23/03/2026
Wahai saudaraku seiman, pernahkah kalbumu bergetar, jiwamu meronta, menyaksikan kezaliman yang merajalela di tanah para Anbiya? Di hari yang seharusnya menjadi puncak kebahagiaan, di mana gema takbir mengalun syahdu memuji kebesaran Ilahi, saudara-saudari kita di Al-Aqsa justru dihadapkan pada realitas yang menyayat hati. Mereka, para penjaga Baitul Maqdis, diusir paksa dari halaman masjid suci yang merupakan hak mereka, warisan para Nabi
Ironisnya, di saat yang sama, negara-negara yang mengaku satu kiblat, satu Tuhan, dan satu Nabi, justru sibuk saling mengarahkan panah permusuhan. Bukan kepada penjajah yang merampas kehormatan Al-Aqsa, melainkan kepada sesama saudara.
Bukankah ini sebuah pengkhianatan terhadap amanah persaudaraan Islam? Sebuah ironi yang menusuk kalbu, mempertanyakan di mana letak ukhuwah yang selalu kita gaungkan.Kita telah melihat bagaimana Petrodollar menjadi rantai emas yang membelenggu kedaulatan, bagaimana hadits tanda kiamat tentang gedung pencakar langit dan hati yang mengeras menjadi realitas pahit.
Bahkan, doa Rasulullah ﷺ untuk persatuan umat yang tak dikabulkan, seolah menjadi cermin bagi pilihan-pilihan pahit yang kita hadapi kini: antara dunia atau akhirat, kekuasaan atau persatuan.
Sekarang, mari jujur pada hati nurani: Berapa banyak dari kita yang juga diam ketika kepentingan pribadi berbenturan dengan kebenaran? Berapa banyak dari kita yang lebih takut kehilangan sesuatu daripada kehilangan integritas?
Diam bukanlah pilihan, wahai saudaraku. Jika kita tak mampu mengangkat senjata, maka angkatlah doa dan ulurkanlah tangan. Mari bersamai saudara-saudari kita di Gaza, Palestina, yang terus berjuang di tengah kepungan zalim. Setiap rezeki yang kita sisihkan adalah bukti cinta, bukti ukhuwah, dan bukti bahwa kita tidak akan membiarkan mereka berjuang sendirian.
Yuk, salurkan donasi terbaikmu melalui LPP Indonesia yang terpercaya.[Link Donasi di Bio]
Sertakan niat tulusmu, semoga menjadi pemberat timbangan kebaikan di akhirat kelak.
Refrensi konten