17/10/2015
TELUR KENARI GAGAL MENETAS
MOHON DIPERHATIKAN !!!
Ada 3 faktor, yaitu :
1. Faktor Indukan
Pejantan
- Sel benih (spremae) belum cukup matang, artinya belum cukup umur tetapi sudah berani ngawin.Akibatnya sel benih jantan tidak mampu membuahi sel telur betina (o**m), seandainya membuahi pun tidak sempurna hingga pada akhirnya telur tidak menetas.Pada umumnya hal ini terjadi pada pejantan-pejantan muda atau sebaliknya terjadi pada pejantan yang sudah terlalu tua (lewat masa produktif).
- Sel benih (spermae) sudah cukup matang tetapi tidak mampu membuahi sel telur (o**m), hal ini karena sel spermae mati di perjalanan (saluran indung telur) sebelum mencapai o**m.
- Dalam kondisi ngurak dipaksakan untuk ngawin.
- Tidak terjadi perkawinan sempurna (abnormal coitus).
- Pejantan memiliki riwayat kelainan, misalnya s**a merusak/makan telur si betina.
- Pejantan menderita mandul.
Betina
- Sel telur (o**m) belum cukup matang, artinya belum cukup umur tetapi sudah kimpoi.Akibatnya sel telur masih terlalu dini dibuahi. Seandainya dapat dibuahi pun tidak sempurna hingga pada akhirnya telur tidak menetas.Pada umumnya hal ini terjadi pada betina muda atau sebaliknya terjadi pada betina yang sudah terlalu tua (lewat masa produktif).
- Sel telur (o**m) sudah cukup matang tetapi tidak mampu dibuahi sel jantan(spermae), hal ini karena sel spermae mati di perjalanan (saluran indung telur) sebelum mencapai o**m.
- Terjadi perkawinan namun hal itu terjadi setelah terlebih dahulu sudah terbentuk bakal telur di dalam rahim kenari betina. Perlu diketahui bahwa betina kenari produktif tanpa kawin pun bisa bertelur, tetapi tidak terjadi pembuahan sehingga telur tidak akan menetas.
- Dalam kondisi ngurak dikondisikan untuk kawin.
- Tidak terjadi perkawinan sempurna (abnormal coitus).
- Kenari betina memiliki riwayat kelainan, misalnya tidak mau/enggan mengeram atau malah merusak/makan telurnya sendiri (sadis juga nih).
- Kenari betina mandul.
2. Faktor Intern Telur
- Kulit cangkang telur terlalu tebal/keras sehingga tidak mampu menetas (perlu bantuan tangan untuk membukanya alias “operasi cesar”, namun kasus seperti ini masih jarang terjadi.
- Kulit cangkang terlalu tipis/rapuh (kekurangan zat kapur/mineral kalsium) sehingga mudah retak terkena goncangan atau senggolan kaki/cakar induknya. Retakan ini menyebabkan masuknya udara ke dalam telur dan mengakibatkan telur rusak dan gagal menetas.
- Kondisi telur yang abnormal. Seperti ukuran telur terlalu kecil (telur tembean), telur tidak ada kuning telurnya,dsb.
- Telur kenari terserang hama penyakit (mungkin kebersihan kandang/sarang kurang terjaga).
3. Faktor Lingkungan
- Terjadi perubahan suhu,cuaca atau suasana kandang yang terjadi secara ekstrem dan tiba-tiba. Misalkan tiba-tiba terjadi perubahan suhu/cuaca yang terlalu dingin atau terlalu panas dan terjadi berulang-ulang.
- Terjadi suasana gaduh,ramai dan udara berpolusi yang mempengaruhi ketenangan dan konsentrasi indukan kenari dalam bereproduksi/mengeram.
- Terjadi serangan hewan tamu tak diundang secara tiba-tiba yang tak terduga, misalkan kadal, tokek, ular, kucing, anjing, dsb ,sehingga mengganggu ketenangan dan konsentrasi kenari betina ketika mengeram.
Tips :
1. Pastikan burung kenari indukan sudah cukup umur, memasuki masa birahi dan berjodoh.
2. Hindari menggunakan indukan yang salah satu/keduanya belum cukup umur/terlalu dini untuk dikawinkan.
3. Hindari menggunakan indukan yang salah satu/keduanya sedang masa rontok bulu (ngurak).
4. Hindari menggunakan indukan yang sudah lewat masa produktif alias sudah terlalu tua.
5. Pastikan burung kenari kita terpenuhi kebutuhan pakan yang bergizi dan bervareasi.
6. Kondisikan daerah di sarang dan sekitar kandang dalam situasi yang tenang, nyaman dan aman terkendali.
Semoga tulisan ini dapat berguna dan bermanfaat ,saya akhiri sampai di sini dulu.
Sekian dan terima kasih ,jika ingin berbagi informasi silakan menghubungi kami disini
"Rumah Kandang Biak" { RKB }