20/11/2013
Budidaya ikan lele
I.KATA PENGANTAR
Kebutuhan masyarakat pada ikan lelel mengalami peningkatan.seiring dengan hal tersebut budidaya ikan lele mengalami peningkatan dan banyak di minati masyarakat,kaerna budidaya ikan lele yang mudah dan tidak membutuhkan perlakuan khusus seperti ikan yang lain.serta memiliki tata niaga yang mudah ,p**a memberikan keuntungan yang besar.
Budidaya ikan lele yang mudah dan memiliki keuntungan besar itu budidaya ikan lele banyak diminati oleh patra pengusaha agribisnis.
II.TUJUAN PENGEMBANGAN USAHA
Dalam rangka meningkatan pendapatan keluarga pada saat krisis ekonomi yang berkepanjangan seperti saat ini diperluakan usaha usaha yang agresif,kreatif,penuh perhitungan dan berorientasi pasar. Usaha tersebut diharapkan mampu memberikan peluang kerja bagi tenaga kerja potensial yang saat ini jumlahnya sangat melimpah ,baik itu angkatan kerja baru maupun angkatan kerja. Kondisi perekonomian makro yang memaksa mereka untuk harus mengangur akibat tidak adanya kesempatan kerja atau terkena PHK.
Dengan demikian, tujuan dari pengembangan usaha itu sendiri ada dua,yaitu aspek ekonomi dan dari aspek sosial.aspek ekonomi adalah untuk meningkatkan pendapatan. Adapun aspek sosial adlah untuk membantu masyarakat dalam mengatasi pengannguran.
III.BUDIDAYA IKAN LELE
Budidaya ikan lele sangat diminati para peternak karena pasarnya yang terus berkembang.Untuk mendapatkan keuntungan maksimal, budidaya ikan lele sebaiknya tidak dilakukan secara sampingan atau sekadar kegiatan subsisten.Ikan lele sanggup hidup dalam kepadatan tebar yang tinggi dan memiliki rasio pemberian pakan berbanding pertumbuhan daging yang baik. Oleh karena itu, usaha budidaya ikan lele akan memberikan keuntungan lebih apabila dilakukan secara intensif.
Terdapat dua segmen usaha budidaya ikan lele, yaitu segmen pembenihan dan segmen pembesaran. Pada kesempatan kali ini kami akan membahas budidaya ikan lele segmen pembesaran. Berikut
A.Penyiapan kolam tempat budidaya ikan lele
Ada berbagai macam tipe kolam yang bisa digunakan sebagai tempat budidaya ikan lele. Untuk memutuskan kolam apa yang cocok, harap pertimbangkan kondisi lingkungan dan ketersediaan tenaga kerja terampil. Lalu, cocokkan dengan sumber dana yang kita miliki. Perlu diperhatikan bahwa setiap tipe kolam memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing bila ditinjau dari segi usaha budidaya.
Tipe-tipe kolam yang umum digunakan dalam budidaya ikan lele adalah kolam tanah, kolam semen, kolam terpal, jaring apung dan keramba.
1. Pengeringan dan pengolahan tanah
Sebelum benih ikan lele ditebarkan, kolam harus dikeringkan telebih dahulu. Lama pegeringan berkisar 3-7 hari atau bergantung pada teriknya sinar matahari. Sebagai patokan, apabila permukaan tanah sudah retak-retak, kolam bisa dianggap sudah cukup kering.Pengeringan kolam bertujuan untuk memutus keberadaan mikroorganisme jahat yang menyebabkan bibit penyakit.Mikroorganisme tersebut bisa bekembang dari sisa-sisa priode budidaya ikan lele sebelumnya. Dengan pengeringan dan penjemuran, sebagian besar mikroorganisme patogen akan mati.
Setelah dikeringkan, permukaan tanah dibajak atau dibalik dengan cangkul.Pembajakan tanah diperlukan untuk memperbaiki kegemburan tanah dan membuang gas beracun yang tertimbun di dalam tanah.Selain penggemburan, lakukan pengangkatan lapisan lumpur hitam berbau busuk yang biasanya terdapat di dasar kolam.Karena lumpur hitam tersebut menyimpan gas-gas beracun seperti amonia dan hidrogen sulfida.Gas-gas itu terbentuk dari tumpukan sisa pakan yang tidak habis pada periode budidaya ikan lele sebelumnya.
