Junzi Consulting

Junzi Consulting JUNZI CONSULTING adalah Perusahaan penyedia Layanan :

COACHING - CONSULTING - TRAINING

JUNZI CONSULTING adalah Perusahaan penyedia Layanan :

Coaching untuk meng - Empowering individu agar dapat menemukan Inner Power nya, sehingga menjadi kekuatan yang dapat mendukung kesuksesan hidupnya. Konsultan Perusahaan dan Manajemen, yang membantu meng-improvement Perusahaan anda sehingga semakin Leading dalam persaingan, serta memungkinkan anda menemukan ide ide bisnis baru. Training, pelat

ihan bagi para karyawan untuk menguasai skil skil tertentu, sehingga semakin handal dan kompeten dalam menjalankan tugasnya.

Yang masih bekerja, Bersyukur lah karena di luar sana banyak yang bingung menentukan langkahnya. Yang mencari kerja,Manf...
08/06/2022

Yang masih bekerja,
Bersyukur lah karena di luar sana banyak yang bingung menentukan langkahnya.

Yang mencari kerja,
Manfaatkan info ini untuk mencapai apa yang anda cita cita kan.

23/02/2021

Banyak suara berteriak keras dalam otakku.

"Sudahlah, kan ada Rohaniwan lain, gak apa batalin saja"

Pasti pihak keluarga, bisa menerima keputusan mu, bilang saja mohon maaf..."

"Buang buang duit saja, gak usah berangkat, lumayan jadi ngirit" (sungguh ini suara paling konyol )

"Jauh jauh, 5 jam perjalanan lho, apa keburu besok p**angnya?"

Suara itu berisik memenuhi otaku, berusaha menggagalkan agenda ku untuk memimpin doa Xiao Xiang salah satu umat yang juga mantan pengurus Makin dan juga "pejuang" Khonghucu pada jamannya.

Agenda hari ini tanggal 23 Feb udah satu bulan sebelumnya diutarakan oleh putra sulung keluarganya dan sudah ku OK kan, sudah tercatat dalam agenda kalender google ku.

"Ko, jadwal vaksin Rohaniwan khonghucu hari rabu, 24 Feb ya. Pukul 08.00" melalui Wa Call, Budi Rohadi Rohaniwan Makin Purwokerto yang aktif di FKUB menyampai berita realisasi vaksin Covid 19.

Ada juga suara lirih dalam hatiku

"Satu kata terucap, empat ekor kuda tak bisa mengejarnya"

"Iman, itulah satunya kata dengan perbuatan"

Suara suara itu kudengarkan, ku timbang timbang dan akhirnya kuputuskan tetap berangkat.

"Jangan banyak alasan, untuk kejar waktu, bisa saja p**ang subuh dari sana, pasti keburu vaksin"

Ku mantapkan berangkat. Belum lagi jauh dari purwokerto, kembali telp berdering " Ko, kita vaksinnya diundur hari kamis"

Xtze, berarti besok p**ang gak usah terburu buru kayak sopir angkot kejar setoran.

Semakin menguatkan imanku, bila dalam kebajikan Tian pasti berkenan, dan alam pun memberikan kesempatan kita dan menyelaraskannya.

Bandungan, 23 Peb 2021

01/05/2019

Kesadaran dalam Keheningan

Temanku masuk rumah sakit, kondisinya tidak sadar karena serangan struk yang mengakibatkan pecahnya pembuluh darah otak. Kudapat berita ini via WA. Mengingat hubungan baik pertemanan selama ini, segera kukunjungi Rumah Sakit tempat dia di rawat. Dalam benakku tergambar sudah , kondisinya yang tidak sadarkan diri, tergolek lemas tanpa daya.

