuh, padahal bahasa Allah ingin memberikan yang terbaik setelah kita taubat.. hebatnya, jika anda wafat ketika sedang berjuang menjalani itu, Allah menjamin mengampuni dosa-doa anda..”
Masya Allah, ketika 3 tahun lalu saya mulai menulis buku “Kembali Ke Titik Nol” banyak orang yang ALLAH hadirkan sehingga memberikan banyak inspirasi persis seperti yang ustadz Adi Hidayat sampaikan. Ketika orang-orang itu ikhlas berhijrah di jalan ALLAH, taubat beneran, meninggalkan semua keburukan, harta yang memang sumbernya gak jelas itu bakal Allah habisin, dilaundry kalau bahasa saya.. bener-bener bisa nol bahkan minus, mau pamer gak bisa lagi, mau nunjuk dada dengan bangga juga dah gak punya apa-apa. Keajaibannya adalah jika sudah bersih, Allah bener-bener ganti rejeki lainnya yang lebih bersih, lebih berkah bahkan lebih banyak.. dan hadirnya Min haitsu layah tasib (Dari Jalan yang tidak terduga-duga)
Mas Saptu pernah hilang sendal?
Beuh! Ketika dulu ilang ngeluh juga.. setelah tau ilmunya jadi gak berburuk sangka pada Allah. Bisa jadi memang ada keburukan harta yang masih saya bawa waktu itu..
Punya sepatu kulit harga 1 juta, pas sholat dzuhur telat sendirian di sebuah masjid di pinggiran Klaten ada orang yang tersenyum duduk di dekat tempat wudhu. Usai sholat mau ambil sepatu sudah gak ada.. sepanjang pulang ke Jogja nyeker begitu saja.
Pas umroh di Masjidil Haram, karena itu sandal mahal yang punya merek beli di mall saya buntel dengan plastik, saya selipkan di bagian tersembunyi, saya ingat-ingat nomer pintunya. Usai sholat hilang juga.. nyeker deh balik ke hotel.
Mau marah? Marah sama siapa? Jadi paham kan kalau rejeki maling adalah rejeki yang buruk, ketika saya masih mainan riba ya hartanya kecampur-campur semua.
Ada lagi?
Dulu beli iPad edisi pertama pakai kartu kredit, pas parkir di timur bandara Adi Sucipto Jogja, kaca mobil saya dipecah maling. Mobilnya juga masih ngutang di leasing.. kaca pecah berantakan, iPad melayang, semua datanya hilang. Dari ribuan mobil yang parkir di dekat bandara, kok Allah kirim maling datang dan memilih mobil saya?
Mmmmm... setelah tau ilmunya jadi paham, harta yang sumbernya keburukan memang ALLAH akan bersihkan, agar ada tempat kosong di diri kita untuk diisi dengan rejeki baru yang lebih berkah.. asaaal, bersungguh-sungguh TAUBAT!
Kalau ustadz Salim A Fillah menjelaskan tentang rejeki juga unik.
“Misal kalian mendapatkan uang sama-sama 10 juta. Yang pertama 10 juta bentuknya recehan semua, uangnya kotor, bau, dibuntel kresek yang compang-camping, dan ngasihnya dengan wajah marah, dilemparkan ke muka kita..”
Waduh kok gitu!
“Uang 10 juta yang kedua, bentuknya masih uang kertas baru, masih bau khas kertas dan tinta. Ditumpuk rapi berderet-deret, dibungkus dengan kotak yang bagus, dikasih pita dan hiasan, dan dikasihkan oleh orang yang rapi, sopan dan wajahnya tersenyum manis dan ramah.. coba mau pilih 10 juta yang mana?”
Pasti kita semua milih uang yang kedua..
“Itulah keberkahan rezeki, sama 10 jutanya, tapi beda rasa ketika menerimanya..”
Yayaya..
Pantes ya, uang yang gak jelas kehalalannya kalau diterima hanya ngundang masalah dan musibah saja. Kayaknya dapet duit, tapi gampang hilang begitu saja..
Sandal terakhir saya sudah 2 tahun membelinya, empuk walau harganya murah.. dan Alhamdulillah gak ada maling yang meliriknya..
Saptuari