11/10/2026
MENGAPA ANAK ZAMAN DULU DAN SEKARANG TERLIHAT BERBEDA?
Pernahkah kita bertanya, mengapa pengalaman mengasuh anak zaman sekarang terasa berbeda dibandingkan ketika kita masih kecil?
Dulu, keseharian anak lebih banyak diwarnai permainan bersama teman sebaya, interaksi dengan orangtua, dan pengalaman langsung di lingkungan sekitar. Sumber informasi dan hiburan pun relatif lebih terbatas, sehingga pengaruh yang membentuk keseharian anak lebih mudah dikenali oleh orangtua.
Sekarang, dunia anak semakin luas. Selain keluarga dan lingkungan, mereka juga tumbuh bersama gadget, media sosial, gim, dan beragam informasi yang hadir hampir setiap saat.
📱 UNICEF Indonesia melaporkan bahwa sekitar 99,4% anak dalam kajian yang dirujuk menggunakan internet, dengan rata-rata penggunaan 5,4 jam sehari.
Artinya, dunia digital telah menjadi bagian penting dari kehidupan banyak anak. Bukan hanya memperluas pengetahuan, tetapi juga menghadirkan berbagai pengalaman yang dapat memengaruhi cara mereka berpikir, mengelola emosi, membangun kebiasaan, dan berinteraksi.
Ketika anak terbiasa dengan hiburan yang cepat dan beragam, aktivitas yang membutuhkan kesabaran mungkin terasa lebih menantang. Namun, setiap anak berbeda, dan pengaruh gadget juga bergantung pada cara penggunaan, usia, lingkungan, serta pendampingan orangtua.
Jadi, bukan berarti anak zaman dahulu lebih baik atau anak zaman sekarang lebih sulit. Mereka tumbuh dalam lingkungan yang berbeda, dengan pengalaman dan tantangan yang juga berbeda.
Karena itu, pola asuh perlu terus menyesuaikan diri. Nilai-nilai seperti kasih sayang, disiplin, tanggung jawab, dan keteladanan tetap penting, tetapi cara menerapkannya perlu mempertimbangkan dunia yang dihadapi anak hari ini.
Jangan hanya membatasi waktu anak dengan gadget. Bangun juga pengalaman nyata yang menyenangkan bersama keluarga. Hadirkan percakapan yang hangat, dengarkan cerita mereka, dan jadilah tempat yang nyaman bagi anak untuk bertanya serta berbagi pengalaman.
Dalam hypnoparenting, ada prinsip penting yang perlu kita ingat:
❤️ Koneksi sebelum instruksi. Pahami sebelum menghakimi. Dampingi sebelum menuntut perubahan.