18/10/2014
Selama masih ada yang Muslim kenapa kita milih yang Kafir?
Kafir tetap Kafir
Karena egonya membela Ahok, Nusron Wahid sampai lancang mengatakan jika Ayat Konstitusi itu berada di atas Ayat Al-Qur'an
Allah Ta’ala berkata :
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺟَﺎﻫِﺪِ ﺍﻟْﻜُﻔَّﺎﺭَ
ﻭَﺍﻟْﻤُﻨَﺎﻓِﻘِﻴﻦَ ﻭَﺍﻏْﻠُﻆْ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ
ﻭَﻣَﺄْﻭَﺍﻫُﻢْ ﺟَﻬَﻨَّﻢُ ﻭَﺑِﺌْﺲَ ﺍﻟْﻤَﺼِﻴﺮُ
]ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ73/ [
“Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafiq itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah neraka
Jahannam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya.” (QS. At-Taubah [9] :
73)
Allah memerintahkan tidak bersikap lembut terhadap orang-orang kafir dan munafiqin
bahkan memerintahkan berjihad melawan mereka dan bersikap
keras atas mereka.
Sementara itu Allah Ta’ala memerintahkan
bersikap lunak dan hormat terhadap mukminin. Sungguh
Allah telah berfirman:
ﻭَﺍﺧْﻔِﺾْ ﺟَﻨَﺎﺣَﻚَ ﻟِﻤَﻦِ ﺍﺗَّﺒَﻌَﻚَ
ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ]ﺍﻟﺸﻌﺮﺍﺀ215/ [
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang
mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman.” (QS. Asy-
Syu’araa’ [26] : 215)
Ayat itu tampaknya benar-benar diselisihi. Terutama oleh pentolan-pentolan yang mengaku Islam namun sepak terjangnya lebih kongkrit dengan orang kafir, Nasrani, aliran sesat seperti Syiah, LDII, Ahmadiyah, Bahai dan sebagainya.
Pak Pres