2. Pengapuran dan pemupukan
Pengapuran berfungsi untuk menyeimbangkan keasaman kolam dan membantu memberantas mikroorganisme patogen.Jenis kapur yang digunakan adalah dolomit atau kapur tohor. Pengapuran dilakukan dengan cara ditebar secara merata di atas permukaan dasar kolam. Setelah ditebari kapur, balik tanah dengan cangkul agar kapur meresap ke bagian dalam.Dosis yang diperlukan untuk pengapuran dasar kolam adalah 250-750 gram per meter persegi, atau tergantung pada derajat keasaman tanah.Semakin asam tanah semakin banyak kapur yang dibutuhkan.
3. Pengaturan air kolam
Ketinggian air yang ideal untuk budidaya ikan lele adalah 100-120 cm. Pengisian kolam harus dilakukan secara bertahap.Setelah kolam dipupuk, isi dengan air sampai batas 30-40 cm. Pada ketinggian tersebut sinar matahari masih bisa tembus hingga dasar kolam dan memungkinkan biota dasar kolam seperti fitoplankton tumbuh dengan baik. Kolam yang sudah ditumbuhi fitoplankton airnya akan berwarna kehijauan. Setelah satu minggu, baru benih ikan lele siap ditebar.Selanjutnya, air kolam ditambah secara berkala sesuai dengan pertumbuhan ikan lele sampai pada ketinggian ideal.
B.BENIH.
1. Syarat benih unggul
Benih yang ditebar harus benih yang benar-benar sehat.Benih yang kualitasnya buruk tidak bisa menghasilkan dengan maksimal dan rentan terhadap serangan penyakit.Ciri-ciri benih yang sehat gerakannya lincah, tidak terdapat cacat atau luka dipermukaan tubuhnya, bebas dari bibit penyakit dan gerakan renangnya normal.Untuk menguji gerakan renangnya, coba tempatkan ikan pada arus air, jika ikan tersebut menantang arah arus air berarti gerakan renangnya normal.
Ukuran benih untuk budidaya ikan lele sebaiknya memiliki panjang sekitar 5-7 cm. Usahakan ukurannya rata agar ikan bisa tumbuh dan berkembang serempak. Dari benih sebesar itu, dalam jangka waktu pemeliharaan 2,5-3,5 bulan akan didapatkan lele ukuran konsumsi sebesar 9-12 ekor per kilogram.
2. Cara menebar benih
Sebelum benih ditebar, lakukan penyesuaian iklim terhadap benih.Caranya, mas**an benih yang baru datang dengan wadahnya (ember/jeriken) ke dalam kolam.Biarkan selama 15 menit agar terjadi penyesuaian suhu tempat benih dengan suhu kolam sebagai lingkungan barunya.Miringkan wadah dan biarkan benih keluar dengan sendirinya.Metode ini bermanfaat mencegah stres pada benih.
Tebarkan benih ikan lele ke dalam kolam dengan kepadatan 500-1.000 ekor per meter persegi. Semakin baik kualitas air kolam, semakin tinggi jumlah benih yang bisa ditampung. Hendaknya tinggi air tidak lebih dari 40 cm saat benih ditebar.Hal ini menjaga agar benih ikan bisa menjangkau permukaan air untuk mengambil pakan atau bernapas.Pengisian kolam berikutnya disesuaikan dengan ukuran tubuh ikan sampai mencapai ketinggian air yang ideal.
C.Pakan untuk budidaya ikan lele
Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam budidaya ikan lele.Ada banyak sekali merek dan ragam pakan di pasaran.Pakan ikan lele yang baik adalah pakan yang menawarkan Food Convertion Ratio(FCR) lebih kecil dari satu.FCR adalah rasio jumlah pakan berbanding bertumbuhan daging.Semakin kecil nilai FCR, semakin baik kualitas pakan.Untuk mencapai hasil maksimal dengan biaya yang minimal, terapkan pemberian pakan utama dan pakan tambahan secara berimbang. Bila pakan pabrik terasa mahal,
1. Pemberian pakan utama
Pakan yang baik harus mengandung nutrisi yang diperlukan oleh ikan lele.Sebagai ikan karnivora, pakan ikan lele harus banyak mengandung protein hewani.Secara umum kandungan nutrisi yang dibutuhkan ikan lele adalah protein (minimal 30%), lemak (4-16%), karbohidrat (15-20%), vitamin dan mineral.Berbagai pelet yang dijual dipasaran rata-rata sudah dilengkapi dengan keterangan kandungan nutrisi.Tinggal kita pandai-pandai memilih mana yang bisa dipercaya.Ingat, jangan sampai membeli pakan kadaluarsa.Apabila pakan dirasa terlalu mahal kita juga bisa membuat pakan alternatif, silahkan baca membuat sendiri pakan lele alternatif.