Kumasuki ruang IGD yang pasti langsung menciutkan nyali preman segarang apapun. Mataku disajikan pemandangan di mana manusia berkuasa seperti apapun dalam hidupnya, tidak bisa lagi jumawa di ruang ini. Tubuh tergolek tidak berdaya, hidung dengan alat bantu pernafasan, selang tersogok di mulutnya untuk memaksa memasukan makanan, banyak kabel menempel di tubuh dan tersambung dengan sekotak alat elektronik yang mengeluarkan bunyi beep...beep...beep, kadang teratur kadang tidak. dan ketika nada beep menjadi panjang tanpa jeda beeeeeeeeeeep.....berarti tamat sudah cerita perjalanan hidup seorang manusia di dunia dan saatnya kembali kepada Sang Maha Mula.

Tapi temanku kondisinya berbeda. kudapati istri dan dan anaknya sedang sibuk memegangi tubuhnya. selang infus tertancap di pergelangan tangan kanannya, tangan kirinya terlihat terikat di sisi ranjang. Kakinya bolak balik mengangkat seperti hendak bangun. Tenaganya begitu kuat sampai anak dan istrinya kewalahan menyuruhnya tenang. Matanya terbuka nanar,kosong tanpa sorot cahaya. Dia tak merespon ketika kupanggil namanya, tetap sibuk meronta. "Lho katanya gak sadar ?' tanyaku pada istrinya. "Ya begini keadaanya sejak masuk rumah sakit" jelas istrinya sambil tetap berupaya menenangkan suaminya. "Hasil CT Scan ada gumpalan darah yang menyumbat aliran darah ke otaknya. itu yang membuat tidak sadar" lanjut sang istri menjelaskan.

Owh...jadi selama ini salah bila kita mendefinisikan kondisi tidak sadar bagi si sakit itu hanya sebatas pingsan, koma atau kondisi lain yang merujuk kepada pasif tanpa daya. Nyatanya kondisi temanku yang aktif meronta pun dikategorikan tidak sadar. Ya..ya..ya..., kukembangkan pikiranku dari apa yang kusaksikan hari ini, merefleksikannya kepada kehidupan sehari hari.

Dalam kehidupan, di tengah tengah keaktifan kita bergerak, justru seringkali manusia kehilangan kesadaran. Ingat, kehilangan kesadaran bukan pingsan ya, tetapi kehilangan kesadaran di sini, diartikan sebagai hilangnya kesadaran bahwa hidup kita terdirii atas dua elemen yang saling berkaitan erat, antara kehidupan jasmani dan kehidupan rohani. Marak dan hiruk pikuknya kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup jasmaninya, acapkali menghilangkan kesadarannya bahwa hidup rohaninyapun perlu dipenuhi kebutuhannya. Kebanyakan orang menumpuk harta dengan membangun rumah yang mewah, membeli mobil yang mahal, rekening tabungan dengan banyak nol di belakangnya, pakaian yang branded. Tidak sadar, sampai lupa bahwa untuk menghias diri hanya dapat dilakukan dengan melakukan perbuatan perbuatan bajik kepada sesama.

Maka lihatlah, ternyata banyak orang orang di sekeliling kita yang aktif bergerak, meronta, berupaya, tapi tatapan mata (bathin)nya nanar dan kosong, persis kondisinya seperti yang di alami teman saya yang terserang struk itu. Sebaliknya, para bijak yang sadar bahwa turut aktif dalam hiruk pikuknya kehidupan belum menjamin pemenuhan kehidupan Rohaninya, maka mreka justru duduk berdiam, pasif, hanyut dalam keheningan yang justru meningkatkan kesadarannya. Bedanya hanya yang ini tidak pakai asesoris selang di mulut dan jarum infus di lengan ya, dan juga tidak ada kotak yang bunyinya beep..beep..beep, bunyi horor yang bikin susah tidur. Mreka diam, pasif larut di keheningan yang tercipta dalam banyak sebutan. Umumnya menyebut meditasi, samadhi, kontemplasi, dan yang kita kenal juga dengan nama jing zhuo.

Mereka dalam kesunyian, mencari kesadaran mengenai dari mana kita berasal, apa yang harus kita emban dan jalani dalam hidup ini, serta ke mana pada akhirnya kita harus menuju tatkala bunyi beeeppp sudah panjang dan datar.

