17/12/2015
Materi WHBS
Ikhtiar yg terbaik
Banyak yang Tidak Menyadari
Meniti jalan-jalan yang bisa mendekatkan diri kepada Allah, itulah jalan-jalan ikhtiar yang terbaik. Apalagi kalau kemudian bisa lurus dan istiqamah. Dunia akan
dibukakan Allah buat mereka yang mengabdi kepada Allah.
Sebab dunia adalahmilik-Nya.
Dan Dia akan menguasakan lagi kepada siapa yang Dia kehendaki.
Banyak orang yang tidak menyadari, sebab ilmunya yang barangkali kurang, bahwameniti jalan-jalan menuju Allah, itulah jalan ikhtiar terbaik.
Tidak dekat dengan Allah saja
diberi-Nya dunia, apalagi dekat dengan Allah dan mencari jalan-jalan untuk dekat dengan- Nya. Pasti dunia tambah lagi diberi oleh Allah. Tapi karena kurangnya ilmu, maka ketika
jalan sudah dibukakan Allah, malah Allah lebih sering ditinggal. Atau kalaupun tidak usia, banyak yang tidak mengakui agama sebagai solusi hidupnya.
Banyak yang tidak mengakui ibadah sebagai solusi ikhtiarnya, bukan sekadar pelengkap.
Pernah diceritakan kepada saya, ada perusahaan penyedia jasa ruangan-ruangan untukdisewakan. Pada satu masa, keuangannya menurun. Penyewanya sedikit sekali. Ditenggarai, begitu menurut mereka, sebab berdiri kompetitor tidak jauh dari lokasi gedung mereka. Hingga kemudian karyawannya membuat pengajian.
Dipanggilnyalah seorang ulama. Pengajian diadakan pagi menjelang zhuhur.
Saat zhuhurtiba, ulama tersebut yang memang masih di sana saat itu, bertanya di mana di ruang apa kalau
mau shalat? Karyawan-karyawan yang ditanya, gelagapan. Sebab memang gedung ini tidak
menyediakan ruang khusus untuk memuliakan orang-orang yang shalat.
“Selama ini di mana shalatnya?” tanya ulama tersebut.
“Di parkiran bawah,” jawab karyawan.
Ulama ini ngambek. “Wah, mana bisa maju kalau begini? Gedung ini memang siapa yang
ngasih? Kan Allah. Walaupun kelihatannya yang bangun adalah manusia. Masa terhadap
Allah yang sudah memberikan gedung ini; baik uang, kesehatan, dan kesempatan, untuk
memakai dan menikmati gedung ini, eh... malah dipinggirkan?”
Ulama ini pulang.
Tertinggallah karyawan terbengong-bengong. Tapi mereka mengamini.
Mulailah merekamelakukan sesuatu. Mereka bersama-sama menghadap kepada direksi dan menjelaskan peristiwa ini. Alhamdulillah, direksi setuju. Lalu ada ruangan “yang dikorbankan” untukmenjadi tempat shalat. Maka mulialah orang-orang yang shalat sebab ruangan shalatnya
menjadi layak dan nyaman.
Sejak itu, karyawan gedung tersebut banyak yang merasakan bahwa tingkat penyewakembali meninggi.
Tapi apa yang terjadi? Di pers release-nya direksi dan manajemen, menjelang RUPS, sama sekali tidak disinggung keberhasilan ini adalah sebab memperhatikan urusan mushalla.
Kelihatannya sepele; menyediakan orang-orang yang shalat tempat yang layak. Tapi yangsepele ini justru yang diyakini sebagai pembawa kemakmuran dan kejayaan kembali bagi tuhgedung dan manajemennya.
Sayang, kita itu ya begitu. Kurang mengakui, atau mungkin
kurang berani mengakui bahwa sisi spiritual itu yang menjadikan dunia ada di genggaman. Dipikirnya, urusan spiritual urusan akhirat yang hanya berdimensi akhirat saja.
_________________________________________
Info PAYTREN
Chat admin Fp Bisnis Bareng UYM, PayTren
WA 0857 2675 3502
Bb 5a7a7754