4TepsId

4TepsId Berbagi Segala hal Positive untuk Kebaikan Semesta

๐“ž๐“๐“ž  ๐“ฆ๐“๐“จ๐“๐“—๐“”Orang Jawa bilang "Kabeh Iku Ono Wayahe" yang berarti "Semua Ada Masanya", suatu kata yang memiliki power lua...
28/06/2022

๐“ž๐“๐“ž ๐“ฆ๐“๐“จ๐“๐“—๐“”

Orang Jawa bilang "Kabeh Iku Ono Wayahe" yang berarti "Semua Ada Masanya", suatu kata yang memiliki power luar biasa yang dapat memberikan ketenangan dan seketika menghilangkan anxiety serta overthinking saat teringat akan perjalanan kehidupan.

Perjalanan dan lika liku kehidupan memiliki makna tersendiri bagi tiap insan manusia, mungkin saat ini kita sedang menghadapi masalah yang berat, sangat berat hingga menyesakan napas serasa ingin teriak, menangis, bahkan tak sedikit yang menyerah.

Saat kita menghadapi suatu permasalahan kita akan tertekan dan stress dan secara tidak langsung kita akan mencari objek untuk dijadikan penyebab timbulnya masalah tersebut, karena kita enggan memiliki tanggung jawab akan masalah tersebut sehingga berakhir dengan tidak mencari solusi untuk memecahkan masalah tetapi malah saling menyalahkan.

Banyak yang tidak sadar jika sebenarnya yang membuat rasa stress datang adalah diri sendiri, diri sendiri yang tidak ingin berada diposisi tersebut dengan masalah yang ada, diri sendiri yang berekspektasi dapat hidup dengan tenang, kaya raya, dapat melakukan apapun yang diinginkan, diri sendirilah yang menyebabkan rasa menyesakan dada dan pening di kepala datang.

Mungkin akan ada pertanyaan "Wajar d**g pengen hidup tanpa masalah?" memang hidup tanpa masalah adalah impian dari tiap makhluk hidup, kucing saja ingin hidup tanpa perlu mencari makan maka dari itu tiap orang yang memberikan makanan akan di jadikan rumah, tapi percayalah hidup tanpa masalah itu bagaikan taman tak berbunga, hampa dan tidak bernilai.

Masalah yang datang adalah cara Tuhan untuk melatih dan meningkatkan kualitas kita. tentu saja semua ada harganya apalagi untuk sesuatu yang sangat berharga seperti peningkatan kualiatas, dan harga yang harus kita bayar adalah usaha dan perjuangan dalam menyelesaikan masalah tersebut.

Layaknya pepatah mengatakan Badai Pasti Berlalu dan Pelangi akan datang untuk Menghiasi, Seberat apapun masalah yang kita hadapi pasti ada solusi. Anggaplah Rasa Pening dan Stress adalah suatu Proses untuk Masa Depan yang lebih cerah yang lebih baik.

Tidak berekspektasi adalah salah satu langkah untuk menghindari rasa kekecewaan yang mendalam saat timbulnya suatu masalah, memang sulit untuk tidak memiliki suatu harapan atau ekspektasi dalam hidup karena secara alamiah manusia memiliki keinginan dan harapan untuk masa depan yang lebih baik, sehingga kita secara tidak langsung akan berandai - andai tentang masa depan menjadi seperti yang kita inginkan. tanpa sadar ekspektasi tanpa arah menyebabkan pikiran menyempit dan saat pikiran menyempit anxiety dan overthinking akan menghampiri, sadarlah masa depan yang baik dan indah tidak harus seperti yang kamu bayangkan

Kata - kata ini akan terdengar naif tapi percayalah "Jalani Hidup layaknya air, tetap mencari celah untuk mengalir dan tetap berguna di berbagai situasi dengan perannya masing - masing".

Alright sekian bacotan saya kali ini, Urip digawe Kalem wae lurr !! mergo KABEH KUI ONO WAYAHE, Byee See You On The Next Post ๐Ÿ˜๐Ÿ˜

31/08/2021

Tidak ada yang Terbuang, Semua Hal Semestinya Harus Saling menguntungkan.

31/08/2021

Don't Love Yourself First !!

Perubahan waktu adalah hal yang tidak bisa di hindari, detik demi detik waktu terus berlalu, tanpa kita sadari sedetik yang lalu telah menjadi masa lalu.

Seiring berjalannya waktu, terdapat banyak hal yang telah berubah di dunia ini, Era demi Era trend dan pola pikir manusia terus berubah seiring berjalannya waktu, bahkan karakter dan sifat manusia yang Dinamis secara alamiah selalu berubah karena ada faktor Experiences of Life di dalam proses kehidupan.

Pada Era Modern ini, terjadi sebuah krisis yang sangat mendasar, yang sebenarnya krisis yang terjadi ini merupakan sebuah hakikat dari seorang manusia, yakkk benar sekali krisis yang terjadi adalah krisis identitas.

ada yang sadar nggak sih dalam kurun waktu 2018 - 2021 ini mulai hype banget quote - quote atau konten grafik yang membahas tentang Mencintai Diri Sendiri ? yak, selaras dengan hasil riset Kemenkes pada Riskesdas pada tahun 2018 tingkat depresi kaum muda indonesia meningkat sebanyak 6,2%

So, langsung hubungannya antara Self Love dengan peningkatan angka depresi ? Ok guys, Lets Start for the Begin.

Pertama, Berdasarkan hasil Riset dari Kemenkes, kita tahu kalo generasi Milenial rentan akan depresi atau bisa disebut mental lemah, ya ini adalah kenyataan yang tidak dapat kita bantah meski terasa menjadi sebuah penghinaan inilah realita yang ada.