Apapun metodenya, semua memiliki kesamaan, menciptakan keheningan di tengah keramaian, untuk mendapatkan kesadaran. Jadi pertanyaannya, kamu yang aktif bergerak, dalam kondisi sadarkah?? Kamu..iya, kamu....

06/12/2018

Susahnya mencari kandidat karyawan yang tepat untuk menduduki suatu posisi dalam perusahaan, inilah masalah yang kerap saya hadapi sebagai konsultan Perusahaan. Sudah dua bulan ini, mencari kandidat sales untuk salah satu klien belum terpenuhi, berbagai cara menyebar info loker sudah dilakukan. Sampai Poject Officier yang saya tempatkan mendampingi klien bilang "Saya nyari istri saja, ga sesusah ini" jiah... Ini satu sisi yang aku tau.

Padahal ketika menjadi pembicara di banyak pelatihan, Work Shop atau Seminar yang bertajuk "Kiat menembus dunia kerja" atau "Rahasia sukses wawancara kerja" atau bahasa bahasa lain yang intinya ditujukan pada para pencari kerja agar sukses melepas predikat penganggurannya. Saya selalu memulai dengan pertanyaan "Menurut kalian, susah gak sih mencari kerjaan?" saya berani taruhan, hampir seluruh peserta akan menjawab "Susahhhh..... " ini sisi lain yang saya juga tau.

Lah terus?? Satu sisi nyari karyawan susahnya minta ampun, sampe berani sumpah, nyari istri lebih mudah dari nyari tenaga kerja. Sisi yang lain, nyari kerjaan susah pisan, sampe udah dapet istri belum juga dapet kerjaan. Kesimp**anya : Cari istri itu gampang...

Dua sisi atau kutub yang berbeda, disebut Yin Yang, itulah Hukum jalan suci Tuhan. Dua kutub ini bila bertemu akan terjadi interaksi, bisa saling mematikan atau bahkan saling menguatkan. Keduanya mungkin saja terjadi berbalikan, awalnya saling menguatkan akhirnya saling mematikan, atau awalnya saling mematikan, akhirnya saling menguatkan. Bisa menyenangkan, bisa menyakitkan.

Bila kedua sisi bertemu, terjadi interaksi saling isi dan saling menguatkan, membawa kedamaian dan kebahagiaan, inilah kondisi yang disebut harmonis. Kondisi sebaliknya, itulah dinamakan disharmonis.

Jadi nurut saya.. Perusahaan yang susah cari karyawan berarti ada kondisi yang menyebabkan Disharmonis. Karyawan yang lama ga dapet dapet pekerjaan, karena dalam dirinya ada unsur pembentuk kondisi disharmonis. Kalo mau dapat karyawan atau dapat pekerjaan, berdamailah, beri ruang gerak bagi sisi yang satunya, jangan biarkan salah satu sisi terlalu dominan, jangan pengen absolut, karena harmonis itu sekalipun bukan sama rata sama rasa, tetapi perimbangannya masih dapat diterima satu sisi lainya. Harmonis inilah, jalan suci yang harus dijalankan manusia dalam hidupnya.

Hmm.. Di atas ada 3 sisi lho, karyawan, pengusaha dan istri. Bagaimana dengan istri?? Ya sama, harmonislah.. Karena istri bisa menyenangkan atau menyakitkan, bisa menguatkan atau mematikan. Lah kalo kamu bagaimana? Siapa? Kamu.. Iya kamu... Kalo istriku menguatkan dan menyenangkan, harmonis d**g.

30/04/2018

Menunggu..adalah pekerjaan yang paling membosankan, begitu kata kebanyakan orang. Ternyata pendapat ini tidak salah. Bosan rasanya duduk di sini, antri hanya untuk mendapatkan nomor urut pendaftaran poliklinik di sebuah Rumah Sakit.

Masih harus menunggu antrian sekitar 40 nomor lagi, padahal sudah sepagi mungkin saya ikut berjejal bersama yang lainnya hanya untuk mendapatkan secarik kertas terbuat dari karton yang sudah kumal bertuliskan tangan sebuah angka yang menentukan nasib jam berapa kiranya dapat terbebas dari kejemuan mengantri.

