Gema Merapi Fm 107.2 Mhz

Gema Merapi Fm 107.2 Mhz Radio komunitas Gema Merapi Fm berdiri pasca bencana merapi 2010 tepatnya di dusun gondang pusung wukirsari cangkringan sleman yogyakarta

Berbudaya dan tetap siaga

Ini mengisahkan tentang upaya mitigasi bencana yang dilakukan Totok Hartanto, warga yang tinggal di Hunian Tetap Dongkel...
09/10/2017

Ini mengisahkan tentang upaya mitigasi bencana yang dilakukan Totok Hartanto, warga yang tinggal di Hunian Tetap Dongkelsari, Sleman DIY. Totok yang memiliki latar belakang aktivitas kerelawanan yang mumpuni, mengajarkan dan mengajak warga untuk terus waspada dan terus membantu warga Hunian Tetap untuk memulihkan perekonomian.

Meski begitu, kebimbangan terus menghantui Totok sebagai aparat Negara. Pasalnya, kedua orangtunya sampai saat ini masih tinggal dan menetap di Kampung Lama, kampung yang masuk Kawasan Rawan Bencana yang ditetapkan oleh pemerintah. Kampung yang pada 2010 terkena dampak letusan Gunung Merapi.

Kilometer 13 adalah titik tepat kampung lama berada. Semua warga sudah pindah dan menata hidup baru di Hunian Tetap Dongkelsari. Tapi, kedua orangtua Totok tetap enggan untuk pindah. Meski sudah 7 tahun berlalu, sisa-sisa bencana di Kampung Lama masih terlihat.

Konsep aman dan nyaman, bagi orangtua Totok jelas berbeda. “Nyaman itu adanya di dalam hati. Kalau aman, bisa dipelajari,” begitu kata orangtua Totok.

Mendengar jawaban itu, Totok hanya bisa pasrah. Bujuk rayunya pasti tak ada gunanya. Bukti bakti kepada orangtuanya, hampir setiap hari, Totok menyempatkan menengok kedua orangtuanya di Kampung Lama.

Saksikan program Dokumenter Refleksi DAAI TV bertajuk “Merapi KM 13”.

https://youtu.be/Lz1Us88e0OQ |Sebarkan, jangan berhenti di kamu, jangan lupa like nya ya

Ini mengisahkan tentang upaya mitigasi bencana yang dilakukan Totok Hartanto, warga yang tinggal di Hunian Tetap Dongkelsari, Sleman DIY. Totok yang memiliki...

13/09/2017

Segera hadir di DAAI TV, Merapi KM 13

KKN Expo 2017 "Explode" Explorasi Produk dusun 3 September 2017 Di Gungan Srodokan Huntap Dongkelsari Wukirsari Cangkrin...
31/08/2017

KKN Expo 2017 "Explode" Explorasi Produk dusun 3 September 2017 Di Gungan Srodokan Huntap Dongkelsari Wukirsari Cangkringan Sleman

Batik sembodo,  batik tulis khas dari huntap Dongkelsari wukirsari cangkringan. Dengan corak warna yang cerah dab dgn mo...
13/04/2017

Batik sembodo, batik tulis khas dari huntap Dongkelsari wukirsari cangkringan. Dengan corak warna yang cerah dab dgn motif gunung merapi dan tanaman khas ala lereng merapi . Dibuat oleh tangan tangan halus, trampil, dan tlaten menghasilkan karya seni yang nyaman dan kewibawaan tersendiri bagi si pemakai.

Nama sembodo sendiri berasal dari bahasa jawa yang berarti bisa "dipertanggung jawabkan"

Mengapa sembodo? Yupz, kami percaya bahwa nama merupakan doa dan harapan agar kedepan kami semakin produktif dalam berproses. ini awal kebangkitan warga padukuhan Gungan pasca bencana merapi 2010.

18/03/2017

KOMPAS.com - Tujuh tahun berlalu saat Gunung Merapi, yang terletak di tiga wilayah, yakni Kabupaten Sleman di DI Yogyakarta serta Kabupaten Boyolali dan Magelang di Jawa Tengah, meletus. Semburan Merapi pada 2010 meninggalkan cerita sedih dan mengerikan.