Langsung apa sih yang menyebabkan depresi kaum muda di era modern ini ? setidaknya ada 4 fakto penyebab kerentanan kaum muda mengalami depresi

1. Standar yang Tinggi

Memiliki standar terlampau tinggi terhadap diri sendiri dan orang lain berisiko bagi kesehatan mental generasi milenial. Perilaku pengguna media sosial yang kerap menampilkan gaya hidup ideal, pasangan ideal, tubuh, wajah, dan gambaran kesempurnaan lainnya kian memperparah kondisi ini. Akibatnya, muncul ilusi kompetisi yang akhirnya membuat generasi milenial terdorong untuk mengejar hal yang tak mungkin mereka capai, yaitu kesempurnaan.

Rasa โ€œberkompetisiโ€ ini muncul saat generasi milenial temannya โ€œsuksesโ€, sehingga mereka terdorong untuk berusaha keras agar lebih sukses. Sayangnya, masih ada langit di atas langit. Namun, dorongan untuk lebih sukses itu masih ada. Pada titik tertentu, seorang yang perfeksionis akan merasa berbagai usahanya masih kurang. Siklus ini akhirnya bisa menyebabkan depresi.

2. Isolasi Akibat Media Sosial

Bukan hal baru jika generasi milenial sangat fasih menggunakan teknologi. Salah satu teknologi yang sangat identik dengan generasi milenial adalah media sosial. Tak hanya menghibur, media sosial memudahkan generasi milenial terkoneksi dengan teman, keluarga, dan kerabat. Ironisnya, menggunakan media sosial secara berlebihan justru membuat penggunanya merasa terisolasi dan kesepian.

3. Tantangan Ekonomi

Tak hanya tantangan teknologi dan sosial, generasi milenial pun menghadapi tantangan lainnya yang tak kalah pelik, yaitu ekonomi. Tingginya urbanisasi membuat lapangan kerja terpusat di kota-kota besar, sehingga persaingan kerja bagi generasi milenial saat ini makin kompetitif. Sistem pendidikan saat ini pun tidak bisa sepenuhnya menjawab tantangan persaingan tenaga kerja saat ini.

Belum lagi generasi milenial terancam tak bisa memiliki rumah karena ketimpangan antara harga rumah dan kemampuan finansial. Berbagai tantangan ekonomi ini kerap menjadi tekanan bagi generasi milenial, hingga memicu stres, dan akhirnya berisiko menjadi depresi.

4. Berita Negatif dan Kecemasan yang Ditimbulkan

Dengan internet, generasi milenial memang bisa mendapat informasi dengan cepat. Namun, itu juga berarti generasi milenial lebih rentan terpapar berbagai informasi negatif dari seluruh dunia dalam waktu bersamaan.

Media massa turut berperan sebagai faktor pemicu depresi, terutama media yang kerap memberitakan peristiwa negatif. Mulai dari berita tentang alam Indonesia yang kian โ€œsakitโ€, perang dunia, terorisme, bencana alam, korupsi, dan isu mengkhawatirkan lainnya. Jika seseorang terpapar informasi negatif secara terus menerus, bukan tidak mungkin dia akan lebih rentan stres hingga depresi.

kurang lebih itulah beberapa penyebab depresi pada milenial saat ini, dan dari 4 faktor diatas dapat sebuah garis besar yang terdapat disetiap fakto yakni MEDIA SOSIAL.
Ngeri yaa ternyata efek dari media sosial

Langsung apa kaitnya Self Love dengan Depresi ? Ok Ok aku bahas sekarang

Sebenarnya kaitan antara Self Love dengan Depresi itu sangat sederhana, karena saat kita mencintai diri sendiri maka tidak akan ada yang namanya depresi begitup**a sebaliknya.

Nahh, masalahnya sekarang mengapa Fenomena Self Love yang telah hype sejak 2018 tetapi angka depresi pada kaum milenial masih saja meningkat ?

Karena penyebab awal mula dari seorang mencintai diri sendiri

Awal mula fenomena self love terjadi di kaum muda indonesia adalah depresi

Hah ?? kok bisa ??

Yakk sangat bisa dengan kejadian mayoritas yang terjadi awal mula seseorang memegang konsep love self adalah saat terjadi keterpurukan dalam hidup, andil - andil menjadi solusi agar lebih percaya diri konsep self love malah menjadi kerudung atau tameng dalam diri yang digunakan untuk membenarkan keadaan yang ada dengan beralih pada egoisme dalam diri.

Dalam Keadaan Terpuruk atau Depresi membuat seseorang kehilangan rasa percaya diri seakan - akan dunia tidak berpihak kepadanya sehingga dengan Memegang Konsep Self Love, maka dapat menjadi solusi instan seseorang dalam mendapatkan kepercayaan diri untuk Show Up di media sosial, karena dengan konsep self love maka kita tidak perlu mendengarkan komentar orang lain.

Nahh, pada fase ini Konsep Self Love berubah menjadi egoisme dimana secara tidak sadar kita mengabaikan perkataan orang dan berfokus pada diri sendiri.

Mungkin akan timbul pertanyaan " ngapain dengerin omongan orang yang nggak support kita, yang pentingkan kita happy ?"

So, apakah semua komentar atau kata orang itu buruk ?

heii ingat anak muda Mark Zuckerberg berkata "Bergerak cepat dan gagal dengan cepat. Kalau Anda tidak mengacaukan sesuatu, Anda tidak bergerak cukup cepat," ujar Mark.
Bagi Mark Kekacauan adalah sebuah Solusi, dan berbanding terbalik dengan milenials, yang lari dari kekacauan dengan menutup diri.

Jadi gimana d**g agar bisa ngejalanin Love Self dengan bener ??

Jawabannya Simple yaitu KETAUHI DIRIMU SENDIRI

"lohh bukannya sama aja yaa ?"

mungkin sekilas sama antara mencintai diri sendiri dengan mengetahui diri sendiri, perbedaannya terdapat pada Fase atau Tahapan dalam menjalaninya.

