10/01/2021
KISAH KEWALIYANNYA GUS DUR DAN GAGALNYA GUS DUR BERZIARAH KE MAKAM WALIYULLAH SYAIKH MUTAMAQKKIN KAJEN PATI JAWA TENGAH
Siapa yang tidak kenal KHAbdurrahman Wahid (1940-2009) atau Gus Dur? Beliau adalah tokoh yang selalu diperbincangkan bukan hanya di kalangan umat muslim, melainkan juga umat non-Muslim. Ya, Gus Dur adalah tokoh yang rajin bersilaturrahim dengan kalangan dan golongan apapun.
Gus Dur bahkan sering bersilaturrahim dengan mereka yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia. Bahkan, Gus Dur dianggap sebagai tokoh yang mampu berkomunikasi dengan orang yang diziarahi di alam kubur.
Gus Dur adalah Presiden ke-4 Republik Indonesia yang jika sedang menghadapi kemelut bangsa, selalu memilihi untuk bersilaturrahim dan bahkan berkomunikasi dengan orang yang sudah meninggal dengan melakukan ziarah kubur. Gus Dur tidak memilih berkomunikasi atau lobi-lobi politik.
Mengenai hal tersebut, Gus Dur pernah memberikan jawaban begini: “Saya datang ke makam, karena saya tahu, mereka yang mati itu sudah tidak punya kepentingan lagi.” (Wisdom Gus Dur, 2014).
Alkisah, pada suatu waktu Gus Dur berkunjung ke makam Syekh Ahmad Mutamakkin, seorang tokoh leluhurnya di Kajen, Pati, Jawa Tengah. Bahkan, setiap kali Gus Dur melewati daerah Pati, tidak pernah absen untuk menyempatkan diri ziarah ke makam Mbah Mutamakkin.
Mbah Mutamakkin hidup di masa Sunan Amangkurat IV, 1719-1726 M. Sebagaimana yang diceritakan KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus, Gus Dur pernah mengatakan ingin bertemu dengan dua orang kiai di Kajen, yaitu: Mbah Mutamakkin dan Mbah Dullah (KH Abdullah Salam, 1917-2001). Gus Dur mengatakan bahwa Mbah Dullah ingin ditemui di rumahnya, sementara Mbah Mutamakkin ingin ditemui di makamnya.
Gus Mus lantas menyampaikan keinginan Gus Dur itu kepada KH Husein Muhammad Cirebon, mengenai keinginan Gus Dur untuk silaturrahim Mbah Dullah. Seketika itu p**a Kiai Husein langsung bergegas menuju Kajen, Margoyoso untuk menemui Mbah Dullah. Kiai Husein kemudian menyampaikan keinginan Gus Dur untuk menemui Mbah Dullah.
“Wah, Gus Dur tidak akan bertemu dengan Mbah Mutamakkin, beliau sedang keluar,” tutur Mbah Dullah kepada Kiai Husein. (Gus Dur dalam Obrolan Gus Mus, 2015).
Apa yang diungkapkan oleh Mbah Dullah mengenai Kiai Mutamakkin yang sedang keluar, Kiai Husein sendiri sudah mafhum. Orang-orang sholeh memang kerap mempunyai cara tersendiri dalam berkomunikasi meskipun secara jasad sudah meninggal. Hal ini tentu di luar batas nalar manusia pada umumnya, sebab ulama mempunyai keistimewaan yang disebut karomah.
Kiai Husein menyimpan informasi dari Mbah Dullah yang kemudian akan dikabarkan ketika dirinya bertemu langsung dengan Gus Dur. Kiai Husein tidak mau orang lain salah paham ketika dirinya menyampaikan kabar dari salah seorang kiai sufi dan zahid (bersajaha, zuhud) tersebut.
