University of Digital Business

University of Digital Business Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from University of Digital Business, Consulting Agency, Jalan Bayah/Cibareno Km 26 Cilograng/Kab. Lebak, Prov, Rangkasbitung.

28/08/2022

Sahabat Rasta on Stage

07/08/2022

đŸ€«đŸ€«
28/05/2022

đŸ€«đŸ€«

20/09/2020

_Sudah tahu belum..?_

Akan diadakan *Seminar Online Marketplace Revolution*

Acaranya *100% GRATIS* hari *Rabu, 23 September 2020* mulai jam *19.30 WIB* _(7.30 pm GMT+7)_

Acara ini *GRATIS* karena di dukung sponsor dan ada *Hadiah* Langsung _(TANPA diundi)_ senilai *Rp 4.625.000* yang akan di berikan pada saat acara.

Di acara ini, kita akan belajar dan praktek langsung bagaimana cara punya bisnis marketplace seperti Toko---, Shop---, Buka---.

Sekali lagi... _*PUNYA*_ bisnisnya, dan ~bukan hanya jualan aja di Marketplace.~

*DIJAMIN..* setelah ikut acaranya, bisa punya bisnis marketplace nya.

_*Informasi dan Pendaftaran,*_

*Klik disini* ->

Marketplace Revolution adalah seminar online, yang membuat siapa saja bisa menjadi pemilik bisnis marketplace, bukan hanya sekedar pedagang (berjual beli semata).

Dapatkan Setting Iklan GRATIS! bersama KANK DIGITAL ADSDalam rangka MEMERANGI PANDEMI CONVID-19,Kami KANK DIGITAL ADS me...
05/04/2020

Dapatkan Setting Iklan GRATIS! bersama KANK DIGITAL ADS

Dalam rangka MEMERANGI PANDEMI CONVID-19,Kami KANK DIGITAL ADS menawarkan Setting Iklan FACEBOOK dan INSTAGRAM secara GRATIS bagi rekan-rekan Pedagang Online dengan harapan kontribusi kami bisa membantu para Pedagang Online (Produk & Jasa) untuk meningkatkan omzet penjualannya.

Silahkan download proposalnya dibawah ini:
bit.ly/SetingIklanGRATIS
bit.ly/SetingIklanGRATIS
bit.ly/SetingIklanGRATIS

17/02/2020

CINTA, AMARAH, DAN RASA TAKUT

Terkadang banyak orang di luar sana menghabiskan waktunya sia-sia karena ia tidak mengenal dirinya sendiri. Sehingga, waktu yang ia jalani hanya terbuang begitu saja. Ada sebuah teori ‘scarcity’ atau kelangkaan, yang menjadi dasar ‘fear’ atau rasa takut umat manusia.

Scarcity yakni keterbatasan sumber atau kelangkaan, merupakan driven atau pengendali manusia sejak zaman batu. Karena kelangkaan akan makanan, manusia nomaden bergerak pindah mencari sumber pangan yang baru dan berlimpah.

Karena scacity, manusia akhirnya menemukan api sebagai proses memasak karena keterbatasan makanan segar. Secara psikologis, seluruh umat manusia driven-nya atau dorongan hidupnya ada tiga hal, yaitu cinta, amarah, dan rasa takut.

Dan, setiap orang memiliki penggeraknya masing-masing dari ketiganya. Dengan cinta, dengan marah, dan dengan ketakutan. Karena amarahnya Soekarno, Sang Bapak Bangsa, dia memerdekakan Bangsa Indonesia. Karena cintanya Mahatma Gandhi, dia memerdekakan India dari Inggris, karena rasa takutnya Bill Gates, akhirnya tercipta produk yang saat ini digunakan di seluruh dunia yaitu platform Windows di komputer.

Dalam statistik survei psikologi di dunia ini, 10% manusia digerakkan oleh cinta, 30% oleh amarah, dan 60% oleh rasa takut. Jadi, karena data inilah dunia ikan paling banyak menggunakan platform rasa takut. Bahasa sederhananya, ditakut-takuti. Karena, ya itu tadi, memang 60% manusia digerakkan oleh rasa takut.

Itulah mengapa banyak iklan membangkitkan rasa takut. Contohnya iklan pasta gigi. Kita ditakut-takuti dengan kuman yang menggerogoti gigi, lalu ibu -- sang pahlawan keluarga -- membelikan pasta gigi sebagai solusi untuk mengatasi rasa takut akan kuman tersebut.

Contoh lain, kita juga dtakut-takuti oleh kuman di kala main kotor-kotoran saat pertandingan bola. Lalu, ibu menyediakan sabun antiseptik melawan kuman.