1. Kenali Diri Sendiri

Kita Harus Mengenal dan Mengetahui diri kita Sendiri sebelum mencintainya, kenapa ? analoginya gini ibarat kamu ketemu seseorang tiba - tiba kamu mencintainya, aneh nggak ? aneh kan
So, kamu harus PDKT dulu sama diri kamu sendiri, apa yang kamu s**ai, apa yang tidak kamu s**ai, bagaimana batas Emotionalmu, bagaimana karaktermu.

2. Penerimaan

Setelah mengenal dan mengetahui seluk beluk dirimu, maka langkah selanjutnya adalah menerima semua keadaan dirimu, terkadang kita memiliki impian atau keinginan yang diluar kapasitas kita maka kita harus menerima itu, dan disisi lain kita memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang lain maka kita juga harus menerima itu, dengan dapat menerima kondisi diri kita seutuhnya maka, tidak akan ada rasa penyesalan dalam menjalani hari-hari dengan pikiran terbuka.

3. Bersyukur
Fase Penerimaan diri membawa kita pada tahap selanjutnya yakni syukuri bagaimanapun keadaanmu, dengan selalu bersyukur dengan keadaan yang ada maka akan meningkatkan perasaan bahagia hingga kamu dapat menjalani hari - hari mu dengan ceria.

4. Lakukan hal yang Kamu Sukai
Barulah Setelah melewati fase - fase diatas kita dapat mencintai diri kita seutuhnya, dimana pada fase ini kita sudah dapat mencintai apa yang kita lakukan dengan pikiran terbuka, sehingga akan timbul rasa senang saat kita melakukan hal yang kita s**a dan kita mendapatkan kritikan atau komentar dari pengguna media sosial.

Kurang lebih itu pembahasan tentang Self Love, Jadi
"Don't Love Yourself First, But Know it First !"

Sekian Guys, Terimakasih buat kalian yang udah baca ocehanku sampe akhir, kalo ada yang mau curhat atau tanya - tanya bisa komentar dibawah kita diskusi bareng guys.

Thanks, Salam Survive !!

๐“๐ข๐ญ๐ข๐ค ๐๐ž๐ ๐š๐ญ๐ข๐Ÿ : ๐‘ฏ๐’Š๐’…๐’–๐’‘ ๐‘บ๐’‚๐’š๐’‚ ๐‘ท๐’†๐’“๐’๐’‚๐’‰ ๐‘ฒ๐’‚๐’„๐’‚๐’– ๐’…๐’‚๐’ ๐‘ฒ๐’†๐’๐’‚๐’Ž. ๐“Ÿ๐“ฎ๐“ท๐”‚๐“ฎ๐“ต๐“ช๐“ถ๐“ช๐“ฝ๐“ท๐”‚๐“ช, ๐“š๐“ฎ๐“ผ๐“ช๐“ญ๐“ช๐“ป๐“ช๐“ทแด›ษชแด›ษชแด‹ แด›แด‡ส€แด‡ษดแด…แด€สœ แด€แด…แดŠษชแด‡ ๊œฑแด€ษดแด›แด๊œฑแดแด˜แดœแด›ส€แดSaat menghad...
30/08/2021

๐“๐ข๐ญ๐ข๐ค ๐๐ž๐ ๐š๐ญ๐ข๐Ÿ : ๐‘ฏ๐’Š๐’…๐’–๐’‘ ๐‘บ๐’‚๐’š๐’‚ ๐‘ท๐’†๐’“๐’๐’‚๐’‰ ๐‘ฒ๐’‚๐’„๐’‚๐’– ๐’…๐’‚๐’ ๐‘ฒ๐’†๐’๐’‚๐’Ž. ๐“Ÿ๐“ฎ๐“ท๐”‚๐“ฎ๐“ต๐“ช๐“ถ๐“ช๐“ฝ๐“ท๐”‚๐“ช, ๐“š๐“ฎ๐“ผ๐“ช๐“ญ๐“ช๐“ป๐“ช๐“ท

แด›ษชแด›ษชแด‹ แด›แด‡ส€แด‡ษดแด…แด€สœ แด€แด…แดŠษชแด‡ ๊œฑแด€ษดแด›แด๊œฑแดแด˜แดœแด›ส€แด

Saat menghadapi masalah demi masalah yang tak kunjung usai mungkin kita akan merasa terperosok ke dalam suatu titik terendah yang lebih dalam dari sekadar titik 0. Ketika kenyataan tak terjadi sesuai dengan keinginan, mungkin kita akan bilang โ€œIni adalah titik negatif,โ€ atau bahkan โ€œIni adalah momen terendahku.โ€ Sebaliknya, ketika sesuatu berjalan sesuai dengan keinginan maka kita akan menyebut bahwa momen tersebut adalah momen positif yang menyenangkan.

Dulu saya juga sempat berkubang di pikiran yang serupa, tidak bisa melihat secara netral sehingga membenci hal buruk yang terjadi dalam hidup saya. Tumpukan masalah yang saya hadapi mirip baju yang digantung di belakang pintu, tak peduli setiap hari kita cuci, tumpukan tersebut muncul kembali. Bahkan, di suatu titik rasanya saya ingin menyerah saja dan enyah dari dunia yang ruwet ini. Namun, saya mungkin beruntung karena sisi saya yang lain mampu menyelamatkan saya dari energi tersebut.

แดแดแดแด‡ษด สแด€ษดษข แด›แด‡ส€แดŠแด€แด…ษช แด…แด€สŸแด€แด สœษชแด…แดœแด˜ แด‹ษชแด›แด€ ๊œฑแด‡ส™แด‡ษดแด€ส€ษดสแด€ แด€แด…แด€สŸแด€สœ ๊œฑแด‡๊œฑแดœแด€แด›แดœ สแด€ษดษข ษดแด‡แด›ส€แด€สŸ, แด›ษชแด›ษชแด‹ แด›แด‡ส€แด‡ษดแด…แด€สœ ษชแด›แดœ ๊œฑแด‡แด˜แด‡ส€แด›ษช แด€แด…แด€ แด…แด€ษด แด›ษชแด€แด…แด€

Dulu saya adalah seseorang yang sangat membenci momen-momen buruk yang terjadi. Tapi, setelah saya belajar tentang mindfulness, kesadaran diri, dan meditasi, saya belajar tentang hidup ini. Momen yang saya alami sebenarnya adalah momen yang netral tapi pikiran saya sajalah yang cenderung memberi label. Kalau menurut pikiran saya, momen terendah itu ada tapi kalau dilihat lebih mendalam sebenarnya hidup ini dinamis.