Pakan harus diberikan sesuai dengan kebutuhan.Secara umum setiap harinya ikan lele memerlukan pakan 3-6% dari bobot tubuhnya.Cara pemberiannya berdasarkan bobot ikan setiap 10 hari. Misalnya, ikan lele dengan bobot 50 gram memerlukan pakan sebanyak 2,5 gram (5% bobot tubuh) per ekor. Kemudian setiap 10 hari ambil samplingnya, lalu timbang dan sesuaikan lagi jumlah pakan yang diberikan.Dua minggu menjelang panen, persentase pemberian pakan dikurangi menjadi 3% dari bobot tubuh.
Jadwal pemberian pakan sebaiknya disesuaikan dengan nafsu makan ikan.Frekuensinya 4-5 kali sehari.Frekuensi pemberian pakan pada ikan yang masih kecil harus lebih sering. Waktu pemberian pakan bisa pagi, siang, sore dan malam hari. Harus diingat, ikan lele merupakan hewan nokturnal, aktif pada malam hari.Pertimbangkan pemberian makan lebih banyak pada sore dan malam hari.Pakan diberikan dengan ditebar.Si pemberi pakan harus jeli melihat reaksi ikan.Berikan pakan saat ikan lele agresif menyantap pakan dan berhenti apabila ikan sudah terlihat malas untuk menyantapnya.
2. Pemberian pakan tambahan
Selain pakan utama, bisa dipertimbangkan juga untuk memberi pakan tambahan.Pemberian pakan tambahan sangat menolong menghemat biaya pengeluaran pakan yang memang cukup menguras kantong. Apabila kolam kita dekat dengan pelelangan ikan, bisa dipertimbangkan pemberian ikan rucah segar. Ikan rucah adalah hasil ikan tangkapan dari laut yang tidak layak dikonsumsi manusia karena ukuran atau cacat dalam penangkapannya.Bisa juga dengan membuat belatung dari campuran ampas tahu.
Keong mas dan limbah ayam bisa diberikan dengan pengolahan terlebih dahulu. Pengolahannya bisa dilakukan dengan perebusan. Kemudian pisahkan daging keong mas dengan cangkangnya, lalu dicincang. Untuk ayam bersihkan bulu-bulunya sebelum diumpankan pada lele.
Satu hal yang harus diperhatikan dalam memberikan pakan ikan lele, jangan sampai telat atau kurang.Karena ikan lele mempunyai sifat kanibal, yakni s**a memangsa sejenisnya. Apabila kekurangan pakan, ikan-ikan yang lebih besar ukurannya akan memangsa ikan yang lebih kecil.
D.Pengelolaan air
Hal penting lainnya dalam budidaya ikan lele adalah pengelolaan air kolam.Walaupun ikan lele bisa hidup dalam kondisi air yang buruk, untuk mendapatkan hasil maksimal kualitas dan kuantitas air harus tetap terjaga.
Awasi kualitas air dari timbunan sisa pakan yang tidak habis di dasar kolam. Timbunan tersebut akan menimbulkan gas amonia atau hidrogen sulfida yang dicirikan dengan adanya bau busuk. Oleh karena itu, apabila sudah muncul bau busuk, buang sepertiga air bagian bawah.Kemudian isi lagi dengan air baru.Frekuensi pembuangan air sangat tergantung pada kebiasaan memberikan pakan. Apabila dalam memberikan pakan banyak menimbulkan sisa, pergantian air akan lebih sering dilakukan. Selain itu, apabila air terlihat berkurang karena penguapan atau kebocoran kolam, segera tambahkan.
