27/03/2022
_*MAGIC MOMENT*_
Di luar sana, banyak orang yang mengatakan โSaya miskin, orangtua saya saja buta huruf,โ atau โSaya dililit utang", "Saya sudah pernah masuk penjara,โ atau โSaya tidak mungkin sukses dan Bahagia.โ Dan deretan kalimat-kalimat lainnya yang berstigma negatif dan biasa dijadikan sebagai alasan dan juga nyanyian indah untuk tidak berikhtiar maksimal. Padahal, pengalaman hidup kita, baik itu yang berupa kepahitan, kesedihan, kegagalan atau keterbatasan lainnya bisa menjadi daya ungkit atau stimulan untuk mencapai kesuksesan jika kita bisa mengarahkannya ke arah yang positif dan yakin dengan Allah SWT.
*Pengalaman hidup kita adalah modal gratis yang Allah berikan untuk mencapai kesuksesan dalam hidup.*
Bukankah hidup kita tidak hanya diisi oleh kesenangan semata?
Juga tidak hanya diisi oleh kesedihan selamanya?
Kalau hidup ini diumpamakan seperti melempar koin, selalu menampilkan salah satu dari dua sisi mata, antara gambar yang satu atau gambar yang lain. Tugas kita sebagai manusia adalah bermain dengan baik dan benar, serta berharap Allah memberikan petunjuk atas setiap langkah-langkah kita.
Betul khan?
*Manusia-manusia sukses di dunia, mulai dari Nabi Muhammad sampai Einstein adalah orang-orang yang justru memiliki daya ungkit atas kesedihan mereka.*
Bagi mereka, *kesedihan adalah alat untuk menggapai cita-cita menjadi manusia di atas rata-rata.*
Mari kita belajar kepada manusia di atas rata-rata seperti Nabi Muhammad yang menjadi yatim piatu ketika masih kecil. Ketika remajapun harus ikut pamannya dan ikut berdagang keliling kota-kota. Hal itu justru menjadi titik balik yang positif buat kemandirian serta kerendahan hatinya beliau SAW.
Kehidupannya sebagai manusia dapat dengan mudah diteladani oleh umatnya. Dimana sebagai rasul-Nya, beliau selalu membawa nilai-nilai kebenaran dari Illahi.
Namun, beliau SAW tidak menyombongkan diri seperti penguasa yang ingin dihormati dan disanjung. Sebaliknya, Beliau menjadi pribadi yang sangat rendah hati (tawadhu). Beliau tidak malu atau minder untuk pergi ke perkampungan Yahudi Bani Quraidah dengan seekor keledai. Sungguh, suatu kerendahan hati yang luar biasa.
Kepada sahabat-sahabatnya beliau berkata, โJangan aku dipuja, seperti orang-orang Nasrani memuja anak Maryam. Aku adalah hamba Allah, sebut saja Hamba Allah dan Rasul-Nya.
*Kerendahan hatinya adalah cahaya bagi semua manusia.*
Bagi sebagian orang, kesedihan dan rasa kasihan adalah _magic moment_ bagi dirinya.
*Di mata Allah tidak ada yang Namanya kesedihan dan kesusahan, apapun yang terjadi kepada manusia adalah Rahmat-Nya.*
Kita belajar banyak kepada para tokoh dunia yang justru menggapai kesuksesan ketika diawali keterbatasan, baik secara keuangan, kesehatan, sosial, maupun spiritual.
Ketika kita menjalankan bisnis di ```BEST CORP.```, yang memang bisnis praktis tanpa perlu modal toko, ruko, tanpa biaya produksi dan lainnya, memang sudah mudah tinggal ikuti pembinaan yang ada, lakukan apa yang founder dan mentor perintahkan, serta lakukan perbanyak penawaran. Mungkin dalam kondisi tertentu diantara kita ada yang di hadapkan dengan situasi yang tidak mensupport itu semua.
http://www.best-world.id
https://simpellink.com/dsinergy
Pernah merasakannya?
Wah pernah ya...
Sama d**g kita...
Nah, jika hidup kita sedang kurang stabil terjadi kondisi yang tidak kita inginkan, yang berakibat mau melakukan apapun itu rasanya kurang nyaman, jadikanlah itu semua sebagai _magic moment_ yang membuat titik balik kehidupan kita agar bangkit lebih baik lagi.
Ketenangan hati adalah kunci utama, saat hati tenang, lebih memudahkan solusi datang. Ketenangan mengundang banyak keajaiban.
Tetap tenang, sandarkan full semua ke Allah, tingkatkan ketaatan kita kepada Sang Penggenggam Kehidupan ini. Ingat kata Ustadz Lukman "Tak ada kemenangan tanpa ketaatan".
Semua orang telah Allah berikan _magic moment_, tetapi ada yang โsadarโ, ada yang โtidak sadarโ. Jika keuangan Anda masih terasa sulit, cobalah lebih peka terhadap hidup Anda sendiri. Carilah _magic moment_ Anda. Mungkin Ketika pulang, Anda lihat ibu Anda sedang tidur pulas dan terlihat lelah karena selama satu hari berjualan keliling. Melihat kakinya yang pecah-pecah, jiwa Anda termotivasi ingin berubah dan membahagiakan ibu tercinta. Atau bagi Anda yang memiliki anak yang sedang sakit menahun, Anda bisa jadikan itu _magic moment_ yang membuat Anda benar-benar butuh sukses untuk mengobati anak itu. Atau bahkan ketika Anda sering dihina atau dicaci, apakah anda menemukan _magic moment_? Atau justru menyalahkan diri sendiri dan meratapi nasib Anda?
Setiap kita memiliki _magic moment_ yang Allah kirim melalui peristiwa yang menyedihkan, menyakitkan, bahkan mungkin saja kematian orang yang Anda cintai.
Seperti mainan anak-anak yang disebut jungkat-jungkit, pada saat sisi kanan ditekan maka sisi kiri Anda akan naik ke atas. Begitu pun sebaliknya, pada saat sisi kiri ditekan dengan sebuah beban, maka sisi kanan akan naik lebih tinggi.
Bila ada tekanan dalam hidup, berarti Allah menghendaki Anda bangkit dan menemukan _magic moment_ untuk perubahan hidup Anda sendiri.
http://wasap.my/62818420589/reward
Pertanyaannya adalah bagaimana seandainya kita telah diberikan banyak cobaan dan masalah yang menekan kita, tetapi tetap saja tidak menemukan _magic moment_ untuk berubah, apa yang salah? Ya... *Kita harus meraba hati kita sendiri.*
*Memang manusia itu tak ada yang terlahir sempurna, pasti ada kekurangan, kalau kita bisa menyikapi dengan tepat kekurangan kita, justru itulah yang menjadi daya ungkit kesuksesan kita*
*So, saat ini yang merasa sedang punya banyak persoalan jangan dijadikan alasan tapi jadikan itu semua sebagai daya ungkit kesuksesan kita.*
# # # # # # # # # # # # # #
Purwakarta, 26 Maret 2022
Uadidisoer
๐ฅฐ๐๐ฅฐ
Website PT Bandung Eco Sinergi Teknologi