Karena keinginannya untuk sowan kepada dua orang kiai Kajen tersebut, Gus Dur pun langsung meluncur ke Kajen dan ternyata langsung menuju rumah Mbah Dullah. Gus Dur sendiri tidak mampir ke rumah Kiai Husein. Kiai Husein pun tidak sempat mengabari Gus Dur mengenai penjelasan Mbah Dullah terkait kabar Mbah Mutamakkin.
Ketika Gus Dur sampai di Kajen, mestinya menemui Mbah Mutamakkin terlebih dahulu sebelum menuju rumah Mbah Dullah. “Lah, jarene (katanya) menemui Mbah Mutamakkin ( di makamnya ) dulu, kok ke sini (rumah Mbah Dullah) dulu?” tanya Shinta Nuriyah yang ketika itu ikut mendampingi Gus Dur.
Mendengar pertanyaan tersebut, Gus Dur kemudian menjawab singkat, “Mbah Mutamakkin ora ono, lagek metu (Mbah Mutamakkin lagi tidak ada, beliau sedang keluar).”
Bagaimana Gus Dur mengetahui kabar Mbah Mutamakkin sedang keluar? Padahal kabar dari Mbah Dullah tersebut belum disampaikan kepada Gus Dur. Itulah pertanyaan pertama yang muncul di benak Kiai Husein.
Kiai Husein kemudian menyampaikan bahwa itulah salah satu tanda kewalian Gus Dur. Orang semacam itu acap kali paham hal-hal yang orang pada umumnya tidak mengerti sehingga Gus Dur sering dinilai weruh sak durunge winara (mengetahui sebelum kejadian).
Wallahu a’lam bisshowab…
Marilah kita ceritakan kisah2nya karomahnya para WALI2 ALLAH, kisah2nya para WALI2 ALLAH, kisah2nya orang2 SHOLIH kepada keluarga kita, teman2 kita, Saudara2 kita kepada siapa saja entah di dunia nyata ataupun dunia Maya
Semoga menjadi sebab tumbuh rasa cinta kepada beliau orang2 SHOLIH dan pasti nanti di kumpulkan bersama orang yang di cintai
dan Semoga dengan menceritakan kisah2 para SHOLIHIN tersebut Rahmad ALLAH SWT. di turunkan bagi yang menceritakan bagi yang mendengarkan bagi yang membaca dan untuk kita semua
AAMIIN...... YA ALLAH......
Marilah kita selalu Istiqomah banyak membaca SHOLAWAT kepada RASULALLAH ﷺ , kalau bisa jangan kurang dari 1.000 di setiap harinya
" SHOLLALAHU ALA' MUHAMMAD " atau yang lainnya
ALLAHUMMA berkat RASULALLAH ﷺ , berkat SHOLAWAT kepada RASULALLAH ﷺ, berkat para wali-waliyullah, berkat para ulama'-ulama'ILLAH, berkat guru-guru kami yaAllah. Mudah-mudahan kita semua, bapak ibu kami, keluarga kami, saudar2 kami, tetangga kami, dan orang-orang yang cinta kepada KANJENG NABI MUHAMMAD ﷺ cinta kepada para AULIYA' dan para ULAMA' cinta kepada kami ya Allah.
Semoga kita semua mendapat ampunan segala dosa dan kesalahan lahir batin seumur hidup, di beri kesehatan lahir batin, panjang umur berkah umur, banyak rejeki barokah rejeki, barokah keturunan, tambah ilmu barokah ilmu dunia akhirat, mendapat rahmat yang luas, selamat dunia akhirat, mati beriman sempurna, segala hajat qobul, mendapat SYAFAAT RASULALLAH ﷺ,
terkumpul dalam surga bighoiri hisab.
ALLAHUMMA BARIK LANA FI U'MRINA WA FI RIZQINA WA FI AULADINA
Aamin Aamin...Ya Rabbal A'lamiin.....
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد في اﻷولين واﻷخرين وفي الملآء اﻷعلى الى يوم الدين