Sebenarnya ada lagi pemikiran lainnya, bahwa di setiap momen manis akan ada momen pahitnya. Hal ini yang seringkali tidak disadari. Jarang kita menumbuhkan kesadaran bahwa di setiap sisi manis itu juga ada sisi pahitnya. Setidaknya kita perlu menyadari bahwa titik tertinggi itu juga akan menghadirkan tantangan-tantangan yang tidak mudah.

แดแด‡ษดสแด€แด…แด€ส€ษช แด€แด‹แด€ษด ส™แด‡ส€ส™แด€ษขแด€ษช สœแด€สŸ สแด€ษดษข ๊œฑแด‡แด…แด€ษดษข แด‹ษชแด›แด€ แด€สŸแด€แดษช แด€ส€แด›ษชษดสแด€ แดแด‡แดส™แดœแด€แด› แด‹ษชแด›แด€ แดœษดแด›แดœแด‹ แด›ษชแด…แด€แด‹ โ€˜สŸแดœแด˜แด€ แด…ษชส€ษชโ€™

"Kalau ketawa jangan keras-keras. Nanti habis itu nangis lo"

Begitulah kalimat yang mungkin juga sering kita dengar dulu dari orang tua yang membuat kita jadi skeptis ketika menerima hal yang indah. โ€œJangan-jangan setelah ini terjadi hal buruk?!โ€ Di tahap mendasar mungkin kita baru akan merasakan bahwa momen pahit yang dialami sepenuhnya pahit, begitu p**a sebaliknya. Di tingkat selanjutnya mungkin kita mulai bisa berpikir bahwa momen pahit tak sepenuhnya pahit, tapi ada juga sisi manisnya.

Di level lebih lanjut lagi, kita mungkin malah sebenarnya tak benar-benar tahu apakah momen tersebut manis atau justru pahit. Layaknya bumi yang berotasi, jangan-jangan sebenarnya kita sedang berada di titik tertinggi saat merasa sedang di titik terendah? Dengan menyadari hal ini maka kita akan lebih bisa menerima ketika suatu masalah terjadi.

๐˜œ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช ๐˜ต๐˜ช๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ โ€˜๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏโ€™ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ, ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ต ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ.

Tingkatan yang sudah disebutkan sebelumnya bukan pakem. Ada momen di mana seseorang memiliki kesadaran tertentu dan di momen lain memiliki kesadaran yang berbeda. Meskipun begitu, kita bisa melatih diri kita supaya lebih terampil dalam menggunakan kesadaran diri. Sayangnya, kesadaran diri ini satu hal yang jarang sekali dipelajari.

Sebagai pengantar, pikiran kita sederhananya dibagi menjadi 2 yaitu mind di fungsi think dan mind di fungsi aware atau sadar. Selama ini, di dunia pendidikan atau saat kita kecil dan dilatih oleh orang tua kita, sisi think cenderung lebih diunggulkan. Jadi, masalah yang datang akan lebih dipikir, dianalisis, dicari tahu latar belakangnya, kesimp**annya, dan lain sebagainya. Maka, kita sering kali mengalami satu momen namun malah sibuk berpikir dan menganalisis kenapa sesuatu bisa terjadi yang ujungnya malah jadi overthinking.

Saya tidak memusuhi fungsi mind di sisi think karena fungsi tersebut memang diperlukan. Tapi, kita juga perlu melatih fungsi mind yang lain yaitu awareness, mindfulness, kesadaran diri, eling. Eling bahwa kita manusia yang punya keterbatasan untuk menganalisis segala sesuatunya. Fungsi aware dari mind ini yang perlu kita latih. Dengan cara seperti apa? Dimulai dengan menyadari napas.

Ada 2 latihan dalam bernapas yang bisa dilakukan:

Latihan santai atau nonformal: Di sela-sela kegiatan sehari-hari saat melakukan apapun kita bisa menyadari napas. Ketika sedang bernapas sadari โ€œOh, saya sedang menarik napas.โ€ Hembuskan napas, sadari โ€œSaya sedang menghembuskan napas.โ€ Latihan ini bisa dilakukan saat sedang bersih-bersih, mandi, bermedia sosial, bahkan saat mengobrol.

Latihan resmi atau formal: Luangkan waktu 5-10 menit setiap hari yang nantinya bisa ditambah seiring berjalannya waktu menjadi 20 menit atau lebih. Lakukan duduk berdiam diri dengan mata terpejam, sadari napas. Saat muncul pikiran yang macam-macam atau melompat-lompat, kembali lagi ke napas.

๐™’๐™–๐™ก๐™–๐™ช ๐™ ๐™š๐™ก๐™ž๐™๐™–๐™ฉ๐™–๐™ฃ๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐™จ๐™š๐™™๐™š๐™ง๐™๐™–๐™ฃ๐™– ๐™ฃ๐™–๐™ข๐™ช๐™ฃ ๐™™๐™–๐™ข๐™ฅ๐™–๐™  ๐™™๐™–๐™ง๐™ž ๐™ก๐™–๐™ฉ๐™ž๐™๐™–๐™ฃ ๐™ž๐™ฃ๐™ž ๐™˜๐™ช๐™ ๐™ช๐™ฅ ๐™จ๐™ž๐™œ๐™ฃ๐™ž๐™›๐™ž๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™ช๐™ฃ๐™ฉ๐™ช๐™  ๐™จ๐™–๐™ฎ๐™–

Manfaat melatih kesadaran diri ini banyak sekali yang pada akhirnya berdampak pada kesehatan mental, mengurangi stres, cemas, atau overthinking. Mungkin ada momen-momen ketika kita membaca sesuatu di media sosial yang memancing amarah kita hingga ingin meninggalkan komentar buruk di sana. Kalau pengalaman dari saya, ketika sudah terlatih untuk sadar diri maka muncul kesadaran bahwa kemarahan ini sebenarnya nggak bermanfaat. Selain itu, berkaitan dengan gaya hidup misalnya, kita mungkin seringkali impulsif.