Contoh lain lagi, kita ditakut-takuti akan dipermalukan dengan ketek bau, ketakutan tidak mendapat perhatian lawan jenis, lalu menggunakan deodoran. Semua berbasis ‘ditakut-takuti’ dan produsen muncul sebagai sosok ‘pahlawan’ yang hadir dengan solusi akan ketakutan yang mereka timbulkan.

Dunia iklan, promosi, memengaruhi orang untuk percaya Anda, memang paling efektif menggunakan rasa takut. Landasan rasa takut adalah kelangkaan. Insting manusia yang paling dasar adalah bertahan hidup. Keterbatasan sumber, membuatnya bergerak mencari solusi.

Dalam studi kala di kampus dulu, kami bisa mengadakan tes responden. Dengan survei lapangan, kami membuat kue cokelat, brownies. Semua sama takarannya dan rasanya. Lalu kami meletakannya dalam sebuah jar atau toples.

Responden pertama, stoples diisi penuh, lalu setiap yang mencoba mencicipi, disuruh memberi saran, berapa harga yang pantas atas roti cokelat tersebut.

Kelompok responden kedua, dalam stoples hanya diisi tiga buah brownies cookies. Setelah dicicipi lalu mereka ditanya berapa harga yang pantas untuk kue tersebut.

Percayakah Anda? Stoples yang berisi penuh cookiesoleh semua peserta dihargai lebih rendah dari stoples yang sedikit! Atau, dengan kata lain, seluruh responden yang cookies-nya sedikit menganggap rasanya lebih enak dan harganya lebih mahal.

Padahal, kuenya sama!
Intinya sarinya ternyata, ‘stok sedikit’ menimulkan rasa ketakutan akan kelangkaan.

Inilah yang menjadi strategi dalm iklan home selling di televisi. Coba lihat apa yang dilakukan pertama. Diperlihatkan orang buncit perutnya, jelek tubuhnya. Tidak sehat. Saat inilah rasa takut dibangkitkan. Lalu, diperlihatkan tubuh ideal, six pack, sexy, dengan alat yang katanya hanya perlu dipakai 15 menit sehari dalam waktu singkat, jadi langsing.

Kemudian, di ujung pertunjukan iklan jualan tersebut, mulailah scarcity dimainkan. “Stok terbatas, telepon sekarang juga! Anda akan dapat bonus tambahan: pisau.” Kalimat in membuat Anda panik karena takut kehabisan, sekaligus merasa beruntung karena jika Anda berhasil mendapatkan stok yang terbatas itu, Anda dapat bonus p**a.

Seperti yang sudah dijelaskan, manusia digerakkan oleh cinta, amarah, dan rasa takut. Yang perlu diingat, Anda-lah yang mengendalikan ketiga hal tersebut. Jangan sampai Anda yang dikendalikan.

Misalnya, jika Anda digerkkan oleh amrah, Anda harus bisa mengendalikan amarah. Begitu juga jika Anda digerakkan oleh rasa takut, maka Anda juga harus bisa mengendalikan rasa ketakutan itu.

Adapun orang yang digerakkan oleh cinta, jika ia mampu mengendalikan atau menaklukkan cintanya maka ia akan menyebarkan cinta itu kepada orang lain. Contohnya Bunda Theresa dan Mahatma Gandhi.

Kalaupun belum bisa menyebarkan cinta seperti kedua orang tersebut, biasanya ia akan merasa asyik dengan diri sendiri, tidak mudah tersinggung dan lain sebaginya. Itulah orang yang digerakkan oleh cinta.

Rata-rata orang kaya di dunia digerakkan oleh rasa takut. Salah satu contohnya yaitu Bill Gates. Dia orangnya perfeksionis dan detail. Rasa ketakutannya itu sangat besar.

Salah satu indikasi bahwa Bill Gates digerakkan oleh rasa takut, yaitu saat Netflix meluncurkan Firefox di pameran komputer. Bill Gates datang ke stan tersebut dan memerhatikan Firefox sedetail mungkin, hingga empat jam lamanya ia berdiri di sana.

Begitulah orang yang digerakkan oleh rasa takut, perfeksionis dan sangat memerhatikan detail. Sedemikian telitinya ia menelaah kompetitornya itu, sampai-sampai petugas di stan tersebut jengah dan memilih untuk tutup lebih cepat sebelum waktunya. Rasa takut Bill Gates ini akhirnya memunculkan Windows Internet Explorer.

Adapun contoh pebisnis yang digerakkan oleh amarah yaitu Donald Trump. Dia sangat kompetitif, sulit dikalahkan, dan sangat mengejar prestasi. Bawaannya mau marah terus ketika ada yang menyainginya.