Satu orang dilayani rata rata sekitar 4 menit. Dengan 40 antrain lagi, diperkirakan saya akan dilayani 2.6 jam lagi. Bagi sebagiaan orang mungkin ini hal yang biasa. Tapi bagi saya tergelitik pertanyaan.. Segitu lamakah proses mendaftar? Haruskah? Tidak bisakah di seting ulang sistem yang diberlakukan pada antrian ini??

Sebagai konsultan, saya katakan bisa.. Hanya. Tinggal diikuti kemauan. Karena pada banyak kasus manajemen, KEMAUAN lebih memegang peranan daripada KEMAMPUAN.

Mau tapi tidak mampu, masih ada jalan keluarnya.... Mampu tapi tidak mau... Bubar saja

06/09/2017

Yang Keluar dari Mulutmu, Kembali Padamu.

Handphone berdering, muncul nama staff perusahaan salah satu klien ku, terdengar. Suaranya mengarah frustasi "Pak, apa yang sedang terjadi di perusahaan? Sales ketauan makan duit, kasir kemarin resign, hari ini admin resign, denger denger kepala produksi minggu depan juga resign". Aku terdiam sejenak, mencari kalimat yang tepat untuk menjawabnya. Sebagai konsultan Perusahaan tersebut, saya tau pasti apa yang sedang terjadi. Saya hanya perlu mencari kalimat singkat yang menjadi jawaban lugas atas pertanyaan staff tadi. "Bos mu sedang menuai apa yang dia tanam" akhirnya begitu jawabku.

Alih alih mendengarkan penjelasan keadaan perusahaan melalui pendekatan managerial, tetapi jawabanku jauh dari ilmu manejemen yang dipelajari semasa duduk dibangku kuliah. "Maksudnya??" tanya staff dengan nada suara semakin stress.

"Apa yang keluar darimu akan kembali padamu" aku menjelaskan. Apa yang bos mu lakukan selama ini kepada bawahannya, sekarang dia menuai buahnya. Kata kata nya kasar dan seringkali menyakitkan kepada staff adminnya, kini berbuah pengunduran diri. Kecurigaan dan penganiayaan bathin yg kerap dilakukan pada sales, kini berbuah perbuatan sales yang menyalahgunakan uang.

Seringkali kita lupa, hanya mengeluh dengan apa yang kita tuai sekarang, tapi lupa atas apa yang kita tanam. Bagaimana kita sekarang, itu hasil tanam kita di masa lalu. Bagaimana kita nanti, tergantung apa yang kita tanam sekarang.

Lantunan lagu Broery di radio mobilku membuatku tertawa... "...buah semangka berdaun sirih..." Hanya ada di lagu. Kita tanam semangka, bisa berdaun sirih. Di kehidupan nyata, kita tanam mangga manis buahnya manis, tanam mangga masam , jangan harap hasilnya manis. Selamat bercocok tanam...

Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia
Sadar boss..jng aniaya terus bathin anak buahmu

Seberapa Tangguhkah SDM anda?? Fakta membuktikan,  bagaimana perusahaan memperlakukan karyawan,  sangat mempengaruhi pro...
04/09/2017

Seberapa Tangguhkah SDM anda??

Fakta membuktikan, bagaimana perusahaan memperlakukan karyawan, sangat mempengaruhi produktifitas perusahaan itu dan berpengaruh terhadap ketahanan manajemennya.

Namun, banyak pemilik usaha tidak menyadari rumus sederhana ini. Ada perusahaan yang berani meng-investasikan keuangan nya, pada sektor IT, tetapi lalai meng upgrade skill dari para SDM nya, maka perangkat bertehnologi canggih yang dibeli perusahaan hanya menjadi onggokan barang canggih tanpa manfaat lebih.

