28/11/2016
MENGATASI MARAH
Disadari atau tidak, begitu banyak hal di sekitar kita yang memicu kemarahan. Ironisnya, ada beberapa pihak yang seakan sengaja memanfaatkan suatu kondisi untuk memancing sebuah kemarahan. Entah apa motif sesungguhnya. Apa sekedar bagian dari bisnis, menaikkan rating, bagian dari politik, mengganggu stabilitas sosial, atau ada maksud lainnya. Semacam memancing di air keruh.
Marah memang sangat manusiawi. Dan tidak semua marah bersifat buruk. Seperti marah ketika melihat kedzoliman & kemaksiatan.
Bahkan pernah ada yang berkata bahwa seorang pemimpin harus bisa marah.
Tapi marah berlebihan bukanlah solusi yang bijak. Bahkan kerap menimbulkan masalah baru. Yah, minimal tekanan darah naik & meningkatkan resiko serangan jantung.
Berikut beberapa cara untuk meredam kemarahan (ditulis oleh Faris Khoirul Anam), sesuai petunjuk Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassallam:
1. Membaca Ta’awwudz.
Rasulullah bersabda “Ada kalimat kalau diucapkan niscaya akan hilang kemarahan seseorang, yaitu A’udzu billah minasy syaithaanir rajim (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk).” (HR. Bukhari Muslim).
2. Berwudlu.
Rasulullah bersabda, “Kemarahan itu dari setan, sedangkan setan tercipta dari api, api hanya bisa padam dengan air, maka kalau kalian marah berwudlulah.” (HR. Abu Dawud).
3. Mengubah posisi.
Dalam sebuah hadits dikatakan, “Kalau kalian marah maka duduklah, kalau tidak hilang juga maka bertiduranlah.” (HR. Abu Dawud).
4. Diam.
Dalam sebuah hadits dikatakan, “Ajarilah (orang lain), mudahkanlah, jangan mempersulit masalah, kalau kalian marah maka diamlah.” (HR. Ahmad).
5. Bersujud, artinya shalat sunnah mininal dua rakaat.
Dalam sebuah hadits dikatakan “Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tegangnya urat darah di lehernya? Maka barangsiapa yang mendapatkan hal itu, maka hendaklah ia menempelkan pipinya dengan tanah (sujud).” (HR. Tirmidzi).