28/10/2025
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,
إذا استمرت النعم على الإنسان حمله ذلك على الأشر والبطر، بل إذا استمرت الحسنات ولم تحصل منه سيئة تكسر من حدة نفسه، فقد يغفل عن التوبة وينساها ويغتر بنفسه ويعجب بعمله. وكم من إنسان أذنب ذنبا ثم تذكر واستغفر وصار بعد التوبة خيرا من قبلها؛ لأنه كلما تذكر معصيته هانت عليه نفسه وحد من عليائها.
“Apabila kenikmatan terus-menerus ada pada seseorang yang demikian itu bisa membawanya pada kesombongan, bahkan apabila kebaikan itu terus-menerus ada tanpa ada kesalahan yang membuat jiwanya merasa sedih, bisa jadi dia lalai dan melupakan tobat, tertipu terhadap dirinya, dan bangga terhadap amalannya. Betapa banyak orang yang berdosa kemudian dia sadar, beristigfar, dan jadilah keadaannya lebih baik dari sebelumnya, karena setiap kali dia ingat dosanya dia merasakan kerendahan jiwanya dan dia jauhkan kesombongannya.”
Al-Qaul al-Mufid, hlm. 606.
Reff : Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu Umar غفر الرحمن له.