Bila perusahaan berani menginvestkan dananya beratus juta, mengapa tidak berani menginvestkan dana pada SDM nya? Lupakah pada pelajaran dasar, bahwa dibantara 5M (Material, Money, Methode, Machine dan Man), peran Man, manusia lah yang memegang peranan terpenting. Modal yang banyak, akan habis percuma, bila tidak dikelola oleh Manusia yang terpercaya, Mesin yang canggihpun tidak akan mend**gkrak produktifitas, manakala di operatori oleh manusia yang tidak kompeten. Metodhe (Manajemen) sebaik apapun, tanpa ditopang oleh manusia sebagai pelaksananya, juga hanya akan membuat pimpinan sakit kepala.

Ya, manusialah elemen terpenting, sebagai sumber daya yang ada dalam perusahaan. Maka jangan lah menganggap pengeluaran untuk SDM sebagai BIAYA, tapi nilailah sebagai INVESTASI, sebagaimana perusahaan berani menginvestkan dananya untuk pembelian mesin yang modern, atau infrastruktur IT yang canggih.

JUNZI CONSULTING, memberikan layanan Konsultasi untuk meningkatkan performance SDM perusahaan Anda.

Keterangan Gambar :
Serah Terima Jabatan Manajer HRD PT. Prisma Surya Gemilang - Ciamis, Jawa Barat.

02/09/2017

Bagaimana anak, itulah Bapak

"Ooh gak mau ikut lah pah" kesekian kalinya Adiv anak lelakiku menyampaikan penolakannya untuk ikut bepergian ke Tasik dalam rangka perayaan Harlah Nabi. "Trus ntar kalo ditinggal makannya gmana?" tanyaku memancing agar timbul keraguan di hatinya. "Makan mie instan" jawabnya tegas. "Mosok mau seharian makan mie terus? Ya bosenlah.." pertanyaanku kembali membrond**g berusaha mematahkan keyakinannya. "Goreng nasi, goreng telor dadar, goreng telor mata sapi, delivery stik ayam mabok, deliveri ayam goreng. Banyak pah yang bisa di makan" ternyata dia sudah mempersiapkan rencananya buat tinggal sendirian dirumah.

Memang saya selalu berusaha mengajarkan kemandirian bagi kedua anaku. Sedini mungkin mereka saya ajarin biar bisa menyelesaikan tugas tugas pribadinya. Dulu Mei anak perempuanku, selalu 'nglendot' kalo deket deket papah atau mamahnya. Saya selalu mendorong badannya agar tegak tidak 'nglendot', bukan karena risi di lendotin, tapi agar dia bisa berdiri tegak mandiri tanpa bersandar pada orang lain. "Itu alesannya Mei" tuturku sok bijak berfilosofi menjelaskan hal ini padanya.

Bukan kali ini saja adiv menolak diajak bepergian keluar kota. Padahal dulunya sewaktu dia masih SD, kemana saja kami bepergian dia selalu ikut. Malah kecenderungannya tidak mau ditinggal sendiri di rumah walo ditemenin boboh sama mba nya.

"Knapa sih gak mau ikut?" tanyaku pengen penjelasan berusaha paham dengan kondisi sekarang. "Ada kegiatan di sekolah pah" jawabnya. "Kan jam 9 pagi sdh selese, kita brngkat jam 11" argumenku gak mau kalah. "Minggu nya sekolah minggu Pah" ujarnya lagi. Aku cuma diem. Ini anak mirip papahnya, kalo sudah gak mau banyak stok alesannya.

Dulu aku pernah tanya sama sepupuku yang sudah nikah dan punya anak. Waktu itu aku masih kuliah. "Masa mana lebih enak? Pacaran? Nikah? Atau punya anak?" Saudara sepupuku yang 10 tahun lebih dulu lahir, menjawab "Semua masa ada kesenangannya sendiri sendiri, gak bisa dibandingin kaya gitu" waktu itu aku gak mudeng. Saya iya in saja dengan tidak bertanya lebih lanjut.

Sekarang saya juga paham nasehat bijak seorang sahabat, "Jangan sia sia kan waktu kebersamaanmu dengan anak ketika masih kecil, karena ketika remaja nanti, mereka akan punya kegiatan masing masing" bener juga tuh kata bijak sahabat, walo saya lupa itu sahabat yang mana yang begitu bihak pernah ngomong gitu.