โ€œWah, aku pengin sepatu ini. Eh tas ini kok lucu? Lo, kaus ini juga bagus.โ€

Padahal, sebenarnya yang kita miliki sudah cukup. Dengan melatih kesadaran akhirnya kita bisa menahan diri.

source : https://www.hipwee.com/motivasi/titik-terendah-adjie-santosoputro/?from=midtrans #

Saya juga pernah kalah dengan diri sendiri ketika mengelola kemarahan, tapi akhirnya saya melatih keasadaran saya supaya bisa selalu 'eling.'

10/08/2021

๐˜”๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฌ๐˜ช ๐˜‹๐˜ช๐˜ข ๐˜š๐˜ช๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ, ๐˜๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ ๐˜’๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜›๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ ๐˜”๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข
๐’ฏ๐‘’๐“‰๐’ถ๐“…๐“๐’ถ๐’ฝ ๐’ท๐‘’๐“‡๐’ฟ๐“Š๐’ถ๐“ƒ๐‘” ๐’น๐’พ ๐“ˆ๐’ถ๐“‚๐“…๐’พ๐“ƒ๐‘”๐“ƒ๐“Ž๐’ถ

Bertemu dan menjalin hubungan dengan sosok yang mengerti kamu dan cocok dengan sifat-sifatmu itu berkah yang patut disyukuri. Apalagi semua teman-teman dan keluarga juga mendukung. Tapi sayangnya pacarmu adalah orang yang punya kesibukan segudang. Entah karena pekerjaan dan bisnis atau kegiatan kuliah, komunitas, dan hobi.

1. Pikirkan baik-baik apa yang kamu butuhkan atau harapkan dari hubungan ini

Kalian harus saling tahu apa yang kalian inginkan, dan seberapa banyak pengorbanan yang rela kalian lakukan demi hubungan ini. Misal, dia menginginkan hubungan serius dan sosokmu yang selalu mendukungnya. Nah, kalau kamu tak yakin siap menjalin hubungan yang serius dan selalu ada untuk mendukungnya, diskusikan sejak awal. Tapi kalau apa yang kalian mau sudah sejalan, silakan baca poin berikutnya.

2. Putuskan apakah saat ini kamu akan tetap mencintai pasanganmu apa adanya

Jangan mengharapkan pasanganmu untuk berubah. Kalau saat ini dia sudah sangat menyatu dengan kesibukan dan pekerjaan, itu tandanya pasanganmu benar-benar mencintai kegiatannya dan dia akan seperti itu terus. Kalau kamu sungguh mencintainya, kamu harus menerima kenyataan bahwa dia akan selalu sibuk, bahkan ketika kalian sudah menikah nanti. Sanggupkah kamu untuk tetap mencintainya apa adanya? Prinsip "Kita jalani dulu saja" bisa membuatmu terjebak dan menyesal nantinya.

3. Utarakan keprihatinanmu terhadap hubungan kalian, tapi cukup satu kali saja

Katakan padanya bagaimana perasaanmu kalau dia terlalu banyak bekerja atau mengurus kegiatan komunitasnya. Tanyakan juga berapa banyak waktu yang bisa dia berikan untukmu, misalnya bertemu sekali seminggu dan menelepon sepuluh menit setiap hari. Tapi jangan terus menerus menerornya dengan keluhanmu. Percaya deh, dia juga ingin menghabiskan waktu denganmu, kok. Hanya saja dia sudah telanjur tenggelam dalam komitmennya pada pekerjaan dan kesibukannya.

4. Ingat, semua hubungan pasti ada masa susah dan senangnya

Kamu perlu tahu apakah kesibukannya saat ini disebabkan oleh keadaan atau karena memang sifatnya yang workaholic. Bisa saja dia bukan orang yang bisa fokus pada dua aspek kehidupan, yaitu karier dan cinta sekaligus. Tapi setelah dia bisa menstabilkan posisinya di kantor, dia akan mengalihkan fokusnya padamu. Jadi ingatlah bahwa masa-masa susah akan selalu ada dalam hubunganmu, meskipun kamu pacaran dengan orang yang punya banyak waktu untuk hubungan kalian.

5. Cari kesibukan lain di luar hubunganmu dengannya

Ini dia yang paling penting dan paling menyenangkan jika kamu punya pacar yang super sibuk. Jangan menangisi nasibmu karena punya pacar yang sangat sibuk, cari sendiri kesibukanmu saat dia tak punya waktu untukmu! Gali potensimu, ikut berbagai kegiatan dan komunitas, dan pergi jalan-jalan ke tempat baru. Kamu pun tak perlu khawatir tak punya waktu untuk teman-teman dan keluarga.

7. Menjaga komitmen dan kesetiaan

Saat ia terlalu sibuk dengan kegiatannya, mudah bagimu untuk jatuh dalam godaan. Entah itu kamu menemukan sosok pria lain, atau kamu justru jadi terlalu nyaman tanpa kehadirannya. Nah, di saat-saat seperti ini kamu harus mengingat kembali komitmen yang kalian buat bersama. Ingat juga saat-saat berkualitas yang kalian habiskan bersama. Apakah kamu yakin sosok penggantinya yang baru bisa mengisi kekosongan yang kamu rasakan?

