13/03/2016
Purworejo merupakan salah satu kabupaten yang berada di Jawa Tengah. Kabupaten Purworejo memiliki moto Purworejo Berirama (Bersih, Indah, Rapi, Aman dan Makmur). Bagian selatan wilayah Kabupaten Purworejo merupakan dataran rendah. Bagian utara berupa pegunungan, bagian dari Pegunungan Serayu. Bagian timur yang berbatasan dengan DIY, membujur Pegunungan Menoreh. Purworejo berada di jalur utama lintas selatan Pulau Jawa. Kabupaten ini juga dilintasi jalur kereta api, dengan stasiun terbesarnya di Kutoarjo.
Purworejo merupakan salah satu kota produksi batik yang khas baik batik tradisional ataupun batik kontemporernya. Sebagai kota yang berdekatan dengan Kerajaan Mataram Kuno, Purworejo hingga saat ini masih banyak meneruskan adat dan budaya yang diwariskan oleh Kerajaan Mataram Kuno mulai abad XI diantaranya Potensi seni dan budaya ditampilkan dalam gambar penari dolalak dan Bedug Pendowo. Potensi pertanian dan perkebunan berupa manggis, durian dan empon-empon. Potensi peternakan berupa kambing peranakan Ettawa. Potensi industri rakyat berupa makanan klanting, kue clorot, gula kelapa. Semua potensi tersebut dijadikan inspirasi dalam pembuatan motif batik khas Purworejo. Motif-motif batik khas Purworejo sering disebut motif Adi Purwo. Motif Adi Purwo adalah batik kontemporer.Yang membedakan motif Adi Purwo dengan batik lainnya ialah pada ragam hiasnya. Pada batik tradisonal, dikenal dengan motif Melati secontong, Lung Kenongo, Nam Kepang, Laras Driyo, Pisang Bali, Limaran, Lung Semongko, Buntal Kampuh, Menyan Kobar, Sidoluhur, Sidomukti, Leler Mengeng, Parang Kawung dan masih banyak corak dengan kekhasan masing-masing. Sedangkan pada batik Adi Purwo, ragam gambar sebagai motifnya terdiri atas gula kelapa, padi, manggis dan durian, empon-empon, kambing PE (Ettawa), klanting dan kue clorot, dan modang.Motif buah manggis dan durian, merupakan produk unggulan dari bidang pertanian dan perkebunan di pegunungan. Motif empon-empon, yang berupa kencur, jahe, kunyit, kapulaga, dan temulawak, merupakan bahan membuat jamu, merupakan potensi yang dimilki masyarakat perbukitan. Motif Kambing Ettawa, merupakan potensi besar yang dimiliki Kabupaten Purworejo. Motif Klanting dan kue clorot, merupakan makanan khas Purworejo. Motif Modang menggambarkan tata pemerintahan di Purworejo ynag utuh. Terdapat alun-alun di tengah kota, di keilingi kantor bupati, rumah dinas bupati, Masjid, Polres, Kodim, Gereja.Selain itu, ragam hias pada bagian tumpal, biasanya dihiasi dengan motif penari dolalak yaitu kesenian yang tumbuh sebagai hasil akulturasi budaya barat dan timur. Motif Bedug Pendowo, sebagai makna potensi budaya Purworejo yang sudah dikenal di dunia. Motif bunga cengkeh merupakan aksesoris yang terdapat pada kostum penari dolalak. Sedangkan latar dari motif ini diberi hiasan pasiran, yang mengandung makna, bahwa Purworejo mempunyai potensi sumber daya alam yaitu pasir besi.Bagi anda pecinta batik, anda bisa menambah koleksi anda dengan Batik Purworejo.