Masa kecil anak lakiku rasanya sudah berlalu, kini dia menjelma menjadi remaja. Untung di masa kecilnya sudah penuh dengan kebersamaan dalam keluarga. Sudah kenyang diuwel uwel, diipuk ipuk, digend**g, di oyong oyong...aku tidak menyesali kalo dia sekarang sudah susah diajak bepergian bareng keluar kota.

Tugasku sekarang berubah, bukan lagi menguwel uwel, mengipuk ipuk..tapi membekalinya dengan kemampuan menghadapi kehidupan masa depannya.

27 Oktober 15
Siap siap hadir Perayaan HARLAH NABI KONGZI 2566 di Tasik

01/09/2017

Mau besar atau kecil...

Fuhh...panas bener ya ibukota kita. Saya di Gambir, lagi tunggu kreta p**ang ke Purwokerto, sehabis mengikuti kegiatan di Bogor selama 5 hari, dalam rangka Penyusunan buku buat Siswa berkebutuhan khusus. Booring juga, waktu menunjukan pukul 13.12 padahal jadwal kereta pukul 16.45. Cap cay deh...

Panggilan video di hp ku, dengan latar belakang Mei anak perempuanku, berbunyi. "Liat pah...ikan kita beranak" tanpa kata haloo, Mei mengarahkan kamera hp nya ke arah air di kolam rumahku. Aku beringsut mencari tempat yang agak sepi, malu lah dikatain kampungan video call an di tengah kerumunan orang orang yang kayaknya lebih berpikir saya itu kampungan daripada memuji karena memanfaatkan tehnologi canggih.

Melalui layar hp, kulihat titik kecil berwarna kuning, merah, dan silver bergerak lincah. "Itu pah, anak anak nya.." Mei dengan semangat menunjukannya. "Mamahnya sehat Mei?" tanyaku setengah berteriak karena kegaduhan stasiun gambir. "Ya, pah..lagi kerja" jawab Mei. Haduh..yang ditanya induk ikannya, bukan mamah nya Mei. "Oh..kirain tanya mamah" jawab Mei tanpa mengalihkan posisi HP nya tetap mengarah ke anak anak ikan.

Aku memperhatikan lagi sejenak, kuluncurkan pertanyaan "Mei, coba ke kolam yang ada di kamar mandi papah. Papah pengen liat ikan yang di sana" Layar HP ku kabur patah patah ketika Mei bergerak menuju kamar mandiku.

"Tuh pah...kliatan gak?" Sesaat kemudian, kulihat ikan ikan di kolam kamar mandiku. Bentuknya jauh lebih kecil dibandingkan ikan di kolam luar. Padahal aku ingat benar, belinya sama jenis ikannya, sama waktu belinya, sama penjualnya, dan awalnya sama besarnya. Kasih makan juga sama dengan makanan yang sana, diwaktu yang sama. Tidak ada diskriminasi... "Kok lain ya Mei? Ini lebih kecil kecil." "He eh ya.." jawab Mei tanpa berusaha mencari jawabnya.

Tiba tiba di kegaduhan stasiun Gambir yang panas, aku seperti menemukan pencerahan. Mereka, ikan ikan ku yang awalnya bersumber sama, nengalami perbedaan ketika ditempatkan di tempat yang berbeda. Kolam luarku berukuran 2x2.5m, dengan kedalaman 90cm. Kolam di dalam kamar mandiku cuma berukuran 0.3x3m, dengan kedalaman 10cm. Rasanya perbedaan ini yang mengakibatkan perbedaan tumbuh kembang ikan ikan ku.

Terus bagaimana kehidupan manusia? Mungkin sama...kalo kita membatasi pergaulan di "kolam" yang sempit, ya kita gak besar besar, segitu gitunya saja. Tapi kalo kita memperluas "kolam" dengan lebih banyak teman, lebih luas pandangan, dan lebih jauh wawasan, kita bisa berkembang lebih besar lagi.