Punya cowok yang super sibuk memang betul-betul menguji ketahanan cinta kalian. Tapi jangan khawatir Bela, kalau kamu tetap setia dan mendampinginya, apa pun tantangan yang kalian hadapi selanjutnya pasti bisa kalian lalui. Selain itu, kalian juga belajar saling percaya. Jadi tetaplah berjuang di sampingnya.

Daripada Emosi dan Menangis, Ingat 4 Hal Maha Penting ini Setiap Stok Sabar Kian MenipisPernahkah kamu menilai seberapa ...
14/07/2021

Daripada Emosi dan Menangis, Ingat 4 Hal Maha Penting ini Setiap Stok Sabar Kian Menipis

Pernahkah kamu menilai seberapa jauh kamu bisa bersabar? Mungkin jawabannya โ€œtergantung โ€ฆโ€ Yap, tergantung sampai mana โ€˜sesuatuโ€™ menguji kesabaranmu. Banyak orang menganggap kalau kesabaran itu hal yang mudah diucapkan pada orang lain, misal:

โ€œSabar ya โ€ฆโ€

Tapi ternyata sulit untuk dijalani sendiri. Sebenarnya, kemampuan bersabar tiap orang berbeda-beda. Tergantung pengalaman dan ketahanan seseorang menghadapi tekanan. Jadi jika ada orang lain yang udah nggak bisa bersabar, sementara kita masih merasa sanggup bersabar, bukan berarti orang lain itu nggak sabaran, ya. Biasanya orang yang sabar mereka mampu menahan emosi, pikiran, perkataan dan perilakunya. Nah, sebenarnya apa sih, yang bisa membuat kita bisa melatih kesabaran? Daripada mudah marah dan menangis pas kesabaran hampir habis, ingat beberapa hal berikut, ya!

Please manage emosi dulu, lalu sadari kalau memang nggak semua hal bisa berjalan sesuai keinginan kita. Selanjutnya, kesabaran dan kemampuan menerima keadaan pasti akan datang lebih mudah

Sebuah realita dasar yang seharusnya dipahami dan diterima oleh tiap manusia adalah:

Nggak semua harapan bisa jadi kenyataan.

Namun pada nyatanya, ego dan emosi kita seringkali mengaburkan hal yang sangat mendasar tersebut, karena berharap semuanya bisa sempurna. Jadi, sebelum kelepas marah-marah nggak jelas atau menangis tragis, nggak usah mikir macem-macem dulu; catat dan ingat hal maha penting ini!

Usahakan tetap berpikir positif, ya! Nggak usah overthinking sama asumsi apapun. Ini nih, yang paling bisa bikin kita gampang โ€˜ambyarโ€™ pas berusaha bersabar

Satu kesalahan yang sering kita lakukan adalah pikiran berkelana kemana-mana tapi raga tetap diam saja. Aliasnya, pikiran sering nggak terkendali, menduga sesuatu, hingga menyimpulkan sesuatu sendiri sebelum benar-benar terjadi. Padahal pikiran yang buruk bisa membuat kita mengatakan hal yang buruk, dan berakhir dengan keputusan yang buruk p**a. Jadi sebelum terkutuk karena mengambil keputusan yang buruk, please keep positive thinking dan tetap tersenyum biar ingat hal maha penting yang kedua ini.

Harus bisa jaga perkataan dengan penuh perasaan. Salah-salah kata bisa jadi makin memperburuk situasi

Omong-omong soal jaga perkataan, ini penting banget buat melatih kesabaran. Sabar atau nggak seseorang dalam menghadapi sesuatu, pertama akan dilihat dari keputusan yang ia ucapkan. Ketika kita memutuskan kesabaran sudah habis, biasanya akan muncul perilaku-perilaku kecewa misalnya; menangis, marah, bahkan mengamuk. Perilaku yang muncul tergantung bagaimana kita mengambil sikap.

Jadi sebelum kejadian drama guling-guling nggak penting, coba ya jaga ucapan atas apa pun yang kamu rasakan, catat juga hal maha penting yang ketiga ini.

Tetap menjaga perilaku terbaik meski kenyataan nggak sebaik yang kita kira. Alih-alih bisa melatih kesabaran, setiap perilaku buruk justru membuat kita semakin terpuruk

Perilaku itu respon atau tanggapan terhadap keadaan. Sebisa mungkin kita berusaha memberikan respon yang baik meski keadaan nggak baik-baik amat. Menahan perilaku buruk yang akan muncul adalah bentuk kesabaran yang levelnya baling tinggi. Kalau perilakunya baik, pasti sikapnya juga baik, jadi akan mudah untuk bersabar.

Good attitude is good behavior for a good person

Terakhir nih, kita ingat hal-hal maha penting ini ya! Supaya setiap stok kesabaran mulai menipis, kita tetap bisa restock sabar terus-terusan. Yang terpenting selalu berusaha bisa mengendalikan emosi, dan pikiran, bisa menjaga ucapan dan bisa berperilaku yang baik. Kalau pun udah nggak bisa sabar lagi, setidaknya kita tetap bisa memahami konsekuensinya dengan baik. Nggak hanya bisa marah-marah dan memutuskan hal dengan gegabah atau menangisi keadaan tanpa melakukan perubahan.

Sabar ya, sabar ini memang ujian~

Source :

Begini nih cara memperbanyak stok sabar yang paling gampang~

6 Alasan Kebanyakan Cewek Era Millennials Masih Sendiri. Bukan Karena Tak Laku-laku Juga Sih!Apa yang ada di benakmu saa...
13/07/2021

6 Alasan Kebanyakan Cewek Era Millennials Masih Sendiri. Bukan Karena Tak Laku-laku Juga Sih!

Apa yang ada di benakmu saat tahu ada cewek yang masih sendiri? Nggak laku? Atau masih belum mau menikah?