Kemudian, contoh pebisnis yang digerakkan oleh cinta, salah satunya yaitu Mark Zuckerberg. Untuk mengetahui dimana posisi kita atau apa pendorong kita, sabar. Nanti akan ada tesnya.

Setelah mengetahui penggerak kita, yang harus Anda lakukan adalah menaklukkannya. Penggerak ini penting bagi diri Anda atau tim bisnis Anda. Dengan mengetahui penggerak yang Anda punya, akan lebih mudah bagi Anda untuk mengendalikannya.

***

Source: Mardigu Wowiek Pages

Leo Candra Memberdayakan Kampung Halaman dengan usahanyaDi depan ratusan mahasiswa kampus negeri ibukota Leo Candra dudu...
31/01/2020

Leo Candra Memberdayakan Kampung Halaman dengan usahanya

Di depan ratusan mahasiswa kampus negeri ibukota Leo Candra duduk sambil menggenggam dua tangannya yang dingin berkeringat. Ia menunggu giliran bicara di depan ratusan mahasiswa ekonomi yang hadir di aula hari itu. Seorang dosen mendekat, bertanya kepada masing-masing pembicara seminar bisnis yang duduk di atas podium.

“Mas-Mas pada kuliah di mana saja?” tanya dosen tersebut pada masing-masing pembicara, termasuk Leo. Pertanyaan tersebut hanya dijawab singkat oleh Leo, “Saya nggak pernah kuliah Bu,”

Jawaban Leo langsung disusul gemuruh tepuk tangan peserta seminar bisnis hari itu. Jangankan pernah mengenyam pendidikan di kampus ternama dan memberikan kuliah soal bisnis. Leo Candra sepuluh tahun yang lalu mungkin tak pernah membayangkan bahwa dirinya akan menjadi seorang pebisnis kuliner apalagi hingga berskala nasional.

Tidak pernah ada yang menyangka bahwa Leo beberapa tahun kemudian adalah seorang pengusaha kuliner jajanan lokal dengan hampir 100 cabang waralaba di seluruh Indonesia. Bersama dengan brand Bakso Aci Juara yang dibangunnya dari nol. Ia berhasil menjadi bukti nyata bahwa hasil nggak pernah berkhianat pada mereka yang mau usaha dan percaya bahwa pasti ada jalan.

Jalan itu mulai terlihat terang pada 2014. Saat ia memberanikan diri membangun usaha kuliner kaki lima pertamanya, Seblak Berto di daerah Mangga Besar, Jakarta Barat. Cerita Leo berawal jauh dari daerah asalnya di Cisarua, Bogor. Lulus SMA, Leo memutuskan untuk menghidupi dirinya dengan menjadi sopir angkot. Nasib berkata lain, ia terpaksa menjual angkotnya dan hidup menganggur selama beberapa tahun sambil sesekali kerja serabutan menjadi pedagang kredit keliling.

“Dulu prinsipnya yang penting gue menghasilkan duit, gue bisa bertahan, merantau ke kota. Kalau kerja udah nggak mungkin, udah tatoan apalagi dulu pakai piercing, ijazah SMA, pengalaman nggak ada. Wah susah banget,” ujarnya.

Beberapa tahun kemudian, Leo mulai belajar sendiri secara otodidak mengenai potensi bisnis waralaba. Ia memulainya dengan membeli sebuah merk waralaba produk jajanan minuman. Ia mulai merasa bahwa bisnis waralaba adalah hal yang cocok baginya. Ia kemudian mengambangkan waralaba pertamanya, Kedai Mas Berto yang kemudian berkembang menjadi Bakso Aci Juara.

“Saya belajar bikin profil, cashflow, terus bikin paket. Semua sendiri. Dari yang awalnya coba akhirnya saya makin serius dengan bikin workshop. Jadi sekarang saya aja jadi bisa bikin supply chain management, organisasi sendiri,”

Pengusaha yang kini 29 tahun ini adalah orang di balik kesuksesan brand jajanan Bakso Aci Juara, merk dagang jajanan lokal yang kini sudah mendirikan 100 cabang di seluruh Indonesia melalui sistem waralabanya. Tidak cuma sukses mendirikan waralaba, berkat kesuksesannya ia berhasil mengajak orang-orang di daerah asalnya untuk bekerja bersama di perusahaannya hingga mereka sanggup kembali bersekolah dan mengumpulkan kemampuan marketing yang ia ajarkan. Tidak cuma itu, Leo bertekad bahwa kesuksesannya harus kembali ke kampung halamannya.