Haruskah kita pindah "kolam?" pindah dari kota kecilku Purwokerto menuju ke ibu kota Jakarta agar saya bisa lebih berkembang?

Ini jawab menurut Mencius "Orang yang menurutkan bagian dirinya yang besar akan menjadi orang besar, yang hanya menurutkan bagian dirinya yang kecil akan menjadi orang kecil."

Tidak masalah kota dimana kita tinggal untuk bisa menjadi lebih besar, melainkan bukalah hati kita menjadi lebih besar untuk dapat menerima kebesaranNYA.

Gambir, 24 oktober 15

31/08/2017

Bertindaklah sesuai posisi

Kutatap lembar tabel pembayaran uang gedung bagi anaku yang masuk di SMA negeri Favorit. Pagi ini Rapat orang tua murid baru. Di lembar itu kulihat deretan tabel, ternyata uang sumbangan dikaitkan dengan tingkat pendapatan orang tua murid. Semakin tinggi pendapatan semakin tinggi p**a sumbangan yang wajib di bayarkan. "Beda sama tahun lalu, tahun lalu gak kayak gini, sekolah langsung menetapkan junlahnya... " salah satu orang tua murid berkomentar.

Perubahan ini memancing banyak reaksi. 844 orang tua murid baru berkumpul membahas masalah ini sebelum inti acara pengarahan dari kepala sekolah dimulai. Suasana bising seperti sekawanan lebah yang digusur sarangnya.

"Wah.. Ini gampang, kita tulis pendapatan minimal saja, jadi kena sumbangannya sedikit" salah satu ibu dengan dandanan menornya berkomentar seolah mengajari kita untuk mengikuti pemikirannya "kan sekolah tidak bisa mencari tau sebenar benarnya pendapatan kita" imbuhnya menyakinkan orang tua lain yang kelihatan bimbang.

Kutatap sekali lagi lembar itu. Posisi pendapatanku ada pada tabel paling tinggi. Artinya aku harus mengganggarkan sumbangan pada nilai tertinggi p**a.

Benar juga apa kata ibu itu, aku bisa saja memanip**asi pendapatan. Tinggal minta struk gaji Aspal (asli tapi palsu) dari salah satu klien. Beres.. Pasti klien mau bantu mengingat hubungan baik selama ini. Lumayan menghemat sumbangan. Selisihnya bisa buat biaya yang lain. Lagian isian ini tidak punya daya paksa, karena anaku sudah dinyatakan diterima sebagai siswa baru, bahkan sudah mengikuti kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah. Gak mungkin dikeluarkan gara gara jumlah sumbangan ini. Aman...

Eitts... Eitts... Tiba tiba ada suara lain dalam diriku. Suara yang halus tapi jelas terdengar. Nuraniku bicara memberi pertimbangan atas akal ku. Kusadari pemikiranku yang tadi adalah hasil dari akalku yang digerakan oleh nafsu (jing). Dengan kesadaran ku sebagai hasil dari pembelajaran agama, kini Nurani ku yang merupakan hasil dari Watak Sejati (Xing) kini andil bicara menyeimbangi hasil olah akalku.

Suara Nuraniku mengingatkan pada ajaran Zhong Yong : Seorang susilawan berbuat sesuai dengan kedudukannya, ia tidak ingin berbuat luar dari padanya. Jleb..banget di hati.

Dengan lapang dada kutanda tangani formulir isian sesuai dengan posisi ku berkaitan dengan pendapatan. Akal ku tak meronta..kalah telak dengan nuraniku. Mungkin inilah yang dinamai bimbingan Agama..

150717
Sambil dengerin ketua komite promosi pintu sorga.

Address

Perumahan Griya Karang Indah Blok B5 Purwokerto
Purwokerto

Opening Hours

Monday 08:00 - 16:00
Tuesday 08:00 - 16:00
Wednesday 08:00 - 16:00
Thursday 08:00 - 16:00
Friday 08:00 - 16:00
Saturday 08:00 - 14:00

Telephone

+6281226350879

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Junzi Consulting posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Junzi Consulting:

Share