Kemajuan zaman membuat pola pikir cewek millennials jelas berubah dan makin banyak kegiatan yang mereka lakukan saat beranjak dewasa.
Sayangnya, masih saja ada yang berpikir kalau cewek jomblo identik nggak laku-laku. Padahal, cewek-cewek ini selalu punya alasan sendiri kenapa dirinya masih menjomblo. Daripada menghakimi dengan pandangan yang macam-macam, mending simak dulu alasan mereka jomblo berikut ini.

1. Cewek millennials terlalu besar gengsi untuk mengakui kalau sebenarnya ingin sekali memiliki pasangan

Di dalam lubuk hati para cewek millenials pasti terdapat keinginan untuk bertemu jodohnya. Meski begitu, mereka memilih untuk nggak mengumbar cuma karena gengsi. Bagi mereka, percintaan itu hal pribadi dan nggak untuk digembar-gemborkan layaknya kehidupan selebriti. Keinginan yang lama-lama dalam hatinya mereka tolak ini, tanpa disadari saat ditanya โ€œmau nikah kapanโ€ pasti jawabnya โ€œbelum mau nikahโ€. Mereka gengsi mengakui kalau sebenarnya ingin punya pasangan.

2. Munculnya anggapan pada diri sendiri kalau dirinya bisa mandiri dan belum butuh pendamping

Ke mana-mana sering sendiri memang ciri cewek millennials sekali. Mereka pun saat mau melakukan suatu hal sebisa mungkin harus bisa sendiri tanpa bantuan orang lain. Makanya, nggak heran kalau hal itu bikin mereka belum merasa butuh pasangan. Toh, apa-apa dilakukan sendiri masih bisa. Malahan kalau ada pasangan yang membantu, mereka bisa nggak nyaman karena akan sering dicerewetin atau nggak bisa bebas mau melakukannya.

3. Banyaknya pasangan yang update mesra di media sosial lama-lama menimbulkan rasa malas di diri cewek millennials untuk merajut cinta

Kamu iyuh nggak kalau sering banget lihat foto-foto pasangan di media sosial (medsos) yang terlalu lebay dan disertai caption mesra? Nah, inilah yang sering dialami cewek-cewek zaman sekarang karena malas melihat gaya anak muda yang pacarannya seperti itu. Bagi mereka, cinta dan sayang itu privasi dan nggak seharusnya diumbar-umbar dengan sengaja. Apalagi adanya berbagai drama percintaan di medsos yang bikin jengah.

4. Mereka itu terlalu banyak mempertimbangkan. Maklum, cinta kan nggak sesederhana jalan berdua atau panggil sayang saja

Kalau ada yang bilang cewek millennials itu terlau banyak mikir soal cinta, sebenarnya hal itu selalu ada alasannya. Karena mereka menganut prinsip kalau cinta nggak sesederhana seperti orang lain pikir, maka banyak hal-hal yang dipertimbangkan. Bukan cuma perkara perasaan sayang atau tidak, tapi seperti apa hubungan percintaan di masa depan juga penting. Cewek millennial nggak menyakini โ€œudah, jalanin dulu ajaโ€.

5. Sibuknya mereka memang nggak perlu ditanya. Bahkan, ada yang sampai nggak peduli sama kondisi diri

Sudah bukan rahasia lagi kalau rutinitas cewek millennials sangat sibuk. Waktu mereka nggak cuma diisi dengan pekerjaan, tapi juga sambil mengejar pendidikannya yang lebih tinggi lagi. Nggak jarang juga ada yang menjadi freelancer supaya pundi-pundi rekeningnya bertambah. Jangankan mikirin pacaran, saking sibuknya mereka saja sampai lupa mengurus diri.

6. Daripada membuang waktu untuk hubungan yang salah, mereka lebih senang menyendiri dulu

Cewek millennials selalu ingin waktu yang dimilikinya diisi dengan hal-hal jelas dan berharga. Makanya, kalau mereka sudah muncul rasa ragu saat ada cowok yang mendekati, mereka memilih untuk menjauhi atau langsung mengatakannya dari awal. Karena mereka nggak mau waktunya terbuang sia-sia hanya untuk hubungan yang salah. Jadi, lebih baik tetap single daripada capek menjalani hubungan yang salah.

Kalau lihat cewek usia 20-an sendirian jangan langsung berpikir kalau dirinya jomblo gara-gara nggak laku. Karena ternyata ada enam hal yang menjadi penyebab kenapa mereka tetap betah menjomblo, lho. Well, menurut kamu alasan cewek millennials sekarang belum mau menikah karena apa? Share dalam kolom komentar ya.

SOURCE :

Jadi, tolong jangan langsung hakimi.

6+ Momen Pekerjaan Pertama yang Bikin Kamu Sadar, Kalau Perayaan Saat Wisuda Itu BerlebihanMasih ingatkah kamu bagaimana...
12/07/2021

6+ Momen Pekerjaan Pertama yang Bikin Kamu Sadar, Kalau Perayaan Saat Wisuda Itu Berlebihan

Masih ingatkah kamu bagaimana leganya setelah keluar dari ruang sidang dengan keterangan โ€œlulusโ€ waktu itu? Masih ingatkah kamu bagaimana senangnya memakai toga dan bersalaman dengan rektor, sementara orangtua memandang dengan bangga? Senangnya tak terkira, sampai foto-foto di setiap sudut acara wisuda saja belum cukup menunjukkan kebahagiaanmu.

Dengan gelar sarjana di pundakmu, kamu siap menghadapi dunia dengan wajah baru. Kesuksesan, kemandirian, dan segala yang indah-indah sudah terbayang di pelupuk mata. Dunia kerja, aku datang! Begitu katamu. Namun belum lama waktu berlalu dari euforia wisudamu, kamu mulai berpikir. Sepertinya perayaan saat wisuda itu berlebihan saja. Kok, rasanya jadi mahasiswa lebih enak daripada sekarang ya?

