28/04/2021
Kisah pemanah belia yang tangguh di zaman Rasulullaah ๏ทบ yang bernama Rafi Bin Khadij ุฑูุถููู ุงููููฐูู ุนููููู
Mungkin, tidak banyak yang mengetahui sosok Rafi ุฑูุถููู ุงููููฐูู ุนููููู ini karena ia hidup tidak lama sehingga interaksinya dengan Nabi ๏ทบ pun cukup singkat. Namun, waktu yang singkat tidaklah menghapus kenangan indah penuh hikmah dalam perjuangannya membela agama
Rafi bin Khadij ุฑูุถููู ุงููููฐูู ุนููููู merupakan seorang anak belia. Pada usianya yang baru 15 tahun, ia telah memiliki kedewasaan dalam berpikir dan berprilaku. Pada saat itu kaum muslimin sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi perang uhud, termasuk para pemuda
Rafi ุฑูุถููู ุงููููฐูู ุนููููู yang masih tergolong belia, merasa terpanggil untuk turut didalamnya. Ia berusaha membantu semampunya. Tidak puas dengan sekadar membantu logistic, ia pun memohon kepadsa ayahnya, yang bernama Khadij, untuk diperbolehkan ikut dalam pasukan perang nanti. Tidak tahan dengan bujuk Rafi ุฑูุถููู ุงููููฐูู ุนููููู sang ayah pun pergi menemui Nabi ๏ทบ
Sang ayah mengutarakan maksud kedatangannya, yakni karena didorong oleh permohonan anak yang begitu disayanginya. Agar bias meyakinkan hati Nabi ๏ทบ , sang ayah berusaha mempromosikan kemampuan yang dimiliki Rafi ุฑูุถููู ุงููููฐูู ุนููููู yakni memanah dan bermain tombak, sekaligus memperkenalkan Rafi ุฑูุถููู ุงููููฐูู ุนููููู yang ikut serta saat itu
Ketika Rafi ุฑูุถููู ุงููููฐูู ุนููููู beranjak menghampiri Nabi ๏ทบ , agar terlihat lebih tinggi Rafi ุฑูุถููู ุงููููฐูู ุนููููู pun berjinjit di hadapan Nabi ๏ทบ ..
Nabi ๏ทบ pun mengamati dan menguju kemamouan Rafi ุฑูุถููู ุงููููฐูู ุนููููู .. Pada akhirnya izin pun diberikan kepada Rafi ุฑูุถููู ุงููููฐูู ุนููููู untuk ikut dalam perang uhud. Sebenarnya, dalam peperangan sebelumnya, Rafi ุฑูุถููู ุงููููฐูู ุนููููู pernah mengajukan diri juga, tetapi belum dukabulkan oleh Nabi ๏ทบ โฆ Selain dalam umurnya yang masih belia, perang badar dianggap cukup berat untuk anak seusianya
Dalam perang uhud tersebut, Allah SWT menakdirkan Rafi ุฑูุถููู ุงููููฐูู ุนููููู terluka. Ia terkena anak panah pada bagian dada dan bawah ketiak. Darah terus mengalir dari lukanya. Pada saat itu, ia melihat Nabi ๏ทบ .. Ia pun memohon kepada Nabi ๏ทบ agar dicabut anak panah dari tubuhnya sambil menahan rasa sakit yang hebat, โYa Rasulullah, tolonglah anak panah ini dicabut,โ ujar Rafi ุฑูุถููู ุงููููฐูู ุนููููู.. Berharap bahwa lukanya akan segera pulih jika anak panah itu dicabut sehingga dapat kembali berlangsung di medan perang,, Masya Allah
Nabi ๏ทบ memberikan pilihan pada Rafi ุฑูุถููู ุงููููฐูู ุนููููู โWahai anak muda, aku bias mencabut panah ini beserta mata panahnya, dan engkau akan segera sembuh. Namun, jika engkau mau .. aku akan mencabut panah ini dan meninggalkan mata panahnya ditubuhmu, dan aku akan memberi keterangan pada hari kiamat nanti bahwa engkau telah mati syahid.โ
Lantas mana yang dipilih oleh Rafi ุฑูุถููู ุงููููฐูู ุนููููู ?
Maa Syaa Allaah Dengan gagah, tanpa ragu Rafi ุฑูุถููู ุงููููฐูู ุนููููู memilih agar mata panah itu tetap berada dalam tubuhnya sehingga gelar syuhada pun disandangnya