“Di kampung itu kami sering bikin seminar. Karena banyak yang jualan cilok, cilung tapi mereka nggak tahu caranya nge-branding. Balik lagi, ilmunya memang buat dibagiin di kampung. Ilmu yang bermanfaat itu kan keuntungan yang paling long-term ya.

Di tahun yang sama, layanan GoFood sedang menanjak pesat. Di awal perjalanan usahanya, Leo enggan mendaftarkan diri menjadi mitra GoFood lantaran seblak Berto yang dikembangkannya punya pelayanan pesan antar makanan, yang saat itu mengandalkan tiga kurir dan menjadi salah satu kekuatan penjualan seblak Berto. Ia bercerita saat itu pikirannya belum terbuka dengan membaca peluang yang ditawarkan aplikasi.

“Akhirnya mindset saya terbuka, dan mau bergabung dengan GoFood” kata Leo. “Saya berterima kasih banget sama Gojek dan Gofood. Titik terang saya mulai dari Gojek di 2017.”

Sejak bergabung menjadi mitra GoFood, omzet penjualannya makin meledak. Omzet awal Kedai Berto yang awalnya hanya 1,5 juta per hari pada 2017 melesat menjadi 5 juta sehari setelah bermitra dengan GoFood. Hingga akhirnya Leo berhasil mendirikan warung bakso aci Juara pertaman ya di Tanjung Duren, Jakarta Barat. Nggak main-main, warung bakso Aci Juara milik Leo seringkali jadi bahan protes para driver. Lantaran pemesanan yang luar biasa banyak dan menggila.

“Yang ordernya dulu itu sampai dari Tangerang, Salemba, Matraman, Jatinegara. Itu nggak masuk akal sampai 24 kilometer kalau nggak salah,” kata Leo. “Dulu driver Gojek sampai pada nanya ‘ini makanan apaan kok yang mesen jauh-jauh banget’. Itu sehari bisa 100 driver dulu.”

Sebagai putra daerah Sunda, Leo punya tekad kuat untuk melestarikan jajanan khas dari daerahnya. Dimulai dengan Bakso Aci, kini Leo berencana mengeluarkan produk baru yang semuanya merupakan produk jajanan lokal khas Sunda. Kita semua tahu, jajanan lokal umumnya hanya laku dan bertahan di pinggir jalan atau di sekolah-sekolah dasar. Leo punya misi lain membawa jajanan khas Sunda ke seantero Nusantara.

“Sekarang kan makanan banyak dari Korea, Thailand, nah kenapa makanan Indonesia nggak? Makanya kita buktiin bakso aci bisa masuk mall,” ujar Leo. “Jadi ya nggak aneh sekarang lihat orang makan makan cilok, makan cireng, tutut di mall apalagi ada GoFood Festival,”

Meskipun jajanan lokal kini bisa dinikmati di seantero Indonesia, upaya Leo memperkenalkannya tentu saja jauh dari kata mudah. Leo harus menyesuaikan rasa jajanan khasnya di tiap-tiap kota. Leo bercerita, bakso aci yang dijual di Yogyakarta tentu punya rasa yang lebih manis dibandingkan bakso aci yang dijual di Bandung dengan rasa kencur yang lebih pekat. Di Bali dan Medan misalnya, daging ayam akan menjadi lebih diminati dibandingkan dengan daging sapi.

Rahasia di atas Leo bagi-bagikan ke teman-temannya yang ia ajak bergabung dengan usahanya. Beberapa diantaranya tidak hanya mendapat kesempatan untuk bersekolah lagi. Ada yang malah didaftarkan sertifikasi waralaba sendiri hingga akhirnya menjadi salah satu kompetitor terkuat bakso aci. Hebatnya, Leo tidak pernah khawatir.

“Teman saya pun ada yang buka brand lain dan saya ajari dan itu nggak masalah,” kata Leo. “Akhirnya sekarang bikin komunitas, dan market share berbagi soal informasi soal marketing. Persaingan sehat. Sumpah kita udah nggak merasa ada yang harus dilawan malahan kita enak banget.

Di samping membangun komunitasnya sendiri. Leo masih punya banyak mimpi besar dengan membawa produknya ke bisnis retail bahkan membangun sekolah sepakbola dan persatuan bulutangkis.

“Saya sendiri juga dari mimpi dan harapan,” kata Leo. “Saya ingin membagikan lebih banyak lagi manfaat. Ilmu yang bermanfaat itu kan keuntungan yang nggak terhitung nilainya,”

Sumber : Gojek Indonesia

28/11/2019
Khusus yg paham saja.
22/11/2019

Khusus yg paham saja.

02/11/2019

Address

Jalan Bayah/Cibareno Km 26 Cilograng/Kab. Lebak, Prov
Rangkasbitung
42398

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when University of Digital Business posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share