1. Baru apply pekerjaan pertama langsung ditanya pengalamanmu apa. Jadi bingung bagaimana menjawabnya

Mungkin hal pertama yang terlintas di benak setelah wisuda adalah mencari kerja. Banyaknya ilmu yang kamu terima di bangku kuliah membuatmu sedikit jumawa. Apalagi IPK-mu memang cukup membanggakan. Ah, pasti kamu cepat dapat kerja. Berbagai lowongan kerja kamu pantengi, akun-akun informasi lowongan kerja sudah kamu follow semua. Tapi kamu mulai heran dengan syarat yang diberikan. Semuanya ingin orang yang berpengalaman. Apa kabar kamu yang masih hijau di dunia pekerjaan ini?

2. Berharap dapat teman-teman baru di dunia kerja, eh ternyata malah ditindas senior dan atasan. Apes!

Sebelum wisuda, mungkin kamu pernah memandang kagum pada orang-orang yang sudah bekerja. Tampak keren dengan setelan kerja, dan obrolan khas orang dewasa. Kamu nggak ingin menunda-nunda, dan ingin seperti mereka. Nyatanya di kantor kelak, kamu tak hanya mendapati teman atau kawan. Ada juga yang pura-pura berteman padahal menusuk dari belakang. Politik kantor dan senior (yang lebih dulu kerja di sana) galak bukan cuma cerita! Ah, mendingan teman-teman kampus deh, kadang masih mau memberi sontekan tugas.

3. Lulus kuliah artinya bebas dari segala tugas dan makalah. Tapi ternyata omelan bos jauh lebih parah!

Kuliah jadi sangat memusingkan saat semua dosen memberi tugas makalah. Biasanya menumpuk di akhir semester, sampai bingung mau mengerjakan yang mana dulu. Ekspektasinya setelah sarjana, kamu merdeka dari tugas makalah. Betul memang, karena kini makalah digantikan dengan proposal, jadwal meeting, dan project-project yang harus diselesaikan dalam deadline. Kalau pekerjaanmu nggak bagus, bukan hanya nilai C yang kamu dapat, tapi SP3, alias dipecat. Lebih horor~

4. Gaji pertama pengin dikasih ke orang tua. Tapi bayar kos-an, transport, dan makan dibayar pakai apa ya?

Adalah sebuah kebanggaan bisa mempersembahkan gaji pertama kepada orang tua. Semacam seremonial, bukti bahwa kini kamu sudah bisa mandiri dan tidak merepotkan orang tua lagi. Kamu pun sudah berencana memberikan gaji pertamamu pada mereka. Namun lagi-lagi kenyataan membuatmu berpikir ulang. Jika gaji itu untuk orang tua, lantas bagaimana kamu memenuhi kebutuhan harian? Terutama kamu yang hidup di perantauan, harus bayar berbagai kebutuhan. Masa minta orang tua lagi?

5. Gaji yang hanya sesuai UMK, membuatmu harus melupakan rencana beli kopi mahal setiap paginya. Ah, tapi setidaknya kamu sudah bekerja

Dulu kamu bermimpi bisa hidup seperti di TV. Memakai baju rapi, dan ngobrol cerdas sambil minum kopi yang harganya 50ribuan. Amboi, keren sekali! Namun gaji pertama di pekerjaan pertamamu berbaik hati mengingatkan kamu untuk berhemat. Sebab hasil kerja keras pagi hingga petang itu hanya cukup untuk sebulan. Apa kabar beli kopi? Sudah, pakai yang sachet-an saja. Toh, rasanya akan sama jika dinikmati dengan syukur. Meski sekarang gaji belum seberapa, setidaknya kamu sudah bekerja.

6. Sambil kerja nyambi cari pasangan serius biar bisa cepet nikah. Ternyata selain tak sempat liburan, dunia kerja bikin kamu tak sempat cari pasangan juga

Salah satu resolusimu saat memasuki dunia kerja adalah soal asmara. Kamu ingin menemukan seseorang yang bisa menjalin hubungan serius. Sehingga di lebaran tahun depan, kamu sudah punya jawaban kalau ditanya โ€œKapan nikah?โ€. Sayangnya kamu pun salah perhitungan. Dunia kerja ternyata tak se-selow masa kuliah. Pergi pagi p**ang malam, akhir pekan kamu pilih tidur seharian untuk balas dendam. Tak sempat nongkrong dengan teman, apalagi mencari pasangan. Hingga lewat banyak lebaran, ternyata kamu masih sendirian.

7. Perkiraannya (mimpi besar) umur 25 sudah mulai mapan. Nyatanya, sampai sekarang kamu masih belum tahu yang kamu cari itu apa

Awalnya semua begitu terencana. Dapat kerja, meniti karier, dapat promosi, naik jabatan, dan jadi bos di usia 30an. Gaji besar, jabatan pun bergengsi. Umur 25 diperkirakan jadi usia matang, termasuk soal rencana hidup di masa depan. Nyatanya, usia 25 tak โ€œsegampangโ€ itu. Alih-alih mantap melangkah, kamu masih dipenuhi kebimbangan. Karier atau passion? Menabung atau traveling? Merantau atau p**ang ke rumah agar lebih dekat dengan keluarga? Usia 25-mu masih bergumul dengan berbagai macam kegalauan.

Kehidupan setelah kuliah memang seringnya berbeda dengan apa yang sudah diangankan. Tapi tak apa, sebab di sini kamu akan belajar ilmu baru yang belum kamu temui di bangku kampus tercinta. Ilmu untuk berdamai dengan realita, belajar untuk mengolah sajian di depan mata yang tak terlalu menggugah selera, menjadi sesuatu yang layak dinikmati. Dan sengenes apapun pengalaman di pekerjaan pertama, syukuri dulu fakta bahwa kamu sudah bekerja. Ya โ€˜kan?

SOURCE :

Oh, ternyata dunia kerja itu begini ya.

Address

Tengaran
Semarang
50775

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when 4TepsId posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to 4TepsId:

Share