Tragedi itu telah menelan lebih dari 200 jiwa dan sekitar 700 orang mengalami luka bakar serius. Kejadian mengerikan tersebut tak terlupakan hingga sekarang.

Setelah tragedi itu, pemerintah mengeluarkan larangan agar warga tidak kembali ke tempat tinggal semula. Namun, kenyataannya, warga tak merespons larangan itu. Mereka tetap tinggal di wilayah daerah bahaya I.

Empat dusun yang telah hancur kembali dihuni warga. Keempat dusun itu adalah Srunen, Kalitengah Kidul, Kalitengah Lor, dan Klangon yang terletak hanya 4 kilometer dari puncak Merapi. Keempat dusun yang masuk dalam wilayah Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, ini dihuni sekitar 70 keluarga.

Keempat dusun itu berada di pinggiran Kali Gendol yang menjadi kanal material letusan Merapi. Untuk memasuki wilayah empat dusun ini, pendatang harus melewati jalan yang rusak parah. Jika tak terampil mengemudi, mobil bisa kandas terjebak lubang yang menganga.

Desa mandiri

Meski jalanan menuju desa rusak parah, kondisi jalan di dusun terbilang masih mulus. Keberadaan jalan itu p**a yang membuat roda ekonomi di keempat dusun itu masih berjalan baik. Desa itu juga masih mendapat fasilitas sambungan listrik dari Kabupaten Klaten.

Warga desa pun bisa mandiri. Mereka bisa mencari nafkah dan menata dusunnya sendiri. Kesejahteraan itu mereka dapat dari muntahan pasir letusan Merapi. Kali Gendol yang semula berkedalaman sekitar 40 meter berubah menjadi daratan pasir setelah erupsi Merapi.

Demi cepatnya penataan Kali Gendol, Pemerintah Kabupaten Sleman memperbolehkan penambangan pasir menggunakan ekskavator. Warga pun ramai-ramai menyewa ekskavator untuk menambang pasir. Bahkan, tak sedikit dari mereka yang menjual pasir di pekarangan rumah mereka kepada para pengusaha ekskavator.

Setiap hari ratusan truk pasir keluar dari Kali Gendol. Warga merasakan kemakmuran dari pasir Merapi. Mereka bisa membangun rumah permanen serta membeli mobil dan motor. ”Ya, semua karena pasir yang berlimpah,” kata Ny Timbul, warga Klangon.

Bangun jalan

Warga secara arif dan cerdas bergotong royong membangun jalan desa secara swadaya dengan conblock atau cor semen. Ekonomi desa pun berubah drastis. Suasana kemakmuran itu terasa ketika memasuki gerbang Dusun Srunen, misalnya. Mereka secara mandiri membangun identitas dusun dengan tulisan ”Srunen City”.

Mereka membuat huruf besar dengan lebar dan tinggi 75 cm dari besi putih. ”Saya waktu kecil berjalan kaki dari wilayah wisata Kaliurang ke dusun ini hampir delapan jam. Namun, kini, saya enggak nyangka, dusun yang dulu sunyi kini jadi kampung yang indah,” kata Agustinus Antok (35), warga Kaliurang.

Meski indah, keempat dusun itu merupakan daerah yang tak boleh dihuni. Namun, karena asri dan penuh pepohonan, tempat tersebut menjadi daya tarik kuat untuk dikunjungi wisatawan lokal. Kelompok sepeda dari berbagai komunitas sering menggunakan keempat dusun ini sebagai lokasi gowes karena konturnya menarik.

Bahkan, komunitas motor trail dari sejumlah kota menjadikan jalan rusak menuju dusun sebagai lokasi berlatih. Mereka rela merogoh kocek, setelah mendapat izin dari pihak dusun setempat, membuat jalan ekstrem di wilayah paling puncak Dusun Klangon.

Warga pun memanfaatkan fasilitas itu dengan membangun gardu pandang. Melalui gardu itu, pengunjung bisa melihat kondisi detail Gunung Merapi jika cuaca sedang cerah.

Menambah penghasilan

Sejak setahun terakhir ini, Pemkab Sleman melarang pemakaian ekskavator untuk penambangan pasir. Di samping upaya normalisasi Kali Gendol, penambangan dengan ekskavator bisa merusak lingkungan.