E.Pengendalian hama dan penyakit
Hama yang paling umum dalam budidaya ikan lele antara lain hama predator seperti linsang, ular, sero, musang air dan burung. Sedangkan hama yang menjadi pesaing antara lain ikan mujair. Untuk mencegahnya yaitu dengan memasang saringan pada jalan masuk dan keluar air atau memasang pagar di sekeliling kolam.
Penyakit pada budidaya ikan lele bisa datang dari protozoa, bakteri dan virus.Ketiga mikroorganisme ini menyebabkan berbagai penyakit yang mematikan.Beberapa diantaranya adalah bintik putih, kembung perut dan luka di kepala dan ekor. Untuk mencegah timbulnya penyakit infeksi adalah dengan menjaga kualitas air, mengontrol kelebihan pakan, menjaga kebersihan kolam, dan mempertahankan suhu kolam pada kisaran 28oC. Selain penyakit infeksi ikan lele juga bisa terserang penyakit non-infeksi seperti kuning, kekurangan vitamin dan lain-lain..
F.Panen budidaya ikan lele
Pemanenan budidaya ikan lele untuk konsumsi dalam negeri biasanya berukuran 9-12 kg per ekor. Untuk mencapai ukuran konsumsi dari benih sebesar 5-7 cm dibutuhkan waktu sekitar 2,5 sampai 3,5 bulan dari awal benih ditebar. Sedangkan untuk ekspor, berat ikan lele bisa mencapai 500 gram per ekor.
Pemanenan harus dilakukan dengan hati-hati. Satu hari (24 jam) sebelum panen, sebaiknya ikan lele tidak diberi pakan agar tidak buang kotoran saat diangkut. Pada saat ikan lele dipanen hendaknya disortasi terlebih dahulu untuk misahkan lele berdasarkan ukurannya.Pemisahan ukuran ini berdampak pada harga. Ikan lele yang sudah disortasi berdasarkan ukuran akan meningkatkan pendapatan bagi peternak.
IV.Analisis Usaha Lele dengan Kolam 4m x 5mx1,5m
a.Biaya Tetap (Kolam Terpal, P***a, Aerator, P**a PVC, Selang, dll.)
Rp.1.500.00 x 10 kolam Rp.15.000.000
2.Biaya Variabel (Pakan, Listrik, Air, Obat, dll.)
DESKRIPSI HARGA SATUAN UMLAH
Bibit(150.000) Rp.300 Rp.45.000.000
Pakan 25kg x 60 hari Rp.7.000 Rp.10.500.000
Pekerja lapangan 2 bln Rp.1.000.000 Rp.2.000.000
Biaya panen RP.300.000
Upah pembuatan kolam 10 unit Rp.200.000 Rp.2.000.000
Total Rp.59.800.000
3.Potensi Pendapatan per Panen/Kolam
Deskripsi Jumlah
Jumlah lele x survival rate (90%) 135.000
Berat per lele 100 – 145 gram per lele
Total panen 13.500 – 19.600 kg
Harga per kg Rp.10.000
Total pendapatan Rp.135.000.000 – Rp. 196.000.000
4.Potensi Keuntungan per Panen/Kolam
deskripsi Jumlah
Biaya produksi Rp.71.800.000
Hasil penjualan Rp.135.000.000
LABA BERSIH RP.63.200.000/panen
V.USULAN USAHA
Dari studi kelayakan yang telah dilakuakn ekspetasi Return On Equty hasil keuntungan yang d peroleh 88% dihitung dari perbandingan keuntungan dan modal yang dikeluarkan.
Dari studi kelayakan tersebut diharapkan akan diperoleh 88%,kiranya budidaya ikan lele ini layak untuk dipertimbangkan.
VI.KESIMPULAN DAN PENUTUP
Kebutuhan masyarakat pada ikan lele terus mengalami peningkatan ,seiring dengan meningkatnya permintaan akan ikan lele mengalami peningkatan, dan diminati masyarakat karena Budidaya ikan lele tidak membutuhkan tata laksana khusus seperti budidaya ikan yang lain.
Usaha Budidaya ikan lele ini membutuhkan dana sebesar Rp.71.800.000,00 (Tujuh puluh satu juta delapan ratus ribu rupiah)
Demikian proposal usaha ini kami sampaikan,atas perhatiannya dan kerja samanya kami ucapkan terima kasih.
Sukabumi,20-11-2013
Randi sulaeman