”Selain itu, saat produksi pasir sudah menipis seperti sekarang ini, hal itu justru hanya menguntungkan pengusaha,” kata Warso, sopir truk pasir asal Kudus, Jawa Tengah, yang sejak 2010 mencari pasir di Kali Gendol.

Kini, untuk menambah penghasilan, warga memelihara sapi perah. Hampir setiap keluarga memiliki sapi perah minimal dua ekor.

”Soal makanan ternak tidak sulit. Selain mencari di hutan Merapi, penduduk juga menanam rumput kolonjono di sela-sela pohon sengon sebagai investasi warga,” kata Bu Dargo (55), warga Dusun Srunen.

Mereka sadar bertempat tinggal di daerah terlarang. Namun, meninggalkan dusun berarti meninggalkan kesejahteraan. Ibaratnya, maju kena mundur pun kehilangan kehidupan.

Dusun Pager Jurang, yang terletak di bawah empat dusun teratas itu, memiliki cara hidup berbeda. Dusun ini kosong dari hunian karena semua warganya tinggal di hunian tetap bantuan pemerintah.

Namun, warga Dusun Pager Jurang cukup cerdas. Mereka berhasil memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan pohon sengon. Mereka menjual ratusan kubik pasir yang ada di lahan mereka untuk modal menanam sengon. Satu truk hingga ke tujuan Semarang dihargai hingga Rp 2 juta.

Setelah tujuh tahun ditanam, pohon sengon layak untuk dipanen. Harga per pohon sengon bisa mencapai Rp 2 juta, padahal minimal rata-rata warga memiliki minimal 50 pohon.

Hal itu membuka mata siapa pun bahwa erupsi gunung api ternyata juga berkah bagi warga. Namun, di balik berkah itu juga tersimpan potensi bahaya yang besar.

Mereka tinggal di daerah berbahaya. Meski mereka sadar letusan itu bisa terjadi setiap saat, bisa tahun depan, lima tahun lagi, atau puluhan tahun lagi, tetap saja mereka berada di daerah berbahaya.

Ibaratnya maju kena mundur pun kena. Oleh sebab itu, diperlukan sistem mitigasi bencana yang berkemakmuran. Tentunya tanpa meninggalkan kearifan lokal di seputar dusun itu. (Thomas Pudjo Widijanto)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 17 Maret 2017, di halaman 1 dengan judul "Maju Kena Mundur Pun Kena".

Gelar Budaya Desa Wukirsari 3,10,11 Desember 2016Desa wukirsari Kecamatan Cangkringan Sleman akan mengadakan Gelar buday...
28/11/2016

Gelar Budaya Desa Wukirsari 3,10,11 Desember 2016

Desa wukirsari Kecamatan Cangkringan Sleman akan mengadakan Gelar budaya 2016 pada tanggal 3,10 dan 11 Desember 2016, ada berbagai macam potensi budaya akan dipentaskan, diantaranya Jathilan Krido Budoyo Turonggo Mudo Gondang Pusung, Srandul dari dari Kiyaran, Laras Madyo dari Geblok, Wayang kulit dengan Ki Dalang Bayu Aji, ketoprak Wukir Budoyo dengan lakon Dumadine Kelurahan Tanggalsari. Tanggalsari sendiri adalah kelurahan lama, sebelum ada desa Wukirsari.
http://wukirsari-sleman.sid.web.id/index.php/first/artikel/204

Ramekan gaees, Kirab Budaya "Kebangkitan Dusun Gungan Srodokan pasca Erupsi 2010". 12 - 13 November 2016 neng Huntap Don...
09/11/2016

Ramekan gaees, Kirab Budaya "Kebangkitan Dusun Gungan Srodokan pasca Erupsi 2010". 12 - 13 November 2016 neng Huntap Dongkelsari

Woro woro dari BPPTKG Yogyakarta
05/10/2016

Woro woro dari BPPTKG Yogyakarta

Donasikan bukumu, bagi buku bagi ilmu untuk warga wukirsari cangkringan sleman lereng Merapi
11/08/2016

Donasikan bukumu, bagi buku bagi ilmu untuk warga wukirsari cangkringan sleman lereng Merapi

Address

Desa Wisata Pentingsari Umbulharjo Cangkringan Sleman Yogyakarta
Sleman
55583

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Gema Merapi Fm 107.2 Mhz posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share